Pri Iswati Utami
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. Raya Dukuhwaluh, PO Box 202, Purwokerto 53182

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS SIKLAMAT PADA AGAR-AGAR YANG BEREDAR DI PASAR WAGE PURWOKERTO DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Widyaningsih, Rizki; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.433

Abstract

Telah dilakukan penetapan kadar siklamat dalam makanan kemasan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Sampel yang digunakan adalah agar-agar yang beredar di Pasar Wage Purwokerto. KCKT yang digunakan adalah fase terbalik dengan fase diam kolom shimpack octadesylsilane (ODS) dan fase gerak metanol:air (30:70) dengan kecepatan alir 1 mL/menit. Detektor yang digunakan adalah detektor UV dengan panjang gelombang pengukuran 220 nm. Penentuan linierita pada kurva kalibrasi menunjukkan hubungan yang linier antara luas area dengan konsentrasi siklamat. Persamaan kurva kalibrasi adalah y = 0,959 x + 0,003 (r=0,999). Nilai limit of detection (LOD) dan limit of quantitation (LOQ) berturut-turut sebesar 6,5 x 10-3 dan 0,022 mg/mL. Hasil uji presisi menunjukkan metode memiliki presisi yang baik dengan nilai relative standard deviation (RSD) sebesar 0,31%, namun ketepatan metode kurang memenuhi persyaratan. Berdasarkan hasil penetapan kadar, diperoleh bahwa kadar rata-rata siklamat dalam sampel agar-agar diperoleh sebesar 1,99 mg/mL. Kata kunci: siklamat, KCKT, pemanis buatan
ANALISIS CEMARAN TEMBAGA DALAM AIR SUMUR INDUSTRI PELAPISAN EMAS DI KOTA TEGAL DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Listiowati, Listiowati; Rahayu, Wiranti Sri; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1132

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang analisis tembaga dalam air sumur. Tujuan dari penelitian ini untuk menetapkan kadar tembaga dalam air sumur. Analisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dengan destruksi basah. Panjang gelombang untuk pengukuran tembaga adalah 324,8 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa logam tembaga pada semua sampel tidak terdeteksi. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi akurasi, presisi, dan linearitas (0,2–1,0 ppm) memenuhi persyaratan yang ditentukan. Persamaan regresi linear kurva baku y = 0,034 x–1,76 . 10 -3 dan r = 0,998. Kata Kunci: analisis tembaga, air sumur, spektrofotometri serapan atom (SSA). ABSTRACT It had been done research about analysis of copper in ground water. The purpose of this research was to determine levels of copper in ground water. Analysis using atomic absorption spectrophotometry (AAS) method with wet destruction. Measurement wavelength was 324.8 nm for copper. The analysis showed that the concentration of copper metal was not detected in all samples. The results of the validation method of analysis has been conducted include accuracy, precision, and linearity (0.2 to 1.0 ppm) to meet the specified requirements. Standard curve linear regression equation y = 0.034x-1.76.10-3 and r = 0.998 Keywords: analysis of copper, ground water, atomic absorption spectrophotometry (AAS).
IDENTIFIKASI CEMARAN TIMBAL PADA WORTEL (Dautus carota L.) ORGANIK DAN ANORGANIK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Lestari, Ani Puji; Utami, Pri Iswati; Rahayu, Wiranti Sri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.580

