Trijeti Trijeti
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISA PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN BETON Trijeti, Trijeti
Konstruksia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dikatakan sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai / keluaran (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan / masukkan (input). Bagi pemilik bangunan, output bisa berarti  sebagai biaya persatuan keluaran (output) yang dihasilkan. Untuk kontraktor dapat berarti jumlah atau persentase biaya yang didapatkan dari pemilik berada diatas dari biaya pembangunan. Untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan beton perlu dilakukan pengukuran. Pengukuran produktivitas secara langsung menggunakan analisa kerja dengan mengambil sampel pekerjaan balok beton.
PERBANDINGAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN INDEKS SNI 7394-2008 DENGAN BIAYA KONSTRUKSI KONTRAKTOR PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG Komarudin, Aji; Trijeti, Trijeti
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa di Indonesia menjelaskan analisa SNI dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran biaya proyek. Analisa SNI 7394-2008 merupakan pembaruan dari BOW (Burgelijke  Openbare  Werken),  karena  dalam  analisa  BOW  banyak  koefisien-koefisien  yang  tidak sesuai jika diterapkan dalam kenyataan di lapangan.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan analisa SNI 7394-2008 dengan kebutuhan tenaga kerja kontraktor pada implementasi proyek bangunan apartement mulai lantai 5 ke atas.
TINJAUAN METODE PELAKSANAAN AKIBAT KERUSAKAN RANGKA FACADE CURTAIN WALL SISTEM UNITIZED Revmen, Revmen; Trijeti, Trijeti
Konstruksia Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi facade curtain wall dan pengaplikasiannya pada suatu bangunan tidak terlepas dari disiplin ilmu arsitektur dan ilmu teknik sipil, walaupun secara kecenderungan lebih berpihak pada bidang ilmu arsitektur, namun dalam prakteknya tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan bidang ilmu teknik sipil khususnya dalam metode pelaksanaan dan analisa struktur. Facade curtain wall merupakan salah satu komponen dari suatu gedung yang pertama menerima pengaruh dari luar gedung baik dari beban angin, hujan, suhu dan cahaya. Proses pengerjaan facade curtain wall mulai dari proses disain, fabrikasi, dan proses pemasangan di lapangan haruslah menjadi perhatian khusus untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistim facade curtain wall, jika tidak hal ini akan menyebabkan kerusakan pada sestim facade curtain wall yang mengakibatkan kebocoran air dan udara yang masuk ke area interior gedung dan kerusakan dari material komponen facade curtain wall juga dapat menyebabkan keruntuhan yang membahayakan jiwa di area bawah gedung. Salah satu faktor dari kerusakan facade curtain wall adalah faktor defleksi dari rangka curtain wall yang tidak memenuhi syarat yang di tentukan. Selain kerusakan dari rangka facade curtain wall itu sendiri, hal ini berdampak terhadap kerusakan material lainya yang menempel langsung terhadap rangka facade curtain wall diantaranya material silicon sealant, gasket dan kaca yang nantinya akan menyebabkan potensi penyebab kebocoran air hujan yang masuk ke dalam area gedung . Upaya untuk mengatasi hal ini, dengan tidak merubah luas penampang dari profil rangka aluminium facade curtain wall yaitu dengan memperpendek bentangan untuk rangka vertical ( mullion male dan female ) dengan menambahkan steel bracing pada area backing spandrel sehingga defleksi yang disyaratkan dapat tercapai. Pemeliharaan facade curtain wall baik dalam proses konstruksi dan setelah proyek diserah terimakan kepada pemilik gedung ( owner ) sangatlah penting. Pengetahuan akan sistem dari façade curtain terutama sekali bagi pihak maintanace pemilik gedung yang akan melakukan pengecekan secara berkala.Kata Kunci :Facade curtain wall, Sistem unitized , Kekuatan rangka
PERBANDINGAN DINDING PREFAB CEMENT WALL DENGAN BATA KONVENSIONAL PADA BANGUNAN RUMAH Trijeti, Trijeti; Putri, Sevina Yasti; Setiawan, Andika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata merah digunakan sebagai dinding pembatas/pemisah ruangan dalam proses pembangunan rumah. Bata merah dibuat dari tanah liat dengan ukuran 5x11x20cm. Saat ini mulai berkembang penggunaan dinding dengan teknologi terbaru yang dapat membuat proses pembangunan lebih cepat dan berkualitas baik. Rumah prefabrikasi (disingkat prefab) adalah rumah yang konstruksi pembangunannya cepat karena menggunakan modul hasil fabrikasi industri (pabrik). Komponen-komponennya dibuat oleh pabrik (off site) dan dapat langsung diaplikasikan. Dengan membandingkan analisa terhadap biaya dan durasi untuk masing-masing pekerjaan dinding,  maka dapat diketahui bahwa analisa untuk satuan pekerjaan per m2 mengunakan dinding prefab cement wall dengan bata konvensional. Perbandingan untuk mengetahui mana yang lebih ekonomis pada keseluruhan pekerjaan dinding mengunakan prefab cement wall dengan  mengunakan dinding bata (konvensional). Perbandingan juga ditinjau dari segi durasi pekerjaan, mana yang lebih cepat dan efektif pengunaan metode dinding cement wall dengan  mengunakan dinding bata konvensional. Dari hasil penelitian dinding menggunakan prefab cement wall lebih murah 4.72% dibanding bata konvensional untuk luasan rumah 156 m2. Durasi pekerjaan prefab cement wall lebih cepat 6 minggu dibanding bata konvensional.
