Agus Trianto
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275 Laboratorium Natural Product, UPT Lab Terpadu, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang,Indonesia. 50275

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Toksisitas Ekstrak Gorgonian Isis hippuris Terhadap Nauplius Artemia salina Trianto, Agus; HAS, Yan Yan; Ambariyanto, Ambariyanto; Murwani, Retno
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.962 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.9.2.61-66

Abstract

Beberapa jenis organisme laut merupakan sumber alam yang potensial untuk bahan obat. Salah satu sumber daya laut yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan adalah gorgonian Isis hippuris. Hewan ini hidup di ekosistem terumbu karang tersebar di perairan dangkal dan jernih terutama di pertengahan dasar karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas toksisitas ekstrak gorgonian Isis hippuris terhadap nauplius Artemia salina, mengetahui LC50 -24 jam fraksi toksik dan mengidentifikasi senyawa yang berperan dalam toksisitas. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Ekplorasi dan Bioteknologi Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur Jepara. Hasil penelitian menunjukan perlakuan ekstrak gorgonian I. hippuris fraksi etil asetat terhadap nauplius A. salina dari 12 fraksi KKT diperoleh 5 fraksi KKT yang toksik. Berdasarkan analisa probit diketahui fraksi KKT 9 memiliki aktivitas toksik terbaik dengan nilai LC 50-24 jam sebesar 16,98 ppm. Hasil identifikasi dengan GC/MS diperoleh golongan senyawa-senyawa Hidrokarbon dan Asam lemak yaituNaphthalene, Xylane, Phenylacetonitrile, 1,2 Benzenedicarboxylic dan senyawa turunan phenol.Kata kunci: Isis hippuris, Artemia salina, toksisitas, BSLT.Several marine organisms are known to have bioactive substances which are very potential for drugs materials. One of this organism is gorgonian, Isis hippuris which live in coral reef ecosystems. The objective of this study is to investigate I. hippuris extract toxicity to nauplius of brine shrimp Artemia salina. This was done by calculating LC50-24 h and followed by identifying its compound. This study was done at Exploration and Biotechnology Laboratory, Marine Science department. UNDIP, Awur Bay, Jepara. The results showed that from 12 ethyl acetate fraction open column chromatography, 5 of them were toxic. Based on Probit analysisit was found that fraction 9 was the best fraction which gave LC50-24 h 16,98 ppm. Based on GC/MS results there are several compound found i.e. hydrocarbon, lipid acid (napthalene, xylane, phenylacetonitrile, 1,2benzenedicarxulic) and phenol derived compound.Key words : Isis hippuris , Artemia salina, toxicity, BSLT
Uji Pendahuluan Aktivitas Produk Biotransformasi Daun Mangrove Avicennia marina Dengan Isolat Jamur Terhadap Bakteri Patogen Klebsiella pneumonia dan Enterobacter aerogenes Sabiladiyni, Humairah Arifia; Trianto, Agus; Djunaedi, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.326 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25926

