Wintari TAURINA
Faculty of Medical, Universitas Tanjungpura

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

THE EFFECT OF SWEETENER TO THE FORMULATION OF LOZENGES TABLET FROM CITRUS FRUIT PEELS PONTIANAK’S ESSENTIAL OILS Sriasih, Ella; Taurina, Wintari; Sari, Rafika
Majalah Farmaseutik Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.3 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v12i1.24132

Abstract

Pontianak orange (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) has good benefit for health. Adding value of peel waste, it can be the waste of Pontianak citrus it can be formulated into lozenges contains essential oils. The lozenges were made by direct compress method with variation of manitol-sukrose ratio as sweetening agent. Formula 1 uses sucrose as sweetener, formula 2 employs combination of manitol-sukrose (1:1). Meanwhile, formula 3 uses manitol as sweetening agent. Based on the research, it showed that variations of the sweetener affect the physical properties of lozenges. Friability test of the tablet performed significant difference between formula 1 and formula 2 which formula 1 is better than formula 2 in friability. Taste test and preference of the respondent showed formula 1 as the most preferred with score of 124 in flavor aspect and texture with score of 113. 
The Effectiveness Test of Oil Phase Ointment Containing Snakehead Fish (Channa striata) Extract on Open Stage II Acute Wounded Wistar Strain Male Rats Daisa, Fransisca; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.142 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.27920

Abstract

The snakehead (Channa striata) contained fatty acids omega-3 and omega-6 are useful as nutrients in accelerating the wound healing process. This study aims to determine the effectiveness of the oil phase extract ointment snakehead in the healing of acute wounds open stage II. Testing the effectiveness of wound healing using 6 groups: normal, gel bioplacenton (positive control), ointment base (negative control), ointments snakehead extract oil phase concentration of 10; 20 and 40% of the 4 rats with acute wounds open stage II and observation until day 16 injury. The area of the wound was measured with the image J program Macbiophotonic, calculated% healing power, and AUC values. A statistical test to the total AUC values per rat with SPSS for Windows 22.0 program using One Way ANOVA and Post-hoc LSD test. The results showed a significant difference in the negative group with ointment concentration of 20% (p <0.05). The treatment group phase ointment fish oil extract is effective for wound healing is best to have a concentration of 20% for percentage of wound healing power of 97.157% and the average AUC value of 865.683% of the day.
UJI AKTIVITAS JAMU GENDONG KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val.; Tamarindus indica L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari; Ayunda, Rizqa
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.105 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp95-102

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Jamu gendong kunyit asam merupakan obat tradisional yang memiliki aktivitas antioksidan yang berkontribusi pada diabetes karena mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu gendong kunyit asam terhadap kadar glukosa darah dan perbaikan kerusakan pulau Langerhans pankreas. Sebanyak 25 tikus (Rattus norvegicus) wistar jantan dibagi kedalam lima kelompok. Kelompok I adalah kelompok normal tanpa diberi perlakuan, kelompok II, III, IV dan V adalah kelompok yang diinduksi dengan streptozotocin (7mg/ 200gBB) kemudian diberikan perlakuan masing-masing CMC 1%, glibenklamid (0,27 mg/ 200gBB), jamu gendong kunyit asam dengan dosis 1,90mL/ 200gBB dan 3,80mL/ 200gBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 4, 8, 12, 16, 20, 24 dan 28 dengan metode enzimatik menggunakan glukometer. Perhitungan persen kerusakan pulau Langerhans dilakukan dengan membuat preparat pankreas menggunakan pengecatan dengan Hematoksilin Eosin (HE). Pengamatan preparat dilakukan dengan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan uji One Way Anova, uji T-Test, dan uji Kruskal Wallis menggunakan SPSS 17.0 for Windows. Hasil uji statistik kadar glukosa darah dan kerusakan pulau Langerhans pankreas antara kelompok glibenklamid dan perlakuan jamu gendong kunyit asam menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai p&gt;0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jamu gendong kunyit asam memiliki aktivitas antidiabetes yang ditandai dengan terjadinya penurunan kadar glukosa darah dan terjadi perbaikan pulau Langerhans pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif sebesar 1,90mL/ 200gBB.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour. Var. microcarpa) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Taurina, Wintari; Rafikasari, Rafikasari
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.018 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp70-73

