Articles

Found 9 Documents
Search

Frekuensi B-Lactamase Hasil Staphylococcus aureus Secara Iodometri Di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Triana, Dessy
GRADIEN Vol 10, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.802 KB)

Abstract

Antibiotik golongan B-lactam adalah obat yang paling sering digunakan untuk penanganan infeksi bakteri, namun tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik golongan B-lactam terus meningkat. Penyebab utama terjadinya resistensi ini dikarenakan bakteri menghasilkan enzim B-lactamase yang menyerang cincin B-lactam sehingga antibiotik menjadi tidak aktif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan September 2004-Juli 2005. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Purposive Sampling untuk mengetahui frekuensi Staphylococcus aureus (S.aureus) penghasil B-lactamase secara iodometri dari bahan pemeriksaan yang masuk ke Laboratorium Mikrobiologi Fakultas kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian dari 30 sampel menunjukkan 93.4% isolat S.aureus resisten terhadap ampicillin dan menghasilkan enzim B-lactamase, dimana 86.7% diantaranya merupakan sampel rumah sakit dan 6.6% sampel non-rumah sakit.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA TERPADU USAHA KELOMPOK TANI PEMBUAT ARANG DI DESA AIR PUTIH KABUPATEN BENGKULU TENGAH Makhrian, Andy; Saputra, Fachri Eka; Triana, Dessy
DHARMA RAFLESIA Vol 2, No 12 (2014): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.863 KB) | DOI: 10.33369/dr.v2i12.3425

Abstract

Dedication this aims to provide an understanding, knowledge and life skills to the group of Harapan Maju farmers in Air Putih Bengkulu Tengah. The purpose of this program is toenhance the knowledge and skills of farmers in sewage treatment coconut shell that hasnot been utilized to the maximum so it could be a better economic value namely intocharcoal briquettes which in turn can help improve the economy of the community inHarapan Maju The farmer groups. The target audience or target group of partners in thisservice activitiy is a group of farmers in Desa Air Putih Kecamatan Talang EmpatKabupaten Bengkulu Tengah. ?Harapan Maju? The farmer groups established in 2010 bycovering 20 members. The method in this devotion agribusiness approach in this studyconsider the structure and linkage of existing subsystems include technological innovations and institutional. Indicators of success seen from the role of each householdpeople started doing the processing of coconut shell charcoal and further into processingwaste into charcoal briquettes. The final target of this devotion in ?Harapan Maju? Thefarmer groups in Desa Air Putih Kabupaten Bengkulu Tengah obtain increased knowledgeand skills about waste into briquettes coconut shell charcoal.Keywords: Appropriate Technology, Charcoal, Coconut Shell, Farmers
PEMBINAAN TENAGA REKRUITMEN DONOR DARAH DALAM RANGKA MENCEGAH INFEKSI MENULAR MELALUI TRANSFUSI DARAH DI KOTA BENGKULU Triana, Dessy; Rosana, Elvira; Yasrizal, Mutia Arini
DHARMA RAFLESIA Vol 15, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.553 KB) | DOI: 10.33369/dr.v15i2.4058

Abstract

Thehigh rates of Transfusion-Transmitted Infections (TTI) in Indonesia, especially in Bengkulu Province is quite high and becoming a problem that must be tackled. As reported up to June 2012 the number of cumulative AIDS cases in Indonesia according to gender were 30.931 cases, whilethe cumulative number of HIV and AIDS as many as 611 cases on Bengkulu province.PMI Bengkulu City in 2015 found 61 cases of Hepatitis B, two cases of Hepatitis C and Syphilis 29 cases. WHO Global Database on bloody Safety reported that 20% the population in developed countries as much as 80% have been using donor blood safely, while 80% of the world's population circulating in developing countries only 20% wassafe. The training appliesvarious methods of learning such as: interactive lectures, case relateddiscussions, donor screening practices skills, pre-test and post-test with feedback training. The training was attendedby 14 donor recruitment personnel of UTD PMI Bengkulu with most age range 31 to 40 years old,most of them high school have education level and they have less knowledge and skill. In addition, ongoing education and up-to-date information regarding infectious agent that are potentially transmitted via blood components are crucial for protecting TTI.Keywords: blood transfusion, blood donor recruitment personnel
Serotipe Virus Dengue dan Populasi Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Diptera: Culicidae) Di Kota Bengkulu Triana, Dessy; Umniyati, Sitti Rahmah; Mulyaningsih, Budi; Sarirah, Munauwarus
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.966 KB) | DOI: 10.22146/bkm.34730

