Articles

EFISIENSI PENGELUARAN PEMERINTAH PADA SEKTOR PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT umar, umar
Jurnal Curvanomic Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                     ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan kesehatan 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017. Metode yang digunakan adalah  Data Envelopment Analysis (DEA) dengan asumsi Variabel Return to Scale (VRS). DEA dipilih karena mampu menangani banyak input dan output. Variabel yang digunakan untuk megetahui efisiensi di sektor pendidikan adalah pengeluaran pendidikan sebagai variabel input, rasio guru-murid dan rasio sekolah-murid sebagai variabel output. Sedangkan variabel yang digunakan untuk mengetahui efisiensi di sektor kesehatan adalah pengeluaran kesehatan sebagai variabel input, rasio jumlah dokter-100.000 penduduk, rasio jumlah tempat tidur tersedia di rumah sakit-100.000 penduduk dan rasio jumlah bidan-100.000 penduduk sebagai variabel output.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sebagian besar daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2013-2017 relatif belum efisien. Hal ini diperoleh dari hasil perhitungan tingkat efisiensi melalui software maxDEA, bahwa dari 14 kabupaten/kota hanya ada 2 daerah yang mencapai efisiensi sempurna pada sektor pendidikan. Sedangkan pada sektor kesehatan terdapat 4 daerah yang mencapai kondisi efisiensi sempurna selama periode penelitian. Kata kunci: Efisiensi, Pendidikan, Kesehatan, DEA   RINGKASAN EFISIENSI PENGELUARAN         PEMERINTAH PADA SEKTOR     PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1.        Latar BelakangPembangunan manusia merupakan salah satu indikator bagi kemajuan suatu negara, dikatakan maju bukan hanya dihitung dari pendapatan domestik bruto saja tetapi juga mencakup aspek harapan hidup serta pendidikan masyarakatnya. Sekurangnya ada dua sektor yang harus diperhatikan oleh pemerintah sehubungan dengan upaya memperluas kesempatan penduduknya untuk mencapai hidup layak yaitu pendidikan dan kesehatan (Widodo dkk, 2011). Berdasarkan Data dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan, dalam rekap APBDmmenunjukkan bahwa pengeluaran pada sektor pendidikan dan  kesehatan pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama periode penelitian cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga dapat diambil asumsi bahwa dengan pengeluaran yang meningkat, pelayanan publik akan meningkat secara kuantitas maupun kualitas yang pada akhirnya diharapkan berdampak kepada meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat. Salah cara meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan adalah dengan cara peningkatan pembangunan berbagai fasilitas dan sarana layanan pendidikan dan kesehatan publik yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung, dengan keberadaannya yang representatif, murah dan aksesnya mudah dijangkau oleh masyarakat untuk dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas dan pelayanan menjadi salah satu jembatan pengalokasian pengeluaran di sektor pendidikan dan kesehatan untuk membantu meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan masyarakat, dan apakah fasilitas dan pelayanan yang ada sudah efisien dan optimal dalam pengadaannya sesuai dengan pengeluaran pendidikan dan kesehatan yang ada di setiap wilayah.2.        PermasalahanBagaimana tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017?Bagaimana tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor kesehatan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017?3.        Tujuan PenelitianMengetahui tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017.Mengetahui tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor kesehatan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017.4.        Metode PenelitianData yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengeluaran pemerintah daerah pada sektor pendidikan, pengeluaran pemerintah pada sektor kesehatan, Rasio Guru-Murid, Rasio Sekolah-Murid, Rasio Jumlah Dokter Per 100.000 Penduduk, Rasio Jumlah Tempat Tidur Tersedia di Rumah Sakit Per 100.000 Penduduk dan Rasio Jumlah Bidan Per 100.000 Penduduk. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non parametric dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan menggunakan pendekatan Variable Return to Scale (VRS). Data diolah dengan menggunakan software maxDEA.5.        