Hans Tumaliang
Unknown Affiliation

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

PRA-DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ARUS LAUT MENGGUNAKAN GENERATOR ASINKRON Mahaganti, Ingriany; Tumaliang, Hans; Nelwan, A. F.; Pakiding, Marthinus
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.3.3.2014.4822

Abstract

Abstrack? Electricity is a basic need of society and it?s been a supporting in all aspects and national development. The availability of electric energy to till the needs is not sufficient yet. It can be seen from the blackout which still happen alternately in some areas. This is understandable because the availability of electricity overtime is increasing. The purpose of this study is to make a simple pre-design of sea current generator using asynchronous generators, and to know the voltage that can be generated from this pre-design on a pre-specified current rate. Electric power obtained in the first experiment with the current speed 0.75 [m/s] in the amount of 7.7 [watt]. In the second experiment with the speed of sea current 0.43 [m/s] in the amount of 1.44 [watt], and in the third experiments with the speed of sea current 0.6 [m/s] in the amount of 5.9 [watt]. Keywords: Asynchronous Generator, Electric Machines, Electric Power, Sea Current. Abstrak-- Listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi penunjang di segala aspek dan pembangunan nasional, termasuk peningkatan taraf hidup. Ketersediaan energi listrik untuk pemenuhan kebutuhan belum dapat mencukupi seperti dengan masih adanya pemadaman listrik secara bergilir di beberapa daerah. Hal ini dapat dipahami karena ketersediaan listrik dari waktu ke waktu lebih kecil dari kebutuhan listrik yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu pra-desain sederhana pembangkit listrik tenaga arus laut menggunakan generator asinkron, dan mengetahui besar tegangan yang dapat dihasilkan dari pra-desain ini pada kecepatan arus tertentu. Daya listrik yang diperoleh pada percobaan pertama dengan kecepatan arus laut 0.75 [m/det] sebesar 7.7 [watt]. Pada percobaan kedua dengan kecepatan arus laut 0.43 [m/det] sebesar 1.44 [watt], dan pada percobaan ketiga dengan kecepatan arus laut 0.6 [m/det] sebesar 5.9 [watt] Kata kunci: Arus Laut, Daya Listrik, Generator Asinkron, Mesin-Mesin Listrik.
ANALISA SISTEM PENTANAHAN GARDU INDUK TELING DENGAN KONSTRUKSI GRID (KISI-KISI) Pranoto, Agus; Tumaliang, Hans; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.7.3.2018.20765

Abstract

Abstract--- The grounding system of the Teling substation is one of the most important parts in the delivery of electrical quality and continuously. Due to the Teling substation must work well together by using a large disturbance that result in the computer equipment that is the main cause of damage to the substation equipment. This is due to the ineffectiveness of the grounding system, which is due to the earth resistance greater than the standard IEEE Std 2000-80 limit of 0-1 ohm. Therefore it is necessary to do an analysis of whether the grounding system of substation Teling still meet the above favorable standards.In this final project, the system analysis is done by using the grid construction method by considering the mesh voltage, voltage, maximum grid, GPR, and soil resistivity. From the research result, it is found that the grounding system of the grounding system resistance of substation equipment that meets the standard is 0.10 ? to 0.8 ?, compared with the calculation of the grid of groundless grid of ground resistance grid (Rg = 0.47 ?) and earthing grid with grounding rod (Rg = 0.18?). The maximum grid current of the ground substation is capable of delivering power to the ground up to 9307.8 A, with a grid size of conductor 38.72 mm2Keywords: GPR, Ground, Grid, Substation, Step Voltage, Touch Voltage Abstrak---- Sistem pentanahan pada gardu induk Teling adalah salah satu dari bagian penting dalam penyaluran kualitas listrik dan secara kontinyu. Dikarenakan gardu induk Teling harus bekerja sama dengan baik dengan menggunakan gangguan yang besar yang berakibat pada peralatan komputer yang menjadi penyebab utama kerusakan pada peralatan gardu induk. Hal ini diakibatkan oleh tidak bekerjanya sistem pentanahan dengan baik, yaitu akibat resistansi pentanahan lebih besar dari batasan standar yaitu 0-1 ohm. Oleh karena itu perlu dilakukan satu analisis apakah sistem pentanahan gardu induk teling masih memenuhi standar yang menguntungkan diatas.Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis sistem secara khusus gardu induk Teling menggunakan metode konstruksi grid dengan mempertimbangkan tegangan mesh, tegangan, grid maksimum, GPR, dan resistivitas tanah. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah sistem pentanahan nilai resistansi sistem pentanahan peralatan gardu induk yang memenuhi standar yaitu 0,10 ? sampai 0,8 ?, dibandingkan dengan hasil perhitungan yaitu grid pentanahan tanpa batang pentanahan grid resistansi (Rg = 0,47 ?) dan pentanahan grid dengan batang pentanahan (Rg = 0,18?). Arus grid maksimum pentanahan gardu induk teling yang mampu mengalirkan tenaga ke tanah hingga 9307,8 A, dengan ukuran grid konduktor 38,72 mm2Kata Kunci: GPR, Pentanahan, Grid, Gardu Induk, Tegangan langkah, Tegangan sentuh
STUDI ANALISA RUGI DAYA PADA SALURAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI KOTA TAHUNA Binilang, Rizky B.; Tumaliang, Hans; Lisi, Fielman
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.6.2.2017.16938

