Husaini Usman
SMK Negeri 2 Pengasih Kulonprogo Yogyakarta

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN MENYONGSONG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Usman, Husaini; Eko Raharjo, Nuryadin
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN Februari 2013, Th. XXXII, No. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.538 KB) | DOI: 10.21831/cp.v5i1.1253

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep strategi kepemimpinan pembelajaran. Perbedaan pembelajaran di SMK dengan SMA membawa konsekuensi strategi kepemimpinan pembelajaran yang berbeda pula. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis grounded theory. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan anggota komite sekolahsecara snowball. Orang kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Objek penelitian adalah pelaku, konsep, tempat, dan kegiatan. Keabsahan data dilakukan dengan kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan komfirmabilitas. Langkah-langkah dan analisis data yang digunakan adalah model Lichman (2011). Penelitian menemukan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran adalah: keteladanan, pembelajaran di kelas dan luar kelas, kultur sekolah, dan penguatan.Kata Kunci: strategi, kepemimpinan pembelajaran, implementasi kurikulum 2013THE STRATEGY OF INSTRUCTIONAL LEADERSHIP TOWARD THE IMPEMENTATION OF CURRICULUM 2013Abstract: Theresearch was aim to find the strategy concept of instructional leadership. Different between VHS and HS learning bring coonsequency different of strategy of instructional too. The research used was qualitative with grounded theory type. Research instrument is the researchers ourself. Data collecting technique were used deep-interview, participation observation, and documentation. Reseach subjects areprincipal, vice principals, and school committee members with snowball. Key informan is principal. Research objects are: persons, concept, place, and activities. Verification of data was done by credibility, transferability, dependability, and comfirmability criteria. Stage and data analysis were used the Lichman model (2011). The research findings that the strategy of instructional leaderships are modeling, learning in and out classroom, school culture, and strengthening.Keywords: strategy, instructional leadership, implementation of curriculum 2013
MODEL KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH Usman, Husaini
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2015, TH. XXXIV, NO. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.243 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7338

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model kepemimpinan instruksional kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multikasus. Instrumen penelitan adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru secara snowball. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Objek penelitian adalah pelaku, konsep, tempat, dan kegiatan. Langkah-langkah dan analisis data menggunakan model Creswell (2014). Keabsahan data dilakukan dengan kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Pada penelitian ditemukan model kepemimpinan instruksional kepala sekolah dengan siklus: pemahaman definisi kepemimpinan instruksional; tujuan dan manfaat kepemimpinan instruksional; indikator kepemimpinan instruksional yang efektif; strategi kepemimpinan instruksional; carapraktis melaksanakan kepemimpinan instruksional. Kata Kunci: kepemimpinan, instruksional, kepala sekolah THE SCHOOL PRINCIPALS? INSTRUCTIONAL LEADERSHIP MODEL Abstract: This study was aimed to find a school principals? instructional leadership model. This study used the multicase qualitative approach. The instrument was the researcher himself. The data were collected using the in-depth interviews, participant observation, and documentation. The subjects were the school principals, vice principals, and teachers taken using the snowball sampling technique. The key informants were the school principals. The object of the study was the persons, concept, places, and activities. The stages and the data analysis used Creswell?s (2014) model. The data validation was carried out using the credibility, transferability, dependability, and confirmability criteria. The findings showed that the school principals? instructional model followed the following cycle: an understanding of the definition of instructional leadership, the objectives and benefits of instructional leadership, indicators of effective instructional leadership, and practical ways of implementing the instructional leadership. Keywords: instructional, leadership, principal
KINERJA GURU SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Warastuti, Wahyu Purwaning; Usman, Husaini
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 3, No 3 (2013): November
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.406 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v3i3.1850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru SMK sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi pada program keahlian Teknik Bangunan di DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel kinerja guru dan subvariabel: pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai, dan pengevaluasi. Populasi pada penelitian ini adalah para guru SMK Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk kompetensi keahlian teknik bangunan sejumlah 115 orang. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan 4 pilihan jawaban yang dijaring melalui pendapat para guru. Uji coba validasi instrumen dilakukan dengan analisis butir dan reliabilitas dihitung menggunakan formula Alpha dari Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan kinerja guru SMK program keahlian Teknik Bangunan di DIY secara keseluruhan memiliki tingkat kinerja yang cukup tinggi. Rerata kinerja guru secara keseluruhan 74.09 dengan rentang skor 26 ? 104. Kinerja guru sebagai pendidik memiliki tingkat kinerja yang tinggi, sebagai pengajar memiliki tingkat kinerja cukup tinggi, sebagai pembimbing memiliki tingkat kinerja cukup tinggi, sebagai pengarah memiliki tingkat kinerja yang tinggi, sebagai pelatih memiliki tingkat kinerja cukup tinggi, sebagai penilai memiliki tingkat kinerja cukup tinggi dan sebagai pengevaluasi memiliki tingkat kinerja cukup tinggi. THE TEACHING PERFORMANCE OF THE VOCATIONAL HIGH SCHOOLS TEACHERS, DEPARTMENT OF CIVIL ENGINEERING IN YOGYAKARTA SPECIAL TERRITORY (DIY)AbstractThe Objective of this research is to know the teaching performance of the teachers of Civil Engineering department in DIY as educator, and teacher, and guide, and director, and coach, and assesor, and evaluator.This was descriptive quantitative research by using teacher?s performance as the variable and subvariables of teacher, instructoxr, guide, director, coach, assesor and evaluator. The populations of the study were 115 teachers of vocational high school in DIY. The teacher have expertise civil engineering. The data were collected by using closed question-naire with four respose choices given to the teachers. The validity of the instrumen was measured through item analysis, while the reability was measured by using Alpha Cronbach Formula.The results of the research show that the teaching performance of vocational school that the teaching performance of vocational school teachers of civil engineering departement in DIY totally have high criterion. The teaching performance was high criterion, teacher?s performance as an educator was have high criterion, teacher?s performance as a guide was have high criterion, teacher?s performance as a director was high criterion, teacher?s performance as a coach was have high criterion, teacher?s performance as an assesor was have high criterion, teacher?s performance as an evaluator was have criterion.
PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI SMK NEGERI RUMPUN BANGUNAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (STUDI KASUS SMKN 2 PENGASIH KULONPROGO) Gunadi, Ahmad; Usman, Husaini
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 5, No 2 (2015): Juni
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.958 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v5i2.6381

