Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pascapanen Pertanian

Ekstraksi Xilan dari Tongkol Jagung Richana, Nur; Irawadi, Tun Tedja; Nur, M. Anwar; Sailah, Illah; Syamsu, Khaswar; Arkenan, Yandra
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v4n1.2007.38-43

Abstract

Tongkol jagung merupakan limbah jagung terbesar (45%) yang mengandung xilan sekitar 12% dan belum banyak dimanfaatkan. Tongkol jagung mempunyai prospek untuk bahan baku industri xilan, yang merupakan bahan baku industri furfural, gula xilitol, dan bahan baku untuk media pertumbuhan bakteri xilanase. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode ekatraksi xilan dari tongkol jagung dan karakterisasi xilan yang dihasilkan. Ekstraksi xilan dari tongkol jagung dilakukan dengan dua tahap yaitu proses delignifikasi menggunakan NaOCl (0,5; 1,0; 2,5; 5 dan 7,5%) kemudian pengendapan xilan dengan perlakuan rasio supernatan dan etanol 1:1; 1:2; 1:3; dan 1:4. Ekstrak xilan selanjutnya diuji kelarutan pada pelarut organik, asam, alkali, air panas dan dingin. Analisis kualitatif dan kuantitatif xilan dilakukan dengan Khromatografi Cair Kinerja Tinggi . Hasi l penelit ian menunjukkan kombinasi perlakuan konsentrasi NaOCl 0,5% dan perbandingan supernatan:etanol 1:3 (v/v), menghasilkan rendemen xilan tertinggi (12,95%). Analisis dengan Khromatografi Cair Kinerja Tinggi menghasilkan khromatogram xilan dengan kemurnian 97,47%. Xilan yang dihasilkan sangat larut dalam alkali (NaOH 1%), larut dalam air panas dan dingin.Extraction Of Xylan From Corn CobCorn cob is the biggest part of corn waste (45%) which contain about 12% xylan which has not been utilized. Corn cob can be used as raw material of production of xylan. Xylan is the raw material for furfural, xylitol industry, and growth medium for microorganism producing xylanase.The objectives of this research was to find out the method of extracting the xylan, and characterization of xylan produced. The extraction procedure were done in two steps, firstly delignification using NaOCI (0.5; 1.0; 2.5; 5 and 7.5%) and then precipitation using ethanol with the ratio of ethanol and supernatant (I: I; 1:2; 1:3; and 1:4). The solubility of xylan produced in organicsolvent, acid, alkaline solvent and in cold and hot water was observed. Quantitative and qualitative analysis of xylan were done using High Performance Liquid Chromatography. The research result showed that the highest yield (12.95%) whith purity (97.47%) was produced by 0.5% NaOCI and 1 : 3 ratio of ethanol and supernathant combination treatment. The highest solubility of xylan was in alkaline solvent (NaOH 1%), and soluble in hot and cool water.
Pemilihan Starter Cair Unggul untuk Fermentasi Biji Kakao Misgiyarta, nFN; Fauzi, Anas Miftah; Syamsu, Khaswar; Munarso, S Joni
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v16n1.2019.19-24

Abstract

Kualitas biji kakao fermentasi rendah  karena kualitas starter mikroba untuk fermentasi biji kakao rendah. Seleksi starter mikroba diperlukan untuk mendapatkan starter yang unggul. Ada dua jenis starter, yaitu starter cair dan starter kering. Starter cair banyak digunakan untuk fermentasi biji kakao. Starter yang diuji adalah starter cair, yaitu starter Inoka, starter cair BB-Pasca, dan starter yoghurt. Seleksi starter mikroba dilakukan dengan memfermentasi pulp biji kakao selama 24 jam pada berbagai suhu fermentasi (20oC, 30oC, dan 40oC). Parameter yang diamati adalah jumlah total mikroba, laju pertumbuhan mikroba starter, tingkat konsumsi gula pereduksi oleh mikroba starter, total asam yang diproduksi, tingkat penurunan pH, dan peningkatan suhu fermentasi serta korelasi antara parameter pengamatan penelitian. Starter cair unggul yang terpilih adalah starter cair Inoka. Karakteristik starter Inoka adalah memiliki tingkat laju pertumbuhan μ = 0.470, konsumsi gula pereduksi oleh mikroba starter 12%, peningkatan asam total 7%, penurunan pH 5,2, dan peningkatan suhu fermentasi 1,56oC  serta korelasi antara parameter penelitian di atas 0,61.
Seleksi dan Formulasi Media Pertumbuhan Bakteri Penghasil Xilanase Richana, Nur; Irawadi, Tun Tedja; Nur, Anwar; Sailah, Illah; Syamsu, Khaswar
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v3n1.2006.41-49

