I MADE SUPARTHA UTAMA
Program Studi Teknik Pertanian universitas Udayana

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Pundari, I Gusti Ayu Prapti; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.091 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i01.p09

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan buah manggis pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ragam volume etanol ; 0 ml, 2 ml, dan 4 ml masing-masing diperangkap dalam 5 gram karagenan dan dimasukkan ke dalam sachet teh. Sachet kemudian ditempatkan pada alas styrofoam dimana terdapat 5 buah manggis, selanjutnya ditutup dengan plastik film regang LDPE. Buah manggis tanpa perlakuan atau kontrol disediakan sebagai pembanding. Buah selanjutnya disimpan pada suhu kamar (28±2?). Susut bobot, intensitas kerusakan, vitamin C, total padatan terlarut, warna, kekerasan dan uji organoleptik diamati selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan uap etanol secara umum berpengaruh nyata dalam menurunkan tingkat kerusakan, susut bobot, memperlambat laju perubahan kekerasan, warna kulit dan aril, serta total padatan terlarut dan vitamin C dibandingkan buah kontrol. Demikian pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan panelis lebih tinggi terhadap warna dan rasa aril serta penampilan secara kesuluruhan dibandingkan dengan buah kontol. Dari ragam perlakuan volume etanol, 4 mL etanol per kemasan mengkreasi uap terbaik untuk memperlambat laju kerusakan, perubahan mutu, menurunkan susut dan meningkatkan kesukaan panelis. The aim of this research was to determine the effect of etanol vapor on the quality and the shelf life of mangosteen at the room temperature. Three different volumes of ethanol, namely 0 ml, 2 ml and 4 ml, were trapped in the 5 gram carrageenan placed in the tea sachets. The sachet was then put on the basal of styrofoam tray on which 5 fruits were placed and then wraped by streching film LDPE. Control fruits or un-treated fruits were also provided as comparison. The result showed that the ethanol vapor treatments, in general, significantly reduced the intensity of damage, weidght loss, slowing the change rate of texture, color of fruit surface and aril, total soluble solid and vitamin C of the aril, compared to the control fruits. The ethanol vapor was also able to give better preferences of panelists on the color and flavor of the aril, as well as the overall performances of the fruits compared to the controls. The 4 mL ethanol per package created ethanol vapor of which the best vapor to reduce the rate of damage and the change of quality and increase the panelists preferences.
Pengaruh Pemberian Uap Etanol dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour var. Microcarpa) Dewi, Kadek Nindia Krisna; Utama, I Made Supartha; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.233 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p02

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh uap etanol dan suhu penyimpanan terhadap kualitas dan umur simpan buah siam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor berbeda. Faktor pertama adalah perlakuan uap etanol dengan 3 level volume; 0 ml, 3 ml, dan 6 ml. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan, terdiri dari suhu kamar (28 ± 2 ?) dan suhu rendah (11 ± 1 ?). Parameter yang diukur adalah; penurunan berat badan, intensitas kerusakan, vitamin C, asam total, padatan terlarut total, warna, kekerasan, dan uji organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian dan jika efek pengobatan signifikan, kemudian dilanjutkan dengan uji rentang berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume etanol dan perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap penurunan berat badan, intensitas kerusakan, vitamin C, total padatan terlarut, warna, kekerasan, dan uji organoleptik. Umur siam jeruk dengan perlakuan etanol 3 ml dan 6 ml pada penyimpanan suhu rendah mencapai 30 hari.Kata kunci: Jeruk, Etanol, Temperatur Penyimpanan
Pengaruh Waktu Steam Blanching dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) Purnama, I Nyoman Cahyadi; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.635 KB)

Abstract

