Articles

PENGRAJIN GERABAH DI DESA PODOMORO KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU Setiawan, Rezky; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Sudarmi, Sudarmi
Jurnal Penelitian Geografi Vol 7, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN GEOGRAFI (JPG)
Publisher : Jurnal Penelitian Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the factors that support the continuity of earthenware crafts in Podomoro Village, Pringsewu Sub-district, Pringsewu Distric. This study uses descriptive methods. The population in this study were 30 earthenware craftsmen. Data collection techniques used are interview, questionnaires and documentation. The data were analized by using tables and percentages. The results of the study show that: (1) as much as (93.33%) craftsmen declare that capital facilities were a supporting factor of the earthenware crafts continuity. (2) All craftsmen declare the convenience of raw materials as a supporting factor for earthenware crafts. (3) All craftsmen declare the convenience of labor as a supporting factor for the continuity of earthenware crafts. (4) All craftsmen declare the convenience of transportation facilities as a supporting factor for earthenware crafts. (5) All craftsmen declare that marketing facilities are a supporting factor for earthenware crafts business. (6) There are other reasons as the supporting factor of the continuity of pottery craft which is consumer.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung kelangsungan kerajinan Gerabah di Desa Podomoro Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin gerabah sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah tabel dan persentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Sebanyak (93,33%) pengrajin menyatakan kemudahan modal sebagai faktor pendukung kelangsungan kerajinan gerabah, (2) Seluruh pengrajin menyatakan kemudahan bahan baku sebagai faktor pendukung kerajinan gerabah, (3) Seluruh pengrajin menyatakan kemudahan tenaga kerja sebagai faktor pendukung kelangsungan kerajinan gerabah, (4) Seluruh pengrajin menyatakan kemudahan sarana transportasi sebagai faktor pendukung kelangsungan kerajinan gerabah, (5) Seluruh pengrajin menyatakan kemudahan pemasaran sebagai faktor pendukung kelangsungan usaha gerabah, (6) Terdapat alasan lain sebagai faktor pendukung kelangsungan kerajinan gerabah yaitu konsumen.Kata kunci: faktor pendukung, gerabah, kerajinan
TINGKAT URBANISASI DAN CIRI WILAYAH PERKOTAAN DI KABUPATEN PRINGSEWU Nurjannah, Eva; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Yarmaidi, Yarmaidi
Jurnal Penelitian Geografi Vol 6, No 4 (2018): JURNAL PENELITIAN GEOGRAFI (JPG)
Publisher : Jurnal Penelitian Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to get information about whether there the rate of urbanization and the characteristics of urban areas in Pringsewu district.  Methods used in this research is descriptive.  Object of this research was the level of urbanization and the characteristics of urban areas in Pringsewu district.  The subject of this research was data relating the population of Pringsewu district.  Technique data collection was carried out by observation, documentation and the literature study, while technique data analysis in this research using analysis descriptive.  This research result indicates: (1) the rate of urbanization in Pringsewu district with value of 46,25 %, ( 2 ) the characteristics of urban areas in Pringsewu district with value of 28,24 %.  The rate of urbanization om the criteria midle and the characteristics of urban areas in Pringsewu district still below on the criteria low.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang adanya tingkat urbanisasi dan ciri wilayah perkotaan di Kabupaten Pringsewu.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah deskriptif.  Objekpenelitian ini tentang tingkat urbanisasi dan ciri wilayah perkotaan Kabupaten Pringsewu.  Subjek penelitian yaitu data terkait penduduk Kabupaten Pringsewu.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan studi pustaka sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tingkat urbanisasi di Kabupaten Pringsewu dengan nilai sebesar 46,25 %, (2) Ciri wilayah perkotaan di Kabupaten Pringsewu dengan nilai 28,24 %.  Tingkat urbanisasi masuk kriteria sedang dan ciri wilayah perkotaan di Kabupaten Pringsewu masih masuk dalam kriteria rendah.Kata kunci: ciri wilayah perkotaan, kabupaten pringsewu, tingkat urbanisasi
KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANGTUA PELAKU PERNIKAHAN ANAK DI DESA SENDANG MULYO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Prasetioasih, Muji; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Penelitian Geografi Vol 7, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN GEOGRAFI (JPG)
