Articles

DAMPAK PENGEMBANGAN POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) MOTAAIN PADA KAWASAN PERBATASAN RI-RDTL DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Bara Lay, John Ronald Benyamin; Wahyono, Hadi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.161 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i1.18246

Abstract

Kabupaten Belu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi NTT yang berbatasan darat langsung dengan Negara RDTL sepanjang 126 KM dan terdapat 2 pintu resmi sebagai pintu gerbang di perbatasan RI-RDTL yaitu Motaain dan Turiskain. Terbukanya akses PLBN secara formal dan pengembangan PLBN Motaain yang didukung dengan konektivitas dan aksesbilitas yang semakin baik ke kawasan perbatasan berdampak terhadap meningkatnya kegiatan perdagangan di sekitar kawasan tersebut. Dengan melihat kondisi ini, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji dampak pengembangan PLBN Motaain ini terhadap kegiatan perdagangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat nonnumerik atau data tidak dalam bentuk angka. Adapun sifat yang digunakan dalam metode ini berupa deskriptif dan merupakan uraian-uraian yang menjelaskan keadaan dilapangan. Model penelitian yang dipilih adalah studi kasus dengan bentuk intrinsic yang bertujuan untuk memahami secara lebih baik dan mendalam tentang suatu kasus tertentu. Hasil kajian dari kondisi perdagangan di kawasan perbatasan Motaain sebelum dan sesudah serta dampak pengembangan PLBN Motaain terhadap kegiatan perdagangan, disimpulkan bahwa terjadi perubahan pada kegiatan perdagangan di kawasan perbatasan Motaain yang berkaitan dengan pelaku perdagangan, alur perdagangan, jenis dan jumlah fasilitas perdagangan yang berdampak juga pada biaya perdagangan, intensitas kegiatan perdagangan, pendapatan perkapita dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam skala mikro, mezo dan makro.
PENGARUH SALURAN DRAINASE TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI SEKITAR KAWASAN INDUSTRI GENUK KOTA SEMARANG A.D.P, Frisca Fertrisinanda; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 1, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan permukiman di sekitar Kawasan Industri Genuk, Kota Semarang sering mengalami banjir. Disamping itu, kawasan tersebut juga mengalami pencemaran lingkungan.Kondisi ini disebabkan oleh buruknya kondisi saluran drainase. Limbah industri yang dihasilkan dari Kawasan Industri Genuk masuk ke dalam saluran drainase dan mengalirkannya ke luar kawasan, sehingga mencemari sungai dan drainase permukiman di sekitarnya. Permasalahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh saluran drainase ini menimbulkan pertanyaan apa dan bagaimana pengaruh saluran drainase yang kurang baik terhadap pencemaran lingkungan permukiman di sekitar Kawasan Industri Genuk, Kota Semarang. Berdasarkan pertanyaan penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh saluran drainase di Kawasan Industri Genuk terhadap pencemaran lingkungan permukiman di sekitarnya. Metode analisis yang digunakan adalah metoda deskriptif kualitatif, dengan menggunakan wawancara dan observasi lapangan sebagai metoda pengumpulan datanya. Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa kondisi saluran drainase yang sangat buruk, seperti bangunan saluran yang masih alami dan pola jaringan yang bersifat alamiah karena belum tertata dengan baik menyebabkan arah aliran dari saluran drainase industri dan permukiman bertemu di satu titik dan langsung menuju ke arah aliran drainase yang sama yaitu ke arah sungai-sungai di sekitar Kawasan Industri Genuk. Akibatnya, air pada saluran drainase yang telah tercemar mencemari air dan tanah di kawasan permukiman di sekitar kawasan tersebut, termasuk sumber mata air. Kondisi ini terjadi juga karena adanya infiltrasi air dimana masuknya atau meresapnya air dari atas permukaan tanah yang sudah tercemar limbah industri ke dalam bumi. Berdasarkan hal tersebut, kesimpulan penelitian yang dapat dirumuskan adalah bahwa kondisi saluran drainase yang buruk dan infiltrasi air ke dalam tanah menyebabkan terjadinya pencemaran air dan tanah permukiman yang terdapat di sekitar Kawasan Industri Genuk.