Abstract

ABSTRAK : Penyebaran bakteri patogen Klebsiella pneumonia dan Enterobacter aerogenes di Indonesia pada tahun 2013 diketahui mencapai 67,81%. Sumber antibiotik berasal dari bahan kimia juga dari alam, salah satunya berasal dari jenis mangrove A. marina yang mengandung senyawa flavonoid, steroid, fenol, dan tannin. Ekstrak daun A. marina kurang efektif sehingga perlu dilakukan proses biotransformasi dengan harapan akan terbentuk senyawa baru yang lebih berpotensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak jamur dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan penambahan daun mangrove pada media jamur akan mengubah senyawa yang terkandung pada ekstrak daun mangrove. Sampel daun mangrove Avicennia marina diambil di Desa Tugurejo, Semarang dan isolat jamur yang digunakan adalah Fusarium incarnatum, isolat C12 dan C14. Bakteri patogen yang akan diuji adalah bakteri patogen Klebsiella pneumonia dan Enterobacter aerogenes. Kultur jamur dilakukan dengan menambahkan 200 gr dan 400 gr daun mangrove dalam 1000 ml air laut sebagai campuran media. Aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar. Ekstraksi daun mangrove dan jamur simbion dengan pelarut metanol. Hasil ekstraksi kemudian diuji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 250 μg/disk, 500 μg/disk, dan 1000 μg/disk. Deteksi kelas senyawa antibakteri menggunakan KLT. Visualisasi dengan sinar UV dan reagen vanillin asam sulfat. Ekstrak C14 dengan media daun mangrove 400 gr menunjukan zona hambat terbesar 12,3 mm pada konsentrasi 500 μg/disk terhadap bakteri Enterobacter aerogenes dan termasuk golongan kuat. Hasil KLT menunjukkan ekstrak jamur C14 memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak mangrove, tetapi setelah disemprotkan vanillin asam sulfat terdapat senyawa lain yang berbeda dari ekstrak daun mangrove. ABSTRACT : The emerge of pathogenic bacteria Klebsiella pneumonia and Enterobacter aerogenes in Indonesia are now reached 67,81% in 2013. One of the natural source is mangrove A. marina that contained bioactive compound such as flavonoid, steroid, fenol,and tannin. Mangrove leaves extract is often not effective, so biotransformation process is necessary to change the previous substrate become the new potential compound. The aims of this research to know whether fungal extract can inhibit the bacterial growth and the addition of mangrove leaves on fungal media will change a compound contained on mangrove leaves extract. Mangrove leaves are collected from Desa Tugurejo, Semarang and fungal isolation using Fusarium incarnatum, C12 and C14. K. pneumonia and E. aerogenes were the pathogenic bacteria assayed. The addition of mangrove leaves around 200 gr and 400 gr for fungi culture. Antibacterial activity by agar diffusion method. Extraction of mangrove leaves and fungal symbiont were attached with methanol solvent. Then, this crude extract were assayed for antibacterial activity by the consecutive extract concentrations of 250, 500, and 1000 μg/disk. Detection of class antibacterial compound was carried out using TLC method and visualization with UV light and vanillin sulfuric acid. The largest antibacterial activity in extract C14 about 12,3 mm with consentration 500 μg/disk that inhibits Enterobacter aerogenes and belong to strong group. The results of TLC showed that extract C14 have almost the same compound with mangrove leaves extract, but after sprayed with vanillin sulfuric acid, there are several compound which different with mangrove leaves extract.
STUDI KORELASI NILAI SUHU PERMUKAAN LAUT DARI CITRA SATELIT AQUA MODIS MULTITEMPORAL DAN CORAL BLEACHING DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Nuary, Aldi Nuary; Trianto, Agus; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.151 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5991

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Biawak masih dalam kategori baik. Namun, perubahan iklim global yang terjadi dewasa ini telah menyebabkan peningkatan suhu terutama suhu permukaan laut. Hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup terumbu karang, dalam hal ini fenomena coral bleaching. Coral bleaching terjadi akibat stress yang dialami hewan karang terhadap perubahan suhu sebesar 1-2 oC dalam kurun waktu minimal empat minggu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan kekuatan hubungan antara perubahan nilai suhu permukaan laut yang diperoleh dari pengolahan citra satelit Aqua MODIS multitemporal level 3 dengan persentase coral bleaching di Perairan Pulau Biawak yang diukur dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan suhu drastis pada bulan Februari-Maret tahun 2009 sebesar 2,27 oC dan bulan Januari-Februari 2013 sebesar 2,22 oC. 5 dari 12 stasiun pengamatan ekosistem terumbu karang mengalami pemutihan sekitar 0,13-3,63%. Nilai persentase tersebut masuk kedalam kategori pemutihan tidak parah. Lifeform ACB merupakan jenis lifeform karang yang umumnya mengalami pemutihan dengan persentase keseluruhan mencapai 3,13%. Analisa regresi tunggal antara suhu permukaan laut dan coral bleaching menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara keduanya ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,038. Oleh karena itu, coral bleaching di Perairan Pulau Biawak khususnya pada saat penelitian yakni bulan April 2013 dapat terjadi karena adanya faktor lain penyebab bleaching selain suhu permukaan laut
Studi Densitas Dan Komposisi Jenis Juvenil Karang Pada Substrat Pecahan Karang Di Perairan Pulau Sambangan, Karimunjawa Sembiring, Yudhawira Bhaskara; Munasik, Munasik; Trianto, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.36 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25923

