Muhammad Usamah
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate 97726, Indonesia.

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA ALIRAN LAMINER PADA TEMPERATUR 250 C HINGGA 400 C DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT Usamah, Muhammad; Bayuseno, A.P.; Muryanto, S.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena  adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan  ion pembentuk kerak  yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air.  Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu  jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak  kalsium karbonat  dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan  temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat ditambahkan ke dalam larutan sebagai  aditif  dengan konsentrasi 0,  3, dan 5  ppm. Pengkristalan dan selanjutnya pembentukan kerak dalam pipa dengan berubahnya konduktifitas larutan, yaitu konduktifitas makin rendah. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, selanjutnya analisa XRD digunakan untuk membuktikan bahwa kerak yang dihasilkan dalam penelitian ini benar kerak kalsium karbonat. Dengan adanya penambahan aditif asam malat dari 3 ppm dan 5  ppm,  bahwa  kerak yang terbentuk makin sedikit.  Aditif  asam malat    juga  diprediksi mempengaruhi morfologi kristal dan ukurannya.    Keywords: : CaCO3, temperatur, asam malat,  kerak.
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT (C4H6O5) Usamah, Muhammad
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.76 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan ion pembentuk kerak yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi Ca2+ 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai aditif dengan konsentrasi 0, 3, dan 5 ppm. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, dari hasil SEM menunjukkan bahwa pada temperatur 25oC tanpa aditif kerak yang terbentuk adalah jenis kalsit dan vaterit, sedangkan dengan aditif 5 ppm kerak yang terbentuk adalah jenis vaterit dengan ukuran kristal yang lebih besar dan terdapat juga bentuk kalsit, namun jenis vaterit yang lebih dominan. Sedangkan pada temperatur 40oC tanpa aditif jenis kristal yang terbentuk adalah jenis aragonit yang menyerupai tumpukan jarum.
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CACO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT (C4H6O5) Usamah, Muhammad
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan ion pembentuk kerak yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi Ca2+ 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai aditif dengan konsentrasi 0, 3, dan 5 ppm. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, dari hasil SEM menunjukkan bahwa pada temperatur 25oC tanpa aditif kerak yang terbentuk adalah jenis kalsit dan vaterit, sedangkan dengan aditif 5 ppm kerak yang terbentuk adalah jenis vaterit dengan ukuran kristal yang lebih besar dan terdapat juga bentuk kalsit, namun jenis vaterit yang lebih dominan. Sedangkan pada temperatur 40oC tanpa aditif jenis kristal yang terbentuk adalah jenis aragonit yang menyerupai tumpukan jarum.
EFEKTIVITAS TINGKAT PELAYANAN DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH PADA PERUSAHAN DAERAH AIR MINUM PDAM DESA SAKETA KECAMATAN GANE BARAT Usamah, Muhammad; Djaib, Fazrin
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM sebagai satu-satunya instansi yang menjadi tumpuan harapan dalam peningkatan pelayanan air bersih perpipaan bagi masyarakat selaku konsumen air bersih yang antara lain menyangkut jaminan untuk memperoleh pelayanan air bersih dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang layak serta harga  yang terjangkau. Namun dalam pendistribusian air bersih kepada pelanggan belum dapat memberikan tingkat pelayanan yang merata dan efektif dalam hal kuantitas, kontinuitas dan Kualitas. Bertitik tolak dari uraian diatas maka perlu dikaji melalui suatu penelitian untuk menjelaskan bagaimana efektivitas tingkat pelayanan air bersih PDAM Desa Saketa ditinjau dari indikator kualitas pelayanan yaitu kuantitas aliran air, kontinuitas dan kualitas serta tingkat kehilangan air yang dialami. Kualitas air yang memenuhi syarat atau standar yang berlaku dari parameter fisik, biologis dan kimiawi. Untuk kontinuitas air bersih harus tersedia 24 jam per hari, atau setiap saat diperlukan. Kebutuhan air tersedia dan untuk kuantitas yang dikehendaki adalah yang memenuhi standar kebutuhan air untuk Desa dan Kecamatan. Untuk mengkaji masalah tersebut maka dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif dimana peneliti mengungkapkan secara komprehensif kondisi yang ada. Berdasarkan hasil penelitian data kualitas air yang ditinjau dari sifat fisik telah memenuhi syarat naum untuk sifat biologisnya tidak memenuhi standar karena mengandung bakteri caliform melebihi ambang batas yang diperbolehkan dan perlu dilakukan chlorinasi untuk menurunkan pH yang juga akan mengatasi permasalahan parameter bakteriologi. Dari kuantitas air pada PDAM Desa Saketa hanya terdapat 46,84% responden yang menyatakan air yang didistribusikan memenuhi kebutuhan akan air bersih. Sedangkan untuk kontinuitas air yang mengalir secara kontinyu selama 24 jam/hari hanya 77,22% dari total responden yang terlayani selama 24 jam/hari. Maka dikatakan tingkat pelayanan PDAM Desa Saketa masih kurang efektif.
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT (C4H6O5) Usamah, Muhammad
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.76 KB)