DAYA SAING OBYEK WISATA AIR BOJONGSARI (OWABONG), KABUPATEN PURBALINGGA DI PROVINSI JAWA TENGAH Umami, Ikfiyatul; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Owabong merupakan obyek wisata air pertama yang berkembang di Provinsi Jawa Tengah. Seiring perkembangan zaman, obyek wisata ini memiliki banyak pesaing yang menawarkan atraksi menarik serupa berupa wisata air. Keadaan ini menyebabkan eksistensi Owabong menurun sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap daya saing Owabong untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing obyek wisata tersebut. Oleh karena itu, dilakukan suatu penelitian untuk mengukur kondisi daya saing Owabong melalui penggunaan indikator daya saing (competitive) yang dikemukakan oleh Michael E. Porter dan Studi Kebanksentralan BI. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan penelitian (research question) yang harus dijawab, yaitu ?Bagaimana daya saing Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Kabupaten Purbalingga terhadap obyek wisata air lain di Provinsi Jawa Tengah??. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisis Delphi dengan menggunakan hasil kuesioner yang diperoleh dari beberapa responden yang memiliki kompetensi dan kapabilitas terkait wisata air di Provinsi Jawa Tengah, khususnya Owabong. Temuan penelitian ini adalah digunakannya 10 indikator untuk mengkaji daya saing pariwisata. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi daya saing Owabong dalam kondisi baik terbukti dengan prosentase indikator dalam kondisi baik sebesar 70% dan dalam kondisi kurang baik sebesar 30%. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah dengan menggunakan sistem E-ticket untuk meningkatkan daya saing Owabong.
PENGARUH KEGIATAN WISATA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN KARANGANYAR Riswandha, Yuki; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karanganyar is one of regency in Central Java province which it?s potential tourist destinations are quite diverse. Nature destinations is one of the tourism assets which commonly found in Karanganyar, facts shown that the existing landscape conditions vary widely from highland terrain to the landscape of coastal lowland forest. Tourism sector contributes in a significance economic scale towards local incomes of Karanganyar Regency. One district which became the center of tourism activities development is Tawangmangu. Tawangmangu district has an integrated tourism destination named Kawasan Wisata Tawangmangu, which consist of several tourism place option like Grojogan Sewu Waterfall, Sapta Tirta, Campgrounds Sekipan, and Taman Ria Balekambang. Because it is the main area of tourism destination in Karanganyar, adequate infrastructure is available and regularly upgraded in the annual basis, because those improvements is needed to support massive tourism activities which might occurred. With the tourism activities development such as newly constructed infrastructure or addition of a few supporting facilities will certainly give effect to the land use transformation of those aforementioned surroundings. This study aimed to analyze the effects of tourism activities towards land use transformation and analyze the causes of changes regarding land use in the Tawangmangu District. In the process of answering these objectives, this study used descriptive qualitative approach. Research on the effects of tourism activities is based on four main analysis, which is tourism characteristic activities, land use transformation, effects of tourism activities towards land use transformation, and the causes of effect of land use transformation. From those four baseline analysis, result shows that tourism activities which has been occurred so far only affects certain areas of Kalisoro, Tawangmangu, and Blumbang. As for the case of land use transformation, in other villages they are not affected by the existence of tourism activities. Besides tourism, land use transformation in the Tawangmangu District also caused by environmental quality, land values, accessibility, also availability of basic decent facilities and infrastructure.
KEBERLANJUTAN KAWASAN SEMAWIS SEBAGAI OBYEK WISATA DI KOTA SEMARANG Sanjaya, Rama; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Semawis atau dikenal juga dengan Warung Semawis merupakan pasar malam yang diadakan warga kampung Pecinan di kota Semarang. Pada awalnya pasar semawis dibuka pada tanggal 15 Juli 2005 setiap hari Jum?at-Minggu. Semawis terletak di Gang Warung kawasan pecinan yang ditutup bagi kendaraan pada malam harinya. Pemberian nama Pasar Semawis ini disesuaikan dengan nama pendiri pasar tersebut yaitu perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Pasar ini bermula dari diadakannya perayaan Tahun Baru Imlek pada tahun 2004, yang mana mulai tahun tersebut Tahun Baru Imlek dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia. Daya tarik Pasar Semawis, pembauran antar budaya (Jawa, Koja, Arab dan Tionghoa), mampu meningkatkan pesona asimilasi budaya di Kota Semarang. Atraksi budaya yang ditawarkan di Pasar Semawis juga beragam, seperti daya tarik hiburan, religius, kuliner dan eksotika. Akan tetapi, hal tersebut belum diimbangi dengan kurang memadainya sistem aksesibilitas menuju obyek wisata, arsitektur bangunan, dan rendahnya ketersediaan fasilitas di sekitar obyek wisata. Berdasasrkan hal tersebut, kegiatan wisata di Pasar Semawis mengalami hambatan terhadap keberlanjutan wisata Pasar Semawis. Pertanyaan yang dikaji dalam perumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana keberlanjutan Kawasan Pasar Semawis sebagai obyek wisata di Kota Semarang ? Tujuan dalam tema laporan ini yakni untuk mengkaji keberlanjutan kawasan Semawis sebagai obyek wisata di Kota Semarang berdasarkan keberlanjutan komponen pariwisata; (1) Atraksi, (2) Aksesibilitas, (3) Akomodasi, (4) Promosi dan (5) Wisatawan. Sasaran dalam penelitian ini adalah; (1) Mengkaji kelebihan dan kekurangan komponen pariwisata Pasar Semawis, (2) Mengkaji keberlanjutan komponen pariwisata Pasar Semawis, dan (3) Rumusan kajian keberlanjutan wisata Pasar Semawis. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah terdeskripsikannya sebuah keberlanjutan kegiatan wisata Pasar Semawis di Kota Semarang dengan perlunya perhatian khusus terhadap aksesibilitas dalam menunjang kegiatan wisata Pasar Semawis yang dikaji berdasarkan keberlanjutan komponen pariwisata. Hasil kajian ini nantinya dapat memberikan masukan dalam pengembangan obyek wisata Pasar Semawis. Masukan ini ditujukan untuk pihak pengelola wisata Pasar Semawis dan Dinas Pariwisata Jawa Tengah.  
