Articles

Found 9 Documents
Search

Students’ Self-Regulation and Motivation in Learning Science Tanti, Tanti; Maison, Maison; Syefrinando, Boby; Daryanto, Mahbub; Salma, Hayyu
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 9, No 4: December 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v9i4.20657

Abstract

Purpose: The student's self-regulation and motivation are essential for students to study. Especially with 21st-century learning students are required to be more active in learning than teachers, therefore the research aims to know if there is an influence between the students ' self-regulation with the motivation of students learning. Methodology: Using Mixed Methods. Where the number of samples in the research was as many as 534 students from Madrasah Tsanawiyah in Jambi city using the Total Sampling technique. Data were then analyzed with the help of SPSS 21 application to find descriptive statistics in the form of Mean, Min, Max, and category as well as inferential statistics using simple regression and for comparison using the Independent sample T-Test. Findings: The results of this research are dominant in both self-regulation and student motivation in learning. With it strengthened by the relationship and influence between self-regulation and the motivation of students in learning that is seen from the value of Sig under 0.025, which is 0.019 and has a contribution of 71.2%. Implications and Recommendations: According to the results, it is recommended that students need to be given the opportunity to conduct learning directly and teachers must perform innovative learning.
KONSTRUKSI DAN VALIDASI BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SISWA Tanti, Tanti
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 5, No 1 (2020): Journal of Teaching and Learning Physics (February 2020)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v5i1.6635

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi dan memvalidasi, serta menganalisis efektivitas bahan ajar fisika berbasis problem-based learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan generik siswa. Metode yang digunakan dalam mengembangkan bahan ajar fisika berbasis PBL didasarkan pada kerangka pengembangan yang dilakukan oleh Haryanto (2018). Pemilihan kerangka ini didasarkan pada pertimbangan bahwa model pengembangan ini didesain khusus untuk meningkatkan keterampilan generik siswa dengan mengintegrasikan komponen pembelajaran berbasis masalah ke dalam model hingga pengurutannya. Komponen model disusun mengikuti pendekatan model campuran, hal ini dimaksudkan agar penggunaan model lebih fleksibel. Model desain bahan ajar divalidasi ahli materi dan ahli media, serta empat orang guru fisika sebagai praktisi. Produk bahan ajar yang dihasilkan dari penelitian pengembangan ini dapat digunakan sebagai salah satu komponen pengajaran yang khusus ditujukan untuk meningkatkan keterampilan generik siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Hasil uji validasi dan praktikalitas menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan valid dan praktis digunakans ebagai bahan ajar untuk meningkatkan keterampilan generik siswa. Hasil uji efektivitas menggunakan desain one class pre test and post test menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan generik siswa, terutama dalam kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah dengan nilai Ngain sebesar 0.53 dengan kategori sedang untuk kemampuan berpikir kritis, dan Ngain 0.80 untuk kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi. Kata kunci: bahan ajar, generic skills, problem based learning
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Beliefs Siswa tentang Fisika dan Pembelajaran Fisika Tanti, Tanti; Jamaluddin, Jamaluddin; Syefrinando, Boby
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v6i1.603

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The research design is quasi-experimental, non-equivalent control group design with samples were senior high school students grade XI at SMAN 1 Jambi City. The research used the Colorado Learning Atttudes About Science Survey (CLASS). Through data analysis using ANCOVA Test can be seen that there was no significant result effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The study’s finding indicates that students’ beliefs about characteristic and obtaining knowledge are difficult to change. Nonetheless, the use of various learning models that focus on the formation of the model building on the physics world through problem solving that are contextual and real, as well as providing opportunities for students to actively engage in problem solving can help students develop the belief that they have about the physics from novice-like belief into expert-like belief.Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Desain penelitian kuasi eksperimen non-equivalent control group design dengan sampel siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Jambi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner the Colorado Learning Attitudes About Science Survey (CLASS). Hasil uji Ancova terlihat bahwa tidak ada pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa belief siswa tentang karakteristik dan cara memperoleh suatu pengetahuan sulit untuk diubah. Meskipun demikian, penggunaan berbagai model pembelajaran yang berfokus pada pada pembentukan model (model-building) dari dunia fisika melalui pemecahan masalah-masalah yang bersifat kontekstual dan nyata, serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan belief yang mereka miliki tentang fisika dari belief sebagai seorang pemula (novice-like belief) menjadi belief sebagai seorang ahli (expert-like belief).
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Beliefs Siswa tentang Fisika dan Pembelajaran Fisika Tanti, Tanti; Jamaluddin, Jamaluddin; Syefrinando, Boby
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v6i1.603

