Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN PENGGUNAAN OBAT GENERIK DI INDONESIA SERTA DAMPAKNYA PADA BIAYA BELANJA OBAT MASYARAKAT STUDI KASUS PADA OBAT PENYAKIT DIABETES MENGGUAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Prabowo, Adhito; Wirjodirdjo, Budisantoso; Vanany, Iwan
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.2152

Abstract

Obat generik sebagai obat imitasi (tiruan) dari obat yang sudah melebihi siklus hidupnya (mature drug) dan dipasarkan menggunakan nama zat aktif dari obat yang sudah tidak diproteksi atau disebut dengan obat paten. Penyebab masalah ini adalah baik dokter maupun pasien, masih menganggap obat generik adalah obat yang murah dan tidak berkualitas. Hal ini menunjukkan masih kurangnya edukasi dan perlunya sosialisasi lebih lanjut terhadap obat generik. Kondisi yang ada justru pihak medis memilih untuk meresepkan obat selain generik karena adanya unsur financial incentives. Penelitian ini mengambil studi kasus pada penderita diabetes dengan mempertimbangkan karakteristik penyakit salah satunya diabetes yaitu penggunaan obat secara jangka panjang dan kecenderungan perpindahan merek produk yang kecil sehingga berdampak pada beban belanja obat masyarakat. Berdasarkan kondisi anomali obat generik dan fakta yang ada pada masyarakat, maka penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tercermin dari kemampuan konsumsi masyarakat terhadap obat, melalui peningkatan penggunaan obat generik menggunakan pendekatan sistem dinamik. Kesimpulan yang diperoleh adalah volume penggunaan obat generik dapat meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaram masyarakat terhadap kualitas obat generik
APLIKASI PEMETAAN ALIRAN NILAI DI INDUSTRI KEMASAN SEMEN Vanany, Iwan
Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2005): DECEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.631 KB) | DOI: 10.9744/jti.7.2.pp. 127-137

Abstract

This paper describes the application of Value Stream Mapping to identify the waste in cement-package industry on PT IHSG. The Value Stream Mapping is used to map the activity towards the company's supply chain with the result that the non-value adding activity could be identified. The result will be an important fundament for identifying the defect and time. The effort for identifying the company's improvement meet the problem priority and it has a significant impact so that the time and cost consuming could be avoided. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini menggambarkan bagaimana aplikasi pemetaan aliran nilai dapat mengidentifikasi waste pada industri kemasan semen. Pemetaan aliran nilai digunakan untuk memetakan aktivitas pada rantai pasok perusahaan sehingga aktivitas yang tidak bernilai tambah dapat diketahui. Hasil pemetaan akan menjadi landasan penting didalam mengetahui cacat dan waktu tunggu. Upaya untuk mengidentifikasi perbaikan perusahaan sesuai dengan masalah prioritas yang ada dan memiliki dampak yang signifikan sehingga tidak terjadi pemborosan biaya dan waktu program perbaikan. Kata kunci: pemetaan aliran nilai, industri kemasan semen, waste.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS PADA HOTEL X) Vanany, Iwan; Tanukhidah, Dian
Jurnal Teknik Industri Vol 6, No 2 (2004): DECEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.075 KB) | DOI: 10.9744/jti.6.2.pp. 148-155

Abstract

This article described a result of research design of performance measurement system in hotel business with Performance Prism Model. As long as, performance measurement system at hotel X not yet representatived organization performance according to comprehensif and integrated. Because of needed redesign performance measurement system with new model. From the objective condition of hotel X, Performance Prism model more representative than others. The result of design described that stakeholder in hotel X such as: customer, employee, supplier, owner and investor, and regulator and community. From the performance measurement system design are obtained 36 types Key Performance Indicator (KPI) such as: 6 KPI of customer, 9 KPI of staff manajerial, 9 KPI of staff operational, 4 KPI of supplier, 3 KPI of investor, and 5 KPI of regulator & community. Result of implementation performance measurement system with scoring system indicates that the amount of scor current performance indicator is 50,75%. Result of measurement can be based management act evaluation and choice planning improvement organization and all Stakeholder requirements must be request. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini menguraikan hasil penelitian perancangan sistem pengukuran kinerja pada sebuah perusahaan dalam bisnis hotel dengan model Performance Prism. Selama ini, sistem pengukuran kinerja di Hotel X belum merepresentasikan kinerja organisasi secara komprehensif dan integratif. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan kembali sistem pengukuran kinerjanya. Dari kondisi objektif hotel X, model yang tepat digunakan adalah model Performance Prism dibanding model lain. Hasil rancangan menunjukkan bahwa stakeholder hotel X meliputi: konsumen, tenaga kerja, supplier, pemilik/investor, serta pemerintah dan masyarakat sekitar lingkungan hotel. Sistem pengukuran kinerja memuat 36 KPI yang meliputi 6 KPI konsumen, 9 KPI staff manajerial, 9 KPI staff operasional, 4 KPI supplier, 3 KPI pemilik/investor, serta 5 KPI pemerintah dan masyarakat di sekitar lingkungan hotel. Dari hasil implementasi sistem pengukuran kinerja dengan proses scoring system menggunakan metode OMAX menunjukkan nilai current performance indicator yang telah dicapai oleh hotel X adalah sebesar 50,75%. Hasil pengukuran menjadi landasan pihak manajemen mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Performance Prism, Hotel.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (Studi Kasus pada Hotel X) Vanany, Iwan; Tanukhidah, Dian
Jurnal Teknik Industri Vol 6, No 2 (2004): DECEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.075 KB) | DOI: 10.9744/jti.6.2.pp. 148-155