Abstract

ABSTRAK : Juvenil karang adalah bentuk hasil metamorfosis dan pertumbuhan planula karang yang berukuran ≤ 5 cm dan menempel pada substrat tertentu. Substrat pecahan karang merupakan substrat yang tidak stabil dan tidak cocok bagi juvenil karang untuk bertumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui densitas dan komposisi jenis koloni juvenil karang pada substrat pecahan karang (rubble) di perairan Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 November sampai 1 Desember 2013 di sebelah barat dan utara Pulau Sambangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode yang digunakan untuk pemilihan lokasi adalah metode purposive sampling dan pengumpulan data mengunakan metode sampling dengan transek kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas juvenil tertinggi sebesar 0,24 koloni/m2 yang ditemukan di sisi barat pulau dan densitas terendah ditemukan pada sisi barat dan sisi utara pulau sebesar 0,02 koloni/m2. Densitas rata-rata pada sisi barat pulau yaitu sebesar 0,0073 koloni/m2 sedangkan pada sisi utara pulau sebesar 0,0053 koloni/m2. Komposisi genus juvenil karang yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah karang genus Acropora, Montipora, Galaxea, Fungia dan Cycloseris pada sisi barat dan karang genus Acropora, Montipora, Cycloseris, Leptoseris, Euphylia, dan Goniopora pada sisi utara Pulau Sambangan. Sisi utara didominasi oleh juvenil genus Acropora dan Montipora sebanyak 8 koloni tiap genus dan pada sisi barat didominasi oleh juvenil genus Montipora sebanyak 11 koloni. ABSTRACT : Coral Juvenile is a focus of planulae metamorphosis and growth that has size ≤ 5 cm and settle at a certain substrate. Rubble substrate is an unstable substrate and not suitable for coral juvenil to growth and evolve. The purpose of this research is to determine the density and composition of coral juvenile on rubble in the waters of Sambangan Island, Karimunjawa Archipelago. The research was conducted on November 29 to December 1, 2013 in the west and north Sambangan Island. This research was done  using descriptive method. The method that used for sampling site was purposive sampling method and data collection by using for sampling is quadrant transect. The result of research showed that the highest density of coral juvenile found on west site as many as 0,24 colony/m2 whereas the lowest density found on west and north site as many as 0,02 colony/m2. And the average density was 0,0073 colony/m2 on west site and 0,0053 colony/m2 on north site.  Composition of coral genus which found on research location were Acropora, Montipora, Galaxea, Fungia and Cycloseris on west site. Coral genus Acropora, Montipora, Cycloseris, Leptoseris, Euphylia, and Goniopora on north site Sambangan Island. On the north site dominated by juvenile Acropora and Montipora as many as 8 colonies of each genus and on the west side dominated by juvenile Montipora as many as 11 colonies.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PERSUASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA KELAS VIII-A DAN YANG MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA KELAS VIII-B SISWA SMP N 11 KOTA BENGKULU Astuti, Windi; Arifin, M.; Trianto, Agus
Jurnal Korpus Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI AGUSTUS 2019
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.719 KB) | DOI: 10.33369/jik.v3i2.10227

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis  teks persuasi menggunakan media audio visual pada kelas VIII-A dan yang menggunakan media gambar pada kelas VIII-B siswa SMP N 11 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komperatif. Data penelitian berupa hasil tes kemampuan menulis teks persuasi menggunakan media audio visual dan yang menggunakan media gambar. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan tes kemampuan menulis teks persuasi. Teknik analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kemampuan menulis teks persuasi menggunakan media audio visual pada siswa kelas VIII-A mendapatkan nilai rata-rata 74,96 termasuk dalam kategori baik, artinya siswa sudah mampu menulis teks persuasi dengan baik, namun perlu ditingkatkan dengan belajar, agar kemampuan siswa dalam menulis teks persuasi menjadi lebih baik lagi. (2) kemampuan menulis teks persuasi menggunakan media gambar siswa kelas VIII-B dengan nilai rata-rata 65,79 termasuk dalam kategori cukup, artinya masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan sehingga siswa harus belajar dan latihan lagi agar kemampuan siswa dalam menulis teks persuasi menjadi lebih baik. dan (3) terdapat perbedaaan antara kemampuan menulis teks persuasi menggunakan media audio visual pada kelas VIII-A dan yang menggunakan media gambar pada kelas VIII-B. Artinya penggunaan media audio visual pada kelas VIII-A lebih baik digunakan daripada penggunaan media gambar pada kelas VIII-B. Kata kunci: Menulis, Teks Persuasi, Media, Audio visual, Gambar
ANALISIS SLOGAN DI KOTA BENGKULU Lastri, Desi; Utomo, Padi; Trianto, Agus
Jurnal Korpus Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI AGUSTUS 2019
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.86 KB) | DOI: 10.33369/jik.v3i2.10194

