Nur Fitri Utami
Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

TINGKAT KECEMASAN SUAMI SAAT ISTRI MENJALANI PERSALINAN NORMAL DI PONEK RSUD Dr. MOEWARDI Utami, Nur Fitri; Andriyani, Annisa
GASTER Vol 11, No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.923 KB)

Abstract

Persalinan merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan manusia dan merupakan satu rangkaian yang menyatu dalam kehamilan. Persalinan merupakan pengalaman yang penuh dengan kecemasan. Kecemasan ibu pada persalinan primipara cukup tinggi di bandingkan pada persalinan multipara. Kecemasan dan perubahan emosi tidak hanya di alami oleh ibu saja tetapi suami pun juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh ibu. Tujuan; Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 96 responden, sedangkan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil; Hasil uji bivariate dengan uji-t tidak berpasangan membuktikan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap isrti yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal dibuktikan dengan nilai p=0.000 dimana <0.05. Kesimpulan; Ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Kata Kunci ; tingkat kecemasan, suami, persalinan normal
TINGKAT KECEMASAN SUAMI SAAT ISTRI MENJALANI PERSALINAN NORMAL DI PONEK RSUD Dr. MOEWARDI Utami, Nur Fitri; Andriyani, Annisa
GASTER Vol 11, No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.923 KB)

Abstract

Persalinan merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan manusia dan merupakan satu rangkaian yang menyatu dalam kehamilan. Persalinan merupakan pengalaman yang penuh dengan kecemasan. Kecemasan ibu pada persalinan primipara cukup tinggi di bandingkan pada persalinan multipara. Kecemasan dan perubahan emosi tidak hanya di alami oleh ibu saja tetapi suami pun juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh ibu. Tujuan; Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 96 responden, sedangkan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil; Hasil uji bivariate dengan uji-t tidak berpasangan membuktikan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap isrti yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal dibuktikan dengan nilai p=0.000 dimana <0.05. Kesimpulan; Ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Kata Kunci ; tingkat kecemasan, suami, persalinan normal
Frekuensi kelainan ukuran mesio-distal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel pada sub-ras DeutromelayuFrequency of mesiodistal size abnormality of maxillary lateral incisors based on Woelfel in the Deutro-Malays sub-race Utami, Nur Fitri; Zenab, Yuliawati; Harsanti, Andriani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.761 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18500

Abstract

Pendahuluan: Gigi insisif lateral maksila merupakan gigi yang memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kelainan ukuran mesio-distal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif. Pengukuran mesio-distal gigi insisif lateral maksila menggunakan kaliper digital. Sampel sebanyak 35 mahasiswa diperoleh dengan teknik purposive sampling dilakukan pada ras Deuteromelayu. Hasil: Rata-rata ukuran mesio-distal gigi insisif lateral maksila pada regio 1 dan 2 adalah 6,28 mm (17,94%) dan 6,20 mm (17,71%). Nilai minimum dan maksimum regio 1 adalah 3,50-7,44 mm, sedangkan pada regio 2 adalah 3,46-7,77 mm. Terdapat 4 gigi insisif lateral maksila (11,42%), sepasang gigi (bilateral) insisif lateral maksila dan dua gigi insisif lateral maksila unilateral (kiri) yang memiliki kelainan ukuran. Jumlah yang mengalami kelainan pada gigi 12 sebanyak 1 gigi (2,85%), dan gigi 22 sebanyak 3 gigi (8,57%). Kelainan ukuran hanya terjadi pada 32 sampel perempuan (9,38%) dan termasuk kedalam golongan mikrodonsia (5,71%). Simpulan: Frekuensi kelainan ukuran mesio-distal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel pada Sub-Ras Deuteromelayu sebanyak 3 orang dengan jenis kelainan mikrodonsia sejumlah 4 gigi dengan angka kejadian 2 gigi pada bilateral insisif lateral maksila dan dua gigi insisif lateral maksila unilateral. ABSTRACTIntroduction: The maxillary lateral incisors have varied shapes and sizes. The purpose of this study was to determine the frequency of mesiodistal size abnormality of the maxillary lateral incisors based on the Woelfel in the Deutero-Malays sub-race. Methods: The research method was descriptive. Measurement of mesiodistal maxillary lateral incisors using digital callipers. A sample of 35 students was obtained by purposive sampling technique. Results: The average mesiodistal size of the maxillary lateral incisors in regions 1 and 2 was 6.28 mm (17.94%) and 6.20 mm (17.71%) respectively. The minimum and maximum values of Region 1 was 3.50-7.44 mm, while in Region 2 was 3.46-7.77 mm. There are four maxillary lateral incisors (11.42%), a pair of maxillary lateral (bilateral) incisors and two unilateral maxillary lateral incisors (left) with size deviation. The number of people with abnormalities in tooth number 12 was as much as one tooth (2.85%), and in tooth number 22 was as much as three teeth (8.57%). Size abnormalities only occurred in 32 female samples (9.38%) and included in the microdontia group (5.71%). Conclusion: Frequency of mesiodistal size abnormalities of the maxillary lateral incisors based on the Woelfel in Deutero-Malays sub-race was found in 3 people with microdontia as the abnormality type, in as much as 4 teeth consisted of 2 bilateral maxillary lateral incisors and 2 unilateral maxillary lateral incisors.Keywords: Maxillary lateral Incisors, mesio-distal size abnormalities.
Frekuensi kelainan ukuran mesiodistal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel pada sub-ras DeutromelayuFrequency of mesiodistal size abnormality of maxillary lateral incisors based on Woelfel in the Deutro-Malays sub-race Utami, Nur Fitri; Zenab, Yuliawati; Harsanti, Andriani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.761 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18500

