Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING Toifur, Moh.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.581 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5200

Abstract

PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING. Telah dibuat lapisan tipis Ni80Fe20 pada suhu substrat 200°C berbantuan medan deposisi 600 gauss. Penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh medan deposisi terhadap struktur atom lapisan, resistansi dan efek MR. Dari spektrum. XRD dinyatakan bahwa lapisan berstruktur kristal dengan puncak-puncak difraksi pada sudut 37,45°, 43,4° dan 44,75° dan bersesuaian dengan unsur Fe2O3, NiFe dan NiO. Penambahan B menjadikan ukuran butir cenderung berkurang. Dari uji resistansi dengan probe 4 titik diperoleh resistansi maksimum sebesar l7407,04 ohm yang bersesuaian dengan medan deposisi 0 gauss, hal mana menunjukkan spin-spin elektron lapisan memiliki struktur paling acak. Sedangkan dari uji MR pada medan H = 0 — IS gauss diperoleh medan jenu-h (Hs) semua lapisan l2,5 gauss yang menunjukkan lapisan termasuk jenis soft magnetic. Nisbah MR terbesar 10,23 % yang bersesuaian dengan medan B = 0 gauss sedangkan nisbah MR terkecil 0,9 l % bersesuaian dengan medan B = 300 gauss. Lapisan yang pertama sesuai untuk sensor medan magnet berstruktur lapisan tunggal sedangkan lapisan yang kedua sesuai untuk membuat sensor medan magnet berstruktur multilapis.
KETEBALAN DAN NILAI RESITIVITAS LAPISAN TIPIS Cu/Ni/Cu/Ni HASIL PENUMBUHAN DENGAN METODE ELEKTROPLATING PADA VARIASI TEGANGAN DEPOSISI (V) Fiqry, Rizalul; Toifur, Moh.; Khusnani, Azmi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.058 KB)

Abstract

Dewasa ini, penggunaan dan pemanfaatan teknologi sensor ditemukan hampir di semua bidang. Pengembangan teknologi sensor juga masif dilakukan, baik di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, militer, maupun teknik sipil. Salah satu sensor yang juga dikembangkan adalah sensor suhu rendah. Riset untuk mencari varian sensor suhu rendah tersebut juga telah banyak dilakukan. Begitu juga dengan penelitian yang akan dilakukan ini.Penelitian yang dilakukan ini, dihajadkan untuk menambah varian bahan dasar yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sensor suhu rendah. Multilapisan yang tersusun dari logam tembaga (Cu) dan nikel (Ni) diharapkan mampu identik dengan RTD  yang berbahan dasar platina (Pt). Dari penelitian penelitian sebelumnya, diketahui lapisan tipis Cu/Ni memiliki tingkat kepekaan terhadap suhu yang masih rendah. Kemudian, dengan menjadikan sampel berupa lapisan multilayer, diketahui dapat meningkatkan kepekaan lapisan terhadap suhu rendah. Sehingga, penelitian ini akan memfokuskan pada pembuatan multilapisan Cu/Ni/Cu/Ni menggunakan metode elekroplating dengan memvariasi waktu dan tegangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatahui ketebalan lapisan dan nilai resitivitas setiap lapisan.Dari analisis data, diperoleh keseimpulan; (1) peningkatan tegangan, linier dengan peningkatan ketebalan lapisan; (2) Pada pelapisan Ni terhadap Cu, Cu terhadap Cu/Ni dengan kosentrasi, waktu dan suhu yang sama menunjukkan nilai resitivitas dengan nilai yang hampir sama. Hal itu menujukkan lapisan yang terbentuk homogen;dan (3) pada pelapisan Ni terhadap Cu/Ni/Cu dengan variasi tegangan, menujukan peningkatan nilai resitivitas.Kata kunci: RTD, resitivitas,multilapisan,Cu/Ni/Cu/Ni, electroplating.
PENGUKURAN INDEKS BIAS AIR MELALUI EKSPERIMEN KISI DIFRAKSI KEPING COMPACT DISC (CD) Hastiani, Yuli; Toifur, Moh.
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.625 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai indeks bias air menggunakan bantuan keping Compact Disc (CD) sebagai kisi. Keping CD terdiri dari dua jenis yaitu CD kosong dan keping CD yang terisi data penuh. Metode penelitian dimulai dari pembuatan tempat kisi, peyangga, tempat cairan, dan membersihkan lapisan CD. Untuk menentukan konstanta kisi dilakukan dengan cara menyinari kisi pada medium udara menggunakan sumber cahaya laser dan tampak pola gelap-terang (difraksi) pada layar. Jarak terang pusat terhadap terang pertama (yu) diukur menggunakan penggaris kemudian dianalisis menggunakan persamaan linier garis lurus yaitu dengan analisis regresi linier tanpa bobot. Pengukuran dilakukan dengan memvariasi jarak kisi terhadap layar pengamatan. Cara yang sama dilakukan pada medium air yaitu menyinari kisi pada medium air menggunakan sumber cahaya laser. Pola difraksi yang terjadi pada layar yaitu jarak terang pusat terhadap terang pertama (ya) diukur menggunakan penggaris. Nilai indeks bias air diperoleh melalui perbandingan hasil pengukuran rata-rata yu dengan rata-rata ya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks bias air pada keping CD kosong sebesar na = (1,24±0,02) dan pada CD dengan data penuh na = (1,15±0,02). Kata kunci : indeks bias air, kisi difraksi, compact disc, regresi linier.
STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33 Toifur, Moh.; Sujatmoko, Sujatmoko; Ridwan, Ridwan; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.628 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5125