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui bahasa pada slogan di Kota Bengkulu. Penelitianini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah jenisslogan, diksi slogan, dan jenis kalimat slogan. Teknik pengumpulan datamenggunakan teknik dokumentasi. Langkah-langkah analisis data menggunakanteknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian analisis slogan di Kota Bengkuluberdasarkan jenis-jenis slogan terdapat 6 yaitu : Slogan Motivasi (M), Slogan LaluLintas (LL), Slogan Lingkungan (L), Slogan Pendidikan (P), Slogan Kesehatan (K),Slogan Produk (PM). Slogan yang paling banyak yaitu slogan motivasi (M) berjumlah16 dari jumlah keseluruhan 35 slogan, sedangkan yang paling sedikit yaitu sloganproduk (PM) berjumlah 2, slogan kesehatan (K) berjumlah 2. Slogan di KotaBengkulu berdasarkan diksi terdapat 6 macam yaitu : pemakaian kata asing,pemakaian kata bersinonim, pemakaian kata pilihan umum, pemakaian kata abstrakdan konkret, pemakaian kata denotasi dan konotasi negatif, dan pemakaian jargon.Diksi yang paling banyak digunakan dalam slogan yang telah ditemukan di kotaBengkulu yaitu pemakaian kata umum dengan jumlah 12. Diksi yang paling sedikitdigunakan dalam slogan yang telah ditemukan di kota Bengkulu yaitu pemakaianjargon berjumlah 1. Namun, ada 3 slogan yang menggunakan diksi kasar. Slogan diKota Bengkulu berdasarkan jenis kalimat yang paling banyak digunakan pada slogan di Kota Bengkulu yaitu kalimat ajakan (P) dengan jumlah 35. Dari keseluruhan slogan ada 3 slogan yang menggunakan kata ayo dan mari, serta ada 3 slogan yang menggunakan perihal lah yang mempunyai tujuan mempertegas kalimat ajakan pada slogan tersebut.Kata Kunci : Slogan, Diksi, Jenis Kalimat
Kelimpahan dan Biomassa Ikan Karang Famili Scaridae pada Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Kembar, Karimunjawa, Jepara Tambunan, Fran Ciputra; Munasik, Munasik; Trianto, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.035 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26706

Abstract

ABSTRAK : Ikan kakatua merupakan salah satu ikan karang yang dapat membantu kehidupan pada ekosistem terumbu karang. Scaridae mengumpulkan berbagai spesies ganggang dengan cara memakan algae pendek yang menutupi substrat karang sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang. Sebaran Scaridae sangat ditentukan oleh kondisi dan variasi habitat terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan biomassa dari ikan Famili Scaridae. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di Perairan Pulau Kembar, Karimunjawa, Jepara. Pengambilan data  ikan karang menggunakan metode UVC dan data substrat terumbu karang diambil menggunakan metode LIT sepanjang 100 meter sejajar garis pantai dengan pengamatan pada dua kedalaman yaitu 3m dan 10m. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 11.459 individu yang termasuk dalam 49 spesies ikan karang yang berasal dari 14 famili. Ikan karang dari Famili Scaridae ditemukan sebanyak 1059 individu yang termasuk dalam 4 spesies ikan karang yang berasal dari 2 genus. Nilai kelimpahan ikan karang dari Famili Scaridae berkisar antara 48 hingga 204 ind/500m2, kelimpahan terendah berada pada stasiun 1 dan tertinggi berada di stasiun 3.  Nilai biomassa ikan karang dari Famili Scaridae berkisar antara 219,7–2491,7 kg/ha, biomassa terendah berada pada stasiun 1 dan tertinggi berada di stasiun 3.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa Pengaruh tutupan karang keras hidup sangat berpengaruh terhadap kelimpahan dan biomassa ikan karang dari Famili Scaridae. ABSTRACT : Parrot fish is one of the reef fish that can help life on the coral reef ecosystem. Scaridae collect various species of algae by eating short algae that cover the coral substrate so that it can affect the growth of coral reefs. Scaridae distribution is highly determined by the condition and variety of coral reef habitats. This study aims to examine the abundance and biomass of Scaridae Family fish. The study was conducted in October 2018 in the waters of the Kembar Islands, Karimunjawa, Jepara. Retrieval of reef fish data using UVC method and coral reef substrate data were taken using the LIT method along 100 meters along the coastline with observations at two depths in 3m and 10. Based on the results, 11,459 individuals were included in 49 species of reef fish originating from 14 families. Coral fish from the Family Scaridae were found as many as 1059 individuals included in 4 species of reef fish originating from 2 genera. The value of coral fish abundance from the Scaridae Family ranges from 48 to 204 ind / 500m2, the lowest abundance is at station 1 and the highest is at station 3. The reef fish biomass value of the Scaridae Family ranges from 219.7 - 2491.7 kg / ha, biomass the lowest is at station 1 and the highest is at station 3. Based on the results of the study it can be concluded that the effect of live hard coral cover is very influential on the abundance and biomass of reef fish from the Scaridae Family.
Pengaruh Hym-248 Terhadap Metamorfosis Planula Karang Acropora spp Di Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa Afriandi, Andi; Trianto, Agus; Wijayanti, Diah Permata
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.365 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2027