Bambu " tabah " adalah salah satu varietas bambu yang hanya ditemukan di pulau Bali . " Tabah " daun bambu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk membuat teh yang dapat menghasilkan minuman dengan berbagai manfaat. Jika dimanfaatkan secara optimal, daun bambu " tabah " dapat diolah sebagai produk yang akan memberikan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses blanching dan pengeringan uap terhadap aktivitas kadar air, pH, asam total, fenol total, dan teh daun bambu " tabah " organoleptik . " Tabah "Daun bambu diperlakukan dengan waktu blanching uap dengan variasi waktu, yaitu selama 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Setelah steam blanching, daun bambu" tabah "dikeringkan menggunakan oven dengan variasi suhu pengeringan 50 ° C, 60 ° C, dan 70 ° C. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah waktu blansing uap dan faktor kedua adalah suhu pengeringan.Hasil menunjukkan bahwa kombinasi terbaik dari perawatan berdasarkan penerimaan keseluruhan tes hedonis yang dihasilkan pada " tabah”Teh daun bambu adalah perlakuan waktu blansing uap 15 menit dengan suhu pengeringan 60 ° C (W2S2) yang menghasilkan 7,03% kadar air untuk kadar air SNI 8%, nilai pH 6,40, nilai asam total 0,94, total kadar fenol 54,95 , tes skor warna 4,47, tes skor aroma 4,87, tes skor rasa 4,60 dan tes keseluruhan penerimaan hedonis 4, 67. Bamboo “tabah” is one of the bamboo variety of which finds only in Bali island. "Tabah" bamboo leaves have the potential to be developed as raw materials for making tea that can produce drinks with various benefits. If utilized optimally, "tabah" bamboo leaves can be processed as a product that will provide an advantage. This study aims to determine the effect of steam blanching and drying process on the activity of water content, pH, total acid, total phenol, and organoleptic " tabah" bamboo leaf tea. "Tabah" bamboo leaves are treated with steam blanching time with a variation of time, namely for 10 minutes, 15 minutes and 20 minutes. After steam blanching, the "tabah" bamboo leaves are dried using an oven with variations in the drying temperature of 50 ° C, 60 ° C and 70 ° C. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) factorial pattern consisting of two factors and repeated three times. The first factor is the steam blanching time and the second factor is the drying temperature. The results showed that the best combination of treatments based on the overall acceptance of hedonic tests produced on “tabah” bamboo leaf tea is the treatment of 15 minutes steam blanching time with a drying temperature of 60 ° C (W2S2) which produces 7.03% water content for SNI water content 8%, pH value 6.40, total acid value 0.94, total phenol content 54.95, color scoring test 4.47, aroma scoring test 4.87, taste scoring test 4.60 and overall acceptance hedonic test 4, 67.
Pengaruh Perlakuan Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis) Pada Suhu Ruang Martini, Ni Ketut Sari; Utama, I Made Supartha; Pratiwi Pudja, Ida Ayu Rina
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.003 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan bunga kol pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi etanol (0%, 5%, 10% 15% dan 20%) dan tiga ulangan. Bunga kol sebagai kontrol dipersiapkan tanpa perlakuan dan ditempatkan pada suhu ruang (27±1?) Parameter mutu yang diamati dalam penelitian ini meliputi laju respirasi, susut bobot, warna, kadar vitamin c, total padatan terlarut, uji organoleptik meliputi warna, aroma, dan kesegaran serta intensitas kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan etanol 10% merupakan perlakuan terbaik dalam menekan laju respirasi, susut bobot, mempertahankan warna, menekan penurunan kadar vitamin c, mendapat skor tertinggi dalam uji organoleptik meliputi warna, aroma dan kesegaran serta menekan intensitas kerusakan pada bunga kol. The purpose of this research were to determine the effect of ethanol vapor also find the best combination treatment that can prevent quality and shelf life of cauliflowers. The research used completely randomized design (CRD) with 5 levels of ethanol consentrations; 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. The floret of cauliflowers as controls were prepared without treatment of ethanol vapor and placed at room temperature. The measured parameters were: respiration rate, weight loss, color, vitamin c, total dissolved solids, organoleptic test (includes color, smell, freshness), and intensity of damage. The results showed concentration of 10% etanol treatment was the best combination to reduce respiration rate, weight loss, maintain color, suppress the decrease in vitamin c content, got best scores in organoleptict test of color, smell and freshness and also supress the intensity of damage in cauliflowers.