Abstract

STUDI KAITAN DISPERSI DAN PITA FREKUENSI TERLARANG GETARAN KEKISI Ni50Fe50 dan Ni66Fe33. Telah dilakukan telaah mengenai getaran kekisi NiFe dengan perbandingan massa keduanya 1:1 dan 1:2, untuk mengetahui kaitan dispersi mode optik dan mode akustik dari frekuensi getarnya. Kekisi dimisalkan berbentuk rantai atom1 dimensi yang dihubungkan dengan pegas seragam. Sebagaimasukan digunakan tetapan kekisi (a) 3,62009 Å yang merupakan nilai terhitung dari pola XRD untuk lapisan NiFe hasil deposisi dengan teknik sputtering pada suhu 200 oC berbantuan medan annealing 150 G serta tipikal konstanta pegas (β) 32 N/m. Hasil penelitian menunjukkan, untuk Ni50Fe50 profil kaitan dispersi terdiri dari mode optik dan akustik dan tidak ada perbedaan bentuk antara Brillouin zone pertama (0 < k < π/2a) dengan yang lain. Sedangkan untuk Ni66Fe33 pada larik kekisi Ni-Fe terdapat perbedaan kaitan dispersi antara zone pertama (0<k<π/2a) dan kedua (π/2a<k<π/a) baik untuk mode optik maupun mode akustik. Untuk larik kekisi Ni-Ni, kaitan dispersi berupa mode optik yang terjadi pada zone pertama (0 < k < π/a). Selain itu pada kedua jenis kekisi Ni50Fe50 dan Ni66Fe33 ditemukan lebar pita frekuensi terlarang yang sama yaitu 2,56 x 1013 Hz hingga 2,63 x 1013 Hz.
IMPLEMENTASI INDUKSI MAGNET MELALUI EKSPERIMEN SEDERHANA UNTUK MEMUDAHKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TERJADINYA MEDAN PUTAR PADA MESIN LISTRIK 2 PHASA DI SEKOLAH KEJURUAN Suseno, Jarot; Toifur, Moh.
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.461 KB)