Abstract

Multispecies synchronous spawning of scleractinian corals was first documented on Great Barrier Reef, Australia in the early 1980s. Settlement as the next stage of planulae’s life plays an important role in the persistence of coral colony. HYM-248 is one type of peptide synthesis, which has been shown to make Acropora spp planulae metamorphosed. This study aims to determine the influence of Hym-248 on Acropora spp planulae’s metamorphosed. The method is a eksperimental laboratoris, Slick is collected from Sambangan Island, Karimunjawa Archipelago when spawning occurs simultaneously in March. Provision of Hym-248 administered in 5 different doses, namely: 5x10-7; 1x10-6; 2x10-6; 5x10-6; 1x10-5 M and one control treatment without peptide. The results showed, Hym-248 was able to accele metamorphosis and attachment of planulae from the slick. Planulae started metamorphosis after 8 hours of treatment 1x10-6 M concentration. All of which planulae are in Iwaki wells that contained of Hym-248 are metamorphosed and even to stick. On control treatment only changes shape into an oval until the end of the observation time.
PENERAPAN MODEL PEMROSESAN INFORMASI PADA PEMBELAJARAN MEMBACA SISWA DI SMP NEGERI 02 BENGKULU UTARA Khotijah, Septiani; Trianto, Agus; Utomo, Padi
Jurnal Korpus Vol 1, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI DESEMBER 2017
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.236 KB) | DOI: 10.33369/jik.v1i2.4121

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan penerpan model pemrosesan informasi pada pembelajaran membaca siswa di SMP Negeri 02 Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII A yang terlibat dalam pembelajaran dengan penerapan model pemrosesan informasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pemrosesan informasi dalam pembelajaran siswa sudah dapat dilihat melalui delapan fase model pemrosesan informasi yang terdiri dari fase motivasi, fase pemahaman, fase pemerolehan, fase penahanan, fase ingatan kembali, fase generalisasi, fase perlakuan dan fase umpan balik. Dalam penerapan model ini fase yang lebih sering dilakukan pada fase pemerolehan, fase penahanan, dan fase ingatan kembali, Namun penerapan model ini juga tidak terlepas dari fase motivasi, fase pemahaman, fase generalisasi, fase perlakuan, dan fase umpan balik. Penerapan model pemrosesan informasi dilakukan  dengan 26 langkah pembelajaran pada pertemuan pertama  dan 19 langkah pembelajaran pada pertemuan kedua. Hasil kemampuan membaca yang diperoleh siswa  dengan tugas yang berbeda-beda pada tiap pertemuan pembelajaran, memperoleh hasil yang termasuk ke dalam kategori baik. Dapat diketahui pada pertemuan pertama rata-rata kelas memperoleh skor 79,4 dengan ketuntasan klasikal siswa 81%. Pertemuan kedua rata-rata kelas memperoleh skor 79,5 dengan ketuntasan klasikal siswa 85% dan tugas diluar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), rata-rata kelas memperoleh skor 81 dengan ketuntasan klasikal 100%. Berdasarkan hasil dan pembahasan, model pemrosesan informasi efektif digunakan pada pembelajaran membaca. Kata Kunci: model pemrosesan informasi, pembelajaran membaca.
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE II DI PERSADIA UNIT DR. MOEWARDI TAHUN 2015 Trianto, Agus; Hastuti, Rini Tri
(JKG) JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL Vol 2 No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL
Publisher : (JKG) JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Kind II of DM, Foot Excercise, Ankle Brachial Index (ABI) Value. Many Patients that go through complications of Type II DM. One of the complication is foot diabetik, its needed implementation to prevent of the complication. The implementation that be doing is exercise. Exercise that be doing is foot exercise that have function to increase the peripheral blood circulation. The Objective of the research is to know the effect of foot exercise to Ankle Brachial Index (ABI) value of the type II of DM patient in unit of Persadia Dr. Moewardi hospital year 2015.Kind of the research is quasy experimental research. Design of the research is one group pretest post test design. The researcher conducted measurement value Ankle brachial index (ABI) before doing foot exercise and measurement Ankle Brachial Index (ABI) value after foot exercise. The analysis by using pairet test t-test. Result of the research from paired t-test, the effect of foot exercise showed findings Sig value. (2-tailed) is 0,001 or ABI value p <0.05, with average change ABI value before and after is equal to 0.05211, So from the test result of paired t-test it can be meant that Ho is rejected and Ha be accepted. That have meaning there are effect of foot exercise to ABI value.