Didik Wahjudi
Faculty of Industrial Tehnology, Petra Christian University

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

REKAYASA MUTU PRODUKSI GATE VALVE DI P.T. BARINDO ANGGUN INDUSTRI Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.705 KB) | DOI: 10.9744/jtm.1.1.pp. 55-62

Abstract

Casting process in P.T. Barindo Anggun Industri produces many rejected products. This condition will be improved by controlling factors, such as pouring temperature, pouring time, and pouring height. The research shows that those three factors give significant effect and minimum number of rejected products is obtained when pouring temperature is set at 1200°C, pouring time at 10 seconds, and pouring height at 10 centimeters. Abstract in Bahasa Indonesia : Proses pengecoran di P.T. Barindo Anggun Industri menghasilkan banyak produk yang cacat. Keadaan ini akan diperbaiki dengan mengendalikan beberapa faktor, yaitu temperatur penuangan, waktu tuang dan ketinggian cawan tuang. Dari penelitian ketiganya memberikan pengaruh signifikan. Jumlah cacat minimum didapatkan bila temperatur tuang 1200°C, waktu tuang 10 detik, dan ketinggian penuangan 10 cm. Kata kunci : desain eksperimen, rekayasa mutu
PENILAIAN DESAIN PRODUK DENGAN ASSEMBLY ANALYSIS AND LINE BALANCING SPREADSHEET DAN ULLMAN 13 GUIDELINES UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERAKITAN Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.254 KB) | DOI: 10.9744/jtm.1.2.pp. 143-150

Abstract

In an industry that produces product with a quite many components, assembly process usually is the most cost-determining process. Realizing that almost all products are assembled from some components and that the assembly process itself takes time, then products as much as possible are made to be assembled easily. Product design that is not proper will cause a very high numbers of components that, in turn, will reduce the reliability of that product. Finally, it will increase the assembly cost. That's why product design needs to be evaluated for assembly purpose. The purpose of this research is to evaluate product design by Assembly Analysis and Line Balancing Spreadsheet (AA&LBS) method. Then, the old design is improved to get a new design. The new design is compared the one resulted from Boothroyd Dewhurst (BD) method, where assembly time reduction, efficiency improvement, assembly cost reduction, and Ullman's 13 Guidelines method are used as the criteria. Of the data analysis, assembly time reduction of AA&LBS method is almost 2.7 times, and assembly cost reduction is almost 2.5 times than of BD method. AA&LBS method also resulted in average efficiency improvement that is larger, i.e. 11.08%, while BD method is only 0.08%. According to Ullman's 13 Guidelines method, AA&LBS method has a total score of 1062, while BD method has a score of 1060. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada industri yang menghasilkan produk akhir dengan komponen yang cukup banyak, proses perakitan biasanya merupakan proses yang paling menentukan jumlah biaya produksi. Mengingat hampir semua produk dirakit dari beberapa komponen dan proses perakitan itu sendiri menyita waktu, maka sedapat mungkin dibuat produk-produk yang dapat dirakit dengan mudah. Desain produk yang kurang tepat akan menyebabkan jumlah komponen yang terlalu banyak sehingga mengurangi keandalan produk tersebut. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan biaya proses perakitan. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian terhadap desain produk dengan tujuan memudahkan perakitan. Tujuan penelitian ini adalah menilai desain produk dengan metode Assembly Analysis and Line Balancing Spreadsheet (AA&LBS), kemudian dilakukan perbaikan terhadap desain lama sehingga diperoleh desain baru. Selanjutnya desain baru tersebut dibandingkan dengan desain yang diperoleh metode Boothroyd Dewhurst (BD), dimana alat pembandingnya adalah tabel penurunan waktu perakitan, tabel peningkatan efisiensi, tabel penurunan biaya perakitan dan metode Ullman's 13 Guidelines. Dari analisa data, diperoleh bahwa dengan metode AA&LBS penurunan waktu perakitan hampir 2.7 kali lebih besar, dan penurunan biaya perakitan hampir 2.5 kali lebih besar dari hasil yang diperolch metode BD. Metode AA&LBS juga memberikan rata-rata peningkatan efisiensi yang lebih besar yaitu 11.08 %, sedangkan metode BD hanya 0.08 %. Berdasarkan metode Ullman's 13 Guidelines, metode AA&LBS memiliki total score sebesar 1062, sedangkan metode BD sebesar 1060. Kata kunci: desain untuk perakitan, efisiensi desain
OPTIMASI KINERJA HEAT EXCHANGER TABUNG KOSENTRIS Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2000): OCTOBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.392 KB) | DOI: 10.9744/jtm.2.2.pp. 79-85

