Taslimah Taslimah
Laboratorium Kimia Anorganik, Kimia MIPA UNDIP

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Variasi Waktu Hidrotermal terhadap Sintesis dan Karakterisasi Nanokristal Zeolit A dari Abu Sekam Padi Hanipa, Pungki; Pardoyo, Pardoyo; Taslimah, Taslimah; Arnelli, Arnelli; Astuti, Yayuk
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.548 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.2.79-83

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari penggilingan padi. Silika amorf hasil ektraksi dari sekam padi dapat di manfaatkan untuk pembuatan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanokristal zeolit A dari abu sekam padi dan menentukan karakter dari produk nanokristal zeolit A hasil sintesis. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh zeolit berupa serbuk putih menggunakan metode hidrotermal dengan variasi waktu hidrotermal selama 1, 2, dan 3 hari. Analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa ketiga zeolit hasil sintesis merupakan zeolit A dengan ukuran bulir kristal semakin menurun dengan bertambahnya waktu hidrotermal di mana masing- masing ukurannya adalah 34,321; 34,21; dan 34,144nm dan puncak utama berada pada 2theta 21°, 23°, 27°, 29° dan 34°. Analisis morfologi permukaan zeolit sintesis menunjukkan ketiga zeolit sintesis memiliki morfologi permukaan berupa kubus.
Modifikasi Zeolit Alam Menggunakan Besi (Fe) dan Kobalt (Co) untuk Katalis Degradasi Fenol Adriati, Marina; Suseno, Ahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.246 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.1-5

Abstract

Kelimpahan zeolit alam di Indonesia cukup besar sehingga memberikan peluang pemanfaatan di berbagai bidang, salah satunya sebagai bahan katalis. Kemampuan katalis zeolit dapat ditimgkatkan melalui modifikasi zeolit dengan pengembanan logam. Pada penelitian ini telah dilakukan modifikasi zeolit alam melalui pengembanan besi (Fe) dan kobalt (Co) untuk katalis oksidasi fenol. Modifikasi zeolit alam dilakukan melalui tahap pencucian asam menggunakan HF, HCl, dan NH4Cl dilanjutkan pengembanan logam. Karakterisasi produk dilakukan menggunakan x-ray diffraktometer, surface area analyzer, dan uji katalitik dilakukan terhadap sampel fenol. Hasil karakterisasi menunjukkan komposisi mineral komponen utama penyusun zeolit adalah mordenit, keasaman total katalis Fe2O3-zeolit yang diperoleh sebesar 2,7 mmol/g dan katalis CoO-zeolit sebesar 2,5 mmol/g, katalis Fe2O3-zeolit dan katalis CoO-zeolit memiliki luas permukaan spesifik dan volume pori total secara berurutan, yaitu 38,3918 m2/g, 16,6569 cm3/g dan 28,6209 m2/g, 12,5072 cm3/g serta katalis mampu meningkatkan kemampuan hidrogen peroksida (H2O2) dalam mendegradasi fenol sebesar 16,93% pada dosis katalis 5 mg, konsentrasi awal fenol 100 mg/L, volume fenol 20 mL, dan waktu kontak 24 jam.
Sintesis Elektrolit Padat NaMn2-xCoxO4 dengan Variasi Suhu Kalsinasi Menggunakan Metode Sol-Gel dan Karakterisasinya Mufida, Indah Ilmiyatul; Nuryanto, Rahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.419 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.13-17

Abstract

Elektrolit padat NaMn2-xCoxO4 telah disintesis menggunakan metode sol-gel dengan pelarut air deionisasi. Tahapan reaksi yang terjadi adalah hidrolisis, substitusi, polimerisasi, pembentukan oksida dan penyusunan spinel. Bahan yang digunakan antara lain CH3COONa (0,4 M), (CH3COO)2Mn (0,6 M), (CH3COO)2Co (0,2 M) dan Polivinil Alkohol (PVA) 8 % (w/v). Variasi suhu kalsinasi yang diterapkan masing-masing adalah 750°, 850°, 900° dan 950°C dan menghasilkan kristal serbuk berwarna hitam dengan berat masing-masing 1,64, 1,57, 1,60 dan 1,48 gram. Kristal yang dihasilkan dikarakterisasi menggunaknan X-Ray Diffraction (XRD), LCR Meter, dan SEM-EDS. Dengan meningkatnya suhu kalsinasi, aglomerat yang terbentuk menjadi lebih padat dan berkumpul menjadi aglomerat yang besar. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan nilai konduktivitas. Spinel dengan nilai konduktivitas terendah dan tertinggi masing-masing adalah 2.01 x 10-7 S/cm dan 1.28 x 10-6 S/cm yang diperoleh pada suhu kalsinasi 750°C dan 850°C. Spinel elektrolit padat pada suhu kalsinasi terendah dan tertinggi adalah NaMn1,52Co0.48O4 dan NaMn1,51Co0.49O4.
Pembuatan Arang Aktif Tempurung Kelapa Sawit untuk Pemucatan Minyak Goreng Sisa Pakai Yulianti, Agi; Taslimah, Taslimah; Sriatun, Sriatun
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 2 (2010): Volume 13 Issue 2 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.058 KB) | DOI: 10.14710/jksa.13.2.36-40

