Articles

Found 28 Documents
Search

KATA TANYA DALAM KONSTRUKSI INTEROGATIF BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS Tarmini, Wini
Sosiohumaniora Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i1.5580

Abstract

Penelitian ini mengkaji perilaku sintaktis dan semantis kata tanya yang terdapat pada setiap tipe interogatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori campuran (eklektik) yang bersumber dari para pakar linguistik asing dan pakar linguistik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik ganti, teknik balik, dan teknik acuan (referensi). Hasil penelitian ini menunjukkan simpulan sebagai berikut. Kata tanya sebagai alat pembentuk kalimat interogatif dapat menandai perbedaan tipe konstruksi interogatif. Dalam tipe interogatif terbuka, kata tanya dapat menjadi konstituen kata dan konstituen frasa. Kata tanya dapat bergabung dengan kategori sintaktis berupa kata, frasa, dan klausa. Kata tanya dapat mengisi salah satu fungsi sintaksis. Dalam tipe interogatif tertutup, kata tanya cenderung menjadi konstituen kata. Kata tanya cenderung bergabung dengan kategori sintaktis berupa klausa. Kata tanya dalam konstruksi interogatif tertutup tidak mengisi fungsi sintaksis. Dalam tipe interogatif retorik, kata tanya ada yang menjadi konstituen kata dan ada yang menjadi konstituen frasa yang masingmasing dapat bergabung dengan kategori sintaktis berupa kata, frasa, dan klausa. Kata tanya sebagai konstituen kata dan sebagai konstituen frasa selalu menjadi bagian dari kalimat dan hubungannya sangat erat dengan konstituen lainnya. Kata kunci: Kata tanya, interogatif terbuka, interogatif tertutup, intergatif retorik.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE MASYARAKAT MINANG DI BANDARLAMPUNG DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN Tarmini, Wini; Melia, Selviyani
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems discused in this study are the forms and causes of code switching and code mixing in Indonesian conversation of Minang community in Bandar Lampung and the implications for Indonesian learning in high school. The purpose of this study is to describe the forms and causes of code switching and code mixing in Indonesian conversation of Minang community in Bandar Lampung and its implications on Indonesian learning in high school. The research design used in this research is descriptive qualitative. The results showed that the forms of code that occur in the conversation with the Minang people are over internal code. This switched code is caused by the shifting of topics, the presence of a third person, the shifting of the atmosphere, the other person affected. Code-mixing in a conversation with the Minang people can be code mixing of words and phrases. Code-mixing is caused by status factor of being educated and compulsion, while frase code-mixing is caused by being educated status. The results of the study can be implicated in learning Indonesian language and literature in high school as an alternative teaching materials in the standard competence to speak of class X with basic competence to introduce ourselves and others in the official forums with proper intonation and class XI with basic competence explain verbally describing a specific topic from the reading (article or book).Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk serta penyebab alih kode dan campur kode dalam percakapan bahasa Indonesia masyarakat Minang di Bandarlampung dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk serta penyebab alih kode dan campur kode dalam percakapan bahasa Indonesia masyarakat Minang di Bandarlampung serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk alih kode yang terjadi dalam percakapan orang Minang dengan orang Minang adalah alih kode intern. Alih kode ini disebabkan perpindahan topik, kehadiran orang ketiga, beralihnya suasana, terpengaruh lawan bicara. Campur kode dalam percakapan orang Minang dengan orang Minang berupa campur kode kata dan frasa. Campur kode kata disebabkan oleh faktor status keterpelajaran dan keterpaksaan, sedangkan campur kode frasa disebabkan status keterpelajaran. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA sebagai alternatif bahan ajar dalam standar kompetensi berbicara kelas X dengan kompetensi dasar memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat dan kelas XI dengan kompetensi dasar menjelaskan secara lisan uraian topik tertentu dari hasil membaca (artikel atau buku).Kata kunci: alih kode, campur kode, masyarakat minang
TUTURAN BERTANYA DALAM DISKUSI PADA MPK BAHASA INDONESIA DI MATEMATIKA FMIPA UNILA Zulkifli, Zulkifli; Rusminto, Nurlaksana Eko; Tarmini, Wini
