M. Abduh Ulim
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Perlakuan biopriming kombinasi ekstrak tomat dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih terung (Solanum melongena L.) kadaluarsa Ramadhani, Saidina; Ulim, M. Abduh; Kurniawan, Trisda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.979 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang pengaruh perlakuan biopriming terhadap viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Penyakit Tanaman Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. serta interaksi antara konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. terhadap viabilitras dan vigor benih terung kadaluarsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah tomat yang terdiri atas  4 taraf dan faktor kedua yaitu spesies Trichoderma spp. yang terdiri atas 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah tomat terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak buah tomat 10%, baik yang dikombinasikan dengan T. harzianum maupun T. asperellum. Jenis Trichoderma spp. terbaik dijumpai pada T. harzianum pada semua konsentrasi ekstrak buah tomat.Kata kunci: Biopriming, Ekstrak Buah Tomat, Trichoderma spp..Biopriming Treatment Combination of  Tomato Extract and Trichoderma spp. to Viability and Vigor of Expired Eggplant Seeds Abstract. Research on the effect of biopriming treatment on viability and vigor of expired eggplant seeds was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Plant Disease Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh from August to October 2017. This study aims to determine the effect of tomato extract concentration and species Trichoderma spp. as well as the interaction between the concentration of tomato extract and species Trichoderma spp. to viability and vigor of expired eggplant seeds. This research was conducted by using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. The first factor is the concentration of tomato extract consisting of 4 levels and the second factor is species  Trichoderma spp. which consists of 3 levels. The results showed that the best concentration of tomato extract was found in the concentration of 10% tomato extract, both combined with T. harzianum and T. asperellum. The best species of Trichoderma spp. found in T. harzianum in all concentrations of tomato extracts.Keywords : Biopriming, Tomato Extract, Trichoderma spp..
EKSPLORASI RIZOBAKTERI INDIGENOUS DAN UJI ANTAGONIS TERHADAP PATOGEN RIGIDOPORUS MICROPORUS DAN PHELLINUS NOXIUS PADA TANAMAN KARET (HEVEA BRASILIENSIS) SECARA IN VITRO Murtadha, Murtadha; Ulim, M. Abduh; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9198

Abstract

Abstrak.  Penelitian bertujuaan untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang mampu berperan sebagai agens biokontrol terhadap pengendalian patogen R. microporus dan P. noxius secara in vitro serta sebagai agen rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (RPPT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, mulai Oktober sampai Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial. Faktor yang diteliti yaitu isolat rizobakteri, taraf yang dicobakan terdiri dari 15 isolat dan dua patogen antagonis R. microporus dan P. noxius, yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 90 unit satuan percobaan. Hasil penelitian menunujukkan isolat rizobakteri mampu menekan pertumbuhan koloni cendawan patogen. Pada patogen uji R. microporus terdapat 3 rizobakteri yang paling baik yaitu isolat DLG5/3 dengan persentase penghambatan 68,33%, DLG4/1 dengan persentase penghambatan 66,66% dan DLG4/7 dengan persentase penghambatan 63,33%. Pada patogen uji P.noxius terdapat dua rizobakteri yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan koloni cendawan patogen yaitu isolat DLG5/1 dengan persentase penghambatan 60,33%, dan DKP6/3 dengan persentase penghambatan 52,50%. Pada laju penghambatan isolat rizobakteri yang paling baik pada patogen R. microporus yaitu isolat DLG6/4 dan DKP4/1 dengan nilai rerata laju penghambatan 20,33 mm/hari. Pada patogen P. noxius menunjukan isolat rizobakteri yang paling baik yaitu isolat DLG4/1 dengan nilai laju penghambatan 12,05 mm/hari.Exploration of Indigenous Rizobacteria and Antagonistic Test against Patogen Rigidoporus microporus And Phellinus noxius In Rubber Plant (Hevea brasiliensis) In VitroAbstract. The research was conducted to obtain rhizobacteria isolates capable of acting as biocontrol agents on pathogen control of R. microporus and P. noxius in vitro and as plant growth promoter rhizobacteria (PGPR). The research was conducted at the Science and Technology of seed Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, starts from October to December 2017. The research using Completely Randomized Design non factorial. Factors researched were rhizobacteria isolates, the experimental stage consisted of 15 isolates and 2 antagonist were R. microporus dan P. noxius, and 3 time repeated until be found 90 units of treatment. The results showed that rhizobacteria isolates capable to inhibith growth of colonies pathogenic. In the pathogen of R. microporus test, there are 3 better rhizobacteria were DLG5/3 isolate with 68.33% inhibition percentage, DLG4/1 with 66.66% inhibition percentage and DLG4/7 with 63,33% inhibition percentage. In the pathogen of P. noxius there are 2 best rhizobacteria inhibiting growth, DLG5/1 isolate with 60.33% inhibition percentage, and DKP6/3 with 52,50% inhibition percentage. In the pathogen of R. microporus test, there are 2 better rhizobacteria were DLG6/4 and DKP4/1 with 20,33 mm/day inhibition percentage. In the pathogen of P. noxius test,  the best rhizobacteria were DLG4/1  with 12,05 mm/day inhibition percentage.