Iwan Harjono Utama
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

KEPEKAAN STREPTOCOCCUS EQUI SUBSP. ZOOEPIDEMICUS TERHADAP ANTIMIKROBA KANAMISIN, STREPTOMISIN, CEFTRIAKSON, DAN DANOFLOKSASIN (SENSITIFITY OF STREPTOCOCCUS EQUI SUBSP. ZOOEPIDEMICUS TO KANAMYCIN, STREPTOMYCIN, CEFTRIAXONE, AND DANOFLOXACINE) Samsuri, Samsuri; Utama, Iwan Harjono
Jurnal Veteriner Vol 2 No 4 (2001)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak dapat dibaca pada Full Text Abstract can be read at Full Text
KELAIANAN KULIT ANJING JALANAN PADA BEBERAPA LOKASI DI BALI Widyastuti, Sri Karyati; Dewi, N iMade Sutari; Utama, Iwan Harjono
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelainan kulit merupakan masalah utama pada anjing anjing lokal di Bali dan inimemerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapainformasi mengenai kelainan kulit pada anjing anjing tersebut. Pengamatan pada 116 anjinglokal di Denpasar, Tabanan, Badung, Gianyar dan Klungkung menunjukan adanya kelainankulit. Enam puluh enam, enam dan 44 kasus diklasifikasikan sebagai kasus kelainan kulitsekunder, primer dan campuran. Kelainan primer berupa eritema/ purpura (40 anjing),makula (9 anjing), papula (15 anjing), nodul (7 anjing) dan pustula (5 anjing). Tidakdijumpai adanya abses dan vesicula. Kelainan kulit tersebut bukan bersifat tunggal, tetapicampuran dengan tipe sekundernya. Anjing anjng yang menderita kelainan kulit sekunderseperti alopecia, kulit bersisik, hiperkeratosis, krusta, lichenifikasi, ulkus, pengelupasan danmasalah warna berturut turut sebanyak 66, 30, 29, 23, 6, 16, dan 29 anjing.
KADAR KALSIUM DAN FOSFOR PADA TULANG TIKUS BETINA YANG DIBERI TEPUNG TEMPE RENDAH LEMAK (CALCIUM AND PHOSPHORUS LEVELS ON RAT BONE FEMALES GIVEN FAT-LOW TEMPE FLOUR) Tangalayuk, Reggy Raisa; Suarsana, I Nyoman; Utama, Iwan Harjono
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe contains of resources mineral that can be used to help bone formation during growth.This study aimed to determine the levels of calcium, phosphorus and calcium-phosphorus ratiotibia on female rats administered fat-low tempe flour. This study was used completely randomizeddesign (CRD) consisted of five treatment groups, each consisted of three rats. This study was usedof 25 female rats Spraque Dawley strain age two months were divided into five treatment groupsi.e.,  K1: rat control normal treatment; K2 - K5: normal rats given fat-low tempe flour doses of 1, 2, 4, and 6 mg/200g bb/day repectively, orally.  At the end of treatment the rats were sacrificed byanesthesia. Tibia bones were taken for analysis of the calcium and phosphorus levels using AASmethod (atomic absorbance spectrophotometer) and spectrophotometry method. The resultsshowed calcium levels in rats treated with low-fat soybean flour tends to increase with increasingdose when compared to control although not significantly different. Phosphorus levels was tend toincrease with increasing dose and significantly different. In contrast, the ratio of calcium andphosphorus tibia decreased with increasing dose of fat-low tempe flour but not significantly different.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA BAKTERIOSIN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT 17B HASIL ISOLASI KOLON SAPI BALI Putri, Nuria Fitrianti; Suardana, I Wayan; Utama, Iwan Harjono
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p01

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan suatu mikroorganisme yang bersifat tidak toksik dan mampu menghasilkan senyawa antimikroba, yakni bakteriosin. Penelitian dimulai dari peremajaan isolat 17B dan dilanjutkan dengan produksi dan presipitasi bakteriosin yang dilanjutkan dengan uji sifat kimiawi dan sifat fisik dari bakteriosin. Aktivitas antimikroba bakteriosin isolat 17B dilakukan terhadap bakteri indikator Bacillus cereus FTCC 005. Data hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel atau gambar dan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian meneguhkan bahwa BAL isolat 17 merupakan bakteri Gram positif dan katalase negatif. Hasil uji sifat kimiawi bakteriosin dari isolat 17B, menunjukkan bahwa bakteriosin yang dihasilkan sebagai senyawa protein yang dibuktikan dengan uji ninhidrin positif, uji Molisch negatif, dan uji lowry positif dengan konsentrasi protein 0, 11 µg/ml. Hasil karakterisasi sifat fisik dengan menggunakan SDS PAGE menunjukkan bahwa hasil uji negatif. Uji aktivitas antimikroba terhadap bakteriosin menunjukkan efektivitas hambatan sebesar 18,92%.
KARAKTERISTIK KARANG GIGI PADA ANJING DI DENPASAR BALI Kusumawati, Nindya; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan karang gigi pada anjing yang datang ke Rumah Sakit Pendidikan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar Bali. Sebanyak 50 ekor anjing ras atau lokal diperiksa keberadaan karang giginya. Penilaian dilakukan terhadap warna, ketebalan, dan predileksi karang gigi. Hasil penelitian menunjukkan semakin tua umur anjing semakin tebal karang giginya (P<0,05). Keberadaan karang gigi tampak pada caninus, premolar IV, molar I, dan molar II pada maksila. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa anjing yang berumur lebih tua memiliki karang gigi yang berwarna lebih gelap dan karang gigi yang lebih tebal dibandingkan anjing yang berumur lebih muda.