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Simbol (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to describe quetion discourse in discussion on Indonesian MPK at Mathematics Department of FMIPA of Lampung University Academic Year 2012 / 2013. The method that is used in this research is descriptive qualitative.  Question discourse as directive speech act was found. Based on its  communicative function, question discourse was found in form of question speech act, anger, ensuring, limiting, commanding, reason, permit, explanation, comment, allowing, questioning, adding, recalling, explaining, blaming, intimidating, hesitating, revising, despising, and convincing. Based on its conversation principles, question discourse was found in form of ; those that fulfill the collaboration principle and the politeness principle; those that fulfill the  collaboration principle but dont fulfill the politeness principle; those that don’t fulfill the  collaboration principle but fulfill the politeness principle; and those that dont fulfill both  the  collaboration principle and  politeness principle.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tuturan bertanya dalam diskusi pada MPK Bahasa Indonesia di Jurusan Matematika FMIPA Unila Tahun Akademik 2012/2013.Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Setelah dianalisis ditemukan tuturan bertanya berupa tindak tutur direktif. Berdasarkan fungsi komunikatifnya, ditemukan tuturan bertanya berupa tindak tutur bertanya, marah, memastikan, membatasi, memerintah, meminta, meminta alasan, meminta izin, meminta penjelasan, meminta tanggapan, mempersilakan, mempertanyakan, menambahkan, mengingatkan kembali, menjelaskan, menyalahkan, menyudutkan, meragukan, meralat, meremehkan, dan meyakinkan. Berdasarkan kelangsungan tuturannya, ditemukan tuturan bertanya berupa tindak tutur langsung (direct speech acts) pada sasaran dan dengan argumentasi, dan tidak langsung (indirect speech acts). Berdasarkan prinsip-prinsip percakapan, ditemukan tuturan bertanya yang mematuhi prinsip kerja sama dan mematuhi prinsip sopan santun; mematuhi prinsip kerja sama, tetapi tidak mematuhi prinsip sopan santun; tidak mematuhi prinsip kerja sama, tetapi mematuhi prinsip sopan santun; dan tidak mematuhi prinsip kerja sama dan tidak mematuhi prinsip sopan santun.Kata kunci: bahasa Indonesia, diskusi, MPK, tuturan bertanya.
PENGGUNAAN MEDIA FILM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI Nusantoro, Basuki Cahyo; Tarmini, Wini; Herpratiwi, Herpratiwi
Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background problem of the research is the students’ difficulties in narrative composition writing. Narrative composition writing is one of boring activity and making confused. The objective of the research is to describe the increase of writing narrative composition ability by applying movie media at the fifth year students of SD N 1 Tanjung Anom 2011/2012. Based on the research result, learning activity of writing composition by applying the movie media in Cycle I showed that the students’ average score was 56.25. In Cycle 2, the students’ average score was 66.8 in a significant increase. In Cycle 3, the students’ average score was 67.68 in little increase.Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kesulitan siswa dalam menulis karangan narasi. Menulis karangan narasi dirasakan sebagai suatu kegiatan yang membosankan dan membuat pusing kepala. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan media film  pada siswa kelas V SD Negeri I Tanjung  Anom tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran mengarang dengan menggunakan media  film hasil tindakan siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas 56,25. Pada tindakan  siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan dengan rata-rata kelas 66,8. Pada tindakan siklus III terjadi sedikit peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu 67,68Kata kunci : media film, kemampuan menulis, karangan narasi 
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X Anwari, Anwari; Rusminto, Nurlaksana Eko; Tarmini, Wini