Abstract

Abstrak? Perkembangan kota Tahuna sebagai pusat pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara kini semakin pesat seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat dan maraknya pusat pembangunan dan pusat kegiatan publik di kota Tahuna sampai saat ini sehingga mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Perhitungan jatuh tegangan untuk penyulang Kota diperoleh hasil sebesar 11,51% dan untuk penyulang Kolongan sebesar 10,185% maka dengan demikian jatuh tegangan untuk penyulang Kota dan Kolongan tidak memenuhi standart yang ditentukan oleh PLN yaitu jatuh tegangan tidak boleh lebih dari 10%. Untuk itu diperlukan penanganan secepatnya untuk mengantisipasi pertumbuhan beban yang semakin tinggi.Kata kunci: Distribusi, Jatuh Tegangan, Susut Daya, Tegangan Menengah.  Abstract? The development of the town of Tahuna as a regional development center of Sangihe Islands Regency of North Sulawesi Province is now growing rapidly along with the needs and needs of the community in the middle. Tahuna to this day is very much needed by the community for electrical energy. The calculation of the voltage drop for the repeater of the City obtained the results of 11.51% and for repeaters Kolongan of 10.185% then thus the voltage drop for repeater Kota and Kolongan does not meet the standard specified by the PLN that voltage drop should not exceed 10%. For that required immediate handling to anticipate the growth of the higher load. Keywords : Distribution, Medium Voltage, Power Losses, Voltage drop.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DI LIKUPANG Maychel, Ruben; Mangindaan, Glanny M.Ch.; Tumaliang, Hans
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.8.1.2019.23650

Abstract

Abstract - The wind is moving air and energy resources are renewable, that always exist in nature. With the existence of the electricity crisis is not resolved also the urge to replace fossil resources. Renewable energies have to be a substitute for fossil resources. Wind is one of the new renewable energy is selected as the one to replace it.To determine the power generated by the wind then carried out studies. The studies were carried out in the form of an operational review and financial review. These studies are used to perform a power generation development planning. Keywords: Power generation; Planing; Renewable ennergy; Wind turbine.   Abstrak - Angin merupakan udara yang bergerak dan sumber daya energi yang tidak pernah habis yang selalu ada di alam. Karena adanya faktor krisis energi listrik yang belum teratasi juga adanya dorongan untuk menggantikan sumber daya fosil. Energi terbarukan dipilih untuk menjadi pengganti sumber daya fosil. Angin adalah salah satu energi baru terbarukan yang dipilih sebagai salah satu untuk menggantikannya.                Untuk mengetahui daya yang dibangkitkan oleh angin maka dilakukan kajian-kajian. Kajian-kajian yang dilakukan berupa kajian operasional dan kajian finansial. Kajian-kajian tersebut digunakan dalam melakukan sebuah perencanaan pembangunan pembangkit listrik.  Kata kunci : Pembangkit listrik; Perencanaan; Energi Terbarukan; Turbin angin.
ANALISA JARAK PARALEL ANTARA KONDUKTOR SISTEM GROUNDING GRID PLTP LAHENDONG UNIT 5 DAN 6 Diamanis, Rizaldy; Tumaliang, Hans; Lisi, Fielman
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.7.3.2018.20770

