Adrien Jems Akiles Unitly
Universitas Pattimura

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA HABITAT HUTAN BERBEDA KETINGGIAN DI KAWASAN HUTAN TELAGA WARNA PUNCAK BOGOR Safrida, Safrida; Unitly, Adrien Jems Akiles; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Biologi Edukasi Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Biologi Edukasi
Publisher : Jurnal Biologi Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.58 KB)

Abstract

Arthropoda permukaan tanah merupakan Arthropoda yang melakukan aktivitas makan, reproduksi, dan aktivitas mencari makanan di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Arthropoda permukaan tanah sampai tingkat ordo pada habitat hutan berbeda ketinggian di kawasan hutan Telaga Warna Puncak Bogor. Penelitian dilakukan di kawasan hutan Telaga Warna Puncak Bogor, dan pengambilan data dilakukan pada lokasi A : hutan bagian bawah, ketinggian ± 1.500 dpl, lokasi B : hutan bagian atas,ketinggian ± 1.600 dpl, lokasi C : hutan pinggiran telaga, ketinggian ± 1.400 dpl, lokasi D : hutan dekat pondok, ketinggian ± 1.400 dpl. Metode yang digunakan adalah metode pitfall trap, yang diletakkan pada habitat hutan yang memiliki ketinggian yang berbeda. Arthropoda yang diperoleh diindentifikasi sampai tingkat ordo, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan hutan dengan ketinggian ± 1.500 dpl diperoleh 35 individu dari ordo Amphipoda, Araneae, Blattodea, Coleoptera, Collembola, Diptera, Homoptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Orthoptera, pada ketinggian ± 1.600 dpl diperoleh 89 individu dari Ordo Amphipoda, Araneae, Coleoptera, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera, pinggiran telaga pada ketinggian ± 1.400 dpl diperoleh 29 individu dari Ordo Araneae, Coleoptera, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera, dan hutan dekat pondok dengan ketinggian ± 1.400 dpl diperoleh 26 individu dari Ordo Amphipoda, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera. Kesimpulan diperoleh adalah pada  kawasan hutan Telaga Warna Puncak ditemukan 10 ordo dan 179 individu dari Arthropoda.
KEADAAN PUASA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS Rattus Norvegicus unitly, Adrien jems Akiles
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan insulin pada jaringan yang membutuhkannya (jaringan Adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos) dapat mengakibatkan sel kekurangan glukosa sehingga sel memperoleh energi dari asam lemak bebas clan menghasilkan metabolik keton (ketosis). Pada jaringan tidak membutuhkan insulin (hati, saraf, otak, ginjal, mata dan saluran pencernaan), kondisi hiperglikemia ini menyebabkan sel menerima glukosa terlalu banyak dan dapat menyebabkan Diabetes Melitus dan berbagai komplikasi. Tikus yang telah dipersiapkan menjadi hewan model diberi perlakuan dan diamati setelah itu diukur kadar glukosa darahnya sehingga didapatkan hasil bahwa perlakuan puasa pada tikus mempengaruhi fisiologi tubuh tikus. Hal ini di tandai dengan adanya penurunan berat badan dan terjadi perubahan kadar glukosa darah pada tikus. Perubahan kadar glukosa darah antara perlakuan awal, 18, 42, 66 dan 72 jam perlakuan (direcovery) tidak berbeda nyata, tetapi secara kasat mata secara terus menerus terjadi pada tikus puasa makan. Kata kunci : glukosa, hati, insulin.
Microscopic Analysis of The Lung in Male Rat (Rattus Norvegicus) Exposed to Cigarettes Smoke Unitly, Adrien Jems Akiles; Kusumorini, Nastiti; Agungpriyono, Srihadi; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Boediono, Arief
Jurnal Biologi Edukasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Biologi Edukasi
Publisher : Jurnal Biologi Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.415 KB)

Abstract

This research aimed to study on the microscopic changes of lungs in male rat that exposured to cigarette smoke. A factorial CRD with periode of treatment and sample collection was applied in this study. An exposure of cigarette smoke was carried out at 10 cigarettes/rat/day for 2.5 hours in an smoking chamber. Group N is untreated animals. Group 20d is exposed animals with cigarette smoke for 20 days consectitively and released from the cigarette smoke exposure for 20 days. Group 40d is exposed animals for 40 days and released from the cigarette smoke for 40 days. Group 60d is exposed animals for 60 days similar as above. Data collection was carried out twice : after exposure and after redeasing the cigarette smoke exposure. The parameters of observation microscopic analysis of lungs included weight wet of lung and change of lung histopathologic.The results show decreased weight wet of lung, increased number of blackish particulate deposits in the cytoplasm of alveoli at 40d and 60d considered as tar deposit, an increased activity of inflammatory cells of male rats after exposing which were unable to recover after releasing of cigarette smoke exposure.  
KEADAAN PUASA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS Rattus Norvegicus unitly, Adrien jems Akiles
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effect of Steeping Syzygium aromaticum L. Leaves on The Acceleration of Healing of Rattus norvegicus Burns Unitly, Adrien Jems Akiles; Luarwan, Welmince T.
Jurnal Biologi Edukasi Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Biologi Edukasi
Publisher : Jurnal Biologi Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.493 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of clove leaf steeping (Syzygium aromaticum L.) on the repair of burns of Rattus norvegicus rats. Samples were 12 rats and were divided into 4 groups. Each group was given clove leaf steeping at a dose of 0.09g / species/ day, 0.18g / species / day, 0.36g / species / day, and the control group. Samples were adapted for a week, then treated for 14 days. The results showed a burn repair that was also shown statistically between the length and width of burns of Rattus norvegicus mice. It was concluded that administration of clove leaf steeping (Syzygium aromaticum L.) was able to accelerate the healing of Rattus norvegicus rat burns, with the most effective dose being 0.36g.