J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Simbol (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is conducted to describe the form of directive speech acts and the politeness speech acts between the teacher and the students in Indonesian language learning process in class X. The research of the method is qualitative descriptive. The source of data is the form of directive speech act of teacher and students. The teqnique of the collection data is by using observasions in free technique and field notes. The analysis of the data is  heuristic analysis tecnique. The results of the research showed that the form teacher of speech acts of commad, advise, asking for, askiy, beggy, requesting and permission, while the students include asking, asking for, and begging. Those speech acts is delivered in  directly and indirectly with the various modus. The politeness directive speech acts between the teacher and the students of  the politeness linguistics and the pragmatics.Penelitian ini  mendiskripsikan wujud tindak tutur direktif dan kesantunan tindak tutur direktif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa tindak tutur direktif guru dan siswa.Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, teknik bebas libat cakap, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur  guru meliputi tindak tutur memerintah/menyuruh, menasihati, meminta, bertanya, memohon, memesan, dan mengizinkan, sedangkan  siswa meliputi bertanya, meminta, dan memohon. Tindak tutur tersebut disampaikan langsung dan tidak langsung dengan berbagai modus. Kesantunan tindak tutur direktif antara guru dan siswa meliputi kesantunan linguistik dan   kesantunan pragmatik.Kata kunci: kesantunan linguistik, tindak tutur direktif, pragmatik.
SIKAP BAHASA SISWA KELAS VII SMP DARMA BANGSA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN Apriana, Laili; Karomani, Karomani; Tarmini, Wini
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem research was language attitude of student on Class VII SMP Darma Bangsa Academic Year 2012/2013 and its implications toward Bahasa Indonesia Learning in SMP. The purpose research is to describe language attitude of student on Class VII SMP Darma Bangsa and it implications toward Bahasa Indonesia Learning at SMP. The method used in this research was descriptive qualitative, for solving problems by describing the state of the object of study was based on the facts as they appear. The population study were students of class VII Junior High School Darma Bangsa year 2012/2013, amounting to 34 students spread in two classes. Results of research is implications toward Bahasa Indonesia Learning at SMP concluded that the language attitudes junior class VII on the use of Indonesian in the category of very good or positive.Masalah dalam penelitian ini adalah sikap bahasa siswa kelas VII SMP Darma Bangsa Tahun Pelajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan sikap bahasa siswa kelas VII SMP Darma Bangsa dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa indonesia.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penyelesaian masalah dengan memaparkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampil sebagaimana adanya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Darma Bangsa tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 34 siswa yang tersebar dalam dua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa siswa kelas VII SMP Darma Bangsa Tahun Pelajaran 2012/2013 terhadap pemakaian bahasa Indonesia masuk dalam kategori sangat baik atau positif.Kata kunci: bahasa, pembelajaran, sikap.   
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH DASAR Oktaria, Mira; Hilal, Iqbal; Tarmini, Wini
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is about codeswitching and code mixing in process of study on elementary school. The purpose of this research to describe type of codeswitching and code mixing and cause of codeswitching and code mixing. This research used descriptive qualitative design. The data source was a ten years who is in elementary school. The data was speech act of Indonesia and culture language by the subject. The result show in speech act is a type of codeswitching by teacher and student are external codeswitching and internal codeswitching. The cause of codeswitching are speaker, listener, and change about topic discussion. Type of code mixing by teacher are insert of word, insert of phrase, insert of clause. Type of code mixing by student only insert of word. The cause of code mixing by tacher and student are background of attitude speaker and language.Masalah dalam penelitian ini adalah alih kode dan campur kode di kelas IV SDN 1 Gedungdalom, Kabupaten Pesawaran. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta penyebabnya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, dengan data berupa tuturan guru dan siswa. Data dimaksud diperoleh melalui pengamatan, rekaman dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang sering muncul dilakukan guru dan siswa adalah alih kode ekstern, sedangkan faktor yang paling sering menyebabkan guru dan siswa melakukan alih kode adalah faktor pembicara atau penutur. Campur kode yang sering dilakukan guru dan siswa berupa penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata. Penyebab yang sering terjadinya campur kode pada guru dan siswa berupa faktor kebahasaan.Kata kunci: alih kode, bentuk-bentuk, campur kode, penyebab.
