. Syamsuddin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of Organic Fertilizer and Age of Defoliation of Some Substance Nutrition Elephant Grass Silage (Pennisetum Purpureum) Syamsuddin, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An experiment was conducted to investigate the effects of organic fertilizer and age defoliation of some nutrients silage elephant grass (Pennisetum purpureum). This experiment used elephant grass, compost, and organic liquid fertilizer. The experiment was conducted according to completely randomized design pattern 3 x 3 factorial with 3 replications, the first factor is fertilization: A1 (without fertilizer), A2 (fertilizing with compost) and A3 (fertilizing with a liquid fertilizer), while the second factor is the age of defoliation: B1 (age defoliation 30 days), B2 (age defoliation 45 days) and B3 (age defoliation 60 days). The results showed that the crude protein content of elephant grass silage at the age of 30 days defoliation treatment is higher than the age of defoliation 45 days and 60 days. While the highest crude fiber obtained at the age of defoliation 60 days. Elephant grass defoliation at the age 45 days and compost can to improve the content of crude fat and BETN elephant grass silage.
EFFECTS OF APPLICATION OF MYCORRHIZAL FUNGI ON THE GROWTH AND DRY MATTER PRODUCTION OF ELEPHANT GRASS CV. MOTT UNDER DROUGHT STRESS Syamsuddin, .; Hasan, S.; Budiman, .; Asrianie, A.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.21 KB)

Abstract

Research has been conducted to determine the effect of mycorrhizal fungi on growth and dry matter production of elephant grass cv. Mott in drought stress conditions. This study was designed factorially based on completely randomized design consisting of 4 levels of mycorrhizal (0 g, 4 g, 8 g and 12 g), four levels of drought stress (watering every day, every 3 days, every 5 days and every 7 days) and 3 replications for each treatment combination. Based on the statistical analysis and discussion, it can be concluded that the growth and dry matter production elephant grass is strongly influenced by the amount of water available for plants. Giving mycorrhizal up to the level of 12 g does not yet give a significant impact on the growth and production of elephant grass cv. Mott.
HUBUNGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DENGAN PENINGKATAN KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR LEGUM Clitoria ternatea SEBAGAI HIJAUAN PAKAN TERNAK Syamsuddin, .; Saili, Takdir; Hasan, Asmar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.993 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pupuk kandang sapi terhadap kualitas  legum Clitoria ternatea  khususnya kandungan protein dan serat kasar. Penelitian ini dilakukan lahan Agrostologi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo Kendari. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yang diawali dengan pengolahan lahan, pemupukan(perlakuan), penanaman, pemeliharaan,  dan pemanenan  yang dilakukan sebanyak dua kali pada tanaman umur 13 MST (Panen I) dan 19 MST (Panen II) dengan batas pemotongan tanaman 20 cm dari permukaan tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu persentase kandungan protein kasar dan serat kasar melalui analisis jaringan tanaman yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian UHO. Persentase kandungan protein kasar ditentukan menggunakan metode ”Kjedahl” sedangkan persentase kandungan serat kasar ditentukan menggunakan metode ”Gravimetri”. Data hasil pengamatan selanjutnya ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menujukan bahwa pupuk kandang sapi dengan dosis tertinggi yaitu 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar hingga mencapai 24,25% dibanding kontrol, tetapi menurunkan kandungan serat kasar hingga mencapai 34,07% dibanding kontrol pada panen I.  Sedang Pada panen II, dengan peningkatan pupuk kandang sapi hingga 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 24,23% dibanding kontrol, namun menurunkan kandungan serat kasar sebesar 44,07% dibanding kontrol.Kata Kunci: legum, Clitoria Ternate, kualitas, pupuk kandang sapi
PERFORMA PENETASAN TELUR AYAM HASIL PERSILANGAN AYAM BANGKOK DENGAN AYAM RAS PETELUR Badaruddin, Rusli; Syamsuddin, .; Astuty, Fuji; Pagala, Muhammad Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.457 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi telur dan reproduksi hasil persilangan ayam Bangkok dengan ayam Ras petelur.dilaksanakan di Laboratorium Unit Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari, pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan ayam Bangkok betina sebanyak 15 ekor, ayam Bangkok jantan sebanyak 3 ekor, ayam Ras petelur jantan sebanyak 2 ekor dan ayam Ras petelur betina 15 ekor. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan uji T untuk mengetahui perbedaan peubah-peubah anatara persilangan BP (Persilangan ayam Bangkok jantan dengan ayam Ras petelur betina) dan PB (Persilangan ayam Ras petelur jantan dengan ayam Bangkok betina). Hasil uji T menunjukkan bahwa hasil persilangan BP memiliki bobot telur, bobot tetas, produksi telur dan mortalitas emrio yang nyata (p
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP KONSUMSI PANGAN ASAL TERNAK DI KOTA KENDARI Hadini, Hairil A; Aka, Rahim; Syamsuddin, .
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar konsumsi pangan asal ternak dan pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap konsumsi pangan asal ternak di Kota Kendari. Populasi penelitian meliputi masyarakat Kota Kendari yang mengkonsumsi pangan asal ternak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda yang dilanjutkan dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan asal ternak adalah 63,46 gram/kapita/hari yang terdiri dari daging sapi sebesar 1,10 gram/kapita/hari, ayam  sebesar 33,59 gram/kapita/hari, telur sebesar 22,09 gram/kapita/hari, dan susu 6,68 gram/kapita/hari.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen  memberikan pengaruh yang signifikan  (P<0,01) terhadap variabel dependen dengan nilai R2 sebesar 0,79. Secara parsial, pendidikan dan tanggungan keluarga memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,01) terhadap konsumsi pangan asal ternak. Konsumsi pangan asal ternak di Kota Kendari dipengaruhi oleh variabel pendidikan dan tanggungan keluarga sedangkan variabel umur dan pendapatan tidak menunjukkan adanya pengaruh  terhadap konsumsi pangan asal ternak di Kota Kendari. Kata Kunci : Sosial ekonomi, Konsumsi, Pangan asal ternak