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan uji cemaran logam timbal (Pb) pada wortel organik dan wortel anorganik. Analisis dilakukan dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjanggelombag 283,3 nm. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas wortel organik danwortel anorganik ditinjau dari cemaran logam timbal (Pb). Sampel wortel organik dan anorganik diambil dari salah satu toko sayur di Purwokerto. Preparasi sampel dilakukan dengan cara destruksi basah. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi uji akurasi, uji presisi dan uji linearitas dengan persamaan kurva baku Y = 0,550 x – 0,013, dengan hasil batas deteksi dan batas kuantitasinya sebesar 0,327 ppm dan 1,09 ppm. Dari hasil analisis, adanya Pb pada sampel wortel organik dan anorganik yang diuji tidak terdeteksi. Kata Kunci: Uji cemaran timbal, spektrofotometri serapan atom (SSA), wortel organik dan Anorganik ABSTRACT A research experiment of lead (Pb) on organic and inorganic carrots, has been done. Analysis was performed by atomic absorption spectrophotometer (AAS) at wavelength 283.3 nm. Inorganic and organic carrot samples taken from one grocery store in Purwokerto. Sample preparation was done by wet destruction. The validation method of analysis has been carried out including the testing of accuracy, precision test and linearity test with the equation of regression Y = 0.550 x - 0.013, with the limit of detection and limit quantitation of 0.327 ppm and 1.09 ppm. The result of Pb analysis in the inorganic and organic carrot samples is undetect. Keywords: Pb determination, atomic absorption spectrophotometry (AAS), inorganic and organic carrots
ANALISIS NATRIUM NITRIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL DALAM DAGING BURGER YANG BEREDAR DI SWALAYAN PURWOKERTO Lestari, Pudji; Sabikis, Sabikis; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1134

Abstract

ABSTRAK Metode spektrofotometri visibel dapat digunakan untuk menetapkan kadar natrium nitrit dalam daging burger. Metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam nitrit (dari natrium nitrit dalam suasana asam) dengan amin aromatis primer (asam sulfanilat) membentuk garam diazonium. Selanjutnya direaksikan dengan naftiletilendiaminn membentuk senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 546,50 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata natrium nitrit pada sampel daging burger merk A sebesar 76,65 mg/kg dan merk D sebesar 109,72 mg/kg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar natrium nitrit yang terdapat dalam masing-masing sampel tidak melebihi batas maksimum penggunaan natrium nitrit sesuai Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yaitu 125 mg/kg sehingga masih aman untuk dikonsumsi. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi 0,998; batas deteksi dan batas kuantitasi masing-masing 0,142 dan 0,473 ppm; nilai perolehan kembali rata-rata dan nilai kesalahan sistematik sebesar 88,13 % dan 11,87 % ; nilai standar deviasi, koefisien variasi dan ketelitian alat pada uji presisi alat masingmasing sebesar 0,016; 1,59 % dan 98,41 %. Kata kunci : Natrium nitrit, Daging burger, Validasi metode, Spektrofotometri Visibel. ABSTRACT Visible spectrophotometric method can be used to determine levels of sodium nitrite in meat burgers. This method is based on diazotation reaction between nitrite acid (from sodium nitrite in acid conditions) with primary aromatic amines (sulfanilic acid) to form diazonium salt. Subsequently reacted with naftiletilendiamin form colored compounds and absorbance was measured at a wavelength of 546.50 nm. The results showed average levels of sodium nitrite in meat samples burger brand A of 76.65 mg/kg and D brand of 109.72 mg/kg. Test results showed that the levels of sodium nitrite contained in each sample does not exceed the maximum limit the use of sodium nitrite according Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 about food additive which is 125 mg / kg so it is still safe for consumption. The results of the analysis conducted method validation values obtained correlation coefficient 0.998; limit of detection (LOD) and limit of quantitation (LOQ) of each 0.142 ppm and 0.473 ppm; the average recovery and the value of systematic error of 88.13% and 11, 87%; value of standard deviation, coefficient of variation and correctness of appliance at precision test each of 0.016; 1.59% and 98.41%. Key words: Sodium nitrite, Meat burger, Method validation, Visible Spectrophotometry.
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP KADAR VITAMIN E PADA KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Pambudi, Eka Prasetyo Agung; Utami, Pri Iswati; Hartanti, Dwi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.426

