Tita Ratya Utari
Faculty of Medical and Health Sciences, Muhammadiyah Yogyakarta University, Yogyakarta 55813

Published : 3 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Perawatan maloklusi Angle kelas II divisi 2 pasien dewasa dengan pencabutan dua premolar atas Utari, Tita Ratya
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 3, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.633 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.17249

Abstract

Treatment of maloclussion angle class II division 2 in adult patient with two maxillary premolar extractions. Angle Malocclusion class II division 2 had a characteristic of central incisor retroclination, lateral incisor proclination, added by severe deep overbite that caused aesthetic disturbance to the patient. In adult patient this type of case usually is treated with rst premolar extraction. This case report aimed to describe orthodontic treatment in maloclussion Angle class II division 2 to correct anterior crowding deep overbite which nally improve the aesthetics. A 19-year old female patient with overjet 0.5 mm, step bite (overbite 7.8mm) and ANB 10° (SNA 92°, SNB 82°). An 18 year old male patient with overjet 0.5 mm step bite (overbite 9mm) and ANB 10,5° (SNA 87,5°, SNB 77°). Both patients were diagnosed with malocclusion Angle class II division 2 with the palatoversi of central incisor, labioversi of lateral incisor and anterior crowding with trapezoid shape of the jaw. Patient was given orthodontic treatment using xed appliance with straight wire system and extraction of upper rst premolar. The treatments began by correcting the inclination of central incisor that allowed braces installation in lower anterior teeth. Canine was distalized then anterior retraction, it followed by intrusion of anterior maxilla using U loop. Treatment for malocclusion Angle Class II division 2 with the extraction of upper rst premolar feasible for correcting its anterior relation. Deep overbite and anterior crowding in both patients were corrected for better face aesthetics. ABSTRAKMaloklusi Angle kelas II divisi 2 dengan karakteristik retroklinasi insisivus sentral, proklinasi insisivus lateral disertai deep overbite yang parah menyebabkan gangguan estetik bagi pasien. pencabutan gigi premolar atas umumnya dilakukan untuk memperbaiki maloklusi pada pasien dewasa. Laporan kasus ini bertujuan memaparkan perawatan ortodontik dengan diagnosis maloklusi Angle Klas II Divisi 2 dengan tujuan memperbaiki crowding dan deep over bite sehingga diperoleh estetika yang baik. Kasus 1, pasien perempuan berusia 19 tahun dengan overjet 0,5 mm, deepbite (overbite 7,8 mm), dan ANB 10° (SNA 92°, SNB 82°). Kasus 2, pasien laki laki berusia 18 tahun dengan overjet 0,5 mm, deepbite (overbite 9 mm), dan ANB 10,5° (SNA 87,5°, SNB 77°). Diagnosis kedua kasus tersebut maloklusi Angle kelas II divisi 2 dengan insisivus sentralis rahang atas palatoversi, insisivus lateralis labio versi disertai crowding gigi anterior dan bentuk lengkung trapezoid. Pasien dilakukan perawatan ortodontik menggunakan alat cekat Straight Wire System dengan pencabutan premolar pertama kanan dan kiri rahang atas. Perawatan diawali dengan melakukan koreksi inklinasi gigi insisivus sentral atas sehingga memungkinkan pemasangan braket pada rahang bawah. Dilanjutkan distalisasi gigi kaninus, kemudian retraksi sekaligus intrusi gigi anterior rahang atas menggunakan wire dengan U-loop. Perawatan klas II divisi 2 dengan pencabutan premolar pertama rahang atas kanan dan kiri dapat memperbaiki relasi gigi anterior. Deep overbite dan crowding gigi anterior pada kedua pasien tersebut dapat dikoreksi sehingga diperoleh estetika wajah yang jauh lebih baik.