Abram Tangkemanda
Politeknik Makassar

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIABEL TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR PADA PROSES QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN IMPAK BAJA EMS-45 Rasyid, Syaharuddin; Tangkemanda, Abram; Basongan, Yosrihard; Arman, Arman
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-11, No. 2 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variabel temperatur media pendingin air pada proses quenching terhadap nilai kekerasan dan kekuatan impak baja EMS-45. Metode penelitian yang digunakan adalah spesimen Baja EMS-45 dipanaskan pada suhu 850oC di dalam tungku listrik selama 4 jam. Setelah dilaku panas kemudian spesimen dicelup ke dalam air pada suhu masing-masing 0o, 5o, 10o, 15o, 20o, 25o, 30o, 40o, 50o, 60o, 70o, 80o, 90o, 100oC. Spesimen yang telah dicelup kemudian diuji kekerasan dan kekuatan impak. Data-data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan nilai kekerasan pada Baja EM-45 dengan adanya variasi temperatur media pendingin. Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0oC sebesar 62,5 HRC dan nilai kekerasan semakin menurun dengan naiknya suhu media pendingin. Nilai kekuatan impak berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dengan naiknya temperatur media pendingin. Nilai impak Baja EMS-45 pada suhu 0oC sebesar 250,07 N.m dan mengalami kenaikan kekuatan impak sejalan dengan naiknya suhu media pendingin.
Analisis Variabel Temperatur Media Pendingin Air Garam terhadap Sifat Mekanik Baja K-945 EMS 45 Tangkemanda, Abram; Rasyid, Syaharuddin; M, Muas; Rusdi, Muh.
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-12, No. 1 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja K-945 EMS 45 adalah salah satu jenis baja paduan yang dengan komposisi kandungan (% berat) C 0,48%, Si 0,30%, dan Mn 0,70%. Baja ini merupakan baja karbon sedang yang mempunyai kekuatan tarik 60-70 Kg/mm2. Kekerasan pada baja ini dapat ditingkatkan melalui proses quenching dengan menggunakan media pendingin air. Kekerasan yang dapat dicapai Baja EMS-45 bila diquenching pada media pendingin air (suhu kamar) adalah 58 HRC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel temperatur media pendingin air garam terhadap sifat mekanik baja K-945 EMS-45 dengan memvariasikan temperatur media quenching pada suhu 5, 10, 15, 20, 25, dan 30OC. Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 30 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kenaikan nilai kekerasan pada Baja K945 EMS-45 dengan adanya memvariasikan temperatur media pendingin. Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC sebesar 61,77 HRC dan nilai kekerasan semakin menurun dengan naiknya suhu media pendingin. Nilai kekuatan impak berbading terbalik dengan nilai kekerasan dengan naiknya temperatur media pendingin. Nilai impak Baja K945 EMS-45 pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.m dan mengalami kenaikan kekuatan impak sejalan dengan naiknya suhu media pendingin.
PEMANFAATAN MEDIA PENDINGIN UDARA BERTEKANAN PADA PROSES PEMBUBUTAN PLASTIK POLYSTIRENE (PS) DI MESIN CNC TU-2A Rasyid, Syaharuddin; Tangkemanda, Abram
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 13, No 1 Apr (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas permukaan produk bahan plastik polystirene, mengetahui variabel tekanan udara dan variabel pemesinan yang paling berpengaruh terhadap kekasaran permukaan, mengetahui hubungan (korelasi) antar setiap variabel tekanan udara dan variabel pemesinan, menentukan tekanan udara dan variabel pemesinan yang dapat menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang rendah. Metode pengujian yang dilakukan adalah pengukuran kekasaran permukaan dengan beberapa variabel tekanan udara ( 1, 4, 5, 6, 7 Bar),  variabel putaran mesin (800, 1000, 1200, 1400, dan 1600 rpm), variabel kecepatan pemakanan (60, 80, 100, dan 120 mm/menit), analisa data dengan metode statistik, dan uji validitas data. Kualitas permukaan produk hasil pembubutan telah meningkat setelah menggunakan media pendingin udara bertekanan. Nilai kekasaran permukaan rata-rata yang telah dicapai antara 2,12mm dan 2,28mm, dan nilai kekasaran permukaan rata-rata tanpa menggunakan media pendingin udara bertekanan adalah 3,8 mm. Parameter yang paling dominan berpengaruh dalam pengujian ini untuk plastik polystirene adalah tekanan udara (X3) dengan nilai 0,325 kemudian parameter kecepatan pemakanan (X2) dengan nilai 0,00894 dan terakhir adalah parameter kecepatan potong atau putaran mesin dengan nilai 0,000796. Pemberian tekanan udara pada proses pembubutan  plastik polystirene sangat berpengaruh meningkatkan kualitas permukaan bahan atau menurunkan kekasaran permukaan. Nilai kekasaran terendah terjadi pada tekanan 4 bar, putaran mesin 1200 rpm, dan kecepatan pemakanan 100 mm/menit dengan nilai 1,33 mm. Kata kunci : Pendingin Udara, Plastik polystirene, Kekasaran Permukaan.