BENTUK DAN KELAINAN KUKU SAPI BALI YANG DIPELIHARA DALAM KANDANG BERLANTAI KERAS Alfanandyah, Zaidany; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati bentuk kuku sapi dan jenis-jenis kelainan yang ditemukan pada kuku sapi bali yang dipelihara pada kandang berlantai keras. Penelitian dilakukan pada sapi bali. Sebanyak 100 ekor sapi bali di Kecamatan Gianyar diamati kukunya secara acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, jenis kelainan kuku yang ditemukan pada sampel selanjutnya dikelompokkan dan ditabulasikan. Perhitungan persentase dilakukan berdasarkan lokasi terjadinya kelainan bentuk pada kuku yang ada pada sapi bali yang abnormal. Hasil menunjukkan bahwa dari 100 ekor sapi yang diamati terdapat 40 ekor sapi bali yg normal (6 jantan; 34 betina), dan 60 ekor sapi bali yang kuku kaki depan dan kaki belakangnya mengalami kuku panjang. Kuku panjang yang ditemukan pada sapi bali jantan ditemukan sebanyak 4% (> Lateral 3%; > Medial 1%) yang artinya, dari persentase kejadian kasus yang terjadi sebanyak 4% pada kuku bagian lateral sebanyak 3% dan pada kuku medial sebanyak 1% dan pada sapi bali betina ditemukan sebanyak 56% (> Lateral 24%; > Medial 32%) yang berarti dari 56% kejadian kasus, 24% terjadi pada kuku kaki bagian lateral dan 32% pada bagian medial.
WAKTU RETRAKSI BEKUAN DARAH PADA SAPI BALI Yanti, Juli; Utama, Iwan Harjono; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan hematologi dilakukan untuk melihat nilai abnormalitas pada sel darah, salah satu metode yang dilakukan yaitu waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali. Tujuannya untuk mengetahui nilai rata-rata waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali yang sehat secara klinis. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan di Rumah Potong Hewan Pesanggaran, Denpasar dengan menggunakan sampel 50 ekor sapi bali berjenis kelamin jantan dan betina. Sampel yang digunakan berupa darah yang berasal dari vena jugularis sapi yang telah dipotong dan dimasukkan ke dalan tabung tanpa antikoagulan dan dibiarkan sampai terjadinya retraksi bekuan darah berupa serum. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali rataan 50,76 (SD=12,045) menit. Nilai retraksi berdasarkan uji Wilcoxon tidak berpasangan bahwa nilai waktu retraksi bekuan darah antara sapi bali betina dan jantan terdapat perbedaan sangat nyata (P < 0,01). Retraksi bekuan darah pada jenis sapi lain memiliki nilai rataan yang berbeda.
PENGGUNAAN KULTUR MAKROFAG UNTUK PENGUJIAN VIRULENSI STREPTOCOCCUS EQUI SUBS. ZOOEPIDEMICUS (THE USE OF MACROPHAGE CULTURE IN VIRULENCE ASSAY OF STREPTOCOCCUS EQUI SUBSP. ZOOEPIDEMICUS) Utama, Iwan Harjono; Pasaribu, Fachriyan Hasmi; Wibawan, I Wayan Teguh; Setiawan, Endhie D.
Jurnal Veteriner Vol 2 No 2 (2001)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Kultur Makrofag untuk Pengujian Virulensi Streptococcus equi subs. Zooepidemicus (THE USE OF MACROPHAGE CULTURE IN VIRULENCE ASSAY OF STREPTOCOCCUS EQUI SUBSP. ZOOEPIDEMICUS)
GAMBARAN ULAS DARAH IKAN LELE DI DENPASAR BALI Preanger, Chanda; Utama, Iwan Harjono; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak dan macam jenis abnormalitas serta morfologi leukosit dan eritrosit yang dijumpai pada sediaan hapusan darah ikan lele (Clarias spp.). Sampel berasal dari darah ikan lele (Clarias spp.) yang diperiksa di Laboratorium Interna Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Pengamatan terhadap leukosit dan eritrosit dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran lensa 1000x. Untuk melihat macam jenis dari leukosit dan eritrosit dilakukan penghitungan yang dimulai dari satu sisi bergerak menuju sisi yang lain, kemudian berpindah sejauh 2-3 lapang pandang ke kiri atau ke kanan sehingga didapatkan jumlah 100 sel. Pengamatan dilakukan di daerah paling tipis (Counting area) dengan metode battlement. Hasil pengamatan terhadap jenis leukosit pada sampel hapusan darah ikan lele yang diambil dari 50 ekor ikan lele di lima tempat yang ada di kota Denpasar menunjukan bahwa persentase limfosit yang diamati lebih tinggi dibandingkan dengan monosit, heterofil/neutrofil, basofil maupun eosinofil. Persentase limfosit berada pada kisaran 53,5-69,7 %, monosit 26.9-43.4 %, heterofil/neutrofil 2,2-9,0 %, basofil 0,1 % dan eosinofil tidak ditemukan.
AKTIVITAS INVITRO SENYAWA ANTIMIKROBA STREPTOCOCCUS LACTIS (INVITRO ACTIVITY ANTIMICROBIAL SUBSTANCE PRODUCED BY STREPTOCOCCUS LACTIS) Suarsana, I Nyoman; Bintang, Maria; Utama, Iwan Harjono; Suartini, Ni Gusti Agung Ayu
Jurnal Veteriner Vol 2 No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Invitro Senyawa Antimikroba Streptococcus lactis (INVITRO ACTIVITY ANTIMICROBIAL SUBSTANCE PRODUCED BY STREPTOCOCCUS LACTIS)