Abstract

Telah dilakukan eksperimen untuk menentukan hubungan antarabeda fase (cos q) dan kecepatan putar (w) dari rangkaian listrik tertutup AC untuk menjelaskan kepada siswa tentang terjadinya medan putar pada mesin listrik 2 phasa. Penentuan beda fase dilakukan dengan memvariasi nilai kapasitas kapasitor (C) dalam rangkaian serta mengamati kecepatan putar jarum kompas yang diletakkan di antara dua pasang kumparan yang saling berhadapan. Beda fasediamati dengan menghubungkan rangkaian dengan layar CRO (Osiloskop) sedangkan periode putar dapat diamati dengan meletakkan sensor LDR yang disinari dengan sinar LASER dan dihubungkan dengan komputer melalui interface labpro dan software program logger pro 3.8.3. Dari eksperimen dan data eksperimen, maka disimpulkan, pertama dengan panduan prosedur eksperimen, siswa dengan mudah dapat memahami rangkaian sederhana tentang terjadinya medan putar pada listrik AC. Kedua dengan merubah nilai C pada rangkaian siswa dapat mengamati adanya perubahan kecepatan putar jarum kompas. Dan ketiga pada data eksperimen nilai C = 1 mF starting jarum kompas sulit dilakukan karena sudutfase (q) mulai mengalami penurunan dimulai sudut88,95°dengan kecepatan putar jarum kompas 6718,53 rad/s. Hal inidisebabkan sudut tersebut menurun mendekati fase yang sama antara lilitan utama (Lu) dan lilitan bantu( Lb). Sedangkan pada C = 100 mF starting jarum kompas mulai mudah dilakukan karena dengan sudut fase (q) sebesar 36,99°kecepatan putar jarum kompas sebesar 10236,73 rad/s. Karena pada nilai kapasitor C = 100 mF sudut fase mulai mengalami naik sampai sudut 90°. Kata kunci :Induksi Magnet, Medan Putar, Listrik Dua Phasa.
UJI SIFAT MAGNETIK PASIR PANTAI MELALUI PENENTUAN PERMEABILITAS RELATIF MENGGUNAKAN LOGGER PRO Lusiyana, Ayu; Toifur, Moh.; Rohman, Fatkhur
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan  penelitian  permeabilitas relatif pasir di beberapa pantai wilayah Yogyakarta, sebagai sampel digunakan pasir Pantai Depok, pasir Pantai Parangtritis dan pasir Pantai Parangkusumo.  Penelitian  tersebut  didasari  pada  dugaan bahwa pada pasir pantai terkandung bijih besi yang dapat terinduksi oleh medan magnet. Penelitian dilakukan dengan memasukkan sampel pasir pantai ke dalam rongga kumparan solenoida agar termagnetisasi saat dialiri arus listrik. Pembangkitan medan magnet dilakukan dengan memvariasikan tegangan mulai dari 1.5 V sampai dengan 9 V. Pengambilan data medan magnet dan arus dilakukan secara langsung menggunakan interface Logger pro untuk selanjutnya dilakukan analisis  regresi linier menggunakan perangkat lunak MS.Excel.  Besarnya permeabilitas ditentukan melalui slope grafik. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai permeabilitas eksperimen udara adalah (6,430±0,006)×10 -7 TmA-1 , nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Depok (25,216±0,007)×10 -7 TmA-1,  nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangkusumo (20,478±0,006)×10 -7 TmA-1dan nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangtritis (19,042±4,692)×10 -7 TmA-1. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan  nilai permeabilitas relatif dari pasir pantai Depok, pantai Parangtritis, dan pantai Parangkusumo berturut-turut adalah   dan . Hasil penelitian  menunjukan tingkatan nilai permeabilitas relatif  dari pasir pantai Depok lebih tinggi dari pasir pantai yang lainnya sehingga pasir pantai Depok diketahui memiliki kandungan bijih besi yang lebih banyak daripada pasir pantai Parangtritis dan Parangkusumo.
PENENTUAN KEHALUSAN LAPISAN TIPIS Ni80Fe20 MELALUI NILAI KAPASITANSI LAPISAN PADA UNTAI TAPIS R-C LOLOS RENDAH Toifur, Moh.; Nurhamidy, Venty Aghnani; Sujatmoko, Sujatmoko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.271 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5010

Abstract

PENENTUAN KEHALUSAN LAPISAN TIPIS Ni80Fe20 MELALUI NILAI KAPASITANSI LAPISAN PADA UNTAI TAPIS R-C LOLOS RENDAH. Telah dilakukan penelitian tentang watak kapasitif lapisan tipis Ni80Fe20 hasil deposisi dengan teknik sputtering pada variasi medan deposisi dari 0 G sampai dengan 600 G. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kehalusan lapisan dengan menentukan nilai kapasitor dalam lapisan jika porositas dalam lapisan diperlakukan sebagai kapasitor, serta unjuk kerja lapisan sebagai tapis lolos rendah. Rangkaian terdiri dari tahanan R = 769,9 ohm yang dihubungkan secara seri dengan lapisan dan dipasok tegangan AC dari AFG. Pengamatan watak kapasitif dilakukan pada frekuensi 100 kHz sedangkan pengamatan frekuensi potong dilakukan pada frekuensi 100 kHz sampai dengan 1000 kHz. Tegangan output dan input diamati melalui osiloskop. Dari karakterisasi watak kapasitif menunjukkan bahwa semua lapisan menunjukan watak kapasitif. Sampel hasil deposisi pada Bdep = 300 G memiliki kapasitansi terkecil yaitu 0,09 pF, hal mana menunjukkan lapisan yang paling halus dibanding lapisan yang lain. Lapisan ini dapat menapis frekuensi hingga 253,5 Hz.
NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe Toifur, Moh.; Prayoto, Prayoto; Abraha, Kamsul; Ridwan, Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.541 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4915