STUDI ANALISIS PENGGUNAAN ALAT BERAT (CRANE) SEBAGAI ALAT ANGKAT UNTUK INSTALASI EQUIPMENT DEODORIZER DI PROYEK CPO PLANT Hartono, Priyo; Trijeti, Trijeti
Konstruksia Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya permintaan akan produk minyak sawit mentah / Crude palm oil (CPO) dan produk turunannya di pasaran dunia, membuat tinggi harga jual dari miyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya. Sehingga membuat investor asing dan dalam negeri mengivestasikan dananya untuk pengembangan produk minyak sawit mentah (CPO). Equipment Deodorizer Column Parts 822QS merupakan salah satu equipment terpenting dalam sistem proses refinery.  Untuk itu pada proses lifting Equipment Deodorizer Column Parts 822QS harus dilakukan perencanaan (lifting plan) yang baik, dari mulai awal kedatangan equipment tersebut, alat berat (crane), alat bantu kerja crane (lifting devices), lokasi kerja, pekerja (man power), biaya pelaksanaan, waktu pelaksanaan, juga keselamatan kerja baik dari equipment tersebut dan keselamatan man power-nya pada saat pelaksanaan pekerjaan lifting. Pada analisa pekerjaan Heavy Lifting, Equipment Deodorizer Column Parts 822QS dapat dilakukan dengan dengan beberapa cara yang tentunya semua bertujuan baik, sesuai dengan spesifikasi teknis dan juga manufaktur, agar equipment tersebut dapat berfungsi dengan baik nantinya pada saat opersional pabrik, dengan memperhatikan dari segi biaya, mutu, waktu dan keselamatan kerja. Pelaksanaan dilakukan dengan metode,Assembling and Lifting Methode, Lifting and Air Rising Methode, atau melakukan kombinasi antara  Assembling and Lifting Methode, Lifting and Air Rising Method. Kata kunci : crane, deodorize, lifting
PERBANDINGAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN INDEKS SNI 7394-2008 DENGAN BIAYA KONSTRUKSI KONTRAKTOR PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG Komarudin, Aji; Trijeti, Trijeti
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.6.2.95-108

Abstract

Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa di Indonesia menjelaskan analisa SNI dipakai sebagai dasar penyusunan anggaran biaya proyek. Analisa SNI 7394-2008 merupakan pembaruan dari BOW (Burgelijke  Openbare  Werken),  karena  dalam  analisa  BOW  banyak  koefisien-koefisien  yang  tidak sesuai jika diterapkan dalam kenyataan di lapangan.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan analisa SNI 7394-2008 dengan kebutuhan tenaga kerja kontraktor pada implementasi proyek bangunan apartement mulai lantai 5 ke atas.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN TOWER CRANE DENGAN MOBIL CRANE DITINJAU DARI EFISIENSI WAKTU DAN BIAYA SEBAGAI ALAT ANGKAT UTAMA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG Jamato, Hari; Aswanto, Muhamad; Trijeti, Trijeti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek dapat diukur dari dua hal, yaitu keuntungan yang didapat serta ketepatan waktu penyelesaian proyek (Soeharto,1997). Keduanya tergantung pada perencanaan yang cermat terhadap metode pelaksanaan, penggunaan alat dan penjadwalan. Pada penelitian kali ini akan membahas efisiensi waktu dan biaya pemakaian alat berat tower crane dan mobil crane. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa terhadap pemakain alat berat yang akan digunakan, sehingga dapat dihasilkan alternatif alat berat yang tepat untuk pembangunan suatu proyek.  Langkah perhitungan dibagi menjadi dua tahap, yaitu perhitungan waktu pelaksanaan peralatan dan perhitungan biaya peralatan. Dalam menghitung waktu pelaksanaan langkah yang diambil adalah menghitung dan menentukan beban kerja alat, kapasitas dan produktivitasnya dari perlatan yang digunakan. Sedangkan dalam menentukan biaya pelaksanaan yang diperhitungkan adalah biaya sewa, biaya mobilisasi dan demobilisasi, biaya operasi alat yang meliputi bahan bakar dan operator. Dari perhitungan waktu dan biaya pelaksanaan alat dapat diketahui pemakaian alat berat yang paling efisien dari segi waktu dan biaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur  oleh Tower crane pada gedung ini adalah 326,53 jam dengan biaya Rp 505.751500,00,sedangkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur  oleh Mobil crane pada gedung ini adalah 455,56 jam dengan biaya Rp 325.247.500,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa waktutercepat untuk pekerjaan pengecoran dan pengangkat material adalah dengan alat angkat Tower Crane dan biaya termurah adalah Mobile Crane.
