Nasir Usman
Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 53 Documents
Articles

PENGEMBANGAN FKIP MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Usman, Nasir
Jurnal Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan FKIP melalui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum potensial dalam suatu kegiatan pembelajaran, sehingga mahasiswa diharapkan dapat menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Dengan begitu, pendekatan KTSP juga merupakan proses aktualisasi dari kurikulum tertulis. KTSP merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga lulusan FKIP dapat  memiliki sejumlah kompetensi yang sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya yang dibutuhkan di era globalisasi.   Kata Kunci: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)   Development of Guidance and Counseling through the implementation of the Education Unit Level Curriculum (SBC) is a process of applying ideas, concepts, and potential curriculum policy in a learning activity, so students are expected to master a particular set of competencies. That way, the SBC approach is also a process of actualization of the written curriculum. SBC is a concept of a curriculum that emphasizes the development of the ability to do (competence) tasks with specific performance standards, so it can have a number of Guidance and Counseling graduate competencies as needed in the field, especially needed in the era of globalization. Keywords: Education Unit Level Curriculum (SBC)
PENINGKATKAN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SESUAI DENGAN TUNTUTAN GLOBAL Usman, Nasir
Jurnal Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi variabel determinan dan kedudukannya krusial ketika suatu bangsa menginginkan warganya berkualitas. Menjadikan pendidikan sebagai leading sector, benchmarking dari negara-negara lain,  good and clean government dalam era global bukan hanya sebagai persyaratan, tetapi lebih dari itu, ia menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Reformasi dan transformasi pendidikan selayaknya dilaksanakan sebagai langkah pembaruan dan pemberdayaan peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan secara simultan dengan sektor-sektor lainnya, Untuk itu, proses pembelajaran pada berbagai lembaga pendidikan harus berpijak pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Kata kunci: peningkatan mutu, penyelenggaraan pendidikan   Education becomes the determinant variables and crucial position when a nation wants quality citizens. Make education as the leading sector, benchmarking of other countries, good and clean government in a global era is not just a requirement, but more than that, it becomes imperative that can not be indispensable for improving welfare. Reform and transformation of education reform should be implemented as a step to improve the quality of education and empowerment, which are carried out simultaneously with other sectors, for that, the learning process in educational institutions should be based on four pillars of education, namely: learning to know, learning to do , learning to live together and learning to be. Keywords: quality improvement, education
THE MANAGEMENT PROGRAMS OF ACEH TENGAH EDUCATIONAL BOARD CHAIRMAN IN IMPROVING THE ELEMENTARY EDUCATION QUALITY Arnanda, Sabri; Murniati, Murniati; Usman, Nasir
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The Management Programs of Aceh Tengah Educational Board Chairman in Improving the Elementary Education Quality. Objectives: The purpose of this research is to describe the planning, implementation strategy, and evaluation of the management programs of Aceh Tengah Educational Board Chairman in improving the quality of elementary education. Methods: Data collection using qualitative methods and data collection techniques through: Observation, interviews and documentation studies. The research subject is head of Education office, head of field, school principal. Findings: The results showed that planning was formulated through the Musrenbang and the results of the evaluation of the previous period and involving government, MPD and community leaders. The strategy of implementing the program by involving the whole field, by providing the development of tasks according to their respective fields, such as training to improve the quality of educators ' resources, improvement of facilities and infrastructure such as computerized and digitisation and improvement of administrative services such as ease of access to program and ease of communication.Keyword: Management, educational board chairman, quality education. Abstrak: Program Manajemen Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, strategi implementasi, dan evaluasi program manajemen Ketua Dewan Pendidikan Aceh Tengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Metode: Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui: Pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala Dinas Pendidikan, kepala bidang, kepala sekolah. Temuan: Hasil menunjukkan bahwa perencanaan dirumuskan melalui musrenbang dan hasil evaluasi periode sebelumnya dan melibatkan pemerintah, MPD dan tokoh masyarakat. Strategi pelaksanaan program dengan melibatkan seluruh bidang, dengan memberikan pengembangan tugas sesuai bidangnya masing-masing, seperti pelatihan untukmeningkatkan kualitas sumber daya pendidik, peningkatan fasilitas dan infrastruktur seperti komputerisasi dan digitalisasi serta peningkatan administrasi layanan seperti kemudahan akses ke program dan kemudahan komunikasi.Kata kunci: manajemen, ketua dewan pendidikan, pendidikan berkualitas.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v10.i1.202010
PRINCIPAL MANAGEMENT IN IMPROVING THE EDUCATIONAL QUALITY AT ELEMENTARY SCHOOL CLUSTER OF BUNGONG KEUPULA, BANDA ACEH, INDONESIA Munawarah, Syarifah Hasanaton; Yusrizal, Yusrizal; Usman, Nasir
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Principal Management in Improving the Educational Quality at Elementary School Cluster of Bungong Keupula, Banda Aceh, Indonesia. Objectives: This research aims to determine the program, implementation, evaluation and obstacles faced by the headmaster in improving the educational quality at elementary school cluster of Bungong Keupula, Banda Aceh, Indonesia. Methods: The study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are conducted with interviews, observations, and documentation studies. Research subjects of principals, representatives, and teachers. Findings: the results showed that (1) school principal is prepared in accordance with the vision, covering the quality of curriculum fields, teaching fields, quality improvement and teacher performance, continuing education for teachers, supervision programs, the implementation of new students acceptance studies, improvement of facilities and infrastructure, but not all programs are well documented; (2) implementation of the program applies the cooperation between teachers periodically; (3) evaluation is carried out at the end of semester using evaluation instrument; and (4) the obstacles are still lack of funds, time and means, teachers who lack ICT master, low interest teachers in reading and developing teaching materials.Keywords: principal management, educational quality, elementary school. Abstrak: Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Cluster Sekolah Dasar Bungong Keupula, Banda Aceh, Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, implementasi, evaluasi dan hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah dasar di Kabupaten Bungong Keupula, Banda Aceh, Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, perwakilan, dan guru. Temuan: hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepala sekolah disiapkan sesuai dengan visi, meliputi kualitas bidang kurikulum, bidang pengajaran, peningkatan kualitas dan kinerja guru, pendidikan berkelanjutan untuk guru, program pengawasan, pelaksanaan studi penerimaan siswa baru , peningkatan fasilitas dan infrastruktur, tetapi tidak semua program didokumentasikan dengan baik; (2) implementasi program menerapkan kerja sama antar guru secara berkala; (3) evaluasi dilakukan pada akhir semester dengan menggunakan instrumen evaluasi; dan (4) kendala masih kurangnya dana, waktu dan sarana, guru yang kurang menguasai TIK, guru minat rendah dalam membaca dan mengembangkan bahan ajar.Kata kunci: manajemen kepala sekolah, kualitas pendidikan, sekolah dasar.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v10.i1.202015