Abstract

NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe. Telah dibuat sistem multilapisan berstruktur Ag/NiFe/Ag/NiFe dengan mesin sputtering dc pada variasi waktu deposisi Ag(2) dari 2 menit sampai dengan 10 menit dengan tujuan untuk memperoleh multilapisan dengan nisbah GMR terbesar akibat sumbangan GMR yang berasal dari antiferromagnetic coupling antara spin-spin lapisan NiFe( 1) dan NiFe(2). Karakterisasi yang dilakukan meliputi keadaan morfologi lapisan, sifat magnetik dari bahan lapisan, strukturmikro serta resistansi dibawah pengaruh medan magnet luar (Hext). Hasil penelitian menunjukkan multilapisan dengan waktu deposisi Ag(2) = 8 menit memiliki nisbah GMR terbesar yaitu 67,74% atau 11,2 kali lebih besar dari efek MR lapisan tunggal NiFe dan telah mendekati perkiraan Pool bahwa efek GMR 4 lapis sekitar 75%. Lapisan ini memiliki remanen magnet (Mr) dan medan koersif(Hc) yang kecil. Sementara itu pemakaian lapisan penyangga Ag(ll1) semakin memperkokoh struktur atom paduan NiFe (lll) yang ditumbuhkan di atasnya.
Optimasi Diameter dan Panjang Kawat Koil Sebagai Kandidat Sensor Suhu Semen Sapi Berbasis RTD-C Indratno, Toni Kus; Toifur, Moh.
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi diameter dan panjang kawat koil sebagai sensor suhu rendah berbasis Resistance Temperature Detector Coils (RTD-C) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan diameter dan panjang kawat koil yang paling optimal dalam merespons perubahan suhu lingkungan sehingga dapat diaplikasikan sebagai sensor suhu pada kontainer semen sapi. Dalam penelitian ini digunakan 15 sampel yang terdiri dari tiga jenis diameter kawat yang berbeda, 0,1; 0,2; dan 0,3 mm. Masing-masing diameter dibuat lima jenis sampel dengan panjang kawat divariasi dari 175 cm sampai dengan 875 cm. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa hubungan kenaikan suhu dengan tegangan pada rangkaian berbentuk polinomial orde dua (kuadratik). Hasil pencocokan data memperlihatkan bahwa semua sampel sensor dapat merespons perubahan suhu lingkungan dengan baik. Sampel yang paling baik digunakan adalah sampel dengan kawat berdiameter 0,2 mm dan panjang 700 cm. Sampel inilah yang dijadikan sebagai kandidat sensor suhu semen sapi. Kata kunci: RTD, koil, suhu rendah.
PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0 Safrudin, M.; Toifur, Moh.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.81 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5144

Abstract

PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0. Telah dibuat sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk memvisualisasi kurva histeresis pelat besi secara terkomputerisasi. Sistem terbagi atas dua sistem utama yaitu sistem perangkat keras dan sistem perangkat lunak. Sistem perangkat keras dibagi menjadi empat bagian, yaitu: solenoida sebagai sensor induksi untuk bahan uji, rangkaian penguat tegangan keluaran dan pengondisi sinyal dari sensor induksi, Sound Generator sebagai sumber frekuensi yang diambil dari panel volume PC sound card, dan Personal Computer (PC) sebagai tempat program kontrol kendali, penampil bentuk kurva, dan penyimpan data. Untuk sistem perangkat lunak digunakan program aplikasi Zelscope versi 1.0 sebagai program kendali osiloskop PC, Sound Gen sebagai program kendali frekuensi dari PC Soundcard dan Microsoft Excel sebagai program analisis data hasil pencuplikan dari zelscope. Sebagai bahan uji digunakan lempeng besi setebal 0,98 mm; panjang 9,6 cm; kedalaman bahan yangmasuk koil 2,0 cm. Dari pengujian bahan diperoleh nisbah VBr sebelum dan sesudah dimasukkan bahan uji sebesar 0,14 sedangkan untuk VHc diperoleh nisbah 0,08. Dengan unjuk kerja seperti ini maka alat telah dapat digunakan sebagai pengkarakterisasi sifat magnet bahan.