Abstract

This article described a result of research design of performance measurement system in hotel business with Performance Prism Model. As long as, performance measurement system at hotel X not yet representatived organization performance according to comprehensif and integrated. Because of needed redesign performance measurement system with new model. From the objective condition of hotel X, Performance Prism model more representative than others. The result of design described that stakeholder in hotel X such as: customer, employee, supplier, owner and investor, and regulator and community. From the performance measurement system design are obtained 36 types Key Performance Indicator (KPI) such as: 6 KPI of customer, 9 KPI of staff manajerial, 9 KPI of staff operational, 4 KPI of supplier, 3 KPI of investor, and 5 KPI of regulator & community. Result of implementation performance measurement system with scoring system indicates that the amount of scor current performance indicator is 50,75%. Result of measurement can be based management act evaluation and choice planning improvement organization and all Stakeholder requirements must be request. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini menguraikan hasil penelitian perancangan sistem pengukuran kinerja pada sebuah perusahaan dalam bisnis hotel dengan model Performance Prism. Selama ini, sistem pengukuran kinerja di Hotel X belum merepresentasikan kinerja organisasi secara komprehensif dan integratif. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan kembali sistem pengukuran kinerjanya. Dari kondisi objektif hotel X, model yang tepat digunakan adalah model Performance Prism dibanding model lain. Hasil rancangan menunjukkan bahwa stakeholder hotel X meliputi: konsumen, tenaga kerja, supplier, pemilik/investor, serta pemerintah dan masyarakat sekitar lingkungan hotel. Sistem pengukuran kinerja memuat 36 KPI yang meliputi 6 KPI konsumen, 9 KPI staff manajerial, 9 KPI staff operasional, 4 KPI supplier, 3 KPI pemilik/investor, serta 5 KPI pemerintah dan masyarakat di sekitar lingkungan hotel. Dari hasil implementasi sistem pengukuran kinerja dengan proses scoring system menggunakan metode OMAX menunjukkan nilai current performance indicator yang telah dicapai oleh hotel X adalah sebesar 50,75%. Hasil pengukuran menjadi landasan pihak manajemen mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Performance Prism, Hotel.
APLIKASI ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) PADA PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA (STUDI KASUS PADA PT. X) Vanany, Iwan
Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 1 (2003): JUNE 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.633 KB) | DOI: 10.9744/jti.5.1.pp. 50-62