Abstract

Seleksi bakreri penghasil xilanase dan formulasi media pertumbuhan bakteri penghasil xilanase telah dilakukan di laboratorium Bioproses, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pcrtanian. Seleksi isolat bakteri dilakukan terhadap lima isolat penghasil xilanase yaitu RXAI-5, RXAII-5, RXAIII-1, RXAIII-5 dan RXNI-3), dengan membandingkan hasil kultivasi meliputi biomasa, protein terlarut, akrivitas xilanase dan aktivitas spesifik. Formulasi media dilakukan dengan mengoptimasi konsentrasi peptone, ekstrak khamir sebagai sumbcr nitrogen dan oat spelt xylane sebagai sumber karbon. Analisis percobaan menggunakan rancangan acak faktorial, faktor (A) peptone terdiri atas empat taraf yaitu A1=0, A2=0,I; A3=0,3; A4=0,5% Faktor (B) ekstrak khamir terdiri alas tiga taraf (B1=0,1; B2=0,2; B3=0,3%) dan faktor (C) oat spelt xylene terdiri atas tiga taraf (C1=0,5; C2=0,75; C3=1,0%) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat baktcri Bacillus pumilus RXAIII-5 dinyatakan sebagai isolat bakteri unggul diantara kelima isolat bakteri penghasil xilanase. Pada formulasi media ternyata protein terlarut tertinggi (0,596 g/l) pada media dengan komposisi 0,75% xilan, pepton 0,5%, ekstrak khamir 0.2%. Aktiviras xilanase dan aktivitas spesifik tertinggi berturut-turut adalah 186,37 u/ml dan 436,45 U/mg protein. Keduanya dicapai pada komposisi media yang sama yaitu pepton 0, 1 %, ekstrak khamir 0, I %, dan xilan 0,5%. Dcngan demikian komposisi tersebut merupakun komposisi mcdi a terpilih yang optimum. Isolat bakteri unggul bersifat alkali ini diharapkan dapar menghasilkan xilanase yang tahan pada pH tinggi sehingga dapat digunakan untuk proses pemutihan kertas yang ramah  lingkungan. Selection and Growth Medium-Formulation of Xylanase Producing BacteriumThis research was carried out in the bioprocess laboratory of Indonesian Center for Agricultural Postharvest Research and Development, Bogor. Selection of five isolates (RXAI-5, RXAII-5. RXAIII-1, RXAIII-5 and RXNI-3). xylanase producing bacteria Were based on comparative study of cultivation yield consists of biomass of bacterium cells, dissolved protein, xylanase activity and specific activity, Formulation of growth medium using peptone and yeast extract as nitrogen source and oat spclt xylan as carbon source. Design experiment used at formulation of growth medium was randomized factorial design. with factor A) peptone consist of four level, A 1=0. A2=0.1; A3=0.3; A4=0.5%, factor (8) yeast extract consist or third level (131=0.1, 132=0.2; 133=0.3%) and factor (C) oat spelt xylan consist of three level (CI=0.5; C2=0.7S; C3=1.0%), with three replication. Research result showed that Bacillus pumilus RXAIII-5 is the best bacterium isolate among five isolates of xylanase producing bacteria. In growth medium formulation showed that highest dissolved protein (0.596 g/l) was achieved in the medium containing 0.75% xylan, 0.5% pepton, and 0.2% yeast extract. The highest value of both of xylanase activity and specific activity are 186.37 u/ml and 436.45 U/ml respectivelly. In fact these were reached at similar growth medium composition of 0.1 % pepton, 0.1 % yeast extract, and 0.5% xylan, and consequently became the best of growth media formulation. The potential alcaliphilic bacterial isolate is expected to produce xylanase with high pH stability. The enzyme can be used as environmentaly safe agent for paper bleaching.