Abstract

Heat exchanger effectiveness is affected by some factors such as pipe shape, temperature, cold and hot air direction and velocity entering the heat exchanger. Research about heat exchanger has been done but the significance level of the heat exchanger effectiveness resulted is unknown. A designed experiment should be done to optimize the performance of concentric tube heat exchanger with measured significance level. From the analysis of result of previous experiment, factors that seem to affect the effectiveness are velocity of cold air, velocity of hot air, and pipe shape of heat exchanger used (outlet and inlet similar to U, S and L shape). Experimental design that is used here is three-level factorial design. On the arrangement of factors as follows: velocity of cold air = 4 m/s, velocity of hot air = 7 m/s, and pipe of S shape, optimum effectiveness gained at significance level of 95 % is 0,39098. Abstract in Bahasa Indonesia : Efektifitas heat exchanger tabung konsentris bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain bentuk pipa, temperatur, arah aliran dan kecepatan udara masuk baik dingin maupun panas. Penelitian mengenai heat exchanger telah dilakukan sebelumnya namun tingkat signifikasi dari efektifitas heat exchanger yang dihasilkan tidak diketahui. Suatu eksperimen yang terancang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari heat exchanger tabung kosentris dengan tingkat signifikasi yang terukur. Dari analisa terhadap hasil eksperimen terdahulu, tampak bahwa faktor yang berpengaruh adalah kecepatan udara dingin, kecepatan udara panas dan bentuk pipa heat exchanger (outlet dan inlet menyerupai bentuk U, S dan L) yang digunakan. Rancangan eksperimen yang digunakan ialah rancangan faktorial 3 level. Pada pengaturan level faktor sebagai berikut: kecepatan udara dingin = 4 m/det, kecepatan udara panas = 7 m/det dan bentuk tabung yang digunakan ialah pipa berbentuk S, diperoleh efektifitas optimum pada tingkat signifikasi 95 % = 0,39098. Kata kunci: heat exchanger, desain eksperimen, efektifitas
ANALISA TATA LETAK PABRIK UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING PADA PABRIK KOPER San, Gan Shu; Wahjudi, Didik; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.998 KB) | DOI: 10.9744/jtm.2.1.pp. 41-49

Abstract

A manufacturing factory that produce travel bags focused on export market with increasing demand, need to improve the product quantity to fulfil the production target. Initial survey found out that the factory cannot meet the target. This situation was caused by some factors, as: lack of machines and ineficiency of the factory location order. This paper includes analysis of factory location order using Travel Chart method which is performed manually and using QS software to get more accurate results. The objective is to minimize material handling so that realization of the production target determined can be optimized. By adding 1 (one) machine for hot forming, the production quantity can be increased and the new facility location order showed reduction of sum of momen from 949459 to 775494.8 Abstract in Bahasa Indonesia : Sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi koper dan menitik beratkan pemasaran produknya untuk ekspor dengan skala permintaan yang semakin meningkat, diharuskan dapat meningkatkan jumlah produksinya untuk memenuhi target produksi. Pada pengamatan awal ditemukan bahwa target produksi ternyata belum terpenuhi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah kurangnya jumlah mesin yang digunakan dan bentuk tata letak pabrik yang tidak efisien. Makalah ini memuat analisa tata letak pabrik dengan menggunakan metode travel chart yang dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan software QS untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat. Tujuan analisa tata letak pabrik ini adalah untuk meminimalisasi material handling sehingga diharapkan dapat mengoptimumkan realisasi target produksi yang telah ditetapkan. Dengan menambahkan 1 (satu) buah mesin untuk hot forming maka produksi dapat ditingkatkan dan perancangan tata letak fasilitas baru memberikan pengurangan total momen dari 949459 menjadi 775494,8. Kata kunci: tata letak pabrik, pesawat pengangkat, metode 'travel chart', momen perpindahan.
THE IMPACT OF AFTER-SALES SERVICE QUALITY ON CUSTOMER SATISFACTION AND CUSTOMER LOYALTY OF MIDDLE-UPPER CLASS LANDED HOUSINGS Wahjudi, Didik; Kwanda, Timoticin; Sulis, Rianthi
Jurnal Teknik Industri Vol 20, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.118 KB) | DOI: 10.9744/jti.20.1.%p