Abstract

Pembuatan arang aktif tempurung kelapa sawit dengan aktivator HCl, NaOH dan ZnCl2 telah dilakukan untuk mengetahui daya pemucatannya terhadap minyak goreng sisa pakai. Pembuatan arang aktif diawali dengan pengarangan tempurung kelapa sawit menggunakan tungku minimal oksigen (TMO). Arang yang diperoleh selanjutnya diaktivasi secara kimia melalui perendaman dalam larutan HCl, NaOH dan ZnCl2 (1M) selama 10 jam. Karakterisasi hasil meliputi uji kadar air, kadar abu dan spekrofotometer FTIR. Daya adsorpsi arang aktif ditentukan terhadap minyak goreng sisa pakai dengan variasi temperatur dari 30°C hingga 110°C dengan selang 20°C dan variasi waktu kontak adsorpsi dari 15 menit hingga 105 menit dengan selang waktu 15 menit. Disimpulkan bahwa arang teraktivasi NaOH merupakan arang aktif yang paling efektif untuk adsorpsi minyak goreng sisa pakai dengan peningkatan daya pemucatan dari 10,19% sebelum aktivasi menjadi 34,1040% setelah aktivasi pada temperatur 30°C dan waktu kontak 75 menit.
Pengaruh Variasi Chelating Agent terhadap Karakteristik Produk pada Sintesis Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 dengan Metode Sol-Gel Sefthymaria, Sefthymaria; Nuryanto, Rahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.426 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.79-84

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi chelating agent pada sintesis elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dengan metode sol-gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi asam (asam askorbat, asam sitrat dan asam maleat) sebagai chelating agent terhadap kristalinitas, ukuran kristal, konduktivitas dan morfologi dari material yang dihasilkan. Tahapan penelitian ini meliputi pencampuran reagen, evaporasi, pengeringan dan kalsinasi. Produk kalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD, multimeter dan SEM-EDS. Mineral penyusun elektrolit padat meliputi NaMnO2, MnO2 MgO dan Na2O. Kristalinitas terendah dan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh produk yang menggunakan asam askorbat sebagai chelating agent, dengan nilai konduktivitas 1,91 x 10-4 Scm-1; ukuran kristal 26,09 nm dan ukuran aglomerasi 0,66 μm. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 yang dihasilkan untuk variasi chelating agent asam askorbat memiliki formula spinel NaMn1,32Mg0,68O4.
Sintesis Bahan Hibrida Amino-Silika dari Abu Sekam Padi Melalui Proses Sol-Gel Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.238 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.1-8

Abstract

Silika dengan imobilisasi gugus amino dengan bahan dasar abu sekam padi telah dibuat melaluiproses sol-gel. Sebagai perbandingan, dibuat pula silika gel tanpa gugus organik.Larutan mendidih natriumsilikat (1,5 N) ditambahkan pada abu sekam padi, kemudian filtratnya dipisahkan sebagai larutan natriumsilikat. Selanjutnya , kedua filtrat digunakan untuk sintesis silika gel dengan dan tanpa gugus organik. 3-Aminopropiltrimetoksisilan (APTS) ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, dilanjutkan denganpenambahan asam klorida perlahan-lahan sampai pH 7 dan pH 3. Gel yang terbentuk diperam selama 18jam dengan temperatur 80oC, dicuci dengan air kemudian dikeringkan pada temperatur 80oC selama 9 jam.Silika gel dibuat dengan cara yang sama. Kedua produk dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD, serta diujikemampuan adsorpsinya terhadap logam Ni(II). Hasil menunjukkan bahwa silika gel hasil mempunyai polayang sama dengan silika Kiesel Gel 60 dari Merck, baik spektra FTIR maupun defraktogram XRDnya,sedangkan bahan hibrida amino-silika mempunyai puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanyagugus amin (-NH2) dan rantai alifatik (-CH2-) di samping kesamaan pola dengan silika standar. Dalam ujiadsorpsi, amino-silika mengadsorpsi Ni(II) lebih tinggi dibanding silika gel dengan kapasitas adsorpsimasing-masing 0, 106 mol/g adsorben dan 0,0088 mol/g adsorben.
Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Padat Industri Kertas (Dregs) dengan Penambahan Abu Sekam Padi Anawati, Fitri; Suseno, Ahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 1 (2012): Volume 15 Issue 1 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.057 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.1.18-23

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis zeolit menggunakan bahan dasar limbah industri kertas berjenis dregs secara refluks. Abu dregs dengan larutan NaOH dicampur ke dalam labu refluks pada temperatur 90°C selama 5 jam. Sintesis zeolit dengan variasi penambahan abu sekam padi. Zeolit yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Spektroskopi Inframerah, Difraksi Sinar-X dan Analisis Luas Permukaan. Hasil karakterisasi menunjukkan gugus fungsi utama TO4 pada bilangan gelombang 1250-900 cm-1. Sifat kristalinitas zeolit masing-masing membentuk campuran mineral anorthite dan gehlenite. Karakterisasi sifat permukaan menghasilkan ukuran pori rata-rata 13,37 Å. Berdasarkan karakterisasi hasil sintesis, produk sintesis zeolit terbaik yaitu variasi penambahan 6,4 g abu sekam padi (Z4) yang mempunyai luas permukaan spesifik 18,0953 m2/g dan volume pori 12,081 cm3/g.
Adsorpsi Kadmium(II) pada Bahan Hibrida Tiol-Silika dari Abu Sekam Padi Sriyanti, Sriyanti; Azmiyawati, Choiril; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.351 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.48-54