Abstract

Kacang hijau merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kacang hijau mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Salah satu gizi yang terkandung adalah vitamin E. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin E pada kacang hijau serta mempelajari pengaruh pemanasan terhadap kandungan vitamin E nya. Persiapan sampel sebelum penetapan kadar dilakukan dengan pemanasan selama waktu yang berbeda. Masing-masing kacang hijau setelah perlakuan dianalisis kandungan vitamin E nya. Analisis kandungan vitamin E dilakukan dengan metode spektrofotometri setelah pembentukan kompleks warna merah menggunakan reagen ferri klorida dan 2,2’bipiridil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang gelombang maksimum vitamin E yang diperoleh adalah 520 nm dan operating time pada menit ke 5, dan dengan persamaan kurva baku y = 0,604X + 0,047 (r=0,998). Berdasarkan uji analisis varian (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin E dalam kacang hijau dengan lama pemanasan yang berbeda. Pemanasan dapat menurunkan kadar vitamin E pada kacang hijau. Dalam hasil rebusan kacang hijau, ditemukan sedikit jumlah vitamin E, karena vitamin ini sulit larut dalam air. Kata Kunci : kacang hijau, vitamin E, spektrofotometri UV-Vis
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL DI MATA AIR PEGUNUNGAN GUCI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Firmansyah, Muchammad Ade; Sabikis, Sabikis; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.759

Abstract

ABSTRAK Analisis cemaran logam Timbal telah dilakukan pada sampel mata air Pegunungan Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Analisis kadar Timbal menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom dengan destruksi basah. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 283 nm. Validasi metode analisis yang dilakukan meliputi uji akurasi, uji presisi, dan uji linearitas. Hasil uji Linieritas (r = 0,9971), hasil uji Presisi (RSD% = 3,89%), dan hasil uji Akurasi (Recovery P% = 93,12%). Berdasarkan hasil validasi metode yang dilakukan, analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom memenuhi persyaratan validasi yang ditentukan. Batas Deteksi sebesar 0,104 ppm dan Batas Kuantitasi sebesar 0,347 ppm. Dari hasil analisis, kelima sampel mata air yang diambil dari tempat yang sering dilewati kendaraan bermotor di daerah Pegunungan Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang diuji terdapat kandungan logam berat Timbal yang melampaui standar maksimal kandungan Timbal pada Standar Nasional Indonesia sebagai air yang dikonsumsi sebagai air minum. Hasil analisis cemaran rata-rata dari Sampel A sebesar 0,50 ppm, Sampel B sebesar 0,43 ppm, Sampel D sebesar 0,56 ppm, dan pada hasil kadar Sampel C dan E belum bisa ditetapkan kadarnya karena masih di bawah nilai Batas Kuantitasi untuk dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama. Kata Kunci : Timbal, mata air, destruksi basah, spektrofotometri serapan atom. ABSTRACT Analysis of lead heavy metal contamination was studied on the sample from Pure Water of Guci Mountain, Tegal Regency, Central Java. This analysis used Atomic Absorption Spectrophotometry method with wet destruction. The measuring used wave length 283 nm.The Validation of the method were accurate test, precission test, and linearity test. The result are linearity test (r = 0.9971), precission test (RSD = 3.89%), and accuration test (Recovery P% = 93.12). Based of the result so that the analysis with these method were qualified. Limit of detection are 0.104 ppm and Limit of Quantition are 0.347 ppm.Based on those validation, sample bought from the place that was many vahicles in Guci Mountain, Tegal Regency, Central Java contained the heavy metal over The Standar National Indonesia. The Contaminant were sample A 0.50 ppm, sample B 0.43 ppm, sample D 0.56 ppm. The quantity of sample C and E have not been determinated well because they were less than Limit of Quantitation. Keywords : Lead metal, pure water, wet destruction, atomic absorption spectrophotometry
PENETAPAN KADAR TANIN DALAM INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Kharismawati, Mufti; Utami, Pri Iswati; Wahyuningrum, Retno
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.398