Pengaruh Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah sebagai Pelapis Buah Mangga Arumanis terhadap Mutu Selama Penyimpanan pada Suhu Kamar Utama, I Gede Manthika; Utama, I Made Supartha; Partiwi P., I.A. Rina
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.393 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ragam konsentrasi lilin lebah dalam basis emulsi 0.5% minyak wijen dan 0,5% minyak sereh terhadap perubahan mutu buah mangga Arumanis selama penyimpanan pada suhu kamar (26-32oC). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan ragam konsentrasi lilin lebah 0% sebagai control, 1%, 2%, dan 3%. Parameter mutu yang diamati adalah parameter fisik-kimia yang terdiri atas susut bobot, intensitas kerusakan, kekerasan, total padatan terlarut dan total asam, serta parameter sensoris yang dilakukan oleh 10 orang panelis terhadap tingkat kesukaan aroma, warna, rasa dan tekstur daging buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan buah mangga Arumanis dengan konsentrasi lilin lebah berbeda secara nyata berpengaruh terhadap perubahan mutu selama penyimpanan pada suhu kamar. Pelapisan buah dengan konsentrasi lilin lebah 2% adalah terbaik dalam memperlambat perubahan fisik buah dan memberikan nilai sensoris kesukaan terbaik terhadap aroma, warna, rasa dan tekstur daging buah selama penyimpanan. The objective of this research was to study the effect of various concentrations of beeswax in the baseemulsion of 0.5% sesame oil and 0.5% lemongrass oil on the quality of Arumanis mango fruits duringstorage at room temperature (26-32oC). This study used a Completely Randomized Design (CRD) withvarious concentrations of beeswax, namely 0% as control, 1%, 2% and 3%. Quality parameters measured were physical-chemical changes consisting of weight loss, spoilage intencity, hardness, total soluble solids and total acidity, as well as sensory parameters were evaluated by 10 panelists on the preferences of aroma, color, flavor and texture of the fruit flesh. The results showed that the coating of Arumanis with different concentrations of beeswax significantly affected the quality changes during storage of the fruit at the room temperature. Coating the fruit with a concentration of 2% beeswax gave the best result in slowing the physical changes and provided the best values of the sensory preferences on aroma, color, flavor and texture of the fruit flesh during the storage of coated fruit.
PENGARUH EMULSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP MUTU DAN MASA SIMPANNYA Nugeraha Inggas, Made Arya; Utama, I Made Supartha; Arda, Gede -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.367 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ragam emulsi minyak nabati di dalam air, sebagai bahan pelapis, terhadap mutu dan masa simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di dalam suhu ruang (27-300C). Ragam emulsi sebagai perlakuan dalam penelitian ini adalah emulsi minyak kelapa (E1), emulsi minyak biji bunga matahari (E2), emulsi minyak wijen (E3), dan emulsi minyak kanola (E4) dengan konsentrasi sama yaitu minyak nabati 0,5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan emulsi adalah tween 80 1%, asam oleat 0,5 %, alkohol 3%. Sebagai pembanding, buah tomat juga diberikan perlakuan lilin pelapis komersial Wax Brogdex dengan konsentasi yang sama (E5) serta buah tomat tanpa diberi pelapisan sebagai kontrol (E0). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis emulsi minyak sebagai bahan pelapis berpengaruh sangat nyata terhadap masa simpan dan mutu buah tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Perlakuan pelapisan dengan emulsi minyak wijen (E3) memberikan pengaruh terbaik dimana mampu menekan perubahan berat, dan intensitas pembusukan serta mempertahankan kekerasan, bila dibandingkan dengan kontrol dan emulsi berbahan Wax Brogdex selama penyimpanan. Sedangkan pelapisan dengan emulsi minyak biji bunga matahari (E2) adalah perlakuan terbaik kedua dalam menekan perubahan berat dan mempertahankan kekerasan, namun, intensitas pembusukan masih rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan emulsi minyak lainnya. The purpose of this study was to determine the effect of a variety of vegetable oil emulsions in water, as a coating material, on the quality and shelf life of tomato fruit (Lycopersicon esculentum Mill.) at room temperature (27-300C). Oil emulsion treatments in this study were palm oil (E1), sunflower seed oil (E2), sesame oil (E3), and canola oil (E4) emulsions with the same concentration of 0.5%. Additional materials that were used in making emulsion were 1% tween, 0.5% oleic acid and 3% alcohol. For comparison, the separate tomato fruits were coated with Brogdex Wax commercial (E5) with the same concentration as the oil emulsions, and without any coating material as controls (E0). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three replications. The results showed that the types of oil emulsions as well as brogdex wax and controls significantly affected the shelf life and quality of tomato fruit during storage at room temperature. Coating with sesame oil emulsion (E3) resulted in the highest reduction on the weight change, and intensity of decay, and the change of texture, when compared with controls and Wax Brogdex emulsions during storage at room temperature. While coating with sun flower seed oil emulsion (E2) was the second best in reducing the changes of weight and texture; however, the average of decay intensity was still higher than other oil emulsion treatments.
