Articles

Found 21 Documents
Search

BIOSORBEN DAUN KETAPANG DENGAN PENGAKTIFAN ASAM SITRAT SEBAGAI PEREDUKSI MERKURI Ristianingsih, Yuli; Fadhil, Muhammad Aulia; Akbar, Fariz Maulana; Ramadhani, Annissa Millenia; Syauqiah, Isna
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.96

Abstract

South Kalimantan has a gold mining industry that produces waste that can pollute the environment and is harmful to public health. One of the hazardous contaminants contained in the gold mining industry is mercury. This study aims to make biosorbent of ketapang leaves which will be used to reduce mercury content in gold mining waste.. The study began with washing the ketapang leaves to remove the impurities and then dried 3-4 days under the sun to reduce the water content. The next step is a simple carbonization process by using furnaces at a temperature of 300 oC for 30 minutes as the optimum operating condition so that activated carbon is formed called BDK. In the final stage, the biosorbent of ketapang leaves with 0.1 N citric acid was activated to produce biosorbent of ketapang leaves called BDK-COOH. The test results were carried out by SEM and FTIR analysis. The results of SEM analysis showed biosorbents that form large and large pores caused by carbonization and activation processes. Likewise, the results of FTIR analysis formed an active functional group to absorb heavy metals in terms of shifting absorption bands shown by FTIR. However, the adsorption capacity of biosorbent has not been determined so that further research is needed to find out.
INTERLAYER-FREE MEMBRAN SILIKA PEKTIN UNTUK PERVAPORASI AIR RAWA ASIN Rampun, Erdina Lulu Atika; Elma, Muthia; Syauqiah, Isna; Putra, Meilana Dharma; Rahma, Aulia; Pratiwi, Amalia Enggar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2387.455 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.3.99-104

Abstract

Air rawa di Kalimantan Selatan merupakan air permukaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. Namun, adanya instrusi air laut ke dalam air rawa menyebabkan air menjadi tidak layak digunakan. Salah satu teknologi yang dapat menghilangkan garam tersebut adalah membran silika-pektin. Performa membran interlayer-free silika pektin ini diuji dengan proses pervaporasi pada suhu ruang (~25 °C). Pada pervaporasi, air umpan masuk melalui membran, selanjutnya proses pemisahan akan terjadi dalam bentuk uap dengan bantuan pompa vakum. Permeat akan dikumpulkan ke dalam cold trap dengan cara kondensasi menggunakan nitrogen cair. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi performa membran interlayer-free silika pektin menggunakan air rawa asin. Hasil Performa membran yang divariasikan konsentrasi pektin dengan suhu kalsinasi 300 dan 400 °C berturut-turut adalah 0,35 dan 0,19 kg.m-2 h-1 (tanpa pektin); 0,23 dan 0,16 kg.m-2 h-1 (pektin 0,1%wt); 0,58 dan 3,63 kg.m-2 h-1 (pektin 0,5%wt); 3,40 dan 0,12 kg.m-2 h-1 (pektin 2,5%wt). Namun, bahan organik alami (BOA) dan kandungan garam dalam air rawa asin mengakibatkan penurunan fluks (~98%). Meskipun demikian, rejeksi garam seluruh membran mencapai >99,9%. Penelitian ini menemukan bahwa kalsinasi rendah akan berpengaruh lebih signifikan bila ditambahkan konsentrasi pektin lebih tinggi. Sebaliknya penambahan konsentrasi pektin menjadi terbatas pada suhu kalsinasi tinggi.
PENGOLAHAN LIMBAH DETERJEN DENGAN METODE KOAGULASI-FLOKULASI MENGGUNAKAN KOAGULAN KAPUR DAN PAC Rahimah, Zikri; Heldawati, Heliyanur; Syauqiah, Isna
Konversi Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i2.4767