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMUGARAN TAMAN MUSTIKA DI KOTA BLORA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Kartikasari, Meinar; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka publik yang begitu penting menjadikan Pemerintah berupaya untuk menyediakan taman dengan berbagai cara termasuk pemugaran. Pemugaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk merombak/membangun kembali suatu objek dengan tujuan yang lebih baik. Kawasan perkotaan Blora merupakan kawasan yang padat bangunan dan minim ruang terbuka publik. Pemugaran taman pasif yang berada di jantung kota menjadi sebuah taman aktif merupakan suatu hal yang baru yang ada di Blora dalam rangka memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik yang aksessibel bagi masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap pemugaran Taman Mustika di Kota Blora sebagai ruang terbuka publik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualtatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil temuan dari penelitian adalah kondisi Taman Mustika sebelum pemugaran berdasarkan persepsi masyarakat sangatlah tidak layak, masyarakat tidak dapat memanfaatkan taman tersebut sebagai ruang terbuka publk. Berdasarkan persepsi masyaraat kondisi Taman Mustika sesudah pemugaran banyak memiliki manfaat seperti sebagai tempat bersantai, menunggu, dan belajar. Kondisi taman sesudah pemugaran juga jauh lebih baik karena masyarakat dapat mengakses Taman Mustika dan mampu melayani kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik. Dari persepsi masyarakat sebelum dan sesudah pemugaran Taman Mustika, peneliti menemukan adanya perubahan fungsi taman dari taman pasif menjadi taman aktif. Kondisi taman sebelum dan sesudah pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora mengalami perubahan yang signifikan dan mampu menampung aktivitas masyarakat.  Berdasarkan hasil temuan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu pemugaran taman yang dilakukan oleh Pemerintah Blora telah merubah Taman Mustika dari taman pasif menjadi taman aktif. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya yang berada pada kawasan perkotaan Blora. Masyarakat berpendapat bahwa Taman Mustika setelah pemugaran lebih bermanfaat bagi mereka sebagai tempat berinteraksi, bersantai, hiburan, berkreasi dan belajar. 
DAYA TARIK WADUK DIPONEGORO SEBAGAI SARANA REKREASI Pratiwi, Hanna Dian; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As one of the universities that are in great demand by the students, Diponegoro University always develops facility and infrastructures both to support academic activities and non-academic activities. One of the infrastructure facility built to support non-academic fields, namely the construction of Diponegoro Reservoir. Establishment of Diponegoro Reservoir which has the purpose to support the facility and infrastructures located in the campus of Diponegoro University, but also as a recreational facility for students of Diponegoro University. Reservoir area used as recreation area for students and community around the campus, proved by the students and residents who chatting, sports, and take pictures in the area. Although the area of Diponegoro Reservoir is not yet supported by adequate facility and infrastructure. From it can be known the attraction of Diponegoro Reservoir as a means of recreation. The purpose of this study is to determine the attractiveness and the factors that affect the students and the surrounding community for recreation in Diponegoro Reservoir. The method used is quantitative with descriptive analysis, and using factor analysis to know how big the relation of attraction level. Data collection techniques include questionnaires, document review, field observation and field documentation. The attraction of Diponegoro Reservoir includes 3 variables namely strategic location, atmosphere and supporting activities. Of the three variables can be concluded that the strategic location is the most first attraction seen by visitors so that have the desire to come to Diponegoro Reservoir.