Abstract

The paper discusses the application of Analytic Network Process (ANP) to support the weighted of design performance measurement system with Balanced Scorecard method. During the time, the weighted uses method that disregarding interdependence between objectives strategy and Key Performance Indicator (KPI's). The method which often used in this weighted is Analytical Hierarchy Process (AHP). In fact this condition does not express the concept of strategy map of Balanced Scorecard. Therefore is needed apply the other weighted method which attention to the interdependence between Key Performance Indicator (KPI). Application of the weighted with ANP method is conducted at one of the power company. This company represents result of restructuring of PT. PLN (Persero). The result of design performance measurement system of PT. X are objective strategy, Key Performance Indicator (KPI) and strategy map, will be weighted by method of ANP. Further more Modeling of ANP based on strategy map. The result of application indicates that related of model of strategy map in Balanced Scorecard at PT. X is Feedback Network (hiernet) with phenomenon of inner and dependence of outer dependence. The perspective on Balanced Scorecard is identically with cluster on ANP, while objective strategy and KPI are identically with sub-element and element. Result of weighted with ANP method shows the existence of culmination of weighted on financial perspective of Strategy Map at PT. X. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini membahas aplikasi Analytic Network Process (ANP) untuk mendukung pembobotan pada perancangan sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard. Selama ini, pembobotan yang ada menggunakan metode yang mengabaikan saling keterkaitan antar strategi objektif dengan Key Performance Indicator (KPI-KPI) -nya. Metode yang sering digunakan didalam pembobotan ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Kondisi ini sebenarnya tidak mencerminkan konsep Strategy Map dari Balanced Scorecard oleh karena itu perlu diaplikasikan metode pembobotan lain yang memperhatikan saling ketergantungan antara ukuran kinerja yang satu dengan yang lain. Aplikasi pembobotan dengan metode ANP dilakukan pada PT. X salah satu perusahaan yang bergerak didalam penyediaan listrik. Perusahaan ini merupakan hasil restrukturisasi dari PT. PLN (Pembangkit Listrik Negara). Dari hasil perancangan sistem pengukuran kinerja PT. X berupa strategi objektif, Key Performance Indicator (KPI) dan Strategy Map-nya, akan dilakukan pembobotan dengan metode ANP. Pemodelan pada konteks ANP didasarkan atas Strategy Map-nya. Hasil aplikasi menunjukkan bahwa jenis keterkaitan model Strategy Map pada Balanced Scorecard di PT. X adalah Feedback Network (hiernet) dengan fenomena inner dependence dan outer dependence. Perspektif pada Balanced Scorecard identik dengan cluster pada ANP, sedangkan strategi objektif dan KPI identik dengan elemen dan sub elemen. Hasil pembobotan dengan metode ANP menunjukkan adanya kulminasi nilai bobot pada perspektif finansial dari Strategy Map di PT. X. Kata kunci: Sistem Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Analytic Network Process.
Analisis Risiko Operasional PT. “XYZ” Devi, Rien Sofia; Vanany, Iwan
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 1 (2017): Juni
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengelola risiko dalam industri kelistrikan adalah hal yang penting karena dapat mempengaruhi kinerja dan bisnis perusahaan. Upaya merencanakan mitigasi risiko untuk setiap risk event yang ada menjadihal yang perlu dilakukan perusahaan kelistrikan. Untuk mengidentifikasi risk event atas proses bisnis perusahaan, dilakukan melalui survei kepada pihak terkait. Kemudian dilakukan pembobotan atas proses bisnis yang terpilih dengan menggunakan metode AHP dengan bantuan aplikasi perangkat lunak Expert Choice. Bobot terbesar atas proses bisnis tersebut (1) pengelolaan settlement, (2) pengelolaan SDM, (3) pengelolaan pemasaran. Setelah diperoleh pembobotan dan nilai S, O dan D masing-masing risk event, maka dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) dan memprioritas risk event dengan menggunakan metode Pareto. Risk event yang paling berisiko antara lain (1) pelaksanaan pekerjaan emergency tanpa kontrak dan (2) Pemenuhan SDM tidak sesuai dengan kontrak. Selanjutnya dilakukan analisis sebab akibat dengan metode Fishbone Diagram. Dari analisis sebab akibat tersebut di peroleh bahwa faktor yang menyebabkan kemungkinan risk event terjadi. Setelah mengetahui penyebab dari risk event tersebut maka ditentukan mitigasinya. 
PENGADOPSIAN TEKNOLOGI RFID DI RUMAH SAKIT INDONESIA, MANFAAT DAN HAMBATANNYA Vanany, Iwan; Shaharoun, Awaluddin Bin Mohamed
Jurnal Teknik Industri Vol 11, No 1 (2009): JUNE 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.57 KB) | DOI: 10.9744/jti.11.1.pp. 82-94

Abstract

This paper explores the benefit and barriers of RFID (Radio Frequency Identification) technology adoption in Indonesian hospitals context. The investigation methods of this research used interview and semi-structured questionnaire on RFID consultants, RFID researchers, and big hospital managers in Java Island. The benefits and barriers of RFID technology adoption are identified from literature review. The barriers of RFID technology adoption are divided into two aspects, i.e., as business and technology aspects. The results of this study suggest that the benefits of RFID technology adoption are dominated of intangible benefit. Most of the respondents believed that the main barriers of RFID technology adoption are (1) the complexity of RFID technology (2) the lack of complete and valid information, and (3) there is no sufficient budget available. The detail of the outcomes and the implications of this reasarch are also discussed. Abstract in Bahasa Indonesia: Makalah ini berupaya mengeksplorasi manfaat dan hambatan dari pengadopsian teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dalam konteks rumah sakit di Indonesia. Metode investigasi dari penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner semi-struktur untuk konsultan, peneliti teknologi RFID dan manajer rumah sakit berkatagori besar di Pulau Jawa. Manfaat-manfaat dan hambatan-hambatan dari pengadopsian teknologi RFID telah diidentifikasi dari studi literatur. Hambatan dari pengadopsian teknologi RFID dibagi menjadi dua (2) aspek yaitu hambatan dari aspek bisnis dan teknologi. Temuan dari studi ini meyakini bahwa manfaat dari pengadopsian teknologi RFID didominasi oleh manfaat yang bersifat intangible. Sebagian besar responden meyakini bahwa hambatan utama dari pengadopsian teknologi RFID adalah: (1) kompleksnya teknologi RFID, (2) ketiadaan informasi yang lengkap dan valid, (3) tidak tersedianya anggaran yang cukup. Detail dari hasil studi dan implikasinya akan didiskusikan selanjutnya. Kata kunci: Pengadopsian teknologi RFID, Rumah sakit, Indonesia, Eksploratori.
Pemilihan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pada Program Corporate Sosial Responsibility Suratmodjo, Arwan Chrysdeckie; Vanany, Iwan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 17, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v17i1.4890