Hasil dan PembahasanHasil menunjukkan bahwa berdasarkan pengolahan data dengan software maxDEA, dari 14 kabupaten/kota  hanya ada 2 daerah yang mencapai efisiensi sempurna pada sektor pendidikan. Sedangkan pada sektor kesehatan terdapat 4 daerah yang mencapai kondisi efisiensi sempurna selama periode penelitian. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut sudah efisien dalam menggunakan sejumlah input pengeluaran yang dikeluarkan pemerintahnya di sektor pendidikan dan kesehatan terutama yang dialokasikan untuk penyediaan output fasilitas dan layanan pendidikan dan kesehatan.6.        Kesimpulan dan SaranKesimpulanBerdasarkan hasil analisis efisiensi pengeluaran pemerintah pada sektor pendidikan dan kesehatan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017 dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), maka dapat disimpulkan bahwa pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat masih mengalami inefisiensi dalam pengeluaran pendidikan dan kesehatan di masing-masing daerahnya. Adapun daerah yang sudah mencapai kondisi efisiensi selama periode penelitian pengeluaran di sektor pendidikan dan kesehatan adalah  Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan daerah yang tidak efisien pada pengeluaran pendidikan namun efisien di pengeluaran kesehatan yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Dan masih terdapat 10 daerah belum mampu mencapai kondisi efisien pada pengeluaran pendidikan dan kesehatanSaranSaran yang diberikan penulis sehubungan dengan hal tersebut adalah:Bagi daerah yang sudah mencapai kondisi efisien, diharapkan pemerintah daerah tetap melakukan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan pengeluaran pada sektor pendidikan dan kesehatan untuk menjaga konsistensi nilai efisiensi yang telah dicapai.Bagi kabupaten/kota yang belum efisien dapat melakukan bechmarking ke daerah yang sudah efisien sebagai acuan dalam kinerja pengeloaan keuangan pada sektor pendidikan dan sektor kesehatan.Perlu adanya kebijakan perencanaan yang baik dimana pemerintah daerah membuat skala prioritas sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing dan prosedur pengalokasian anggaran yang tepat sasaran sehingga pengelolaan pengeluaran pendidikan dan kesehatan bisa mencapai output yang optimal.Rujukan untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan variabel-variabel yang sebelumnya tidak digunakan pada penelitian ini serta untuk menambahkan periode pengukuran yang lebih lama sehingga dapat menghasilkan analisisis penelitian yang lebih detil                 DAFTAR PUSTAKA Adi Widodo, dkk. (2011). Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Di Sektor Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Pengentasan Kemiskinan Melalui Peningkatan Pembangunan Manusia di Jawa Tengah. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan.Vol. 1, No 1. Hal 25-42 Amalia, Firda Rizky dan Purbadharmaja, Ida Bagus Putu. (2014). Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah dan Keserasian Alokasi Belanja terhadap Indeks Pembangunan Manusia. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana. ISSN: 2303-0178. 257-264. Badan Pusat Statistik. (2014). Kalimantan Barat dalam angka 2014. Pontianak: Badan Pusat Statistik. _____. (2015). Kalimantan Barat dalam angka 2015. Pontianak: Badan Pusat Statistik. _____. (2016). Kalimantan Barat dalam angka 2016. Pontianak: Badan Pusat Statistik. _____. (2017). Kalimantan Barat dalam angka 2017. Pontianak: Badan Pusat Statistik. _____. (2018). Kalimantan Barat dalam angka 2018. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2013). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013. Pontianak. _____.(2014). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014. Pontianak. _____.(2015). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2015. Pontianak. _____.(2016). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016. Pontianak. _____.(2017). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017. Pontianak. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Departemen Keuangan - Republik Indonesia. (2014). Data Realisasi Belanja APBD Ta 2013-2017 Menurut Fungsi, Kalimantan Barathttp://www.djpk.kemenkeu.go.id/?page_id=316 Indriati, N.E. (2014). Analisis Efisien Belanja Daerah di Kabupaten Sumbawa (Studi Kasus Sektor Pendidikan dan Kesehatan). Jurnal Ekonomi Studi Pembangunan. 