Abstract

Minyak atsiri adalah suatu substansi alami yang telah dikenal memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sediaan gel antiseptik minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak. Minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak kemudian diformulasikan menjadi sediaan gel, kemudian diuji efektivitas sebagai antibakteri pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri yang efektif menghambat adalah sebesar 0,5 % terhadap bakteri Escherichia coli, sedangkan Staphylococcus aureus dihambat pada konsentrasi 0,1 %; 0,3 % dan 0,5 %. Hasil dari stabilitas sediaan gelnya menunjukkan bahwa gel memiliki homogenitas, nilai pH dan daya lekat yang stabil. Daya sebar gel meningkat selama 30 hari penyimpanan. Uji analisis One Way Anova menunjukkan bahwa daya sebar setiap formula gel tidak berbeda signifikan.
PENGARUH TRAGAKAN SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET HISAP EKSTRAK JAHE (Zingiber officinalle Roxb.) Taurina, Wintari; Syukri, Yandi; Triastuti, Asih
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.951 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat batuk, pelega perut, obat rematik serta penawar racun, dan telah lama digunakan dalam bentuk jamu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan obat tradisional yang lebih praktis, ekonomis, stabil, dan bernilai estetis dalam bentuk tablet hisap ekstrak jahe. Pertama dilakukan ekstraksi dari serbuk jahe, kemudian dibuat ekstrak kental dan diformulasi menjadi tablet hisap menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi bahan pengikat tragakan berturut-turut adalah 5%, 7,5%, dan 10%. Granul yang dihasilkan diuji sifat fisiknya berikut dievaluasi sifat fisik tablet dan tanggapan rasa serta waktu melarut di dalam mulut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan korelasi Pearson dengan taraf  kepercayaan 99%. Semua formula dengan variasi konsentrasi bahan pengikat tragakan dapat menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik dalam memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian terlihat bahwa semakin besar konsentrasi tragakan  yang digunakan menyebabkan % penyimpangan bobot tablet dan kerapuhan semakin kecil, kekerasan akan semakin besar serta memperlama waktu melarut tablet. Diantara formula, tablet dengan konsentrasi tagakan 10% menghasilkan sifat fisik yang paling optimal dengan penyimpangan bobot 0,98%, kekerasan 10,18 kg, dan kerapuhan 0,11% serta waktu melarut 11,50 menit. Pada uji tanggapan rasa ketiga formula sebagian besar diterima responden dengan syarat meningkatkan kemanisan dan memperbaiki bentuk dan warnanya.
FORMULASI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga L.) SEBAGAI ANTIJAMUR DENGAN BASIS HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DAN CARBOPOL Taurina, Wintari; Andrie, Mohamad
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.261 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp157-161

Abstract

Infeksi Malassezia furfur pada kulit bisa karena faktor buruk . Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai anti jamur adalah ekstrak rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dan efektivitas gel ekstrak rimpang lengkuas pada jamur patogen menggunakan metode maserasi dengan etanol 96 %. Pembuatan gel digunakan HPMC dan basis Carbopol. Pengujian aktivitas ekstrak dan menguji efektivitas gel dengan metode difusi cakram (uji Kirby - Bauer ). Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak mengandung triterpenoid, flavonoid dan minyak esensial . Berdasarkan hasil uji terhadap jamur Malassezia furfur aktivitas antijamur dari ekstrak dalam gel meningkat dibandingkan ekstrak tanpa dirumuskan menjadi gel . Namun peningkatan aktivitas tidak signifikan berdasarkan analisis statistik dengan satu - way ANOVA diperoleh signifikansi sebesar 0,234 (p&gt;0,05).
UJI AKTIVITAS JAMU GENDONG KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val.; Tamarindus indica L.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari; Ayunda, Rizqa
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.105 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8147