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The research design is quasi-experimental, non-equivalent control group design with samples were senior high school students grade XI at SMAN 1 Jambi City. The research used the Colorado Learning Atttudes About Science Survey (CLASS). Through data analysis using ANCOVA Test can be seen that there was no significant result effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The study’s finding indicates that students’ beliefs about characteristic and obtaining knowledge are difficult to change. Nonetheless, the use of various learning models that focus on the formation of the model building on the physics world through problem solving that are contextual and real, as well as providing opportunities for students to actively engage in problem solving can help students develop the belief that they have about the physics from novice-like belief into expert-like belief.Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Desain penelitian kuasi eksperimen non-equivalent control group design dengan sampel siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Jambi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner the Colorado Learning Attitudes About Science Survey (CLASS). Hasil uji Ancova terlihat bahwa tidak ada pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa belief siswa tentang karakteristik dan cara memperoleh suatu pengetahuan sulit untuk diubah. Meskipun demikian, penggunaan berbagai model pembelajaran yang berfokus pada pada pembentukan model (model-building) dari dunia fisika melalui pemecahan masalah-masalah yang bersifat kontekstual dan nyata, serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan belief yang mereka miliki tentang fisika dari belief sebagai seorang pemula (novice-like belief) menjadi belief sebagai seorang ahli (expert-like belief).
PENIPUAN PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Putusan Nomor 0375/Pdt.G/2017/PA Kdi ) tanti, tanti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.553 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i2.1027