Pengaruh Pelapisan Emulsi Minyak Wijen dan Minyak Sereh terhadap Mutu dan Massa Simpan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis lour) Gurning, Andri Frans Kalvin; Utama, I Made Supartha; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 7 No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.544 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2019.v07.i02.p03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran konsentrasi yang berbeda antara minyak wijen dan minyak sereh dalam air sebagai bahan pelapis pada kualitas buah jeruk selama penyimpanan pada suhu kamar. Konsentrasi emulsi minyak wijen bervariasi 0%, 0.5%, dan 1% dalam kombinasi minyak serah 0%, 0.5%, 1%, dan 1.5%. Bahan tambahan yang digunakan untuk membuat emulsi adalah 1% dari tween 80, 0.5% asam oleat, dan alkohol 3%. Buah kontrol tanpa perlakuan juga disiapkan untuk perbandingan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan campuran minyak wijen dan minyak sereh signifikan mempengaruhi mutu dan masa simpan buah jeruk. Konsentrasi gabungan dari 0.5% minyak wijen dan 0.5% minyak sereh memberikan hasil terbaik yang mampu mengurangi susut bobot, kerusakan pembusukan, perubahan pH dan total padatan terlarut jus buah, dan kekerasan buah. Kata kunci : jeruk, mutu, masa simpan, konsentrasi, pelapisan emulsi.
Pengaruh Konsentrasi Uap Etanol Terhadap Mutu dan Masa Simpan Pisang Barangan ( Musa Sapientum L) Malau, Diori Beca Narmalia; Utama, I Made Supartha; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 2 (2020): inpress
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.262 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan uap etanol terhadap mutu dan masa simpan pisang barangan pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ragam volume ragam : 0 ml, 3 ml, 6 ml masing-masing di perangkap dalam 5 gram karagenan dan di masukkan ke dalam sachet teh. Sachet lalu di tempatkan pada alas sterofoam dimana terdapat 3 buah pisang barangan, Selanjutnya di tutup menggunakan plastik film regang LDPE. Pisang Barangan tanpa perlakuan atau kontrol digunakan untuk pembanding. Buah lainnya di simpan pada suhu kamar (27±2????oC) dan suhu ruang (14±1oC). Yang di amati parameternya selama penyimpanan adalah vitamin C, Total Asam, Tekstur analyzer, warna, dan organoleptik. Hasil penelitian yang dilakukan etanol sangat berpengaruh nyata dalam menurunkan tingkat kerusakan, vitamin C, memperlambat laju kekeraasan, warna kulit, vitamin C serta total asam pada buah pisang tersebut di banding buah kontrol. Demikian pula uap etanol mampu memberikan nilai tingkat kesukaan terhadap panelis lebih tinggi terhadap warna, rasa, dan penampilan secara keseluruhan di bandingkan perlakuan buah kontrol. Dari ragam perlakuan etanol, 6 mL etanol adalah perlakuan terbaik untuk menghambat laju kerusakan, perubahan mutu, serta meningkatkan kesukaan terhadap panelis. Keyword : Pisang Barangan, Uap Etanol, Kemasan Atmosfir Termodifikasi, Mutu Pascapanen. The aim of this research was to determine the effect of etanol vapor on the quality and the shelf life of Barangan Banana. Three different volumes of ethanol, namely 0 ml, 3 ml and 6 ml, were trapped in the 5 gram carrageenan placed in the tea sachets. The sachet was then put on the basal of styrofoam tray on which 3 fruits were placed and then wraped by streching film LDPE. Control fruits or un-treated fruits were also provided as comparison. The result showed that the ethanol vapor treatments , color of fruit surface and vitamin C, compared to the control fruits. The ethanol vapor was also able to give better preferences of panelists on the color and flavor of the aril, as well as the overall performances of the fruits compared to the controls. The 6 mL ethanol per package created ethanol vapor of which the best vapor to reduce the rate of damage and the change of quality and increase the panelists preferences. Keywords: Asparagus, polypropylene plastic, perforation, cold storage.