Abstract

Bahan hibrida tiol-silika telah dibuat dengan mengimobilisasikan 3-merkapto-propiltrimetoksisilan ke dalam silika melalui metode sol-gel. 3-Merkaptopropil-trimetoksisilan ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, kemudian diasamkan dengan HCl 6M hingga pH: 7. Larutan natrium silikat dihasilkan dari ekstraksi abu sekam padi dengan larutan natrium hidroksida mendidih. Model isoterm adsorpsi Langmuir digunakan untuk memperkirakan kapasitas dan energi adsorpsi kadmium(II). Dilakukan pula adsorpsi pada berbagai pH untuk mendapatkan kondisi yang sesuai untuk adsorpsi selektif ion logam yang dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cd(II) teradsorpsi lebih tinggi pada bahan hibrida tiol-silika (SG-MPTS) dibandingkan pada silika gel tanpa gugus tiol dengan kapasitas adsorpsi berturut-turut (b: 0,0208 mol/g) dan (b = 0,0156 mol/g) . Dari energi adsorpsi yang terlibat (25, 545 kJ/mol dan 27,422 kJ/mol), adsorpsi Cd(II) pada kedua adsorben dapat dikategorikan sebagai adsorpsi kimia. Untuk kedua adsorben, adsorpsi Cd(II) paling efektif pada 3<pH<8.
Pemanfaatan Limbah Penyulingan Bunga Kenanga sebagai Kompos dan Pengaruh Penambahan Zeolit terhadap Ketersediaan Nitrogen Tanah Sriatun, Sriatun; Hartutik, Sri; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.429 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.1.17-22

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan limbah distilasi bunga kenanga sebagai kompos dan pengaruh penambahan zeolit terhadap ketersediaan nitrogen di dalam tanah telah dilakukan. Pembuatan kompos dilakukan dengan metode penumpukan. Dilakukan tiga variasi perlakuan terhadap penyulingan limbah kenanga, yaitu (1) ditambahkan oleh EM4, (2) ditambahkan oleh EM4 dan serbuk gergaji (3) tanpa penambahan (sebagai kontrol). Variabel fisik seperti suhu, bau dan warna divariasi pada saat proses pengomposan. Analisis kimia berupa rasio C/N dilakukan terhadap kompos yang telah matang. Setelah itu, kompos ditambahkan zeolit dengan variasi jumlah yaitu 2%, 4% dan 6% dari berat kompos, kemudian diberikan pada tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos yang dibuat dari distilasi limbah bunga kenanga dan ditambah dengan EM4 yang mencapai suhu optimum pada suhu 39°C, siap dipanen setelah 21 hari dan memiliki rasio C/N sekitar 11,61. Sementara itu, kompos dengan penambahan EM4 dan serbuk gergaji dapat mencapai suhu optimum 45°C dan siap panen setelah 20 hari dan memiliki rasio C/N sekitar 43,81. Sedangkan kompos tanpa penambahan, suhu optimum tercapai pada suhu 37°C dan siap panen setelah 43 hari dengan rasio C/N sekitar 16,18. Penggunaan kompos yang ditambahkan zeolit pada tanaman jagung dapat meningkatkan laju nitrogen di tanah. Penambahan zeolit 2% meningkatkan nitrogen sebesar 0,96%, zeolit 4% equal to 1.90% and zeolite 6% equal to 3.31%.
Studi Pembuatan dan Karakterisasi Membran Pervaporasi Berbahan Dasar Zeolit Alam Muslimin, Muslimin; Taslimah, Taslimah; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.366 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.2.65-69

Abstract

Pembuatan membran anorganik dengan cara mencampurkan γ alumina kaolin dan air telah dilakukan. Selanjutnya ditambahkan campuran bahan aditif hingga diperoleh pasta. Pasta dicetak menjadi bentuk pelet, dikalsinasi pada suhu 1250°C selama 4 jam, selanjutnya dilapisi dengan pasta zeolit. Membran yang dibuat dipanaskan pada 400°C dan 1250°C selama 4 jam. Karakterisasi membran dilakukan dengan menggunakan universal testing machine, XRD, SEM dan uji perendaman. Disimpulkan bahwa membran zeolit dengan suhu aktifasi 400°C mempunyai kuat tekan yang paling besar yakni 13,73 x 10-3 (N/mm2). Mineral komponen penyusun membran adalah mordenit, sedangkan alumina dan kaolin dalam keadaan amorf. Marfologi permukaan membran yang terbentuk tidak seragam, membran dengan pemanasan 1250°C memiliki kekuatan dan ketahanan pada uji perendaman dalam air.