6 (2): 192-205 Haryadi. (2011). Analisis Efiesiensi Teknis Bidang Pendidikan (Penerapan Data Envelpopment Analysis). Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.http://lib.ui.ac.id/detail?id=20165258 Kurnia, Akhmad Syakir. (2006). Model Pengukuran Kinerja dan Efisiensi Sektor Publik Metode Free Disposable Hull (FDH). Jurnal Ekonomi Pembangunan,  Vol. 11, No.1 : 1-20. Khusaini, Muhamad (2006), Ekonomi Publik : Desentralisasi Fiskal dan Pembangunan Daerah. Malang: BPFE Unbraw. Lestari, Triyanti. (2013). Analisis Efisiensi Belanja Daerah Di Jawa Timur (Studi Kasus Sektor Pendidikan dan Kesehatan Tahun 2009-2011). Jurnal Ilmiah, Vol. 1, No. 2 : 1-13. Universitas Brawijaya Malang. Mangkoesoebroto, Guritno. (1999). Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi Michael P. Todaro & Stephen C. Smith. (2011). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga Pertiwi, Lela Dina. (2007). Efisiensi Pengeluaran Pemerintah Daerah Di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan , Vol. 12, No 2. Hal 123-139 Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2009 Tentang Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan Prasetya, Ferry. (2012). Teori Pengeluaran Pemerintah, Bagian V. Modul Ekonomi Publik. Universitas Brawijaya Malang. Putra, Windhu. (2017). Dampak Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia di Perbatasan Indonesia. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan, Vol. 6. No. 2, 120 - 138. Universitas Tanjungpura  Putri, Aristyasani. (2015). Efisiensi Teknis Anggaran Belanja Sektor Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya. Vol. 4 No. 2 Rapiuddin & Bahrul, U. R. (2017). Efisiensi Belanja Pemerintah Di Sektor Pendidikan Dan Kesehatan Di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Ecces. Vol. 4 No. 1 Rusydiana A. S. (2013). Mengukur Tingkat Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis. Bogor: Smart Publishing. Sebayang, Asnita Frida. (2005). Kinerja Kebijakan Fiskal Daerah Di Indonesia Pasca Krisis. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol.10, No.3, 203-204. Universitas Islam Bandung. Suharto, Edi. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung Refika Aditama. Todaro, Michael P. (2003). Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Alih Bahasa: Aminuddin dan Drs.Mursid. Jakarta: Ghalia Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan Yatiman N. & Pujiyono A. (2013). Analisis Efisiensi Teknis Anggaran Belanja Sektor Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Privinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2008-2010. Jurnal of Economics. Vol. 2, No.1, Halaman 1-13. Yoto. (2012). Analisis Pembiayaan Pendidikan Di Indonesia (Suatu Kajian Praktis Dalam Sistem Pengelolaan Anggaran Pendidikan Pada Sekolah Menengah Umum Dan Kejuruan). Jurnal Teknik Mesin. No. 1
MEDIA PENDIDIKAN: Peran dan Fungsinya dalam Pembelajaran Umar, Umar
TARBAWIYAH Vol 10, No 2 (2013): Tarbawiyah -Edisi Juli-Desember 2013
Publisher : TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media, originally known simply as an aid in learning activities that serve to provide a visual experience to students, increase learning motivation, clarify, and simplify the complex and abstract concepts become more simple, concrete and easy to understand. Now, in addition to tool also has become a concept of learning technologies or its use as a learning resource in the learning process.Kata Kunci: Role, Function and Learning Media 
STUDI KOMPARATIF PENGUASAAN KONSEP ULUMUL QUR’AN DALAM PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN FULL E-LEARNING DAN BLENDED E-LEARNING Umar, Umar
JURNAL TAPIS Vol 13, No 1 (2013): Nomor 1 Tahun 2013, Edisi Januari