Abstract

ABSTRAK Salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional adalah salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp). Tanin diketahui sebagai salah satu bahan aktif yang terkandung dalam daun salam dan sering digunakan untuk mengatasi masalah diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada daun salam dengan umur daun yang berbeda. Daun salam muda dan daun salam tua diambil sebagai sampel. Penyarian tanin dari sampel daun dilakukan secara infundasi. Kadar tanin dalam infusa yang diproleh ditetapkan dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel dengan menggunakan pereaksi Folin Denis dan natrium karbonat jenuh yang akan menghasilkan warna biru. Panjang gelombang maksimum yang digunakan adalah 745,0 nm. Kadar tanin yang diperoleh pada daun salam muda dan daun salam tua berturut-turut sebesar 0,036±1,513% dan 7,07.10-3±0,288%. Dari uji t dengan taraf kepercayaan 95% diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan kadar tanin yang signifikan antara daun salam tua dan muda. Kata Kunci : tanin, daun salam, infusa, spektrofotometri ultra violet-visibel. Abstract People used many traditional medicinal plants. One of them is leaf of salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp). One of its active compound is tannin that used to treat diarrhoae. The aim of this research was to determine tannin content of salam leaves from different age. Sample that used in this research were young and old salam leaves. Infundation method was used to extract tannin from salam leaves. Tannin content of the infusion was determined by ultraviole-visible spectrophotometry with addition of Folin Denis reagent. Maximum wavelength was 745.0 nm. The result of tannin content in young and old salam leaves were 0.036±1.513% and 7.07x10-3±0.288% respectively. t test showed that there were differences of tannin content in young and old salam leaves. Keywords: tannin, salam leaf, infusion, ultraviolet-visible spectrophotometry
PENETAPAN KADAR TANIN DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum.L ) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL Andriyani, Dewi; Utami, Pri Iswati; Dhiani, Binar Asrining
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.552

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian penetapan kadar tanin pada daun rambutan (Nephelium lappaceum) dengan metode spektrofotometri ultraviolet visibel. Penetapan kadar dilakukan untuk mengetahui jumlah kadar yang terkandung dalam daun rambutan. Metode yang digunakan untuk penyarian simplisia adalah metode maserasi. Ekstrak yang sudah didapat kemudian diencerkan, ditambahkan reagen Folin Denis dan Natrium Karbonat anhidrat, setelah itu dibaca pada panjang gelombang maksimum dan pada saat operating time tercapai. Reaksi pembentukan yang terjadi adalah reduksi oksidasi dimana tanin sebagai reduktor dan folin Denis sebagai oksidator. Hasil oksidasi akan membentuk warna biru yang dapat dibaca panjang gelombang maksimal. Hasil perhitungan rata-rata kadar pada daun rambutan muda adalah 6.25% dengan SD sebesar 0.08327 dan KV sebesar 1.3%. Kadar rata-rata daun rambutan tua adalah 6.62%, dengan SD sebesar 0.02309%. dan KV 0.35%. Hasil uji t menunjukkan bahwa kadar tanin daun rambutan dengan variasi umur mempunyai perbedaan kadar yang signifikan. Kata Kunci: Tanin, Daun Rambutan, Spektrofotometri Ultraviolet visibel ABSTRACT A research on determination of tannin in rambutan leaf (Nephelium lappaceum) by the ultraviolet visible spectrophotometry method has been done. Determination was done to investigate the tannin content in rambutan leaf. Extraction method used in this research was maceration method. Extract was added by reagent Folin Denis and Natrium Carbonate anhydrate and subsequently read at particular maximum wavelength and operating time. Forming reaction that happened was oxidize reduction where tannin as reductor and folin Denis as oxidator. Result of oxidation formed blue color which could be read maximal wavelength. Result of the mean of tannin content in young rambutan leaf was 6.25 % with SD equal to 0.08327 and CV equal to 1.3 %. The mean of tannin content old rambutan leaf, SD, and CV was 6.62%, 0.02309% and CV 0.35%, respectively. T-test showed that there were differences of tannin content in young and old rambutan leaves. Keywords: Tannin, Rambutan Leaf, Ultraviolet visible spectrophotometry.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Penurunan Kandungan Vitamin C pada Jambu Biji (Psidium guajava, Linn) Dewi, Yeni Utami; Sumantri, Sumantri; Utami, Pri Iswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.033 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap penurunan kadar vitamin C dalam buah jambu biji (Pdisium guajava, Linn). Penepatan kadar vitamin C menggunakan metode 2,6 diklorofenolindofenol (2,6-DIP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C dalam jambu biji yang disimpan pada suhu kamar (30o C) dan suhu rendah (10oC) mengalami penurunan. Analisis varian dua arah dengan taraf kepercayaan 95% (p=0,05) menunjukan lamanya penyimpanan berpengaruh terhadap kadar vitamin C dalam buah jambu biji, sedangkan suhu penyimpanan (30oC dan 10o C) memberikan pengaruh yang tidak bermakna terhadap kadar vitamin C dalam buah jambu biji.
PENETAPAN KADAR TABLET RANITIDIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis DENGAN PELARUT METANOL Rahayu, Wiranti Sri; Utami, Pri Iswati; Fajar, Sochib Ibnu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.881