ANALISA METODE FABRIKASI REBAR CAGE SHEAR WALL ANTARA METODE MANUAL DAN REBAR TEMPLATE PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT Setiawan, Novia Ragil; Aswanto, Muhamad; Trijeti, Trijeti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya, cukup banyak cara yang dilakukan untuk menjaga kestabilan bangunan tinggi terutama dalam menahan gaya lateral yang berpengaruh sangat besar pada bangunan tinggi. Beberapa sistem yang diperkenalkan untuk menjaga kestabilan bangunan tinggi adalah shear wall. Pada kesempatan ini penulis akan membahas tentang metode fabrikasi rebar cage shear wall antara metode manual dan rebar template. Rebar cage adalah sebuah sangkar tulangan, yang sudah jadi atau selesai dirakit. Tujuannya untuk membandingkan dari kedua metode ini, sebagai dasar pemilihan metode fabrikasi rebar cage shear wall yang paling efektif dan efisien pada lahan fabrikasi yang terbatas. Langkah perhitungan dibagi menjadi dua tahap untuk kedua metode, yaitu perhitungan durasi pelaksanaan dan perhitungan biaya pelakasanaan. Dalam menghitung durasi pelaksanaan, langkah yang digunakan adalah dengan volume item pekerjaan yang ada dibagi dengan produktivitas tenaga. Dari durasi yang timbul, maka biaya dapat dihitung mulai dari material, tenaga kerja, peralatan, dsb. Dari keseluruhan hasil perhitungan, maka selanjutnya adalah memperbandingkan biaya dan waktu kedua metode. Hasil perhitungan biaya menunjukkan bahwa metode fabrikasi manual lebih murah dibanding metode rebar template. Sedangkan untuk perhitungan durasi pelaksanaan metode rebar template lebih cepat dua kali lipat pelaksanaannya dibanding metode manual. 
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus Jalan Ciledug Raya, Depan Universitas Budhi Luhur Jakarta Selatan) Prasetyo, Harwidyo Eko; Trijeti, Trijeti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Ciledug Raya melewati 2 kota administrasi yaitu Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Kota Tangerang. Sebelum tahun 2017, Jalan Ciledug Raya memiliki 2 lajur yang mengarah ke Pasar Ciledug dan 2 lajur mengarah ke Pasar Kebayoran Lama. Saat ini Jalan Ciledug Raya berkurang kapasitasnya dikarenakan digunakan untuk lajur TransJakarta sehingga mengakibatkan kemacetan. Lokasi penelitian terdapat di ruas jalan depan Universitas Budhi Luhur Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)1997. Dengan melakukan survey arus lalu lintas dan jumlah kendaraan yang melintas, maka dapat diketahui kapasitas, derajat kejenuhan dan juga tingkat pelayanan dari ruas jalan tersebut. Dari hasil analisa menunjukkan besarnya hambatan samping, tingginya volume kendaraan bahkan hingga tingginya derajat kejenuhan yang mengisyaratkan bahwa volume kendaraan sudah mendekati kapasitas bahkan melebihi dari kapasitas jalan. Rekomendasi yang disarankan berupa peningkatan kapasitas antara lain pelebaran ruas jalan pada kedua sisi jalan sebesar 2 meter. Dengan penambahan kapasitas tersebut mampu mereduksi tingkat pelayanan jalan dan volume kendaraan hingga 30%.
STRUKTUR BANGUNAN RANGKA BETON PADA RUMAH SANGAT SEDERHANA SISTEM SPLIT LEVEL (Studi Kasus : Hunian sederhana di pemukiman padat Pademangan Jakarta Utara) Trijeti, Trijeti; Mauliani, Lily; Sudarwati, Wiwik
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian istilah ?split level? pada bangunan merujuk pada teknik konstruksi untuk menciptakan ruang dengan mengubah ketinggian lantai antara satu dengan lainnya. Bangunan rumah sederhana split level terdiri dari 3 lantai menggunakan sistem Struktur Rangka Pemikul MomenKhusus(SRPMK)untuk menahan beban gravitasi dan beban gempa. Penelitian ini merencanakan struktur beton bertulang dengan tujuan 1) Menghitung beban gravitasi dan gempa yang bekerja pada bangunan rumah sederhana 2) Menentukan dimensi balok dan kolom yang mampu menahan beban kerja gempa. 3) Menentukan konfigurasi penulangan balok dan kolom dari hasil analisis menggunakan Software SAP Versi 14. Struktur beton bertulang menggunakan peraturan persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (SNI 03-2847-2013) dan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (03-1726-2012). Perencanaan struktur beton bertulang pada bangunan rumah split level termasuk penentuan dimensi telah memenuhi persyaratan bangunan di atas.