Publisher : P3M STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how differences in student mastery of the material concept Ulumul Quran and how students respond after getting lessons with full e-learning (e-learning entirely) and blended e-learning (a combination of e-learning and face to face). The research method used was experimental real (true experiment) randomize design with the pretest-posttest control group performed at STAIN Jurai Siwo Metro. Analysis of test data performed by the t-test statistical techniques to look at the difference in mean score of the pretest and posttest mastery of concepts both study groups, and quantitative analysis of Likert scale on student responses. Posttest grades shows that students classroom full of e-learning has increased mastery of the concept of a higher grade than students of blended e-learning. However, the results of statistical calculations apparently increased mastery of concepts between experimental and control classes were not significantly different. From the results of different test average posttest study both classes, obtained Sig. (2-tailed) sebesar 0,083. The point is 0,083 > 0,05. Tcount is located in the reception area H0, proving that there is no significant difference between the mean posttest classroom full of e-learning and blended e-learning classes. When viewed an average of N-Gain between experimental class with a class that controls 54% and 47% experienced an increase in the medium category. Keywords: Comparative, Ulumul Quran full e-learning and blended e-learning.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT DAN UREA MOLASES BLOK (UMB) TERHADAP HEMOGLOBIN SAPI POTONG Syam, Jumriah; Tolleng, A.L; Umar, Umar
Teknosains Vol 10, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out how the effect of feed concentrate andthe urea molasses block (UMB) to hemoglobin beef cattle. Riset in SamataFarming Integrated Systems (FIS) Gowa Regency and Lab. IntegratedLivestock Product Technology, Faculty of Science and Technology UINAlauddin Makassar. The method used a randomized block design (RAK) with2 x 6 pattern, (T1; forage 70 + concentrate 30%), (T2; forage 70 + UMB30%), using as 12 heads of bali cattle. Data analysis using t-student. Theresults showed that the concentrate and the urea molasses block (UMB), wasnot significant (P> 0.05) to the hemoglobin value of beef cattle.
MEDIA PENDIDIKAN: Peran dan Fungsinya dalam Pembelajaran Umar, Umar
JURNAL TARBAWIYAH Vol 11, No 1 (2014): Tarbawiyah Edisi Januari-Juni 2014
Publisher : JURNAL TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

First of all media just known as aids in learning activities and the function is to give visual experience to students, increasing learning motivation, make it clear and esier the concept which complicated and abstract to be simple, concrete and easy for understanding. Now, learning media not only as an aids but also as a learning concept of technology that the function and used as a learning source inlearning proces.Key word : Learning Media
RAGAM ISTILAH DALAM ETIKA PROFESI KEGURUAN Umar, Umar
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Guru adalah suksesi fungsional yang memiliki peranan penting dalam penye­lenggaraan pendidikan. Eksistensi seorang guru tidak hanya sebagai perantara pembelajaran, tetapi kedudukannya sekaligus menjadi penentu keberhasilan capaian tujuan pendidikan. Namun akhir-akhir ini prototipe guru yang semesti­nya digugu dan ditiru, seakan sirna karena adanya perbuatan segelintir guru yang melanggar hukum seperti; pelecehan seksual, sampai kasus penyalahgu­naan narkoba, menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran beretika dalam ruang lingkup profesi guru. Meski demikian, pandangan yang mendeskreditkan posisi guru tidak seluruhnya digunakan, mengingat masih banyak figur-figur guru dengan dedikasi tinggi serta integritas kepribadian yang menjunjung nilai-nilai etika profesi.Abstract: Teachers are the functional succession that have an important role in education. The existence of teachers not only as the intermediary of learning, but their position also determine the success of achieving the goal of education. However, lately the prototype of teacher that should be beliefed and imitated as if become vanished because of the act of few unresponsible teachers who breaking the laws such as sexual harrassment, and drug abused which shows the low level of awareness in ethical conduct in the scope of teaching profession. However, it must be understood that this view discredit the position of teachers and must not be applied to all teachers because some of them have shown a high  dedication and personal integrity that uphold the ethical values of professionalism. 
