Ria Azizah Tri Nuraini
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (CD) DAN EFEKNYA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAUN MANGROVE RHIZOPHORA MUCRONATA Dewi, Arum Rosita; Tri Nuraini, Ria Azizah; Yulianto, Bambang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.234 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3145

Abstract

The condition of waters east of Semarang allegedly tainted by the many human activities such as 12th and December 11th in the waters of eastern pilula, Marcia hiantia, Placuna placenta, Paphia undulate, and Pharella javanic. The species with the highest abundance was Anadara granosa ( 301.1 Ind / ha (Station III)). Organic matter content was highest at station II, period 2, amounting to 22.56%, and lowest was at station V, period 3, amounting to 9.48%. The correlation between organic matter content of sediment with an abundance of bivalves in the waters of eastern Semarang overall resulted to receive Ho (no significant correlation).
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN PADA KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DI KOTA SEMARANG Hermayanti, Hilda Yuli; Tri Nuraini, Ria Azizah; Soenardjo, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.489 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11407

Abstract

Keberadaan hutan mangrove, khususnya di Kota Semarang sangat rentan terhadap berbagai macam kerusakan yang ditimbulkan akibat erosi, abrasi dan konversi lahan, sehinga perlu dilakukan upaya rehabilitasi untuk memulihkan kembali kondisi hutan mangrove. Kegiatan rehabilitasi memang sudah dilakukan, tetapi tingkat keberhasilan di tiap kawasan memiliki perbedaan yang cukup bervariasi tergantung dari kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2013 di kawasan rehabilitasi mangrove Kelurahan Karanganyar dan Pantai Maron Kelurahan Tambakharjo, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan di kawasan rehabilitasi mangrove Kelurahan Karanganyar dan Pantai Maron Kelurahan Tambakharjo, Semarang sesuai bagi kehidupan mangrove. Hal ini terlihat dari sebagian besar parameter lingkungan perairan yang masih berada dalam batas kisaran optimum bagi kehidupan mangrove
ANALISIS IMPOSEKS PADA KEONG MACAN (BABYLONIA SPIRATA SPIRATA) SEBAGAI BIOINDIKATOR CEMARAN TRIBUTYLTIN DI PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Kusumastuti, Retno; Widianingsih, Widianingsih; Tri Nuraini, Ria Azizah
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.042 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3139

Abstract

A biondicator approach in knowing the possible contamination of Tributyltin in the water of the Port of Tanjung Mas Semarang study has been carried out analysis imposex the tiger snail (B. spirata spirata). During April-Mei 2013, a total of 127 of the tiger snail were collected from study areas. Analysis on male sexual organs characteristics in female of the tiger snail indicated the extensive imposex phenomenom in study areas with frequency of imposex in population of the tiger snail in the Port of Tanjung Mas Semarang up to 50,84% where size of pseudopenis in female imposex of the tiger snail (± 3-10 mm) with a value of Relative Penis Size Index 93,172% with sex ratio between male of the tiger snail and female is 1:3.
METODE SEDERHANA DAN CEPAT UNTUK SKRINING BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL BAKTERIOSIN (ANTIMICROBIAL PEPTIDE) DARI INTESTINUM IKAN DAN UDANG Subagiyo, Subagiyo; Margino, Sebastian; Triyanto, Triyanto; Tri Nuraini, Ria Azizah; Setyati, Wilis Ari; Pramesti, Rini
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.562 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i2.15727

Abstract

Kontribusi bakteri asam laktat dan bakteriosin dalam pengembangan keamanan makanan telah lama diketahui. Metode sederhana dan cepat diperlukan untuk menseleksi bakteri asam laktat yang mampu menghasilkan bakteriosin. Dua pendekatan telah dilakukan secara berurutan dalam metode ini. Pendekatan pertama adalah seleksi bakteri asam laktat menggunakan medium MRS agar yang diperkaya dengan CaCO3. CaCO3 digunakan sebagai indikator suatu koloni bakteri mampu menghasilkan asam. Pendekatan kedua adalah melakukan seleksi secara langsung terhadap koloni-koloni bakteri yang tumbuh pada medium seleksi pertama menggunakan teknik overlay. Medium MRS soft agar yang telah diinokulasi dengan bakteri Pediococcus acidilactisi di-overlay-kan ke atas koloni-koloni yang tumbuh di medium seleksi pertama. Zona bening yang terbentuk di sekitar koloni menunjukkan dihasilkannya bakteriosin. Koloni-koloni yang menghasilkan zona bening pada tahap pertama dan kedua selanjutnya diisolasi dan dimurnikan. Isolat ini adalah isolat bakteri penghasil asam dan bakteriosin. Pengujian atas metode ini terbukti efektif untuk program isolasi dan seleksi bakteri asam laktat penghasil bakteriosin dari intestinum ikan dan udang. Kata kunci : metode, skrining, bakteri asam laktat, bakteriosin
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON SECARA HORISONTAL DI DESA MANGUNHARJO, KEC. TUGU, SEMARANG Endrawati, Hadi; Tri Nuraini, Ria Azizah; Suwartimah, Ken
Buletin Oseanografi Marina Vol 3, No 1 (2014): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.249 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v3i1.11214