Abstract

AbstrakPenelitian ini berkenaan dengan Penipuan Pernikahan Perspektif Hukum Islam Studi Kasus Putusan Nomor 0357/Pdt.G/2017/PA Kdi. Masalah yang dikemukan dalam penelitian ini meliputi pertimbangan hakim dalam memutuskan kasus penipuan pernikahan; Bentuk dan dampak penipuan pernikahan; serta perspektif hukum Islam pada penipuan pernikahan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan obyek yaitu, Pengadilan Agama Kendari, dengan melakukan teknik pengumpulan data dengan bentuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hakim mengabulkan gugatan penggugat yang telah di tipu dengan menggunakan alat bukti yang kuat yaitu saksi dan bukti administrasi. Bentuk-bentuk penipuan yang terjadi dalam lingkup Pengadilan Agama Kendari yaitu pemalsuan identitas diri suami atau istri. Dampak yang terjadi terhadap korban penipuan pernikahan yaitu psikis, fisik serta kerugian materi. Penipuan pernikahan yang terjadi agar dapat diberi sanksi yang dapat membuat efek jerah terhadap pelaku-pelaku juga turut serta dalam melakukan penipuan pernikahan.Kata kunci : Pernikahan, Penipuan, Hukum Islam  AbstractThis research concerning Marriage Fraud Perspective of Islamic Law Case Study of Decision Number 0357 / Pdt.G / 2017 / PA Kdi. The problems raised in this study include consideration of judges in deciding cases of marriage fraud; The form and impact of marriage fraud; as well as Islamic legal perspectives on marriage fraud. This study uses qualitative research with objects namely, Kendari Religious Court, by conducting data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this study revealed that the judge granted the plaintiffs claim which had been deceived by using strong evidence, namely the witness and administrative evidence. Forms of fraud that occur within the scope of the Kendari Religious Court are the falsification of the identity of the husband or wife. The impact on the victims of marriage fraud is psychological, physical and material losses. Marriage fraud that occurs in order to be sanctioned that can make a reddish effect on the perpetrators also participates in committing marriage fraud.Key words: Fraud, Marriage, Islamic Law
ANALISA PENGARUH TINGKAT UPAH, MASA KERJA, USIA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA Tanti, Tanti; Hariyani, Tuwis
JURNAL EKUIVALENSI Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ekuivalensi
Publisher : LPPM dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tenaga kerja adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas suatu perusahaan karena tenaga kerja lebih penting dari faktor produksi modal dan jika tidak ada tenaga kerja maka tidak akan ada tenaga yang mampu menggerakkan roda produksi, sehingga harus dimanfaatkan seefisien mungkin agar dapat menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada saat ini banyak sekali terdapat perusahaan yang tumbuh di Indonesia sehingga secara tidak langsung akan memerlukan tenaga untuk membantu kelancaran proses produksinya yang beroperasi baik itu perusahaan milik negara/domestik ataupun milik swasta/asing yang bergerak dalam berbagai sektor baik sektor formal ataupun informal. Dalam hal penyediaan tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jumlah penduduk, besaran tingkat upah, jumlah tenaga kerja itu sendiri, masa kerja, pendidikan, usia, dan juga produktivitas. Oleh karena itu perhatian dalam bidang sumber daya manusia tidak boleh diabaikan begitu saja, karena merupakan langkah/awal dalam merencanakan tenaga kerja agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di bidangnya. Dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia memegang peranan penting dari saat perencanaan, perumusan, sasaran dan tujuan sampai pada strategi dalam mencapai tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Salah satunya dengan memberi motivasi agar produktivitasnya dapat meningkat seperti memberikan tingkat upah yang sesuai dengan kemampuan, memberikan uang lembur jika ada tambahan jam kerja atau lainnya, memberikan penghargaan apabila mempunyai masa kerja yang lama. Seiring dengan pertambahan masa kerja dan usia, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sehingga produktivitas akan cenderung mengalami penurunan jika tidak segera diperhatikan. Dapat diketahui melalui hasil dari t test antara X1 (upah) dengan y (produktivitas kerja) menunjukkan t hitung = 3,991. Sedangkan t tabel (? = 0.05 ; bresidual = 46) adalah sebesar 2.013. Karena t hitung > t tabel yaitu 3,991 > 2,013 maka pengaruh X1 (upah) adalah signifikan pada tingkat kesalahan ? = 5%. Sedangkan untuk X2 (masa kerja) dengan Y (produktivitas kerja) menunjukkan t hitung = 3,565. Dengan t tabel (? = 0.05 ; db residual = 46) adalah sebesar 2.013. Karena t hitung > t tabel yaitu 3.565 > 2.013 maka pengaruh X2 (masa kerja) adalah signifikan pada tingkat kesalahan ? = 5%. Untuk variabel usia melalui t test antara X3 (usia) dengan Y (produktivitas kerja) menunjukkan t hitung = 1,985. Dengant tabel (? = 0.05 ; db residual = 46) adalah sebesar 2.013. Karena t hitung < t tabel yaitu 1,985 < 2.013 maka pengaruh X3 (usia) adalah tidak signifikan pada tingkat kesalahan ? = 5%. Kata kunci: Masa Kerja; Produktivitas; Tenaga Kerja; Tingkat Upah; Usia.     Abstract Abor is a factor that greatly affects the productivity of a company because it is more important than production factors of capital. lt must be used as efficiently as possible in order to produce goods and services to meet community needs. At the moment, lots of companies that grow in Indonesia, so it would indirectly require personnel to help the process of production succesfully which operates both state-owned companies / domestic or private/foreign engaged in various sectors of either formal or informal sectors. ln terms of labor, supply is influenced by several factors that are the number of people, the amount of the wage rate, the amount of labor itself, years of education, age, and productivity. Therefore, attention in the field of human resources should not be ignored, because it is the first step in planning the workforce in order to create a more human resources in the field of quality. It can be said that human resources play an important role from the moment the planning, formulation, goals and objectives to the strategy in achieving the company's objectives, namely to increase labor productivity. One of them by giving motivation to productivity can be increased as provide the level of wages in accordance with the capabilities, giving no additional overtime pay if working hours, or more, giving an award if it has a long service life. Along with the years of service and age is expected to increase labor productivity. So that productivity will tend to decrease if not immediately noticed. It can be seen through the results of the t test between X1 (wages) to Y (labor productivity) shows t = 3.991. While t table (? = 0:05; bresidual = 46) is equal to 2,013. Because t count> t table is 3.991 > 2.013, the effect of X1 (wage) is significant at ? = 5% error. As for X2 (tenure) to Y(labor productivity) shows = 3.565. With t table (? = 0:05; db residual = 46) is equal to 2,013. Because t count> t table is 3,565> 2,013 then influence X2 (tenure) is significant at ? = 5% error. For the variable age through the t test between X3 (age) to Y (labor productivity) shows t = 1.985. With tables (? = 0:05; db residual = 46) is equal to 2,013. Because t <t table is 1.985 <2.013, the effect of X3 (age) is not significont at ? = 5% error. Keywords : working period, productivity, earning, age
Description of student science process skills on temperature and heat practicum Tanti, Tanti; Kurniawan, Dwi Agus; Wirman, Rahmi Putri; Dari, Retno Wulan; Yuhanis, Eva
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.31194