Abstract

Nowadays, good products are not sufficient. Market competition requires a good after-sales service. After-sales service quality has been identified as a source of revenue and competitive advantage. While other industry sectors have readily paid attention to after-sales service quality, little study has been done on the effectiveness of after-sales service quality in the field of real estate. This study aims to explore the relationship among after-sales service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. Especially, we want to confirm the impact of after-sales service quality on customer satisfaction and customer loyalty of middle-upper class real estate in Surabaya. This research was conducted by survey on 170 respondents from four housing complexes in Surabaya, i.e. Pakuwon City, Citraland, Bukit Darmo Golf, and Graha Family. The data was examined by using structural equation modeling (SEM). Through data analysis we confirm the positive correlation between after-sales service quality and customer satisfaction, the positive correlation between customer satisfaction and customer loyalty, and the direct and indirect relationships between after-sales service quality and customer loyalty. The practical implication of this study provides assurance to real estate management on the effectiveness of after-sales service quality in maintaining old customers and encouraging new consumers.
SIMULASI DISKRIMINASI STRUKTUR PROSES PRODUKSI YANG BERDATA ATRIBUT San, Gan Shu; Wahjudi, Didik
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.301 KB) | DOI: 10.9744/jtm.1.1.pp. 74-81

Abstract

Data from a production process usually is correlated and doesnot fit normal distribution. In order to detect the existence of strutural changes in production process, especially attribute data, which is focused on changes that are influenced by the data covariance structure, it is necessary to model the covariance function which identical to the spectral distribution first. Accordingly, data is transformed into its spectral distribution by using Walsh-Fourier Transformation so that data will not be correlated and can be analize statistically. Transformed data will be tested with F-test to see if this method can detect the changes. This simulation will use time series data which is generated with INAR (Integer Valued Auto-Regressive) model. Abstract in Bahasa Indonesia : Data pada suatu proses produksi pada umumnya terkorelasi dan tidak berdistribusi normal. Untuk dapat mendeteksi adanya perubahan struktur pada proses produksi, khususnya data atribut, yang difokuskan pada perubahan struktur yang mempengaruhi struktur kovarian data, perlu dimodelkan terlebih dahulu oleh fungsi kovarian yang identik dengan distribusi spektralnya. Karena itu data ditransformasikan ke dalam distribusi spektralnya dengan menggunakan transformasi Walsh-Fourier sehingga data menjadi tidak terkorelasi dan dapat dianalisa secara statistik. Data yang telah ditransformasikan ini akan diuji dengan menggunakan pengujian statistik F untuk mengetahui apakah metode ini dapat mendeteksi adanya perubahan. Data yang dipakai dalam simulasi ini berupa data time series yang dibangkitkan dengan model INAR (Integer Valued Auto-Regressive). Kata kunci : perubahan struktur, data atribut, struktur kovarians, distribusi spektral, uji statistik.
OPTIMASI PROSES INJEKSI DENGAN METODE TAGUCHI Wahjudi, Didik; San, Gan Shu; Pramono, Yohan
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2001): APRIL 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.996 KB) | DOI: 10.9744/jtm.3.1.pp. 24-28

Abstract

At this time about 3% of products produced by "X" plastic factory does not reach the standard. This factory has a problem to minimize the amount of defects. Taguchi method is used to lower the level of product defects. From the field survey, all the suspected factors can be obatained and it is shown ini the fishbone diagram. From the suspected factors, the factory chose factors that are to be used ini the experiments. Experiments were conducted using those four factors : pellet material percentage (60%, 70%, 80%), temperature (217°C, 225°C, 233°C), injection pressure (92 Bar, 93 Bar, 94 Bar), screw speed (81%, 83%, 85%). Taguchi method provide the combination and number of experiments. From each level of defects condition, analysis was done to obtain the affecting variables. The results of analysis shows that the combination of pellet material (80%), temperature (225°C), injection pressure (93 Bar), screw speed (83%) can minimize the amount of defects to 0.3%. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada saat ini sekitar 3% produk yang dihasilkan oleh perusahaan plastik "X" tidak memenuhi standar. Perusahaan mengalami kesulitan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk tersebut. Hal inilah yang mendasari penelitian dengan metode Taguchi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk. Dari survey lapangan didapatkan faktor-faktor yang dicurigai dan ditampilkan dalam bentuk diagram tulang ikan. Dari faktor-faktor yang dicurigai berpengaruh, perusahaan memilih faktor-faktor yang diijinkan untuk dieksperimentasikan. Empat faktor yang akan dieksperimentasikan adalah persentase bahan pelet, temperatur (217°C, 225°C, 233°C), tekanan injeksi (92 Bar, 93 Bar, 94 Bar), screw speed (81%, 83%, 85%). Metode Taguchi dipergunakan untuk menentukan kombinasi dan jumlah dari eksperimen. Dari tingkat kecacatan tiap kondisi dilakukan analisa sehingga didapatkan variabel yang berpengaruh. Dari hasil analisa didapat bahwa kombinasi persentase bahan pelet (80%), temperatur (225°C), tekanan injeksi (93 Bar) serta srew speed (83%) dapat menurunkan tingkat kecacatan hinga 0,3%. Kata kunci: Metode Taguchi, cacat produk, diagram tulang ikan.
ANALISA PENJADWALAN DAN BIAYA PERAWATAN MESIN PRESS UNTUK PEMBENTUKAN KAMPAS REM Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1815.736 KB) | DOI: 10.9744/jtm.2.1.pp. 50-61