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Jamu gendong kunyit asam merupakan obat tradisional yang memiliki aktivitas antioksidan yang berkontribusi pada diabetes karena mengandung senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu gendong kunyit asam terhadap kadar glukosa darah dan perbaikan kerusakan pulau Langerhans pankreas. Sebanyak 25 tikus (Rattus norvegicus) wistar jantan dibagi kedalam lima kelompok. Kelompok I adalah kelompok normal tanpa diberi perlakuan, kelompok II, III, IV dan V adalah kelompok yang diinduksi dengan streptozotocin (7mg/ 200gBB) kemudian diberikan perlakuan masing-masing CMC 1%, glibenklamid (0,27 mg/ 200gBB), jamu gendong kunyit asam dengan dosis 1,90mL/ 200gBB dan 3,80mL/ 200gBB. Perlakuan dilakukan selama 28 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 4, 8, 12, 16, 20, 24 dan 28 dengan metode enzimatik menggunakan glukometer. Perhitungan persen kerusakan pulau Langerhans dilakukan dengan membuat preparat pankreas menggunakan pengecatan dengan Hematoksilin Eosin (HE). Pengamatan preparat dilakukan dengan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan uji One Way Anova, uji T-Test, dan uji Kruskal Wallis menggunakan SPSS 17.0 for Windows. Hasil uji statistik kadar glukosa darah dan kerusakan pulau Langerhans pankreas antara kelompok glibenklamid dan perlakuan jamu gendong kunyit asam menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai p>0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jamu gendong kunyit asam memiliki aktivitas antidiabetes yang ditandai dengan terjadinya penurunan kadar glukosa darah dan terjadi perbaikan pulau Langerhans pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif sebesar 1,90mL/ 200gBB.
OPTIMASI KECEPATAN DAN LAMA PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis L.var Microcarpa) Taurina, Wintari; Sari, Rafika; Hafinur, Uray Cindy; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.968 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.24302

Abstract

Kulit jeruk siam (Citrus nobilis L. var. Microcarpa) merupakan tanaman yang berasal dari Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Bioavailabilitas senyawa aktif herbal dapat ditingkatkan dengan memformulasikan ekstrak dalam bentuk nanopartikel. Polimer yang digunakan adalah kitosan dengan crosslinker Na-TPP. Kecepatan dan lama pengadukan dengan metode gelasi ionik berperan penting dalam menghasilkan partikel berukuran nano. Peningkatan kecepatan dan lama pengadukan dapat memperkecil ukuran partikel yang dihasilkan. Pembuatan nanopartikel dilakukan menggunakan metode gelasi ionik dengan mencampurkan Na-TPP, ekstrak dan kitosan (1:1:6) dengan memvariasikan kecepatan pengadukan 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm dan lama pengadukan 1 jam, 2 jam, 3 jam. Ukuran partikel optimum yang diperoleh dari kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan lama pengadukan 3 jam yaitu 85.3 nm dengan nilai indeks polidispers 0.287, nilai potensial zeta +32.37 mV dan efisiensi penjerapan 87.12 %.
FORMULASI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga L.) SEBAGAI ANTIJAMUR DENGAN BASIS HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA (HPMC) DAN CARBOPOL Taurina, Wintari; Andrie, Mohamad
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.261 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8218

Abstract

Infeksi Malassezia furfur pada kulit bisa karena faktor buruk . Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai anti jamur adalah ekstrak rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dan efektivitas gel ekstrak rimpang lengkuas pada jamur patogen menggunakan metode maserasi dengan etanol 96 %. Pembuatan gel digunakan HPMC dan basis Carbopol. Pengujian aktivitas ekstrak dan menguji efektivitas gel dengan metode difusi cakram (uji Kirby - Bauer ). Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak mengandung triterpenoid, flavonoid dan minyak esensial . Berdasarkan hasil uji terhadap jamur Malassezia furfur aktivitas antijamur dari ekstrak dalam gel meningkat dibandingkan ekstrak tanpa dirumuskan menjadi gel . Namun peningkatan aktivitas tidak signifikan berdasarkan analisis statistik dengan satu - way ANOVA diperoleh signifikansi sebesar 0,234 (p>0,05).
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour. Var. microcarpa) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Taurina, Wintari; Rafikasari, Rafikasari
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.018 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8143

Abstract

Minyak atsiri adalah suatu substansi alami yang telah dikenal memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sediaan gel antiseptik minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak. Minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak kemudian diformulasikan menjadi sediaan gel, kemudian diuji efektivitas sebagai antibakteri pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri yang efektif menghambat adalah sebesar 0,5 % terhadap bakteri Escherichia coli, sedangkan Staphylococcus aureus dihambat pada konsentrasi 0,1 %; 0,3 % dan 0,5 %. Hasil dari stabilitas sediaan gelnya menunjukkan bahwa gel memiliki homogenitas, nilai pH dan daya lekat yang stabil. Daya sebar gel meningkat selama 30 hari penyimpanan. Uji analisis One Way Anova menunjukkan bahwa daya sebar setiap formula gel tidak berbeda signifikan.