Abstract

Abstract?  To be able to secure and safety the equipment and the workers who work in the power plant area PLTP Lahendong with power capasity 2 x 20 MW, of course, required the earthing system design quality, reliable and efficient whereby the grounding grid resistance, voltage step and touch voltage according to the calculations contained in IEEE Std 80 -2000. This research will discuss the evaluation of system design with respect to the value of earthing resistance grounding grid, mesh voltage and step voltage. Evaluation parameters - parameters according to calculations published in IEEE Std 80-2000. Results from this study system grounding of PLTP Lahendong unit 5 and 6 well the categorized and meet the standart.Keywords: Resistance grounding, step voltage, spacing between parallel conductors, touch voltage,.Abstrak­? Sistem pentanahan yang berkualitas, handal dan efisien adalah merupakan persyaratan utama dalam merancang suatu sistem pentahanan untuk dapat mengamankan peralatan dan para pekerja di area pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain Grid Pentanahan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan kapasitas daya 2x20 MW berdasarkan metode  IEEE  Std 80-2000. Analisis dilakukan terhadap beberapa parameter berupa luas penampang konduktor, nilai tahanan grid pentanahan tegangan sentuh dan tegangan langkah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dikategorikan baik dan memenuhi standar. Kata Kunci : Jarak paralel antara konduktor, Tahanan tanah, Tegangan langkah, Tegangan sentuh. 
DESAIN INSTALASI PENERANGAN PADA BANGUNAN MULTI FUNGSI Kalukar, Semuel J.; Tumaliang, Hans; Tuegeh, Maickel
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.4.3.2015.7976

Abstract

Abstrak Instalasi listrik dapat diartikan sebagai suatu cara penempatan dan penyaluran tenaga listrik untuk semua peralatan yang memerlukan tenaga listrik  untuk pengoperasiannya dan bagian ini langsung berada dalam daerah kegiatan konsumen.bangunan multifungsi adalah bangunan berukuran besar sebagai tempat melakukan bermacam-macam fungsi (kegiatan)  di dalamnya. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalahTujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan : Desain instalasi yang baik, Estetika pencahayaan yang baik, Penggunaan standarisasi, dan Penghitungan biaya pembuatan instalasi pada ruko, kamar hotel, dan gedung convention Metodologi yang digunakan yaitu penulis melakukan desain instalasi, kemudian menghitung tinkat pencahayaan dengan munyesuiakan dengan standarisasi yang ada. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan maka didapat desain instalasi kamar hotel, ruko, dan gedung convention yang sesuai dengan standarisasi yang ada. Kata kunci: Desain, Estetika pencahayaan, Multifungsi Standarisasi. Abstrack Electrical installation can be interpreted as a way of placement and distribution of electric power to all equipment that requires electrical power for its operation and this part directly located in the area of ??consumer activity. multifunctional building is a large-sized building as a place to perform a variety of functions (activities) in it. The purpose of this thesis is to obtain: Installation of good design,  Good lighting aesthetics, The use of standardization, and Counting the cost of making the installation in office, hotel room, and building convention. The methodology used is the author did design the installation, then calculate tinkat lighting with munyesuiakan with existing standardization. Based on calculations performed the importance of the design of the installation room, shop, and building convention in accordance with existing standardization. Keywords: Aesthetic Lighting, Design, Multifungtion, Standardization.
AUDIT ENERGI DAN REDESIGN INSTALASI LISTRIK DI TVRI SULUT Manoa, Merari; Rumbayan, Meita; Tumaliang, Hans
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.8.2.2019.23917