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan: perencanaan, pengorganisasia, pelaksanaan, dan pengawasan unit produksi Jurusan Teknik Konstruksi Kayu di SMKN 2 Pengasih, Kulonprogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah pengelola unit produksi, yang meliputi: Ketua UPJ, Ketua UPJ sekolah, dan Kepala Bengkel. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data melalui pemilahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: perencanaan belum dilakukan dengan baik; kendala tidak ada rapat rutin dan lemahnya dokumentasi; tidak semua pengelola terlibat; pengorganisasian belum cukup baik; kendala dalam personalia, sarana dan peralatan yang kurang serta koordinasi; langkah-langkah pelaksanaan lebih menyerupai proses produksi; unit produksi belum berfungsi dengan baik sebagai sarana belajar; pelaksanaan terkendala bengkel yang sekaligus menjadi tempat praktik; langkah dan prinsip pengawasan diterapkan dalam pelaporan keuangan; pihak yang melakukan pengawasan yaitu ketua UPJ Sekolah, ketua UPJ jurusan, dan kepala bengkel; pengawasan terkendala pada tidak adanya SOP. THE MANAGEMENT OF PRODUCTION UNIT OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN THE FIELD OF BUILDING PROGRAM IN SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA (A CASE STUDY OF SMKN 2 PENGASIH KULONPROGO)AbstractThis research is aimed to reveal: the planning, the organizing, the implementation, and the controlling of the production unit of Wood Construction Engineering Department of SMKN 2 Pengasih, Kulonprogo District. The research was qualitative with the case study approach. The subjects of the research were the managers of production unit, including; the managers of UPJ, the head of the school?s UPJ, and the head of the workshop of wood construction. The technique used in the data collection was interviews, observations and documents. The data analysis was conducted by the stages of the data selection, data reduction, data presentation, and conclusions drawing. The results of the research; the planning has not been implemented optimally; the obstacles in the planning, i.e. the absence of regular meetings, specifically those discussing and the lack of documentations; not all the managers are involved; the organizing involves the distribution of the tasks, the delegation of tasks and authorities, as well as coordination; the obstacles in the personnel, inadequate facilities and infrastructure as well as the coordination; the implementation measures indicate the implementation functions applied are more like the implementation of the production process; the production unit has not functioned properly as a educational tool; the implementation is constrained by the workshop which also becomes a practicum place; the steps and the principles of supervision are only applied in terms of financial statements; the parties supervising the UPJ are the managers of the school UPJ, the managers of the department UPJ, and the head of the workshop; the supervision is constrained to the absence of SOP.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Usman, Husaini; Raharjo, Nuryadin Eko
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 21, No 2 (2012): (Oktober)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.661 KB) | DOI: 10.21831/jptk.v21i2.2940