Abstract

ABSTRAK  Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan ion pembentuk kerak yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi Ca2+ 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai aditif dengan konsentrasi 0, 3, dan 5 ppm. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, dari hasil SEM menunjukkan bahwa pada temperatur 25oC tanpa aditif kerak yang terbentuk adalah jenis kalsit dan vaterit, sedangkan dengan aditif 5 ppm kerak yang terbentuk adalah jenis vaterit dengan ukuran kristal yang lebih besar dan terdapat juga bentuk kalsit, namun jenis vaterit yang lebih dominan. Sedangkan pada temperatur 40oC tanpa aditif jenis kristal yang terbentuk adalah jenis aragonit yang menyerupai tumpukan jarum.
EFEKTIVITAS TINGKAT PELAYANAN DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH PADA PERUSAHAN DAERAH AIR MINUM PDAM DESA SAKETA KECAMATAN GANE BARAT Usamah, Muhammad
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.53 KB)

Abstract

PDAM sebagai satu-satunya instansi yang menjadi tumpuan harapan dalam peningkatan pelayanan air bersih perpipaan bagi masyarakat selaku konsumen air bersih yang antara lain menyangkut jaminan untuk memperoleh pelayanan air bersih dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang layak serta harga  yang terjangkau. Namun dalam pendistribusian air bersih kepada pelanggan belum dapat memberikan tingkat pelayanan yang merata dan efektif dalam hal kuantitas, kontinuitas dan Kualitas. Bertitik tolak dari uraian diatas maka perlu dikaji melalui suatu penelitian untuk menjelaskan bagaimana efektivitas tingkat pelayanan air bersih PDAM Desa Saketa ditinjau dari indikator kualitas pelayanan yaitu kuantitas aliran air, kontinuitas dan kualitas serta tingkat kehilangan air yang dialami. Kualitas air yang memenuhi syarat atau standar yang berlaku dari parameter fisik, biologis dan kimiawi. Untuk kontinuitas air bersih harus tersedia 24 jam per hari, atau setiap saat diperlukan. Kebutuhan air tersedia dan untuk kuantitas yang dikehendaki adalah yang memenuhi standar kebutuhan air untuk Desa dan Kecamatan. Untuk mengkaji masalah tersebut maka dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif dimana peneliti mengungkapkan secara komprehensif kondisi yang ada. Berdasarkan hasil penelitian data kualitas air yang ditinjau dari sifat fisik telah memenuhi syarat naum untuk sifat biologisnya tidak memenuhi standar karena mengandung bakteri caliform melebihi ambang batas yang diperbolehkan dan perlu dilakukan chlorinasi untuk menurunkan pH yang juga akan mengatasi permasalahan parameter bakteriologi. Dari kuantitas air pada PDAM Desa Saketa hanya terdapat 46,84% responden yang menyatakan air yang didistribusikan memenuhi kebutuhan akan air bersih. Sedangkan untuk kontinuitas air yang mengalir secara kontinyu selama 24 jam/hari hanya 77,22% dari total responden yang terlayani selama 24 jam/hari. Maka dikatakan tingkat pelayanan PDAM Desa Saketa masih kurang efektif.