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  koagulan kapur atau PAC yang paling efektif pada proses koagulasi-flokulasi dari pengolahan limbah deterjen buatan dan limbah laundry, menentukan massa optimum dari koagulan kapur atau PAC pada pengolahan limbah deterjen buatan dan limbah laundry menggunakan proses koagulasi-flokulasi dan menentukan persen maksimum penurunan BOD dan COD pada limbah deterjen buatan dan limbah laundry menggunakan proses koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini, kami menggunakan metode jartest atau metode koagulasi-flokulasi dengan menggunakan koagulan kapur dan PAC. Metode yang digunakan untuk menurunkan kadar BOD dan COD ialah koagulasi yaitu dicampurkannya koagulan dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit kemudian dengan metode flokulasi yaitu dilakukan pengadukan lambat 40 rpm selama 20 menit dan diendapkan selama 30 menit. Penentuan massa optimum dilakukan dengan cara menambahkan koagulan baik menggunkan kapur atau PAC  masing-masing sebanyak 1 gr, 2 gr, 3 gr, 4 gr, 5 gr dalam 150 ml limbah deterjen buatan maupun limbah deterjen laundry. Dari variasi massa koagulan dapat diketahui persen maksimum penurunan BOD dan COD tertinggi terdapat pada koagulan kapur sebesar 12,05% dan 75% pada limbah deterjen buatan pada massa 5 gr, sedangkan pada limbah laundry sebesar 11,57%.dan 78,57% pada massa 5 gr.   Kata kunci: koagulasi-flokulasi, limbah deterjen, COD, BOD. Abstract- This research is conducted to find out the effective koagulan lime or PAC in koagulasi-flokulasi process from preparation of waste material detergent product and waste material laundry, to determine optimum mass from koagulan lime or PAC in preparation of waste material detergent product and waste material laundry using koagulasi-flokulasi process and to determine maximum percent the decrease of BOD and COD in preparation of waste material detergent product and waste material laundry. In this research, we used jartest method or koagulasi-flokulasi method by using  koagulan lime or PAC. Methode that used to decrease the value of BOD and COD is koagulasi. Koagulasi is mixed koagulan and stir fast 100 rpm for one minute, then with flokulasi method, it is stir slow 40 rpm for 20 minutes and sediment, it for 30 minutes. Determine optimum mass done by add good koagulan using lime or PAC 1 gr, 2 gr, 3 gr ,4 gr, 5 gr, in  waste material detergent product and waste material laundry. From the various mass koagulan know that the highest decrease maximum percent of BOD and COD in koagulan kapur is 12,05% and 75% on waste material detergent product  in 5 gr mass while waste material laundry is 11,57 % and 78,57% in 5 gr mass. Keywords: koagulasi-flokulasi, waste material detergent, COD, BOD
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PERSENTASE STARTER PADA NIRA AREN (Arenga pinnata) TERHADAP BIOETHANOL YANG DIHASILKAN Syauqiah, Isna
INFO-TEKNIK Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioethanol can be produced from the fermentation of sugar-containing materials such as cassava, corn and sugar palm juice.  This study aims to determine the effect of fermentation using Saccharomyces sp at various percentages starter towards substrate ability to produce bioethanol. Variation of fermentation time used are 25, 50 and 75 hours. Keywords: Bioethanol, fermentation, sugar palm juice, Saccharomyces cerevisiae
PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT SENG (Zn) Victor M., Stevano; Andhika, Bayu; Syauqiah, Isna
Konversi Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i1.4775

Abstract

Abstrak- Telah dilakukan pemanfaatan cangkang bekicot (Achatina fulica) sebagai adsorben logam berat seng (Zn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kitosan yang didapat dari cangkang bekicot, dan mengetahui kemampuan adsorben kitosan dalam uji adsorpsi yang menggunakan sampel air yang tercemar seng (Zn). Pembuatan kitosan dari cangkang bekicot dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pembuatan kitosan dengan variasi ukuran kitosan 250 micron  dan 355 micron. Tahap pembuatan kitosan terdiri dari pembuatan serbuk cangkang bekicot, deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi dan deasetilasi. Tahap  ke dua yaitu uji penyerapan kitosan terhadap logam berat seng (Zn) dengan variasi jumlah massa kitosan yang digunakan yaitu: 1 gram, 3 gram, 6 gram dan 9 gram. Sampel tersebut diuji dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric  (AAS) untuk mengetahui konsentrasi logam berat seng (Zn) yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kitosan yang didapat dari cangkang bekicot untuk ukuran 250 micron yang sebesar 95,27%, dan untuk ukuran 355 micron yaitu sebesar 96,18%. Daya serap optimum kitosan didapat pada kitosan berukuran 250 micron  dengan massa kitosan 9 gram. Kata kunci: Adsorbsi, mikron, cangkang bekicot dan logam berat seng (Zn) Abstract- The used of snail shell (Achatina fulica) as adsorbent of heavy metals zinc (Zn). This study aims to determine the amount of chitosan derived from snail shells, and knowing the ability of chitosan adsorbent in adsorption tests using water samples were contaminated zinc (Zn). Preparation of chitosan from the shells of snails be done in two phases: the manufacture of chitosan with chitosan size variation of 250 micron and 355 micron. Production stage consists of the manufacture of chitosan powder snail shells, deproteinization, demineralization, depigmentasi and deacetylation. The second phase of the test chitosan absorption of heavy metals zinc (Zn) with a variation of the mass amount of chitosan that is used as follows: 1 gram, 3 grams, 6 grams and 9 grams. The sample is tested by using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS) to determine the concentration of heavy metals zinc (Zn) contained in it. The result showed that chitosan is obtained from the snail shell to the size of 250 microns, which equal to 95.27%, and for the size of 355 microns that is equal to 96.18%. Optimum absorption of chitosan obtained at chitosan measure 250 microns with a mass of 9 grams of chitosan.                                                                                                                                        Keywords: Adsorption, micron, snail shells and heavy metals zinc (Zn).
SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM SEDERHANA (PORTABLE WATER TREATMENT) Syauqiah, Isna; Wiyono, Noerhadi; Faturrahman, Arief
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.4777