Abstract

ABSTRACKOne of the strengths of Vocational High School compared to the general school is the students trainedto be entrepreneur. To support it, the learning model that needs to be developed is the character education forentrepreneurship. The purpose of this research is to gain the appropriate learning model to support charactereducation for entrepreneurship.This study was conducted by using grounded theory approach at Depok 2 VocationalHigh School, Sleman, Yogyakarta. The reserach subject was chosen by using snowball sampling technique throughthe setting of place, respondent and activitiy. Data analysis technique was using Miles & Hubberman model.The result of the reserach showed that learning models to enhance character education for entrepreneurship atDepok 2 Vocational High School was using (a) role modelling,(b) Integrating learning inside and outside theclassroom, (c) school culture assimilization, (d) strengtening. This school needed to develop the learning modelfor entrepreneurship education which was synergic between character education and entrepreneurship learning.The integration was implmented by accomodating intervention: cultur:structure and figure. The implementationcovered: (1) classroom learning, (2) co curricul extracurricular, (3) learning through school culture, and (4)learning activities at home and in the community.Keywords: learning model, entrepreneurial character, vocational high schoolABSTRAK
KEPEMIMPINAN BERKARAKTER SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KARAKTER Usman, Husaini
Jurnal Pendidikan Karakter No 3 (2013): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Okt0ber 2013, TH. III No. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.24 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i3.2749

Abstract

Abstrak: Indonesia sangat kaya dengan budaya. Salah satu budaya Indonesia adalah cenderung patnernalistik. Yunior menghormati senior atau orang yang dituakan. Pemimpin sebagai senior disegani bawahan. Pemimpin menjadi teladan bagi bawahan karena itu ia harus mampu memberi keteladanan untuk dicontoh bawahannya. Kepemimpinan yang berkarakter memiliki empat sifat utama: memiliki sifat jujur, memandang jauh ke depan, membei inspirasi, dan cakap. Kombinasi keempat sifat tersebut membentuk kredibitas. Pemimpin yang kredibel dapat dipercaya. Esensi kepemimpinan adalah kepercayaan. Cara melakukan kepemimpinan berkarakter adalah dengan melakukan keteladanan secara nyata kepada bawahan sehingga mereka terpengaruh untuk melakukannya. Setelah bawahan melakukannya berarti kepemimpinan berkarakter berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter bagi bawahannya. Kata Kunci: kepemimpinan berkarakter, keteladanan pemimpin, kredibilitas, pendidikan karakter LEADERSHIP WITH CHARACTER AS A MODEL FOR CHARACTER EDUCATION Abstract: Indonesia is rich with culture. One of the Indonesia cultures is a paternalistic tendency. The young respect the old or those considered seniors. Leaders as seniors are respected by the subordinates. Leaders are examples for the subordinates; therefore, they must be able to become models for their subordinates. Leadership with character has four main traits: honest, futuristic, inspirational, and capable. The combination of these four traits build the credibility. A credible leader can be trusted. The essence of leadership is trust. Implementing the leadership with character is by providing real examples for the subordinates so that they are inspired to model the given examples. When the subordinates have modeled their leader, the leadership with character has functioned as a means of character education for the subordinates. Keywords: leadership with character, leader?s role model, credibility, character education
PERMASALAHAN PENDIDLKAN MENYONGSONG PASAR BEBAS Usman, Husaini
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1997,TH.XVI
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5579.015 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9217