KONJUNGTOR DAN PREPOSISI DALAM RUBRIK “TAJUK” SURAT KABAR LAMPOST Wildasari, Rika; Tarmini, Wini; Fuad, Muhammad
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 1, No 9 (2013)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe conjunction and prepositions within the rubric of " editorial " Lampost newspaper and its implications for Indonesian learning in high school. The method that used is descriptive qualitative method. Sources of data in this study is the rubric " editorial " Lampost newspaper . Data collection and analysis techniques used are text analysis. Based on the analysis of data found conjunction form there are coordinative conjunction, subordinating conjunction, correlative conjunction, and conjunction  between sentences. The prepositions are a single preposition and combined preposition. Lampost newspapers especially the rubric " editorial " can be used as a source of learning because it has been researched the phrase is used and written in according with standard.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konjungtor dan preposisi dalam rubrik “tajuk” surat kabar Lampost dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah rubrik “tajuk” surat kabar Lampost. Teknik pengumpulan dan analisis data yang digunakan adalah analisis teks. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan konjungtor berupa konjungtor koordinatif, konjungtor subordinatif, konjungtor korelatif, dan konjungtor antarkalimat. Kemudian preposisi berupa preposisi tunggal dan preposisi gabungan. Surat kabar Lampost terutama rubrik “tajuk” dapat dijadikan sumber belajar karena setelah diteliti penggunaan dan tulisan di dalam kalimat sudah sesuai dengan ragam baku serta bentuk ketidaktepatan penggunaannya hanya sedikit.Kata kunci: konjungtor, preposisi, sumber belajar.
POLA SINTAKSIS PADA POSTER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Yunregiarsih, Leny Gustina; Tarmini, Wini; Mustofa, Ali
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research is how the syntactic patterns at poster in Kabupaten Pringsewu and its implication in learning Indonesia language at Senior Hight School. The aim is to investigate the syntactic patterns at posters of learning Indonesia language at class VII of SMP. This research uses qualitative descriptive method. The data source research is posters in Kabupaten Pringsewu. It is found that there are 13 incomplete sentences, based on the clause sum 2 simple sentence and 4 complex sentence, based on the syntax type best part imperative sentence. Posters in Kabupaten Pringsewu as the materials in SMP.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pola sintaksis pada poster di Kabupaten Pringsewu dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola sintaksis pada poster dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah poster di Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 13 kalimat taklengkap, berdasarkan jumlak klausa 2 kalimat tunggal dan 4 kalimat majemuk, berdasarkan bentuk sintaksis poster sebagian besar termasuk kalimat perintah. Poster di Kabupaten Pringsewu sebagai materi pembelajaran siswa di SMP.Kata kunci: implikasi pembelajaran, pola sintaksis, poster.
KEMAMPUAN MERANGKUM ISI BERITA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA AUDIOVISUAL SISWA KELAS X SMAN 1 SEPUTIH BANYAK TP 2011/2012 susanti, desi; suliani, ni nyoman wetty; tarmini, wini
JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is the ability of summarizing news through the using of audiovisual media at the first grade of SMAN 1 Seputih Banyak in Academic year of 2011/2012. This research uses descriptive method. Population in this research is all students in the first grade of SMAN 1 Seputih Banyak in academic year 2011/2012. It consists of 244 students spreader in eight classes. The sample is taken about 15% from the number of each class so it is gotten 36 students. The collecting data is conducted by test technique. The conclusion is the ability of summarizing news through the using of audiovisual media at the first grade of SMAN 1 Seputih Banyak in Academic year of 2011/2012 belong to good criteria in which the average score is 72, 10. It is significant if it is compared by the research is conducting that is the students are active in doing sequences activities which is suitable to the purpose of the research.Key Word : Ability, summarizing, news, audiovisual media.