KESALAHAN KOMUNIKASI MATEMATIS (TERTULIS) SISWA KETIKA MEMAHAMI SOAL CERITA Maulyda, Mohammad Archi; Hidayati, Vivi Rachmatul; Erfan, Muhammad; Umar, Umar; Sutisna, Deni
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.143 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.7.1.2020.1-7

Abstract

Communication is an important ability for every human. Communication in this article is focused on written mathematical communication. This study aims to describe students? errors in written mathematical communication at SMPN 1 Tembelang, Jombang class VIII F in solving word problems. The type of study is a qualitative descriptive study. The results of the study indicate that (1) there are still many students who are unable to communicate the results of their work properly. (2) The most mathematical error in mathematical communication is couldn?t illustrate the word problems into mathematics equations. (3) It was found that students communicated their answer incoherently (unsystematic and incomplete).
Hubungan Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pembentukan Perilaku Sosial Warga Perumahan PT Djarum Singocandi Kudus Umar, Umar; Hakim, M Arif
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4898

Abstract

Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk selamat di dunia dan akhirat, yaitu sebagai manusia yang bertaqwa terhadap Tuhannya, beradab, dan manusiawi, yang berbeda dari cara-cara hidup hewan atau makhuluk lainnya.Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan dan menjadi pendorong atau penggerak serta pengontrol tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan, pranata sosial masyarakat yang bersangkutan, maka nilai pranata sosial itu terwujud sebagai simbol suci dan maknanya bersumber pada ajaran-ajaran agamanya yang menjadi kerangka acuannya.Di sebuah negara yang pluralis dalam kehidupan agama seperti Indonesia ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama didukung oleh tiga macam motif. Pertama, motif historis, bahwa menurut sejarah, bangsa Indonesia dari zaman ke zaman urusan hidup beragama menjadi urusan pemerintah pusat. Kedua, ikut sertanya pemerintah dalam urusan agama dalam bentuk lembaga kenegaraan dimaksud juga untuk memenuhi keingginan golongan Islam yang merupakan mayoritas dan menurut keyakinan golongan ini agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Ketiga, motif politik, pemerintah mempunyai jaminan yng kuat bahwa dengan ikut sertanya dalam masalah ini akan dapat diciptakan kerukunan dan keamanan nasional yang merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.
Sunnah dalam Perspektif Al-Syafi'i umar, umar
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 3, No 2 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i2.3691

Abstract

Imam al-Syafi’i adalah seorang mujtahid besar yang menjadi sandaran sebuah madzhab disebut madzhab al-Syafi’i. Di samping dikenal sebagai seorang mujtahid dalam bidang hukum Islam, juga sebagai ahli hadits.Pengalaman beliau berguru kepada para ulama di berbagai kota yang didukung dengan kecerdasan intelektualnya yang tinggi, menjadikannya semakin kritis dalam mengungkap berbagai fenomena kehidupan dan perkembangan hukum.Beliau adalah orang yang pertama kali mencoba mendefinisikan sunnah secara lebih jelas, dengan cara mengidentikkannya dengan hadits, di samping itu beliau juga telah dengan gigih mempertahankan sunnah sebagai salah satu sumber penetapan syari’at Islam. Beliau berjasa besar di dalam membela sunnah Nabi, sehingga sudah selayaknyalah kiranya beliau mendapatkan gelar sebagai Nashir al-Sunnah (Sang Pembela Sunnah). Meskipun pada sisi yang lain, harus pula diakui bahwa beliaulah orang yang pertama kali mempersempit ruang lingkup pengertian sunnah itu sendiri, sebagai konsekuensi dari konsep yang telah beliau terapkan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Taipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IXA SMP Negeri 1 Sirenja Pada Materi Uang dan Lembaga Keuangan Bukan Bank Umar, Umar
Jurnal Kreatif Online Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.669 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Sirenja pada materi uang dan lembaga keuangan bukan bank. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Sirenja yang berjumlah 39 orang, yakni 21 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan desain setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian diperoleh selama pelaksanaan tindakan dan tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi uang dan lembaga keuangan bukan bank. Hal ini terbukti daya serap klasikal pada siklus I diperoleh sebesar 48,7% sedangkan pada siklus II sebesar 94,8%.