Abstract

Abstrack?Energy audit is a method used to calculate the amount of energy consumption in a building. Installation of electrical installations that are in accordance with the standards must use the general requirements of electrical installations, the Indonesian National Standard and the aesthetics of installation neatness. The energy audit and redesign of the electricity installation on TVRI North Sulawesi aims to determine energy use, energy utilization conditions, and to solve the electrical installation problems as far as possible on TVRI in the form of neat and irregular electricity installation networks, so that the load sharing is not balanced and the difficulty of carrying out maintenance under fault conditions.    Keywords? Electric Energy: Energy Audit: Redesign of electrical installation: TVRI North Sulawesi. Abstrak?Audit energi adalah metode yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi energi pada bangunan gedung. Instalasi listrik membantu menyalurkan energi listrik agar dapat digunakan oleh konsumen. Pemasangan instalasi listrik yang sesuai standar harus menggunakan persyaratan umum instalasi listrik (PUIL), Standart Nasional Indonesia (SNI) serta estetika kerapihan pemasangan. Audit energi dan redesign instalasi listrik di TVRI Sulawesi Utara bertujuan untuk mengetahui penggunaan energi, Kondisi pemanfaatan energi, dan untuk sebisa mungkin menyelesaikan masalah instalasi listrik yang terdapat di TVRI Sulawesi Utara berupa jaringan instlasi listrik yang tdak rapih dan tidak teratur, sehingga pembagian beban tidak seimbang dan sulitnya melakukan maintenance pada kondisi gangguan.  Kata Kunci? Energi Listrik: Audit Energi: Redesign instalasi listrik: TVRI Sulut. 
OPTIMALISASI PENJADWALAN PEMBANGKIT LISTRIK DI SISTEM SORONG Mariang, Yulianto; Patras, Lily S.; Tuegeh, Maickel; Tumaliang, Hans
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.1.3.2012.609

Abstract

Pada pembangkit listrik di sistem Sorong, totalkapasitas terpasang pembangkit termal yaitu : 40.375 MW, yangterdiri dari PLTD Klasaman, PLTD Arar, PLTMG Arar, danPLTD Sewa. Biaya bahan bakar untuk pembangkit termal dalammemproduksi daya listrik untuk memenuhi beban sistem masihrelatif mahal.Untuk mengurangi biaya bahan bakar makapenjadwalan optimal unit pembangkit termal pada sistemSorong perlu dilakukan. Permasalahan yang menyangkutpenjadwalan terdiri dari dua masalah yang saling berhubunganyaitu Economic dispatch digunakan untuk membagi daya yangharus dibangkitkan oleh masing-masing pembangkit darisejumlah pembangkit yang ada untuk memenuhi kebutuhanbeban sistem yang bertujuan untuk mendapatkan total biayabahan bakar yang optimal. Masalah lainnya adalah Unitcommitment yang menentukan jadwal (schedule) on/offpembangkit untuk dapat memenuhi kebutuhan beban.Penjadwalan beban untuk masing-masing unitpembangkit dapat diperoleh dengan menggunakan metodedaftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unitcommitment. Metode daftar prioritas dalam menyelesaikanpermasalahan unit commitment memberikan hasil yang lebihoptimal dibandingan dengan total biaya yang dikeluarkan olehPT.PLN (Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong. Totalbiaya yang dihasilkan dari metode daftar prioritas sebesarRp.469,073,373.8403 adapun biaya pembangkit dari PT. PLN(Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong sebesar Rp.513,837,361.8395 dengan demikian ada penghematan sebesar Rp.44,763,987.9992.
ANALISIS KINERJA LIGHTNING ARESTER PADA JARINGAN TRANSMISI 150 KV SISTEM MINAHASA KHUSUSNYA PADA PENYULANG KAWANGKOAN - LOPANA Barasa, Maruli Ch.M.; Patras, Lily S.; Tumaliang, Hans
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.6.1.2017.15567