Abstract

Perairan Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu, Kota Semarang merupakan kawasan pemukiman, aktivitas warga, dan terdapat pula pabrik?pabrik sehingga limbah dari semua kegiatan tersebut akan dibuang ke perairan. Hal tersebut akan mempengaruhi kualitas perairan kehidupan dari zooplankton. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai sebaran horisotal untuk mengelahui kelimpahan, dan keanekaragaman zooplankton. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling metodh. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kelimpahan zooplankton ditemukan sebanyak 39 genera pada saat pasang dan 43 genera pada saat surut dengan 8 fila yaitu Filum Arthropoda; Filum Chaetognatha; Filum Coelenterata; Filum Protozoa; Filum Chordata; Filum Ctenophora; Filum Moluska; Filum Polychaeta. Kelimpahan zooplankton tertinggi ditemukan pada stasiun 3 baik pada saat pasang maupun surut yang berkisar 243.08-300.96  ind L-1. Jenis zooplankton yang mendominasi berasal dari filum Protozoa genera Tintinnopsis. Kelimpahan zooplakton terendah terdapat pada stasiun 1 saat pasang sebesar 146.03 ind L-1 dan 145.14 ind L-1saat surut pada stasiun 2. Indeks keanekaragaman baik pada saat pasang maupun surut pada semua stasiun menunjukkan tingkat keanekaragaman yang rendah dengan nilai < 2. Begitu pula indeks dominansi pada semua stasiun menunjukkan tingkat dominansi sedang. Indeks keseragaman pada stasiun1 baik pada saat pasang dan surut menunjukkan keseragaman jenis sedang   Kata Kunci: Struktur Komunitas, Zooplankton, Mangunharjo, .  
Hubungan Nutrien Pada Sedimen dan Penutupan Lamun Di Perairan Jepara Nabilla, Sarah; Hartati, Retno; Tri Nuraini, Ria Azizah
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.015 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4252

Abstract

The availability of nutrients in seagrass beds can act as growth limiting factors. Absorption of nutrients in the water column is carried out by the leaves while the absorption of nutrients from the sediment is carried out by the roots but does not rule out the transport of nutrients by the roots will also arrive at the leaves of the seagrass. If the nutrient requirement is not met properly, then the growth will be disrupted. Like the difference in distribution and density of seagrass itself. Nutrient concentrations in waters vary. Nitrate and phosphate levels in the waters are strongly influenced by sources of organic material from outside/land (allochthonous) or from the water itself (autocthonous). This research was conducted with the aim of nothing: to determine the relationship between nutrient content (nitrate and phosphate) in sediment to seagrass cover in Teluk Awur and Pantai Blebak, JeparaData collection of seagrass and sediment was carried out on March 2018 in the waters of Teluk Awur and Blebak Beach, Kabupaten Jepara. Type identification, density, and coverage are carried out at the research location. Nitrate and phosphate analysis in sediments is carried out in Laboratorium Pengujian dan Peralatan. Based on the results of research that has been carried out, it can be concluded that there is a very strong positive relationship between nutrients and seagrass closure in the two research locations, each of which is 0.955 (91.1%) in Teluk Awur waters and 0.962 (92.6%) in Blebak Beach.Ketersediaan nutrien di perairan padang lamun dapat berperan sebagai faktor pembatas pertumbuhan. Penyerapan nutrien pada lamun pada kolom air dilakukan oleh daun sedangkan penyerapan nutrien dari sedimen dilakukan oleh akar namun tidak menutup kemungkinan pengangkutan nutrien oleh akar juga akan sampai pada bagian daun. Jika kebutuhan nutrien tidak terpenuhi dengan baik, maka pertumbuhannya mengalami gangguan. Seperti perbedaan sebaran dan kepadatan lamun itu sendiri. Konsentrasi nutrien di perairan bervariasi. Kadar nitrat dan fosfat di perairan sangat dipengaruhi oleh sumber bahan organik yang berasal dari luar/ daratan (allochthonous) maupun dari dalam perairan itu sendiri (autocthonous). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kandungan nutrien (nitrat dan fosfat) pada sedimen terhadap tutupan lamun di Teluk Awur dan Pantai Blebak, Jepara. Identifikasi jenis, kepadatan dan penutupan dilakukan pada lokasi penelitian. Analisa nitrat dan fosfat dalam sedimen dilakukan di Laboratorium Pengujian dan Peralatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di ambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan sangat kuat positif antara nutrien dengan penutupan lamun pada dua lokasi penelitian, nilainya masing-masing sebesar 0,955 (91,1%) di Perairan Teluk Awur dan 0,962 (92,6%) di Pantai Blebak.
KOMPOSISI JENIS GASTROPODA DI MANGROVE DESA KALIWLINGI DAN SAWOJAJAR, JAWA TENGAH Kusuma, Erik Wijaya; Tri Nuraini, Ria Azizah; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.103 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26558

