Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISA PERANCANGAN JARINGAN AKSES DATA MENGGUNAKAN MICROWAVE BACKHAUL 3G DI WILAYAH SITU LEMBANG BANDUNG Setiawan, Boby Bagus; Usman, Uke Kurniawan; Maulana, M. Irfan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISTEM LMDS, LAYANAN BROADBAND WIRELESS PADA FREKUENSI 28–31 GHZ. Usman, Uke Kurniawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era informasi sekarang ini, kebutuhan pelanggan akan layanan komunikasi semakin meningkat, terutama pada komunikasi data untuk berbagai aplikasi internet. Hal ini juga didukung oleh perkembangan pasar yang menunjukkan bahwa permintaan pelayanan tersebut cukup menjanjikan. Akan tetapi keinginan para pelanggan untuk dapat mengakses layanan tersebut dimanapun mereka berada belum dapat dipenuhi. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan nirkabel (wireless). Terutama semakin sempitnya spektrum frekuensi pada daerah 2 GHz untuk menyediakan alokasi lebar pita yang sesuai dengan layanan tersebut.Kata kunci: LMDS, cell, optimize.
ANALISA KINERJA LONG TERM EVOLUTION MENGGUNAKAN METODE DYNAMIC SOFT FREQUENCY REUSE Nurzain, Zulfikar; Usman, Uke Kurniawan; Vidnyaningtyas, Hurianti
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1676

Abstract

Teknik DSFR memiliki kualitas dan kapasitas throughput yang lebih baik dibandingkan dengan teknik SFR. Rata-rata nilai SINR pada setiap user yang berjumlah 60 user pada DSFR bernilai 9,372 dB sedangkan teknik SFR hanya mendapatkan rata-rata sebesar 1,1973 dB. Untuk rata-rata laju data tiap user dari teknik DSFR mendapatkan 1,0118 Mbps sedangkan untuk SFR hanya mendapatkan nilai 0,6493 Mbps. Tetapi dalam konsumsi daya sel tertinggi, pada teknik SFR hanya mengkonsumsi 17,6 W sedangkan pada teknik DSFR mengkonsumsi sebesar 23,66 W. Dengan teknik DSFR kapasitas throughput naik dan konsumsi daya naik.
PERENCANAAN WMAN UNTUK KEBUTUHAN AKSES INTERNET MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WI-FI DAN WI-MAX DI KOTA SOLO Wibowo, Arinto; Mulyana, Asep; Usman, Uke Kurniawan
Proceedings of KNASTIK 2010
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Solo dengan semboyannya ?The Spirit of Java?, merupakan kota yang mengalami banyak perkembangan begitu pesat. Dengan letak yang strategis membuat kota Solo begitu berpotensi menjadi kota metropolitan (terlihat dari tingkat pertumbuhan industri, perumahan, pusat perdagangan, sekolah, dan bangunan penting lainnya). Hal ini mengindikasikan akan pesatnya pula pertumbuhan permintaan kebutuhan teknologi seperti akses internet. Untuk mewujudkan Solo Cyber City, diperlukan suatu perencanaan jaringan yang dapat memenuhi  layanan koneksi wireless dalam kota Solo yang sedang berkembang pesat akan akses internetnya di seluruh kawasan kota itu sendiri. Tujuan yang dibidik untuk mewujudkan Cyber City adalah semua kawasan yang ada di kota Solo menjadi daerah yang memiliki teknologi wireless. Setelah dilakukan perencanaan jaringan WMAN dalam Kota Solo yang mempunyai luas wilayah 44.04 Km2, diperlukan 10 sel Wi-Fi untuk daerah urban dengan jari-jari 0.29 Km, 17 sel Wi-Fi untuk daerah sub urban dengan jari-jari 0.4 Km, 2 sel WI-MAX untuk daerah urban dengan jari-jari 0.39 Km, dan 3 sel WI-MAX untuk daerah sub urban dengan jari-jari 0.97 Km, dimana masing-masing BS menggunakan antena 3 sektor.
ANALISIS PENGARUH PERGERAKAN USER TERHADAP KUALITAS SINYAL SUARA PADA JARINGAN WIMAX IEEE 802.16 Hartaman, Aris; Usman, Uke Kurniawan; Prasetya, Budi
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 3 No 2: JETT December (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.694 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.308