Abstract

ABSTRAK Saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih obat merk dibandingkan obar generik. Mereka menganggap obat merk lebih berkhasiat dibanding obat generik. Padahal obat dengan zat aktif yang sama akan memberikan efek terapi yang sama sesuai kadarnya. Untuk itu perlu dilakukan penetapan kadar antara obat generik dan merk. Metode Spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk menetapkan kadar Ranitidin dalam sediaan tablet. Metode ini didasarkan pada adanya gugus kromofor dan auksokrom pada Ranitidin yang dapat memberikan absorbansi pada panjang gelombang 326 nm menggunakan pelarut metanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar Ranitidin dalam sediaan tablet dan uji validasinya menggunakan metode analisis Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata Ranitidin dari delapan sampel tablet Ranitidin yang diperoleh adalah 150,44 mg/tablet. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan diperoleh nilai standar deviasi (SD), koefisien variasi (KV), dan ketelitian alat pada uji presisi alat masing-masing sebesar 0,07; 0,56 %; 99,44 %. Nilai % perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan nilai kesalahan sistematik rata-rata pada uji akurasi metode adalah secara berturut-turut 108,39% dan 8,39% untuk penambahan baku 1000 ppm; 100,6% dan 0,6% untuk penambahan baku 500 ppm; 100,67% dan 0,67% untuk penambahan baku 100 ppm. Dari kurva baku diperoleh persamaan regresi linier y = 0,045x + 0,068 (r sebesar 0,9988). Batas deteksi dan Batas kuantitasi yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 0,6 ppm dan 2,1 ppm. Dari uji t dihasilkan nilai signifikan 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (5%). Dari uji ANAVA terlihat ada perbedaan antara kadar tablet Ranitidin generik dengan tablet Ranitidin merk. Kata kunci : Ranitidin, Tablet, Metanol, Spektrofotometri UV-Vis. ABSTRACT Many people choose the branded drugs compared to generic drugs. They assumed that branded drugs are more effective than the generic ones. Drugs with similar therapeutic substance will have similar therapeutic effect depend on its concentration. For that reason, it’s needed to determine branded drugs and generic drugs. UV-Vis spectrophotometry method can be used to determine Ranitidine in tablets. This method was based on chromophore and auxochrome in Ranitidine and its absorption at 326 nm. The aim of this research was to examine the ability of UV-Vis spectrophotometry method to determine Ranitidine in tablets and its validating methods. The result show that the mean weight of Ranitidine tablets sample is 150.44 mg/tablets. Results of validation analysis were standard deviation (SD), coefficient variation (CV), and correctness of appliance at precision test appliance equal to 0.07; 0.56 %; 99.44% respectively. The value of mean recovery and systematic error at accuracy test method equal to 108.39 % and 8.39 % respectively at 1000 ppm standard addition, 100.6 %; and 0.6 % respectively at 500 ppm standard addition, 100.67 % and 0.67 % respectively at 100 ppm standard addition. From the standard curve linier regression equation was obtained y = 0.045x + 0.068 (r equal to 0.9988). Limit of detection and limit of quantization that was obtained from this research equal to 0.6 ppm and 2.1 ppm respectively. Result of ANAVA test show that there is a difference between rate of Ranitidine at branded tablets and generic tablets. Keywords: Ranitidine, Tablets, Methanol, UV-Vis Spectrophotometry