Abstract

The purpose of this study was to describe the process skills of Muaro Jambi Senior High School 8 students on temperature and heat material. The research used in this study is research that uses research methods that use research This research. The sample used in this study was the students of Muaro Jambi High School 8, which collected 96 students of Class XI MIPA 1 to XI MIPA 3 odd semester 2019/2020. Data collection techniques in this study were observation and interviews. The results of observations of students' mastery of process skills in the material practicum of temperature and heat (change in form) showed a percentage of 55.2% classified in the bad category. I hope students have a low process. Low student learning process. Student-oriented learning process material.
MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DI KELAS V SDN LAMELAY KABUPATEN KONAWE tanti, tanti; B., Amiruddin
Jurnal Ilmiah Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2019): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.756 KB) | DOI: 10.36709/jipsd.v1i1.5668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Gaya di Kelas V SDN Lamelay, Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana tindakan meliputi : Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriftif yaitu menghitung persentase aktivitas terdiri dua yaitu minimal 75 % dari jumlah siswa mencapai nilai ≤ 70. Hasil penelitian pada siklus I secara klasikal siswa memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 4 orang atau sebesar 25 % dengan nilai rata-rata 60. Aktivitas guru pertemuan pertama mencapai skor 8 atau 66,7 %. Persentase aktivitas siswa pertemuan pertama mencapai skor 5 atau 50 % dan skor 7 atau 77,8 % pada pertemuan kedua. Pada siklus II secara klasikal siswa yang memperoleh nilai ≤ 70 sebanyak 15 siswa atau 75 % dengan nilai rata-rata 77,5. Aktivitas guru mencapai skor 10 atau 90 % dan aktivitas siswa mencapai skor 12 atau 100 %.Kata kunci: Model Pembelajaran, STAD, Hasil Belajar
Relationship Attitude Natural Sciences To Responsibility In Junior High School Tanti, Tanti; Kurniawan, Dwi Agus; Wirman, Rahmi Putri; Fitriani, Rini Siski; Pratiwi, Nur Ika Sandi; Yuhanis, Eva
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 2 (2020): OKTOBER 2020 (INPRESS)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v8i2.17117

Abstract

Education has a very important role in educating the life of the nation. Education should not only give birth to someone who is an expert in a particular field, but also includes how someone is able to bring themselves in a community, nation and state environment in accordance with applicable norms and rules. Therefore, the character of responsibility and attitude towards subjects is very important for every individual. However, education that is happening at this time still does not provide space for students to behave honestly because the learning process tends to teach moral education and character limited to the knowledge written in the text. Therefore this study was designed to see how the relationship between attitude and student responsibility towards science subjects especially junior high students. This study is a mix of correlational type associative method research. The procedure of this study began by following the procedure in stages. In the preparation stage, it is done by formulating the problem and its variables. Then a literature review is conducted, looking for supporting theories and deepening the discussion of the problem under study in order to obtain an overview of the research to be carried out as well as the instruments needed. At the stage of questionnaire data questionnaire data collection was given to 136 students in Adhyaksa 1 Junior High School, Jambi City. From the data, data analysis is then carried out, namely data coding, proper data collection and analysis of the data. The data analysis technique uses correlational tests to find out whether there is a relationship between attitude and responsibility. The results of this study indicate a relationship between attitude and responsibility with a Pearson Correlation value of 0.000 0.05 so that it can be concluded that there is a relationship between attitude and responsibility in Adhyaksa 1 Junior High School, Jambi City