Abstract

WiMAX IEEE 802.16e merupakan non-line of sight (NLOS) Broadband Wireless Access (BWA) yang dikeluarkan oleh WiMAX Forum yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.16. Teknologi ini mampu diimplementasikan untuk mobile wireless access yang dapat memenuhi kebutuhan layanan data dengan bandwidth yang cukup besar 20 MHz, coverage yang luas 50 km, dengan bitrate yang tinggi 75 Mbps. Pergerakan user/mobile station akan mempengaruhi kualitas layanan suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e yaitu akan terjadinya efek doppler spread yang mengakibatkan perubahan frekuensi terhadap mobile station yang bergerak.  Penelitian mengenai pengaruh pergerakan user/mobile station terhadap kualitas sinyal suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e ini dilakukan dengan cara membuat simulasi sistem transmisi WiMAX 802.16e yang dilewatkan pada kanal yang bersifat multipath fading karena bersifat komunikasi non-line of Sight (NLOS) dengan cara terdistribusi rayleigh dan noise AWGN dengan pemodelan kanal propagasi SUI (Stanford University Interim). Parameter kecepatan user/mobile station yang disimulasikan mulai 0 km/jam (user statis), <15km/jam (user berjalan kaki), 16-50 km/jam (user berkendaraan sedang), sampai dengan 51-120 km/jam (user kecepatan tinggi). Hasil simulasi dan analisa memperlihatkan bahwa kecepatan pergerakan user sangat berpengaruh terhadap  fluktuasi fading pada kanal rayleigh. Berdasarkan standar komunikasi digital yaitu nilai BER sebesar 10, nilai Eb/No yang dihasilkan dibawah 12 dB untuk modulasi BPSK kecepatan user bisa mencapai 50 km/jam, sementara untuk QPSK kecepatan maksimal user dibawah 50 km/jam, dan 8PSK kecepatan user dibawah 30 km/jam. Sehingga modulasi yang paling baik untuk system ini adalah BPSK.
ANALISIS KAJIAN LOKASI BARU RADIO LINK TRANSMISI UNTUK LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL (LPPL) KANDAGA AM DI DAERAH SOREANG, KAB.BANDUNG Lesmana, R.Audio; Muayyadi, Achmad Ali; Usman, Uke Kurniawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2019: Peran Sains Data Dari Perspektif Akademisi dan Praktisi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio LPPL Kandaga merupakan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Soreang Kabupaten Bandungyang membawa warna baru terhadap masalah informasi lokal. Namun dalam operasionalnya yang dipancarkan melaluigelombang AM 810 Khz, memiliki kendala dikarenakan saat inilokasi pemancar AM berada di halaman Studio Radio LPPLKandaga, dekat dengan perkantoran, dan pemukiman penduduk. Hal tersebut menimbulkan beberapa kondisi yang kurang baik, yaitu timbulnya gangguan interferensi terhadap layanantelekomunikasi lainnya. Dari perihal kondisi saat ini rencana akan diadakanpembangunan tower di lokasi baru untuk penempatan pemancar AM dengan menggunakan radio link sebagai jalur akses sinyalpembawanya yang akan dibangun dititik lokasi yang sesuaikarakteristik tanah lebih layak dan aman bagi lingkungan. Dalam hal ini dilakukan pengalokasian perencanaan Radio LinkTransmission dengan menggunakan beberapa skenario penggunaan frekuensi dan beberapa scenario kandidat lokasiberdasarkan data lapangan dan data perangkat yang digunakan. Berdasarkan hasil pengamatan dan perbandingan terhadappath profile pada lintasan transmisi yang terbaik untuk menghubungkan lokasi Studio Radio LPPL Kandaga eksisting kecalon lokasi pemancar AM baru maka dipilihlah penempatanlokasi di TOL SOROJA dengan asumsi obstacle 20 m yangberjarak 1,15 km diperoleh daerah fresnel dalam keadaan bersihdari obstacle. Dalam perencanaan ini dipilihlah frekuensi yangterbaik adalah pada frekuensi 335 MHz dengan pemancar dayasebesar 30 dBm diperoleh nilai RSL (Received Signal Level) darihasil perhitungan dan simulasi pada pathloss design yaitu - 18,64485295 dBm dengan fading margin 62,36 dB dan tingkatkehandalannya 99,99% serta untuk perhitungan daerahjangkauan radius pemancar Radio LPLL Kandaga AM adalah31,1515 km sehingga mampu mencakup wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya dengan rekomendasi tinggi antena pemancar AM adalah 46,30 m
Alternative Frequency Selection of Long Term Evolution (LTE) Technology in Indonesia Usman, Uke Kurniawan; Prihatmoko, Galuh
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2011: SNTIKI 3
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.071 KB)