Abstract

Maintenance scheduling system is very important for a company to reduce total maintenance cost. Maintenace scheduling will be done on hydraulic seal and oil burner pipe that are components of press machine for hot forming process. Scheduling model will consider labor cost, production loss cost, and spare part cost. The aim of this model is to determine the interval of maintenance by optimizing cost. This calculation will reduce total maintenance cost between 35,07 % and 90,73 % of the previous total maintenance cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada seal hydrolis yang merupakan komponen dari mesin press dan slang oil burner yang merupakan komponen mesin press untuk proses hot forming. Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan komponen-komponen biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan mengoptimalkan biaya. Dari hasil perhitungan dapat menekan biaya total berkisar antara 35,07% sampai 90,73% dari biaya total semula. Kata kunci: penjadwalan, perawatan mesin, biaya perawatan
OPTIMASI PARAMETER OPERASI MESIN AIR SLIP FORMING UNTUK MEMINIMALKAN CACAT PRODUK Wahjudi, Didik; Amelia, Amelia
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.485 KB) | DOI: 10.9744/jtm.1.2.pp. 170-175

Abstract

Air Slip Forming machine is one of the machines that is used to produce luggage. However, so far in the manufacturing process determination of operation parameter air-out time (X1), air-in time (X2) and heating time (X3), also the response variable which is the circumference of the luggage (Y) are done by trial and error. Therefore the circumference of the luggage is not the same as the standard one. Respone surface method and CCD formula will be used to get this mathematical model which describe the relation between luggage circumference and other influential variables. The best condition to produce luggage with circumference that meets the standard are 6.3 sec for air-out time, 2.6 sec for air-in time and 62 sec for heating time. Abstract in Bahasa Indonesia : Mesin Air Slip Forming merupakan salah satu mesin untuk memproduksi koper. Selama ini dalam proses produksinya penentuan parameter operasi waktu air-out (X1), waktu air-in (X2), dan waktu pemanasan (X3) serta variabel respon berupa keliling koper (Y) dilakukan dengan cara trial and error. Karena itu sering didapatkan ukuran keliling koper tidak sesuai standar. Metode respon surface dan rancangan CCD akan digunakan untuk mendapatkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara keliling koper dan variabel-variabel yang mempengaruhi. Kondisi proses yang menghasilkan keliling koper yang sesuai standar adalah 6.3 detik untuk waktu air out, 2.6 detik untuk waktu air-in dan 62 detik untuk waktu pemanasan. Kata kunci : permukaan respon, CCD
PEMILIHAN METODE PERAKITAN DAN DESAIN PRODUK UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERAKITAN DI P.T. INDONILES ELECTRIC PARTS Wahjudi, Didik; San, Gan Shu
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.553 KB) | DOI: 10.9744/jtm.1.1.pp. 37-44

Abstract

The research on assembly process of combination switch, which consists of 164 parts in 16 sub assy, covers the selection of assembly method and product design analysis. The method used in this research is a method that is developed by Boothroyd and Dewhurst. The research result shows that the suitable assembly method for this combination switch is manual assembly. To know whether the old design is good or not, the design efficiency of each sub assy is computed. After design efficiency of each sub assy is computed, the total design efficiency of old design is known. Then, redesign is done to get the new design efficiency. Design change on combination switch product results in efficiency improvement, with reduction in operation cost, assembly time, and the number of parts of combination switch Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian proses perakitan combination switch yang terdiri dari 164 komponen dalam 16 sub-rakitan ini meliputi pemilihan metode perakitan dan analisa desain produk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode yang dikembangkan oleh Boothroyd and Dewhurst. Dari hasil perhitungan didapat metode perakitan yang paling tepat untuk combination switch ini adalah manual assembly. Untuk mengetahui apakah desain yang lama sudah baik atau tidak, maka dicari efisiensi desain lama dari setiap sub-rakitan. Setelah diperoleh efisiensi desain dari masing-masing perakitan, maka dicari efisiensi desain lama total. Kemudian dilakukan desain ulang, dan setelah itu dicari efisiensi desain baru. Perubahan pada desain produk combination switch menimbulkan peningkatan efisiensi desain serta penurunan biaya operasi, waktu perakitan, dan jumlah komponen pada 11 dari 16 sub-rakitan pada combination switch. Kata kunci : desain untuk perakitan, efisiensi desain, metode perakitan