Abstract

Abstrak- Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup. Belakangan ini timbul masalah yang sangat krusial yaitu sulit untuk mendapatkan air bersih dan layak untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keefektifan alat dalam mengolah air sungai menjadi air minum dan mengetahui waktu optimum dalam pengolahan air. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama yaitu perancangan portable water treatment itu sendiri yaitu dengan membuat kolom-kolom aerasi, kolom filtrasi, kolom adsorpsi, dan kolom desinfeksi yang mana alat-alat tersebut dibuat bongkar pasang. Kedua, yaitu pengoptimasian alat-alat yang bertujuan untuk menentukan waktu dan volume optimum masing-masing alat. Sehingga akan didapatkan waktu dan volume optimum untuk alat secara keseluruhan. Ketiga, hasil analisa air sungai Martapura. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa desain alat ini kurang efektif dengan kondisi kualitas sungai air Martapura untuk diolah menjadi air minum yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar karena kualitas air minum yang dihasilkan belum mencapai standar baku mutu air minum yang ditetapkan. Waktu optimum untuk alat ini adalah 135 s dengan lama desinfeksi selama 2 menit dan volume optimum air masuk adalah sebesar 2 L Kata kunci: aerasi, filtrasi, desinfeksi  Abstract- Water is the most important thing for living. Lately it is difficult to get clean water and suitable for consumption. This research aims to knowing the tool effectiveness in processing river water into drinking water and knowing the optimum time in water treatment. This research was conducted in several stages. First is the design of portable water treatment itself is by making the columns of aeration, filtration column, adsorption column, and columns where the desinfection equipment are separated. Second, the optimizing tools that aim to determine the optimum time and volume of each instrument. So it will be obtained the optimum time and volume for whole instrument. Third, the analysis results of Martapura river. Based on research results obtained that the design of this tool is less effective with the quality of Martapura river water conditions to be processed into drinking water that is usually consumed by people around because the quality of drinking water that produced has not reached the standard of specified drinking water quality standard. Optimum time for this tool is 135 s with a desinfection time  for 2 minutes and the optimum volume of entering water amounts to 2 L Keywords: aeration, filtration, desinfection
PROSES DESORPSI GAS KHLOR DALAM LARUTAN SODIUM HYPOKHLORIT DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR TRICKLE BED Syauqiah, Isna
INFO-TEKNIK Vol 6, No 2 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 2 2005
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chlorine elimination from aqueous solution by desorption process in trickle bed reactor was investigated. The object of this research is to study the chlorine desorption process from aqueous solution that containing free chlorine using a trickle bed reactor packed with rasching ring. The experiment conducted in the trickle bed reactor with the following specification : glass column with 4.6 cm diameter and 35 cm length; raschig ring packing  0.3 cm diameter and 0.85 cm length. The solution aqueous containing free chlorine is made from dissolving a certain quantity of sodium hypochlorit (NaOCl) in water with addition of hydrochloric acid (HCl). The operating conditions of experiment are : room temperature, atmospheric pressure and initial concentration of NaOCl = 0,1%, and the experiment varibles are : pH of solution (1 – 5) ; gas flow rate (232 ml/s – 85 ml/s). The result of experiment shows that the chlorine concentration decrease significantly with decreasing pH. However, it’s slygtly influence by the gas flow rate.
Efek Waktu Pemeraman Terhadap Karakteristik Sifat Fisik Tanah Gambut dengan Bahan Stabilisasi Serbuk Kayu Syauqiah, Isna