Abstract

ABSTRAK : Desa Kaliwlingi dan Sawojajar mempunyai kawasan hutan mangrove dengan karakteristik berbeda. Kawasan hutan mangrove Kaliwlingi menjadi ekowisata mangrove sejak tahun 2016, sedangkan di Sawojajar merupakan kawasan mangrove alami. Perbedaan fungsi tersebut diduga dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati yaitu salah satunya adalah gastropoda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda di ekosistem mangrove Desa Kaliwlingi dan Sawojajar, Kab.Brebes, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2018. Penentuan titik sampling menggunakan metode purposive pada 3 stasiun dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan terdapat 2 subkelas yaitu Pulmonata dan Prosobranchiata, dengan 3 famili dan  9 spesies gastropoda dari 3 famili, yaitu Elliobidae; Cassidula aurisfelis (Elliobidae), C. nucleus (Elliobidae), Littoraria articulate (Littorinidae), L. carinifera (Littorinidae), L. melanostoma (Littorinidae), L. scabra (Littorinidae), Telescopium telescopium (Potamididae), Terebralia obtuse (Potamididae), T. palustris (Potaminidae).  Nilai kelimpahan rata-rata gastropoda Desa Kaliwlingi dan Desa Sawojajar masing-masing 20,28 dan 16,36 Ind/m². Indeks Keanekaragaman (H?) gastropoda di kawasan mangrove Desa Kaliwlingi dan Desa Sawojajar termasuk ke dalam kategori rendah ke tinggi, sedangkan indeks keseragamannya  berkategori rendah.  Tidak ada jenis gastropod yang mendominasi di kawasan mangrove Kaliwlingi dan Sawojajar, dengan pola sebaran gastropoda mengelompok.ABSTRACT: Kaliwlingi and Sawojajar villages have mangrove forest areas with different characteristics. The Kaliwlingi mangrove forest area has been established as mangrove ecotourism since 2016, while in Sawojajar it is a natural mangrove area. The difference in function is thought to affect biodiversity, one of which is gastropods. The purpose of this study was to determine the structure of the Gastropoda community in the mangrove ecosystems of Kaliwlingi and Sawojajar Villages, Kab. Brebes, Central Java. Sampling was conducted in June to July 2018. Determination of the sampling points using purposive methods at 3 stations with three repetitions. The results showed that there were 2 subclasses, namely Pulmonata and Prosobranchiata, with 3 families and 9 gastropod species from 3 families, namely Elliobidae; Cassidula aurisfelis (Elliobidae), C. nucleus (Elliobidae), Littoraria articulate (Littorinidae), L. carinifera (Littorinidae), L. melanostoma (Littorinidae), L. scabra (Littorinidae), Telescopium telescopium (Potamebidide) ), T. palustris (Potaminidae). The mean abundance of gastropods in Kaliwlingi Village and Sawojajar Village were 20.28 and 16.36 Ind / m² respectively. Diversity Index (H ') of gastropods in the mangrove areas of Kaliwlingi Village and Sawojajar Village are in the low to high category, while the uniformity index is categorized as low. There is no type of gastropod that dominates in the Kaliwlingi and Sawojajar mangrove areas, and gastropod distributed as a grouped.