Ingan Tarigan
Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Jakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUNJUNGAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBAGAI EFEK DIGUNAKANNYA ULTRASOUND PADA PEMERIKSAAN KEHAMILAN Tarigan, Ingan; Rosita, Tita; Afifah, Tin; Kosen, Soewarta
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 10 NO. 2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.043 KB)

Abstract

Abstract Background: Maternal and neonatal mortality rates are still a problem in Indonesia. Various efforts have been made, such as training and placing midwives in villages, increasing the number of deliveries performed in health facilities. There is a consensus that an important intervention is to provide appropriate health facilities managed by trained health workers who assist in childbirth, including midwives and doctors. One of the means of infrastructure that needs to be considered available at the community health center (puskesmas) is an ultrasound device to detect pregnancy complications. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of the use of ultrasound devices to increase antenatal care (ANC) to health centers. Method: the study design was a quasi-experiment conducted at 20 puskesmas in Bogor district. Analyses was conducted in descriptive, the total sample participating in the study was 4,049 cases, but only 3,314 cases were analysed. Result: The results of the study prove that the availability of USG at the puskesmas increases ANC visits to the puskesmas. The availability of ultrasound and the use of ultrasound affect the number of ANC visits to health facilities, especially to puskesmas. As an attraction for screening and ANC during pregnancy, the government needs to provide an ultrasound device at puskesmas. Key words: Ultrasoundgraphic, antenatal care, Puskesmas, midwives, pregnancy complication Abstrak Latar belakang: Angka kematian ibu dan neonatal masih merupakan masalah di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti melatih dan menempatkan bidan di desa, meningkatkan jumlah persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan. Ada konsensus yang menyatakan bahwa intervensi yang penting dilakukan adalah memberikan fasilitas kesehatan yang layak dikelola oleh tenaga kesehatan terlatih yang menolong persalinan, antara lain bidan dan dokter. Salah satu sarana prasarana yang perlu dipertimbangkan tersedia di puskesmas adalah alat ultrasound untuk mendeteksi komplikasi kehamilan. Tujuan:  mengetahui pengaruh penggunaan alat USG terhadap peningkatan antenatal care (ANC) ke puskesmas. Metode: disain penelitian adalah quasi eksperimen yang dilakukan pada 20 puskesmas di kabupaten Bogor. Analisis dilakukan secara deskriptif, total sampel yang berpatisipasi dalam penelitian 4.049 kasus, namun yang di analisis hanya 3.314 kasus.  Hasil: Ketersedian USG di puskesmas meningkatkan kunjungan ANC ke puskesmas. Ketersediaan USG dan penggunaan USG mempengaruhi jumlah kunjungan ANC ke fasilitas kesehatan, khususnya ke puskesmas. Sebagai daya Tarik untuk melakukanskrining dan ANC pada saat kehamilan, maka pemerintah perlu menyediakan alat USG di puskesmas.   Kata kunci: Ultrasound, Antenatal Care, Puskesmas, Bidan, Komplikasi Kehamilan
GAMBARAN OUT OF POCKET PADA AWAL ERA JKN DI INDONESIA Tarigan, Ingan; Suryati, Taty
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Health Service Research and Development)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.952 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.536

Abstract

Abstrak Pogram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) salah satunya bertujuan memberikan perlindungan finansial khususnya biaya katastropik terhadap semua peserta. Penerima manfaat JKN berhak mendapatkan berbagai layanan sebagai bagian dari paket manfaat dasar tanpa mengeluarkan biaya pelayanan, dan diharapkan Out of Pocket (OOP) akan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Tujuan penulisan akan membandingkan total pengeluaran untuk kesehatan dari peserta jaminan kesehatan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan pada awal era JKN. Dalam analisis ini, pengukuran pengeluaran perawatan kesehatan hanya mencakup biaya pengobatan langsung, seperti biaya konsultasi, pemakaian kamar di rumah sakit dan obat-obatan. Analisis dengan menggunakan data Susenas 2014 terdiri dari 274.673 individu dan 71.051 rumah tangga di 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal era JKN ada sedikit perbedaan OOP pada penduduk miskin dibandingkan dengan penduduk dimana proteksi finansial terhadap penduduk miskin untuk pengeluaran kesehatan masih rendah.Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan proteksi finansial akibat pengeluaran biaya kesehatan, khususnya pengeluaran biaya katastropik dibandingkan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Kepesertaan penduduk miskin ditargetkan tahun 2019 sudah terpenuhi sehingga target pemerintah tentang Universal Health Coverage (UHC) perlindungan finansial pada penduduk miskin dan hampir miskin semakin tinggi atau OOP semakin mendekati nol. Kata kunci: OOP, Pembiayaan, Asuransi Kesehatan Abstract One of the main objectives of the JKN program is to provide financial protection, especially catastrophic costs to all members. JKN beneficiaries are entitled to various services as part of the basic benefit package without incurring service costs, and it is expected that Out of Pocket (OOP) will be lower than those who do not have health insurance. The purpose of writing will be to compare the total health expenditures of health insurance participants or beneficiaries and those without health insurance. In this analysis, the measurement of health care expenditures only includes direct medical expenses, such as consultation fees, hospital room usage and medication. Using Susenas data 2014 consists of 274,673 individuals and 71,051 households in 33 provinces in Indonesia. At the beginning of the JKN implementation, there was little difference of out of pocket in the poorest population compared to the richest population. This shows that financial protection to the poor for health expenditures are still low. The ownership of health insurance tends to provide financial protection due to health expenditures, especially catastrophic expenses compared to those without health insurance. In the Year of 2019 where the government targeted to Universal Health Coverage (UHC) expected protection financial on the poor and near poor is getting higher or out of pocket or getting closer up to zero. Keywords: OOP, Financial Protection, Health Insurance