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI LAM URA KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR ., Suraiya; Usman, Nasir; AR, Djailani
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 1: Februari 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.06 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the program, implementation, follow-up and the obstacles faced by principals in the implementation of academic supervision in improving the professional competence of teachers. This study used descriptive qualitative approach. The technique of data collection used were observation, interviews, and documentation. Subjects of study were principals, vice-principals, teachers and supervisors. Data were analyzed with data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results showed that: 1) Programs are arranged at the beginning of each school year based on the results of the follow-up implementation of supervision in the previous year based on the instructions given by the Department of Education. Teachers were not fully involved in setting the programs and it was planned twice in one semester. 2) Implementation of supervision begins with socialization activities for teachers and pre-observation meeting. Supervision activities were carried out by providing guidance and direction on the preparation of learning tools, learning implementation and evaluation of learning through meetings, discussions, individual meetings and classroom observations. Principal recorded all activities on a classroom observation on instrument sheet that will be used as input and consideration for guidance in improving teachers professional competence. 3) Follow-up is done through discussions between principals and teachers to provide feedback from the results of classroom observation. Results of follow-up were concluded with concrete steps contextually as a way out of the problems faced by teachers in the learning process and as an improvement in the future to improve the quality of learning. 4) Obstacles faced were the supervision schedule was often shifted, the use of teaching methods were still centered on the teacher, the teacher felt clumsy when supervised and teachers were less active in seeking new information about learning. Keywords: Academic Supervision and Teacher Professional Competence. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, pelaksanaan, tindak lanjut dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, display, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Program disusun pada setiap awal tahun pelajaran berdasarkan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi pada tahun sebelumnya dengan berpedoman pada petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Penyusunan program tidak sepenuhnya melibatkan guru dan direncanakan sebanyak dua kali dalam satu semester. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada guru dan melakukan pertemuan pra observasi. Kegiatan supervisi dilakukan dengan memberikan bimbingan dan arahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran melalui kegiaran rapat, diskusi, pertemuan individu dan observasi kelas. Kepala sekolah mencatat seluruh kegiatan observasi kelas pada lembar instrumen yang akan dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan untuk pembinaan dalam meningkatkan profesional guru. 3) Tindak lanjut dilakukan melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan dari hasil observasi kelas. Hasil tindak lanjut diakhiri dengan langkah-langkah kongkrit secara kontekstual sebagai jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran dan sebagai upaya perbaikan pada masa yang akan datang  untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. 4) Hambatan-hambatan yang dihadapi adalah sering bergeser jadwal supervisi, penggunaan metode mengajar masih berpusat pada guru, guru merasa kaku ketika disupervisi dan guru kurang aktif dalam mencari informasi baru tentang pembelajaran. Kata Kunci: Supervisi Akademik dan Kompetensi Profesional Guru
PENGEMBANGAN FKIP MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Usman, Nasir
Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan FKIP melalui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum potensial dalam suatu kegiatan pembelajaran, sehingga mahasiswa diharapkan dapat menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Dengan begitu, pendekatan KTSP juga merupakan proses aktualisasi dari kurikulum tertulis. KTSP merupakan suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga lulusan FKIP dapat  memiliki sejumlah kompetensi yang sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya yang dibutuhkan di era globalisasi. Kata Kunci: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
PENINGKATKAN MUTU DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SESUAI DENGAN TUNTUTAN GLOBAL Usman, Nasir
Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi variabel determinan dan kedudukannya krusial ketika suatu bangsa menginginkan warganya berkualitas. Menjadikan pendidikan sebagai leading sector, benchmarking dari negara-negara lain,  good and clean government dalam era global bukan hanya sebagai persyaratan, tetapi lebih dari itu, ia menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Reformasi dan transformasi pendidikan selayaknya dilaksanakan sebagai langkah pembaruan dan pemberdayaan peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan secara simultan dengan sektor-sektor lainnya, Untuk itu, proses pembelajaran pada berbagai lembaga pendidikan harus berpijak pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Kata kunci: peningkatan mutu, penyelenggaraan pendidikan
MANAJEMEN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN ORGANISASI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA Usman, Nasir
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi merupakan wadah atau proses  manusia melakukan berbagai aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya dan kebutuhan organisasi. Untuk mencapai kedua kebutuhan tersebut, perlu adanya komponen pimpinan organisasi, tujuan organisasi, kerjasama dan kemampuan anggota organisasi. Sinerji dari beberapa komponen merupakan faktor yang mempengaruhi pencapaian  produktivitas organisasi. Produktivitas organisasi akan terwujud melalui implementasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Manajemen berbasis ilmu (knowledge based management) pengetahuan berlandaskan  pada  (1) analysis SWOT (2) total quality management, (3) just-in-time, (4) kaizen, dan (5) balanced scorecard.   Oleh karena itu organisasi yang dapat mensinerjikan kebutuhan individu dan organisasi akan dapat mewujudkan kultur organisasi yang efektif. Untuk itu dibutuhkan mindset dari anggota dan pimpinan organisasi dalam mengimplimentasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Kata kunci: manajemen berbasis ilmu pengetahuan dan organisasi
THE IMPLEMENTATION OF ACADEMIC SUPERVISION IN IMPROVING TEACHER COMPETENCY AT PRIMARY SCHOOL Fahmi, Cut Nurul; AR, Murniati; Nurliza, Eli; Usman, Nasir
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.906 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v7i1.202