Abstract

  AbstractFrequency is a limited resource that is indispensable for cellular telecommunications. Frequency allocation needs to be done from the beginning that there was no interference between cellular technology. Frequency allocation policy is one factor inhibiting adoption of Long Term Evolution technology in Indonesia. Based on standard ITU-R, 3GPP, APAC conference, as well as the frequency of the condition in Indonesia. There are several candidate frequency can be allocated to LTE technology, namely: 700MHz,2.1GHz,2.3 GHz and 2.6GHz frecuency. After review of the analysis result produced a recommendation for LTE frequency allocation in Indonesia, is 700MHz frecuency. However, if the use of 700 MHz frequency has  700MHz frecuency constraint is currently still used for TV broadcast frecuency. So using 700MHz frequency can be implemented for LTE technology is carried out after the TV broadcast frequency has been re-farming to digital TV. Keywords: LTE, Frequency, 3GPP. 
TRAFFIC OFFLOAD DATA ANTARA JARINGAN 3G DENGAN JARINGAN WIFI Rahmatillah, Fazliadi; Usman, Uke Kurniawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 3G network infrastructure such as BTS (BaseTransceiver Station), femtocell, picocell is still limited andconsequently still in the process of making data access by userswho are in the building and in public places during rush hourtraffic to be blocked due to density data. Then Traffic Offload /Mobile Data Offload (Seamless Connectivity) could be onesolution for addressing the explosion in data traffic, data trafficon the 3G network transferred over or Traffic Offload to WiFiNetwork (3G-WiFi Traffic Offload). The WiFi Network is able toprovide access data at higher speeds, increasing network capacityand Infrastructure WiFi that can be used together.In this research, Traffic Offload between 3G Network withWiFi network used software MATLAB R2013b. The analysis isdone by observing the received signal strength, handover user,drop user, handover delay and throughput.From the results of this research we have know the ReceivedSignal Strength (RSS) that is appropriate to perform offloadingfrom 3G network to WiFi network are RSS 3G network = -84dBm, RSS WiFi network = -69 dBm so that we get 260 handoverusers and 240 dropped users on user velocity = 50 m/s. Andoffloading from WiFi network to 3G network are RSS 3Gnetwork = -91 dBm, RSS WiFi network = -76 dBm so that we get138 handover users and 111 dropped users on user velocity is 50m/s. For 245 handover users we get handover delay = 40,05 milisecond and user throughput = 2 Mbps in 3G network at 0,1 kmfrom 3G Node B and user throughput = 2,9 Mbps at 50 meterfrom WiFi access point (at 1,5 km from 3G Node
ANALISIS PERENCANAAN JARINGAN LTE PICOCELL DI STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO Adityawarman, Fajar; Fahmi, Arfianto; Usman, Uke Kurniawan
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2223

Abstract

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna yang berstandar internasional dan sering dijadikan sebagai tempat untuk pertandingan olahraga nasional maupun internasional. Dengan kapasitas penonton yang banyak dan struktur bangunan yang menghalangi propagasi sinyal dari site outdoor menyebabkan kualitas sinyal sangat buruk sehingga perlu adanya perencanaan jaringan dari sisi kapasitas dan juga cakupan di dalam bangunan agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang baik dari kemampuan teknologi yang ada saat ini. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Reference Signal Received Power (RSRP) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar -74,10 dBm dan skenario 2 yaitu sebesar -74,08 dBm. Pada hasil perencanaan didapatkan nilai Signal to Interference Ratio (SIR) untuk keseluruhan area pada skenario 1 yaitu sebesar 19,04 dB dan skenario 2 yaitu sebesar 21,49 dB. Berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR skenario 1 dan 2 mencapai target KPI.
ANALISA PERENCANAAN PERLUASAN COVERAGE AREA LTE DI KABUPATEN GARUT Yusuf, Ryan Rasyid; Usman, Uke Kurniawan; Rohmah, Yuyun Siti
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2225

Abstract

Daerah kabupaten Garut merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata unggulan seperti Taman Satwa Cikembulan, Puncak Darajat, dan Pemandian Cipanas yang setiap harinya didatangi ribuan wisatawan. Kebutuhan akan layanan komunikasi suara dan data sangat dibutuhkan di daerah ini. Kondisi jaringan LTE di daerah kabupaten Garut belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil survey, diperoleh permasalahan blank spot (RSRP > -100 dBm), kualitas sinyal yang kurang baik (SINR >-20 dB), dan throughput yang lambat pada beberapa kecamatan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan perencanaan perluasan jaringan LTE di beberapa kecamatan tersebut. Perencanaan perluasan yang dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu LTE (FDD) di 1800 MHz dan LTE-A menggunakan metode carrier aggregation di 850 MHz dan 1800 MHz yang dikombinasikan dengan SFR. Pada penelitian ini, setelah dilakukan perencanaan perluasan didapatkan peningkatan luasan coverage area sebesar 331,76 km2 (92,29142%) dengan kualitas yang memenuhi standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) didapatkan jumlah site sebanyak 88, nilai parameter RSRP rata-rata -65,91 dBm, SINR rata-rata 18,02 dB, throughput 24,962 Mbps, dan user connected 93,3 %. Sedangkan hasil simulasi perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR didapatkan jumlah site sebanyak 69, nilai parameter RSRP rata-rata -48,88 dBm, SINR rata-rata 22,5 dB, throughput 28,923 Mbps, dan user connected 94,5%.