Publisher : Jurnal Penelitian Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the socio-economic conditions of parents in the context of child marriage in Sendang Mulyo Village. The method used in this research is descriptive method. This research is a kind of population research. The population in this study is parents of child marriages in Sendang Mulyo Village. The data collecting technique was done by using interview and documentation. The data was analyzed by using percentage analysis and scoring techniques. The results of the study show that: (1) the education of the doers and the parents of child marriages is still relatively low; (2) parents of child who have children of more than two children are still high, and the number of dependents on the parents of child marriages is still high; (3) the occupation of the parents of child marriage entirely (100%) is farmers; (4) the income of the parents of child marriages is still relatively low; (5) the property owned by parents of child marriages is in the moderate and high criteria.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Populasi penelitian ini adalah orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis persentase dan scoring. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendidikan pelaku dan orangtua pelaku pernikahan anak rendah; (2) orangtua pelaku pernikahan anak yang memiliki anak lebih dari dua dan jumlah tanggungan orangtua pelaku pernikahan anak masih tinggi; (3) seluruh orangtua pelaku pernikahan anak bekerja sebagai petani; (4) pendapatan orangtua pelaku pernikahan anak di Sendang Mulyo masih rendah; (5) barang berharga yang dimiliki orangtua pelaku pernikahan anak berkriteria sedang dan tinggi.Kata kunci : anak, pernikahan anak, sosial ekonomi
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON MOBIL LEARNING APPLICATION Sinaga, Risma Margaretha; Trisnaningsih, Trisnaningsih; Pujiati, Pujiati; Sudarmansyah, Didi
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development of mobile learning application-based media. Objectives: The purpose of this study is to develop a more dynamic learning media by utilizing technology in the form of applications on smartphone devices to improve student learning outcomes. Methods: This study uses research and development methods with data collection techniques in the form of questionnaires, feasibility tests and effectiveness of mobile learning applications developed as learning media through stages designed according to the ADDHIE model. Findings: Product development in the form of mobile learning applications is feasible as a learning medium and effective for improving student learning outcomes with an increase in the average value of 28 students from 57.32 to 81.43. Conclusion: Mobile learning application is a good choice as a learning media.Keywords: Learning media, mobile learning application, research and developmentAbstrak: Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi mobile learning. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih dinamis dengan memanfaatkan teknologi dalam bentuk aplikasi pada perangkat smartphone untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk kuesioner, tes kelayakan dan efektivitasi aplikasi pembelajaran mobile yang dikembangkan sebagai media pembelajaran melalui tahapan yang dirancang sesuai dengan model ADDHIE. Temuan: Pengembangan produk dalam bentuk aplikasi pembelajaran mobile layak sebagai media pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan nilai rata-rata 28 siswa dari 57,32 menjadi 81,43. Kesimpulan: Aplikasi pembelajar mobile merupakan pilihan yang baik sebagai media pembelajaran.Kata kunci: Media pembelajaran, aplikasi pembelajaran mobile, penelitian pengembangan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v9.i1.201907
SOFT SKILLS IN THE TEACHERS’ DEMOGRAPHIC AND PROFESSIONAL DEVELOPMENT PERSPECTIVE Trisnaningsih, Trisnaningsih; Sinaga, Risma Margaretha; Pujiati, Pujiati; Asyik, Buchory
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Soft Skills in the Teachers? Professional Development Perspective. Objectives: This study aims to determine the role of soft skills in teacher professional development. Methods: This study used a survey method for a number of Social Sciences Education teachers in junior high schools. Data was collected using a questionnaire regarding teacher identity and soft skill instruments as a result of development that had been expertly tested and small group tests according to the Borg and Galls design. Findings: There was a significant relationship between age and the quality of soft skills scores (r = -0.292, p 0.05.). In line with that, a negative correlation was also obtained between age and personal attributes (r = -0.287, p 0.05. Conclusions: Soft skills tended to decrease for teachers as they grew older, the soft skills the teachers had differed in terms of rank and class and Soft skills were closely related to teacher professional development.Keywords: Soft skills, social demography, professionalism . Abstrak: Soft Skill dalam Perspektif Pengembangan Profesi Guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran soft skill dalam pengembangan profesional guru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei untuk sejumlah guru Pendidikan Ilmu Sosial di sekolah menengah pertama. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang identitas guru dan instrumen soft skill sebagai hasil pengembangan yang telah diuji secara ahli dan tes kelompok kecil sesuai dengan desain Borg dan Galls. Temuan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kualitas skor soft skill (r = -0.292, p 0,05.). Sejalan dengan itu, korelasi negatif juga diperoleh antara usia dan atribut pribadi (r = -0,287, p 0,05.  Kesimpulan: Soft skill cenderung menurun untuk guru seiring bertambahnya usia mereka, soft skill yang dimiliki guru berbeda dalam hal peringkat dan kelas dan Soft skill berhubungan erat dengan pengembangan profesional guru.Kata kunci: soft skill, demografi sosial, profesionalisme.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v9.i1.201906