Pengaruh Penggunaan Beberapa Paket Teknologi terhadap Perkembangan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dan Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Dataran Tinggi RUSMAN, I WAYAN; SUNITI, NI WAYAN; SUMIARTHA, I KETUT; SUDIARTA, I PUTU; WIRYA, GUSTI NGURAH ALIT SUSANTA; UTAMA, I MADE SUPARTHA
Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology) Vol.7, No.3, Juli 2018
Publisher : Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.978 KB)

Abstract

Influence of Some Packages of Technology to Fusarium Wilt Disease Development on Cayenne Chili Plants (Capsicum frutescens L.) and Long Chili (Capsicum annuum L.) in the HighlandsThe research was conducted in order to determine the influence and effectiveness of some technologies of Trichoderma sp. compost, rain shelter and pesticides to control the development of fusarium wilt disease on long chili and cayenne chili plants in the highlands. This research was done from September 2017 to February 2018, taking place in Pancasari Village, Buleleng Regency and in the Laboratory of Plant Disease, Udayana University. The study used a Factorial Randomized Block Design with two factors and replicated four times. The first factor was chili type, long chili and cayenne chili. The second factor was the use of technologies, Trichoderma sp. compost, rain shelter and pesticide. The variables observed in this research were symptoms and percentage of fusarium wilt disease. The results showed that all treatment technologies effectively suppressed disease development when compared to control treatment. Percentages of damage by fusarium wilt disease on Trichoderma sp., rain shelter, pesticide and control treatment were 22.50%, 23.75%, 27.50% and 45.00%, respectively.
Pengaruh Pencucian Kubis (Brassica oleracea var capitata) Menggunakan Larutan Klorin dan Pengemasan Individu Wrapping-Plastic Film Terhadap Kehilangan Berat dan Kualitas Selama Penyimpanan Yasa, I Gusti Putu Umbara; Kencana, Pande Ketut Diah; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentras iklorin yang optimum untuk mencuci kubis dan pengaruh kemasan wrapping plastic film. Percobaan melibatkan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah desinfeksi kubis menggunakan konsentrasi yang berbeda dari larutan klorin dalam air yang terdiri dari 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Faktor kedua adalah plastik pembungkus dengan perlakuan yang terdiri dari a) membungkus kubis menggunakan plastic film LDPE ( low densitty polyethylene ) dan b) tanpa pembungkus. Percobaan diulang tiga kali dengan tiga kepalakubis (3,40-3,85 kg) untuk setiap unit eksperimen. Kontrol disiapkan tanpa perlakuan sebagai pembanding. Temuan signifikan dari percobaan adalah bahwa kubis didesinfeksi menggunakan 50 ppm larutan klorin dan pembungkus dengan peregangan film plastic memiliki susut berat lebih rendah, dan nilai terendah dari perubahan nilai Red Green Blue.dari penilaian kesegaran dan kerenyahan visual mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan 0, 100 dan 150 ppm, serta dari kubis kontrol. The aim of of this study was to determine the optimum concentration of chlorine to wash the cabbage and the effect of plastic film wrapping- for packing the cabbage. The experiment involved the completely randomized design with two factors. The first factor was disinfection of the cabbages using different concentrations of chlorine solution in water which was consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. The second factor was plastic-wrapping treatments which was consisted of a wrapping the cabbages using stretching plastic film LDPE, and b) without wrapping. The experiment was replicated three times with three heads of cabbages (3.40-3.85 kgs) for each experimental unit. Controls were prepared without any treatments as comparison. The significant finding of the experiment was that the cabbages disinfected using the 50 ppm chlorine solution and wrapping with stretching plastic film has lower weight loss, and the lowest change of value (indicated by the changes of Red, Green and Blue or RGB colors), and the highest score of freshness and crunchiness compared to the 0, 100 and 150 ppm, as well as to the control cabbages