Abstract

Community development (Comdev) is company’s obligation and responsibility to the community. Advancing the community towards an independent one and preserving the environment through CSR also contribute towards building a corporate’s reputation. Proper is an award granted by the Ministry of Environment, while PROPER Emas (Gold Proper) is the highest-rank award with a significant impact on the company’s reputation. Community development programs are essential in achieving PROPER Emas. This research selects a community development (comdev) program suitable to the criteria in oil distribution company using the AHP Expert Choice method, so that the corporate obtains recommendations and a framework to be used for the comdev program. A superior program is necessity for the PROPER Emas judgement, and this research recommends community development activities to be featured as the superior program. This study concludes that the suggested top program to be carried out by fuel oil distribution companyis the eco-friendly waste bank as a first priority, and the river bank forest program as the second. This research expects to feed into the corporate’s CSR programs towards achieving gold proper.
Analisis Risiko Makanan Halal Di Restoran Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Sholichah, Wildatus; Vanany, Iwan; Soeprijanto, Adi; Anwar, Moch. Khoirul; Fatmawati, Lilik
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 16, No. 2, Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v16i2.4941

Abstract

The halal food served in restaurants is important for Muslim consumers and it is one of the most susceptible issues for restaurant business. Therefore, restaurant internal efforts to ensure the halal food by examining critical risks including the way to manage them become important to be execute by restaurant management. This research aims to create a model using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to identify and analyze the existing risks. Moreover, it also explains some improvement programs toward the risk management. The results of the risk identification and analysis will be determined by using Risk Priority Number (RPN). It is categorized that 7% risk event is classified as ‘very high risk’, 50% as ‘high risk’, 25% as ‘moderate risk’, and 18% considered as ‘low risk’. Furthermore, the improvement programs explained in this research are about delivery order system, packaging improvement, and also training, reward and punishment system. These programs are mainly purposed to reduce the risk with ‘high risk’ category.
APLIKASI SIX SIGMA PADA PRODUK CLEAR FILE DI PERUSAHAAN STATIONARY Emilasari, Desy; Vanany, Iwan
Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 1 (2007): JUNE 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.319 KB) | DOI: 10.9744/jti.9.1.pp. 27-36

Abstract

This paper describes the application of the Six Sigma methods is used in order to improve quality in manufacturing company that produce stationary product. DMAIC approach is utilized to analyze and improve Pocket Clear File product since this product has more variability and defects. Quality improvement also monitor the process that influenced pocket defect in Bag Making, Kami-ire, Karidome, and Pocket after Karidome Inspections section. Determining of Six Sigma project is based in process and defect type in each section. FMEA also gave the recommendation for quality improvement we need to evaluate the final result of the improvement since some of them were not working properly. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini menggambarkan bagaimana aplikasi metode Six Sigma digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas pada perusahaan manufaktur yang memproduksi produk stationary. Pendekatan DMAIC dipakai untuk menganalisa dan melakukan perbaikan produk Pocket Clear File karena tingginya variabilitas dan cacat dibanding produk lain. Perbaikan kualitas juga memperhatikan proses yang mempengaruhi terjadinya cacat pocket pada section Bag Making, Kami-ire, Karidome, dan Pocket after Karidome Inspection. Penentuan proyek Six Sigma didasarkan atas proses dan jenis cacat pada setiap section. Pendekatan FMEA mampu memberi rekomendasi perbaikan kualitas. Evaluasi dari hasil perbaikan penting untuk dilakukan karena beberapa implementasi perbaikan kualitas tidak berjalan sesuai dengan rencana. kata kunci: six sigma, DMAIC, perusahaan stationary.