Perbandingan Keterampilan Sosial Antara Penggunaan Model Jigsaw dan TSTS Dengan Minat Belajar Arista, Dwiana; Sudjarwo, Sudjarwo; Trisnaningsih, Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine differences in social skills that learning using Jigsaw and TSTS models with interest in learning. The research method used in this study is an experimental method with a comparative approach. The technique of collecting data uses observation and questionnaires. The results showed that there were differences in social skills between students who learned using the Jigsaw learning model compared to those learning using the TSTS model. Social skills of students who learned using the Jigsaw learning model were higher than TSTS in students who had high interest in learning. Jigsaw is lower than TSTS in students who have a low interest in learning, There is an interaction between the Jigsaw learning model and TSTS with students' learning interest in social skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan sosial yang pembelajarannya menggunakan model Jigsaw dan TSTS dengan minat belajar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Jigsaw dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model TSTS, Keterampilan sosial siswa yang pembelajaranya menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dibandingkan TSTS pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, Keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya menggunakan model Jigsaw lebih rendah dibandingkan TSTS pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, Ada interaksi antara model pembelajaran Jigsaw dan TSTS dengan minat belajar siswa pada keterampilan sosial. Kata kunci: keterampilan sosial, jigsaw, tsts, minat belajar 
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN NILAI ANAK DENGAN FERTILITAS PASANGAN PERKAWINAN USIA MUDA Apriyanti, Apriyanti; Darsono, Darsono; Trisnaningsih, Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to know the relation of education level with fertility, relation of children’s value with fertility and relation of education’s level,children’s value and first age marriage with fertility.The method used in the research is survey method. The population in this research are 250 respondents with a total sample of 125 respondents, taken with the random sampling technique. Data collection techniques used were questioners, interviews and observation. To outher using SPSS.The approach of the research is quantitative research with survey method. Data analysis is using multiple correlation with 95% significance. The result of research shows that there is a relation of education’s level, children’s value and first age marriage with fertility F count (23,782) > F table (2,679), there is a relation of education’s level, children’s value and first age marriage with fertilty.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan jumlah anak lahir hidup, hubungan nilai anak dengan jumlah anak lahir hidup, hubungan usia kawin pertama dengan jumlah anak lahir hidup dan hubungan tingkat pendidikan, nilai anak dan usia kawin pertama dengan jumlah anak lahir hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi berjumlah 250 pasangan perkawinan usia muda dengan jumlah sampel sebanyak 125 wanita pasangan perkawinan usia muda yang diambil dengan teknik random sampling jenis simple random sampling dengan metode undian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara terstruktur dan observasi.Analisis data menggunakan korelasi ganda dengan signifikansi 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif tingkat pendidikan, nilai anak dan usia kawin pertama dengan jumlah anak lahir hidup diperoleh nilai F hitung (23,782) >  Ftabel (2,679). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif tingkat pendidikan, nilai anak dan usia kawin pertama dengan jumlah anak lahir hidup.Kata kunci: fertilitas, nilai anak, tingkat pendidikan