Abstract

AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi serotipe virus dengue pada nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus dan menentukan rasio populasi nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus di daerah endemis dan sporadis DBD di Kota Bengkulu. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional-analitik. Telur nyamuk Aedes sp dikumpulkan menggunakan ovitrap dari daerah endemis DBD (Kelurahan Sidomulyo) dan daerah sporadis DBD (Kelurahan Tanjung Jaya). Identifikasi spesies Ae. aegypti dan Ae. albopictus menggunakan pictorial key for the identification of mosquitoes Rueda.  Deteksi serotipe virus dengue dilakukan dengan metodi RT-PCR dan Nested PCR menggunakan primer spesifik Lanciotti. Hasil: Serotipe virus dengue yang ditemukan pada Ae. aegypti adalah DENV-3 (daerah endemis dan sporadis DBD) dan DENV-3 pada Ae. albopictus (daerah sporadis DBD). Perbandingan populasi Ae. aegypti dan Ae. albopictus pada daerah endemis dan sporadis DBD berturut-turut adalah (60.51%:39.49%) dan (27.08%:72.92%). Simpulan: Aedes aegypti di daerah endemis dan sporadis DBD serta Ae. albopictus di daerah sporadis DBD berpotensi sebagai vektor dengue-3.
PENUGASAN OPERATOR MESIN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN DAN ALGORITMA GENERATE AND TEST Widyarto, Wahyu Oktri; Triana, Dessy
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.403 KB) | DOI: 10.30656/intech.v1i1.149

Abstract

Jumlah produksi dapat dimaksimalkan dengan mengoptimalkan produktivitas dari operator dalam menggunakan mesin produksi dan menempatkan setiap operator pada mesin yang tepat. Hal ini dapat terlaksana dengan dibuatnya suatu sistem penugasan yang tepat bagi para operatornya. Terdapat konsep yang digunakan untuk menyelesaikan masalah penugasan yaitu Algoritma Hungarian dan Generate and Test. Generate and Test merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam menyelesaikan travelling sales problem (TSP) atau yang lebih dikenal dengan pencarian rute terpendek, namun dalam penelitian ini digunakan sebagai metode dalam menyelesaikan masalah penugasan (problem assignment) dengan tujuan peningkatan jumlah produksi. Pada penelitian ini akan membahas mengenai penugasan operator dengan menggunakan algoritma Hungarian dan generate and test yang hasilnya akan dibandingkan untuk menentukan metode terbaik yang dilihat dari hasil produksi sehingga akan diperoleh sistem penugasan yang optimal dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi. Berdasarkan hasil pegolahan data dapat diketahui bahwa metode Hungarian memberikan hasil penugasan yang lebih baik dengan hasil produksi 206 batch sedangkan hasil prduksi dengan algoritma generate and test yaitu 203 batch dimana dipengaruhi oleh perbedaan penugasan dengan kedua metode tersebut yaitu pada shift 2 grup A dan shift 3 grup A.
PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU DALAM PENANGGULANGAN MALARIA DI KELURAHAN SUKARAMI KOTA BENGKULU Triana, Dessy; Rosana, Elvira; Anggraini, Rizkianti
Unnes Journal of Public Health Vol 6 No 2 (2017): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.626 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v6i2.13755

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih berisiko terhadap malaria dengan prevalensi sebesar 1,4% dan angka insiden sebesar 0,3% dengan angka Annual Parasite Incidence (API) tahun 2015 sebesar 0,85%. Provinsi Bengkulu memiliki angka prevalensi sebesar 1,5% dan angka insiden sebesar 5,7% dengan angka API sebesar 2,03% yang menduduki urutan ke-6 angka API terbesar di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku dalam penanggulangan Malaria. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dipilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang malaria terhadap perilaku penanggulangan malaria (p value= 0,001; OR=4,237), tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tentang malaria terhadap perilaku penanggulangan malaria (p value = 0.392). Proporsi pengaruh variabel pengetahuan dan sikap terhadap variabel perilaku penanggulangan malaria sebesar 17,9%. Indonesia has a risk of Malaria with the prevalence of 1.4%, incidence rate of 0.3%, and Annual Parasite Incidence (API) rate in 2015 of 0.85%. Bengkulu Province had prevalence rate of 1.5% and incidence rate of 5.7% with API rate of 2.03% which ranked 6th highest API ratein Indonesia. The purpose of this study was to determine association between knowledge and attitude with behavior in Malaria prevention. This research was analytical observational study with cross sectional design. Sample was randomly selected. Data were analyzedwith logistic regression test. The results showed that there was significant association between Malaria knowledge with Malaria prevention behavior (p value = 0,001; OR = 4,237), but there was no significant association between Malaria attitude with Malaria prevention behavior (p value = 0.392). The proportion of knowledge and attitude variables’ influence to Malaria prevention behavior variable was 17,9%.
Resistance Status of Aedes albopictus (Skuse) on Malathion in Bengkulu City Triana, Dessy; Umniyati, Sitti Rahmah; Mulyaningsih, Budi
Unnes Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2018): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.976 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v7i2.20153