Abstract

Era pasar bc:bas merupakan peluang dan tantangan bagi lulusan pendidikanyang berkualitas untuk bc:rsaing sekaligus bekerjasama dengan bangsa-bangsa Aseanlainnya dalam merebutkan peluang pasar. Langkah strategis untuk mengembangkankualilas SDM ialah pendidikan. Dalarn melaksanakan langkah strategis tersebut, duniapendidikan dihadapkan pada berbagai masalah seperti: kompelisi, kooperasi, adaptasi:'partisipasi, negosiasi, Icomunikasi, inovasi, dan jati diri.Penyebab timbulnya masalah-masalah tersebut di antaranya adalah: sentralisasibirokrasi, meremehkan kualitas, monopoli, oligopoli, korupsi , pungli, rnengejar targetkuantitas, belurn dapat belcerja secara tim, belum ada peraturan perundang-undangantentang kerjasama pengusaha dengan pengelola selcolah, belenggu aturan-aturanpraktis, rendahnya kualitas SDM. lemahnya daya bayar masyarakat; rendahnyaketerampilan berkomunikasi, tenutupnya budaya dialogis ilmiah, terbiasa menungguperintah dari atas, dan dampak negatif globalisasi.AJternalif pemecahan masalah antara lain: mengadakan Undang-Undang antimonopoli, menggalakkan budaya kualilas. menciptakan pengelola pendidikan danlulusan-Iulusan yang terampil berkooperasi. mengembangkan lebih banyak pendidikanbidang eksakta, meningkalkan kemitraan dengan swasta, meningkatkan penelilianmengembangkan pendidikan profesional, membudayakan akreditasi pendidikan,menggalakkan pendidikan kewiraswastaan, mengadakan deregulasi pendidikan,membekali teori dan pralctek negosiasi. mengikuti kursus bahasa, membudayakan dialogi1miah dan mitra bestari, melibatkan pengelola pendidikan dalam perencanaanpendidikan, meningkalkan dukungan sumber daya pendidikan, melestarikan budaya .banggsa, dan memperkuat iman dan taqwa.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TALIWAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nurdin, Muhammad; Usman, Husaini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.66 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader, bentuk dukungan dari followers, dan situasi sekolah yang kondusif bagi kepemimpin-an Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri 1 Taliwang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek utamanya adalah Kepala Sekolah, satu guru putra, satu guru putri, unsur komite sekolah, satu staf tata usaha sekolah, dan security sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pengamatan dilakukan secara terus menerus tentang aktivitas yang berlangsung di sekolah.Di dalam observasi ini, juga dilakukan pemotretan terhadap objek-objek yang mendukung kepemimpinan Kepala Sekolah. Data yang diperoleh dari Kepala Sekolah, dikroscek kembali terhadap pernyataan para subjek lainnya.Pengumpulan data dilakukan secara berulang-ulang sampai data tersebut jenuh. Data yang dianalisis menggunakan model Interaktif Milles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader yang diwujudkan dengan memberikan keteladanan, motivasi, dan mendukung warga sekolah untuk meningkatkan kompetensinya. 2). Bentuk dukungan dari followers bagi kepemimpinan Kepala Sekolah berupa loyalitasnya untuk menjalankan tugas dan arahan yang diberikan oleh Kepala Sekolah. 3). Bentuk dukungan dari situasi sekolah berupa lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk mendukung keberhasiln proses pembelajaran.Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, sekolah dasar
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN EFEKTIF KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN Sukendar, Sukendar; Usman, Husaini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.408 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: karakteristik kepemimpinan efektif  kepala sekolah, karakteristik pengikut, karakteristik situasi, hambatan dan cara mengatasi hambatan. Penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif. . Tempat penelitian adalah SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul.. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik pemimpin yaitu: a) visioner, b) memiliki kemampuan berkomunikasi dan c) memiliki kepribadian yang baik; 2) karakteristik pengikut yaitu: a) mengenali karakteristik pimpinannya b) guru dan karyawan tunduk dan patuh,; 3)karakteristik situasi  yaitu: a) adanya kemampuan kepala sekolah dan warga sekolah dalam menghadapi krisis, b) tidak adanya ketergantungan dari para guru; 4) Faktor yang menghambat adalah: a) cara pandang atau cara pikir individu-individu dalam warga sekolah, b) masih ada guru yang sulit diajak kerjasama; 5) cara mengatasi hambatan yaitu membangun dan mengembangkan komunikasi.Kata kunci: kepemimpinan, efektif, kepala sekolah
ENTREPRENEURIAL CHARACTER EDUCATION THROUGH THE SCHOOL CULTURE IN THE VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Raharjo, Nuryadin Eko; Sukardi, Sukardi; Usman, Husaini
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 8, No 2 (2018): June
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.003 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v8i2.20354

Abstract

The study was to describe the implementation of the entrepreneurial character education through the school culture in the vocational high schools (VHSs).The method that the researcher made use in the study was the qualitative one. The study was conducted in the 2 Depok Public Vocational High School and the 2 Pengasih Public Vocational High School. The data source in the study was the school members, the documents, and the school cultures. The data was collected by means of observation, interview, and documentation. For the instruments, the researcher made use of the human instrument and the interview guideline. The data was analyzed by using the open coding, the axial coding and the selective coding. The findings in the research were as folows: the entrepreneurial character education by means of the school culture implementation in the VHSs had been included in the entrepreneurship culture through: (1 ) the five artifacts in the verbal/conceptual dimension that might generate 17 dominant entrepreneurial characters; (2) the five artifacts in the action/behavioral dimension that might generate 8 dominant entrepreneurial characters; and (3) the four artifacts in the physical/material dimension that might generate seven dominant entrepreneurial characters.