NILAI KARAKTER DAN HASIL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI Fatmah, Fatmah; Pargito, Pargito; Trisnaningsih, Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This reserach aims to implement learning model which can improve the character values of the student as nurturant effect in teaching and learning process by comparing problems based learning in group or individually in learning sociology. The researcher used quasi experimental research method in conducting this research. Observation sheet and test are used as the instruments. In analysing the data, the researcher used tabulation to see the improvement of character values and T-test to know the difference of student learning result. The result of this research shows that the students is better in developing their character building when they solved problems in group than solving them individually. Along with that result, the average score of the student learning result also shows better when the learning process with problems based learning in group compared to the learning result which the process of problems based learning in individually.Tujuan penelitian untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai karakter yang merupakan dampak pengiring pembelajaran, dengan membandingkan pembelajaran berbasis masalah secara kelompok dan individu dalam pembelajaran sosiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen quaisy. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan tes, analisis data menggunakan diskriptif kualitatif untuk perubahan nilai karakter dan t-tes untuk mengetahui perbedaan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai karakter   pembelajaran  berbasis masalah secara kelompok lebih baik dibandingkan pembelajaran berbasis masalah secara individu. Demikian pula rerata hasil belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis masalah secara kelompok lebih tinggi dibandingkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah secara individu.Kata kunci: hasil belajar, nilai karakter, pembelajaran kelompok
Formulasi Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV) untuk Mengendalikan Ulat Grayak Padi (Mythimna separata Walker) pada Tanaman Padi Trisnaningsih, Trisnaningsih; Kartohardjono, Arifin
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 6, No 2 (2009): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.6.2.86

Abstract

Several methods can be used to control pest infestation, especially by the use of biological agents that do not contaminate environment. Virus as a biological agent has already been used to control army worm on some plants. Some benefits can be obtained when biological agents are used to control insect infestation. The objectives of these studies were to obtain: a method to produce MsNPV formulation from rice army worm; an effective and efficient method to pack and store MsNPV formulation as biological agent of rice army worm and an efficient application method of MsNPV formulation to control rice army worm. These studies were conducted at laboratory and green house in Bogor and rice field in Indramayu and Sukabumi, West Java during the planting season of 2005. The experiment consisted of several parts: production of suspension and MsNPV formulation from the larvae of ricearmy worm, packing and period storing of MsNPV formulation, observe the effect of MsNPV formulation on rice army worm in the rice fileds. Results from these studies show that the number of larvae used will effect production of suspension and formulation of MsNPV. The number of larvae used would increase the production of suspension and the value of formulation will also increase. While method of packing, period of time and location of storing showed that time period of 1; 2; and 3 months at different colour of plastic also location of storing refrigerator vs room temperature did not effect on mortality of larvae rice armyworm.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KREATIVITAS BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING Handayani, Siti; Pargito, Pargito; Trisnaningsih, Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to increase the students activity and creativity in Geograpy learning by using Discovery learning model. The research method was a classroom action research. It had been implemented in three cycles, each cycles consisted of planning steps, actions, observations, and reflections, which purposed to improve the learning quality. The techniques applied in this research were discussions, questionings, and library-study.  The data collecting techniques were learning activities’ observation  sheets, learning creativities observation  sheets, and learning test achievement in form of essay answer. Each data from the observation result and achievement test from every cycle would become data base or improvement material in the next other cycles. The result had shown that improvements could be found in both learning activities and creativities as it could be seen in students study achievements in each cycle after using the discovery model in Geography learning.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kreativitas belajar Geografi siswa dalam proses pembelajaran yang  menggunakan model discovery learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskusi, tanya jawab, dan kajian pustaka. Alat pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar, lembar pengamatan kreativitas belajar dan tes hasil belajar yang berupa soal uraian. Data dari hasil observasi dan tes formatif disetiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat peningkatan aktivitas belajar dan kreativitas belajar siswa yang terlihat dari meningkatnya hasil belajar  siswa disetiap siklus setelah penggunaan model discovery learning pada pembelajaran Geografi.Kata kunci:  aktivitas belajar, discovery learning, kreativitas belajar