Abstract

Pendahuluan: Gigi insisif lateral maksila merupakan gigi yang memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kelainan ukuran mesiodistal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif. Pengukuran mesiodistal gigi insisif lateral maksila menggunakan kaliper digital. Sampel sebanyak 35 mahasiswa diperoleh dengan teknik purposive sampling dilakukan pada ras Deuteromelayu. Hasil: Rata-rata ukuran mesiodistal gigi insisif lateral maksila pada regio 1 dan 2 adalah 6,28 mm (17,94%) dan 6,20 mm (17,71%). Nilai minimum dan maksimum regio 1 adalah 3,50-7,44 mm, sedangkan pada regio 2 adalah 3,46-7,77 mm. Terdapat 4 gigi insisif lateral maksila (11,42%), sepasang gigi (bilateral) insisif lateral maksila dan dua gigi insisif lateral maksila unilateral (kiri) yang memiliki kelainan ukuran. Jumlah yang mengalami kelainan pada gigi 12 sebanyak 1 gigi (2,85%), dan gigi 22 sebanyak 3 gigi (8,57%). Kelainan ukuran hanya terjadi pada 32 sampel perempuan (9,38%) dan termasuk kedalam golongan mikrodonsia (5,71%). Simpulan: Frekuensi kelainan ukuran mesiodistal gigi insisif lateral maksila berdasarkan Woelfel pada sub-ras Deuteromelayu sebanyak 3 orang dengan jenis kelainan mikrodonsia sejumlah 4 gigi dengan angka kejadian 2 gigi pada bilateral insisif lateral maksila dan dua gigi insisif lateral maksila unilateral.Kata kunci: Gigi insisif lateral maksila, abnormalitas ukuran mesiodistal. ABSTRACTIntroduction: Maxillary lateral incisors have varied shapes and sizes. The purpose of this study was to determine the frequency of mesiodistal size abnormality of the maxillary lateral incisors based on the Woelfel in the Deutro-Malays sub-race. Methods: The research method was descriptive. Measurement of mesiodistal maxillary lateral incisors was performed using a digital callipers. A sample of 35 students was obtained by purposive sampling technique. Result: The average mesiodistal size of the maxillary lateral incisors in regions 1 and 2 was 6.28 mm (17.94%) and 6.20 mm (17.71%) respectively. The minimum and maximum values of region 1 was 3.50-7.44 mm, while in region 2 was 3.46-7.77 mm. There were four maxillary lateral incisors (11.42%), a pair of maxillary lateral (bilateral) incisors and two unilateral maxillary lateral incisors (left) with size deviation. The number of people with abnormalities in tooth number 12 was as much as one tooth (2.85%), and in tooth number 22 was as much as three teeth (8.57%). Size abnormalities only occurred in 32 female samples (9.38%) and included in the microdontia type (5.71%). Conclusion: Frequency of mesiodistal size abnormalities of the maxillary lateral incisors based on the Woelfel in Deutero-Malays sub-race was found in 3 people with microdontia as the abnormality type, in as much as 4 teeth consisted of 2 bilateral maxillary lateral incisors and 2 unilateral maxillary lateral incisors.Keywords: Maxillary lateral Incisors, mesiodistal size abnormalities.
PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI ORGAN REPRODUKSI DOMBA JANTAN EKOR TIPIS INDONESIAREPRODUCTION ORGAN Ulum, Mokhamad Fakhrul; Paramitha, Devi; Muttaqin, Zultinur; Utami, Nur Fitri; Utami, Nindya Dwi; Gunanti, .; Noviana, Deni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 1 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.131 KB) | DOI: 10.29244/avi.1.2.51-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencitraan struktur jaringan penyusun organ reproduksi jantan pada domba ekor tipis (DET) melalui pencitraan B-Mode ultrasonografi. Penelitian ini menggunakan 3 ekor DET jantan dengan berat 14-16 kg berumur 10-12 bulan. Pencitraan ultrasonografi dilakukan secara langsung pada domba tanpa menggunakan anestesi atau sedasi. Transduser linear berfrekuensi 7,5-15 MHz digunakan untuk memeriksa organ reproduksi jantan meliputi preputium, penis, epididimis, dan testis. Pemeriksaan dilakukan secara melintang dan memanjang dalam proses pemindaian. Hasil yang didapat adalah struktur jaringan penyusun organ reproduksi jantan dapat terlihat jelas dengan ekogenitas yang bervariasi. Bagian organ juga dapat dibedakan melalui pencitraan ultrasonografi sesuai dengan bentuk struktur jaringan penyusun organ yang diamati.