KEGIATAN ISLAMI DI KAMPUNG KAUMAN KOTA SEMARANG Sandri, Dian; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu cikal bakal pertumbuhan kota Semarang. Dahulunya Kampung Kauman dikenal sebagai pusat peradaban Islam. Kampung Kauman sangat berperan penting dalam penyebaran agama Islam di kota Semarang dan merupakan tempat tinggal atau hunian para pemuka Agama Islam. Kini, pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan Islam dipengaruhi oleh akulturasi dengan kebudayaan setempat dan inkulturasi dengan budaya luar. Secara eksternal Kampung Kauman memiliki posisi yang sangat sulit, terjepit diantara pesatnya perkembangan fungsi komersial di kawasan Johar, sementara itu semangat untuk mempertahankan suatu sejarah kota di kawasan ini semakin memudar. Melihat kondisi seperti itu maka penelitian ini bertujuan pada mengkaji Kegiatan Islami dan keberlangsungannya di Kampung Kauman Kota Semarang. Penelitian ini pada dasarnya menggunakan pendekatan kualitatif yang mana untuk memahami fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Melalui penelitian ini maka hasil yang diharapkan adalah fakta yang ada dalam bentuk kegiatan Islami dan keberlangsungannya, menurut rukun Islam, kegiatan Islami tahunan dan kegiatan Islami lainnya, begitupula bentuk pengaruh kawasan sekitarnya terhadap  kegiatan islami di Kampung Kauman ini. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bentuk keunikan Kampung Kauman dari segi kegiatan Islami dan keberlangsungannya yang telah ada sejak turun temurun.
PELAYANAN LINTAS BATAS DAERAH PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SALATIGA DI KOTA SALATIGA DAN KABUPATEN SEMARANG Rizka, Yuniar; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia.Di Indonesia, pelayanan pendidikan menjadi program utama pemerintah yang merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah. Namun, pada kenyataannya pelayanan pendidikan tidak hanya berlaku bagi siswa yang berasal dari dalam wilayahnya saja, sehingga menimbulkan pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Kondisi tersebut juga terjadi di SMA Negeri 1 Salatiga, yang melayani pendidikan bagi siswa dari dalam dan luar Kota Salatiga, terutama Kabupaten Semarang. Kondisi aksesibilitas yang baik, didukung dengan transpotasi yang memadai serta kualitas sekolah yang baik, menyebabkan pelayanan lintas batas tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pelayanan lintas batas daerah Pendidikan SMA Negeri 1 Salatiga di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, dengan pertanyaan penelitian ?Bagaimana pelayanan lintas batas daerah SMA Negeri 1 Salatiga yang terjadi di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang dan mengapa demikian??. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga data yang didapat berasal dari wawancara kepada narasumber. Kajian yang dilakukan meliputi kajian kondisi pelayanan pendidikan lintas batas daerah, proses pelayanan pendidikan lintas batas daerah, dan penyebab pelayanan pendidikan lintas batas daerah. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pelayanan pendidikan di SMA Negeri 1 Salatiga tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa dalam wilayahnya, namun juga dimanfaatkan oleh siswa dari Kabupaten Semarang. Oleh karena itu, Kota Salatiga melakukan pengendalian untuk mengontrol jumlah siswa dari luar daerah. Terjadinya pelayanan pendidikan lintas batas daerah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta motivasi siswa, yang dapat dilihat dari aksesibilitas yang baik, transportasi yang mendukung, kondisi sarana prasarana sekolah yang baik, serta kualitas pendidikan. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun sudah dilakukan pengendalian dalam pelayanan pendidikan lintas batas daerah, kondisi tersebut akan tetap terjadi di Kota Salatiga seiring dengan kondisi lingkungan yang mendukung serta motivasi siswa yang besar.
PERWILAYAHAN PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN MODEL TITIK PUSAT Ariyati, Titi; Wahyono, Hadi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism uniqueness and diversity in a region affect tourism development of that region. One of the suitable developing strategy for a region which has a lot of tourist attractions is a tourism regionalization. Tourism regionalization means dividing tourism regions which has potential, and then make it into a tourism destination. Tourist attraction in Semarang Regency can be classified into 8 types which is nature, cultural, historical, man made, pilgrim, industrial, sports, and culinary. This research aims to describe tourism potential of Semarang Regency and arrange tourism regions with Mean Centre Model as one of developing strategy in Semarang Regency. Tourism regionalization expected to improve all of the tourism potential in order to make them developing together. The research question is how the tourism potential in Semarang Regency and how to develop them based on tourism regionalization which is suitable for tourism in Semarang Regency to make it develop optimally?. Regionalization can be done by reviewing types and potential level of tourist attraction, deciding tourist attraction hierarchy, and arrange tourism regionalization with Mean Centre Model. Methods in this research are Delphi method and Mean Centre method. Delphi method used to decide types, potential level, and hierarchy of tourist attraction. Mean Centre method used to determine mean centre as a reference of tourism regionalization. Tourism regionalization arrangement in Semarang Regency aims to give input about developing tourism strategy in Semarang Regency in order to make it developed optimally.