Abstract

This Study Aims To Obtain The Information And Data Of The Implementation Of Academic In Improving Teacher Competences. The Method Used In This Research Is Descriptive Method With Qualitative Analysis Approach. The Results Showed That: (1) The Education Office And The Supervisors Involved In The Preparation Of Academic Supervision Program By Analyzing The Earlier Programs. The Main Objective Of Academic Supervision Activities Is To Develop Teacher Capacity In Learning Aspects; (2) The Supervision Techniques Include Class Visit, Group Discussion, And Individual Discussion; All Of Which Are Still General; (3) Supporting Factors Include Motivating Teachers To Uphold The Urge And Willingness To Teach And Equipping Them With Various Teaching Methods. The Inhibiting Factors Include The Lack Of Time Allocation For Academic Supervision. A Supervisor Handles Up To 10 Schools. Thus, Not All Teachers Get Utmost Supervision.
VOCATIONAL SCHOOL-INDUSTRY PARTNERSHIP IN IMPROVING GRADUATE COMPETENCY AR, Murniati; Usman, Nasir; Azizah, Azizah
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 4 No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.902 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v4i3.102

Abstract

A wide variety of educational reform on vocational education in accordance with the policy of link and match requires the schools to do the partnership to encourage the improvement of graduate competency and the demands of the relevance of education to the job needs. The purpose of this research is to illustrate and analyze the partnership strategy of vocational schools with the business world in its efforts to improve the graduate competency. This research has been held at SMK 3 Banda Aceh using qualitative descriptive approach. The instrument in this research is a researcher itself. This is because in qualitative approach, the researchers are essential instruments. As key instruments, researchers have to create their own set of the guidelines, observation, interview and documentary of appraisal guidelines that is used as a general guide in the process of recording. The results of the study show that the strategies adopted by SMK in forge cooperation with the world of business and industry are through the establishment of the cooperation program, working mechanism and analysis of factors that affect the holding of cooperation between the two parties.