Abstract

Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus and transmitted by Aedes aegypti mosquito as the main vector and Aedes albopictus as secondary vector. In 2016, Bengkulu City was one of 3 cities that experiencing DHF outbreaks in Indonesia. Insecticides malathion have been used since 1990 in bulk in DHF control programs in Bengkulu City and have not had an evaluation report on Aedes sp. vulnerability to malathion. The purpose of this research was to know the resistance status of Ae albopictus mosquitoes from endemic and sporadic areas of DHF in Bengkulu City to malathion. The sample of the study was the Ae. albopictus adult female mosquitoes which collected from endemic and sporadic areas of DHF in Bengkulu City with ovitrap installation. The resistance test was performed by CDC Bottle Bioassay method with malation 96% and 50 μg/ml diagnostic dose of. The results of this study showed 1% mortality on endemic area and 5% on sporadic area. Aedes albopictus of both areas were resistant to malathion.   Keywords: Ae. albopictus, bottle bioassay, malathion.   Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Pada tahun 2016, Kota Bengkulu merupakan 1 dari 3 kota yang mengalami KLB DBD di Indonesia. Insektisida malation telah digunakan sejak tahun 1990 secara massal dalam program pengendalian DBD di Kota Bengkulu dan belum memiliki laporan evaluasi mengenai kerentanan Aedes sp terhadap malation. Tujuan penelitian untuk mengetahui status kerentanan nyamuk Ae. albopictus dari daerah endemis dan sporadis DBD Kota Bengkulu terhadap malation. Sampel penelitian adalah nyamuk betina dewasa Ae. albopictus yang dikoleksi dari daerah endemik dan sporadis DBD Kota Bengkulu dengan pemasangan ovitrap. Uji kerentanan dilakukan dengan metode CDC Bottle Bioassay dengan malation 96% dan dosis diagnostik 50 µg/ml. Hasil penelitian ini  menunjukkan mortalitas 1% untuk daerah endemis dan 5% untuk daerah sporadis. Aedes albopictus kedua daerah telah resisten terhadap malation.   Kata Kunci: Ae. albopictus, bottle bioassay, malation.
PENUGASAN OPERATOR MESIN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN DAN ALGORITMA GENERATE AND TEST Widyarto, Wahyu Oktri; Triana, Dessy
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.403 KB) | DOI: 10.30656/intech.v1i1.149

Abstract

Jumlah produksi dapat dimaksimalkan dengan mengoptimalkan produktivitas dari operator dalam menggunakan mesin produksi dan menempatkan setiap operator pada mesin yang tepat. Hal ini dapat terlaksana dengan dibuatnya suatu sistem penugasan yang tepat bagi para operatornya. Terdapat konsep yang digunakan untuk menyelesaikan masalah penugasan yaitu Algoritma Hungarian dan Generate and Test. Generate and Test merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam menyelesaikan travelling sales problem (TSP) atau yang lebih dikenal dengan pencarian rute terpendek, namun dalam penelitian ini digunakan sebagai metode dalam menyelesaikan masalah penugasan (problem assignment) dengan tujuan peningkatan jumlah produksi. Pada penelitian ini akan membahas mengenai penugasan operator dengan menggunakan algoritma Hungarian dan generate and test yang hasilnya akan dibandingkan untuk menentukan metode terbaik yang dilihat dari hasil produksi sehingga akan diperoleh sistem penugasan yang optimal dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi. Berdasarkan hasil pegolahan data dapat diketahui bahwa metode Hungarian memberikan hasil penugasan yang lebih baik dengan hasil produksi 206 batch sedangkan hasil prduksi dengan algoritma generate and test yaitu 203 batch dimana dipengaruhi oleh perbedaan penugasan dengan kedua metode tersebut yaitu pada shift 2 grup A dan shift 3 grup A.
SOSIALISASI PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE SERTA KONTROL VEKTORNYA PADA GURU SEKOLAH SEKITAR UNIVERSITAS BENGKULU Triana, Dessy; Hardiansyah, Hardiansyah; Taurina, Hilda
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i1.10913

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang serius. Pengendalian vektor adalah strategi untuk mengurangi insiden infeksi dan mencegah terjadinya wabah. Penularan DBD dapat terjadi di lingkungan sekolah, karena aktivitas menggigit nyamuk vektor DBD adalah siang hari. Data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2017 menunjukkan DBD Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu yang merupakan daerah endemis DBD dan lingkungan kampus Universitas Bengkulu (UNIB) yang memiliki angka kesakitan yang tinggi yaitu 143 kasus per 100.000 penduduk dan memiliki angka Case Fatality Rate (CFR) atau yang meninggal sebesar 15,7% terutama penderita adalah usia sekolah. Sosialisasi ini menerapkan berbagai metode belajar, yaitu kuliah interaktif dan praktik survey entomologi. Penyuluhan diikuti oleh 24 orang guru dari 13 sekolah di sekitar lingkungan UNIB dengan latar belakang pendidikan terakhir terbanyak Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu 87,5%. Hasil dari kegiatan ini guru dapat menjadi duta di sekolah untuk program pengendalian vektor penyakit DBD untuk mengurangi angka kejadian infeksi dan tingkat keparahan DBD. Kontrol vektor tetap menjadi satu-satunya intervensi yang tersedia untuk mencegah dan mengontrol penularan DBD.