INFO-TEKNIK 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut adalah jenis tanah lunak dengan daya dukung yang rendah dan kemampumampatan yang tinggi. Tanah gambut memiliki tekstur terbuka dimana selain pori-pori makro, tekstur tanah gambut juga didominasi oleh pori-pori mikro yang berada di dalam serat-serat gambut. Dengan sistem pori ganda dan tingkat homogenitas yang tidak merata tersebut, serta berat isi tanah yang mendekati berat isi air, maka masalah pemampatan (compressibility) yang besar bisa mengakibatkan penurunan (settlement) yang besar juga. Selain itu karena tanah gambut ini sangat lembek pada umumnya mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang rendah, bahkan menurut penelitian Jelisic, Leppanen (1993) bahwa daya dukung tanah gambut lebih rendah dari pada tanah soft clay sehingga bisa mengakibatkan kelongsoron/keruntuhan (bearing capacity failure)  hal ini menjadi masalah utama bagi struktur yang akan dibangun di atasnya.
ANALISIS VARIASI WAKTU DAN KECEPATAN PENGADUK PADA PROSES ADSORPSI LIMBAH LOGAM BERAT DENGAN ARANG AKTIF Syauqiah, Isna; Amalia, Mayang; Kartini, Hetty A.
INFO-TEKNIK Vol 12, No 1 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 1 2011
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam limbah cuci foto rontgen (limbah fixer) terkandung logam berat Fe dalam jumlah di atas nilai standar mutu limbah cair. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan dan waktu pengadukan dalam proses penyerapan logam berat menggunakan arang aktif. Langkah pertama yang dilakukan dalam proses adsorpsi adalah memasukkan limbah fixer  100 mL ke dalam erlenmeyer yang sudah berisi 10 gram arang aktif. Kemudian erlenmeyer tersebut diaduk pada kecepatan aduk 30 rpm. Campuran tersebut kemudian diaduk selama 15 menit, 30 menit dan 45 menit dan didiamkan selama 3 jam.  Mengulangi langkah ini untuk kecepatan pengadukan 60, 90 dan 120 rpm. Setelah proses adsorpsi selesai, kemudian menganalisa banyaknya logam Fe yang terserap dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang disesuaikan. Perlakuan juga diulangi dengan adanya pemanasan. Semakin besar kecepatan pengadukan, lama waktu kontak dan pemanasan yang digunakan semakin meningkat penurunan kadar Fe karena proses penyerapan adsorbat oleh adsorben menjadi lebih baik. Penurunan kadar Fe terbesar terlihat pada kecepatan pengadukan 90 rpm dan waktu aduk 60 menit di mana parameter Fe yang terkandung dalam sampel adalah 0,24 mg/L.
ELIMINASI Cr TOTAL DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN ADSORBEN AMPAS DAUN TEH Syauqiah, Isna; Prihatini, Nopi Stiyati
INFO-TEKNIK Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chromium is a heavy metal which if exceeded the quality standards would pollutes theenvironment, therefore the reduction of metal chromium is needed, which with the adsorptionprocess. The Adsorption could be using a natural adsorbent. One of the potential natural adsorbent which can be found in South Kalimantan is the dregs of tea leaves.This study aimed to analyze the effect of pH, adsorbent weight and contact time in the reduction of total Cr in artificial waste water and analyze the efficiency and the reduction of Cr total adsorption capacity by using adsorbents from the dregs of the black tea leaves. Before the adsorption process is started, theadsorbent should be activativated using 4% NaOH. Furthermore, the adsorption processisdobyusing the batch method with volume of liquid is 25 ml. The independent variable using pH(4,5,6,7,8), the weight of the adsorbent as much as 0.4; 0.6;0.8;1.0gram, contact time(15,30,60,90,120) minutes. Variable fixed stirring speed of 120 rpm and total Cr concentration of 10 ppm. The results showed that the largest decrease of total Cr achieved at pH4 and 0.4 gram of weight. The largest Cr adsorption at pH4 solutionis 13.18% and adsorption capacity at 0.06mg/g.  The largest efficiency and capacity achieved at 0.4 gram of weight is 12.11% and 0.06 mg/g. 60 minutes of contact time. For 60 minutes of adsorption process, resulting in 11.08% efficiency while the adsorption capacity of 0.08mg/g.