Abstract

Abstract? In the distribution of electrical energy in transmission and distribution networks can not be separated from any interference that can Disrupt the process of distribution of electrical energy, whether it was interference from inside or outside interference. It required protection tools to protect it. It required protection tools to protect it. One of the outside distractions that lead to failure of equipment in the transmission line is a lightning strike. Based on the analysis in 2014, the number of lightning strikes in the transmission network is more or less as much as 95 times.Top protection against lightning strikes on Transmission Network is a lightning rod. Where, for a review analyzing the boarding costs AT 150 kV Transmission Line.Keywords: Boarding cost Analysus, Lightning Arrester, Network Transmission, ProtectionsAbstrak? Didalam penyaluran energi listrik pada jaringan transmisi dan distribusi tidak lepas dari adanya gangguan yang dapat mengganggu proses penyaluran energi listrik, baik itu gangguan dari dalam atau gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan alat-alat proteksi untuk memproteksinya. Salah satu gangguan dari luar yang menyebabkan kegagalan pada peralatan di jaringan transimisi yaitu sambaran petir. Berdasarkan hasil analisa pada tahun 2014, jumlah sambaran petir pada jaringan transmisi ini kurang lebih sebanyak 95 kali sambaran. Proteksi utama terhadap sambaran petir pada jaringan transmisi adalah lightning arrester. Dimana, untuk menganalisa kinerja pada jaringan transmisi 150 kV.Kata kunci: Analisis kinerja, Jaringan transmisi, Lightning Arrester, Protektsi.
PEMANFAATAN SEKAM PADI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK MEMBANGKITKAN ENERGI LISTRIK Supit, Marshall V.; Tumaliang, Hans; Rumbayan, Meita
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 4, No 5 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.4.5.2015.9871

Abstract

Abstract--Electrical energy is one of theinfrastructure related to the livelihood of many people. Until now, the supply of electric energy sources are still reliant on the use of petroleum and coal are expected to be exhausted the next 10-15 years. In this final task, the calculated amount and the potential energy that can be produced from 200 hectares of rice farms in the village Wineru. In the test, the authors made a prototype of a simple steam power plant using rice husk fuel. From burning rice husks 119,75 kg, can be generated by 477.400 kcal of heat energy equivalent to 23,28 kWh of electricity which the combustion efficiency of 93%. Heat energy provided to the working fluid of rice husk power plant prototype average of 32.540,31 kcal. Mechanical energy produced in the turbine of 89,57 kJ/kg equivalent of 24,8 Wh electric energy. The output voltage generator 9 Volt.Electric power that can be generated from 200 hectares of land that is 178,078 kW. Keywords: Alternative Energy, Electrical Energy, Heat Energy, Rice Husk Abstrak-- Energi listrik merupakan salah satu infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sampai saat ini, penyediaan sumber energi listrik masih bergantung pada penggunaan minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan 10-15 tahun mendatang akan habis. Dalam tugas akhir ini, dihitung jumlah serta potensi energi yang dapat dihasilkan dari 200 hektar lahan pertanian padi di Desa Wineru.Di dalam pengujian, penulis membuat prototype Pembangkit Listrik Tenaga Uap sederhana dengan menggunakan bahan bakar sekam padi. Dari pembakaran sekam padi 119,75 kg, dapat dihasilkan energi kalor sebesar 477.400 kcal setara dengan 23,28 kWh listrik dimana effisiensi pembakaran sebesar 93%. Energi kalor yang diberikan kepada fluida kerja prototype PLTU sekam padi rata-rata 32.540,31 kcal. Energi mekanik yang dihasilkan pada turbin sebesar 89,57 kJ/kg setara 24,8 Wh energi listrik. Tegangan output generator 9 Volt. Energi listrik yang bisa dihasilkan dari 200 hektar lahan yaitu 178,078 kW. Kata Kunci:Energi Alternatif, Energi Kalor, Energi Listrik, Sekam Padi