Articles

Found 20 Documents
Search

APLIKASI TEXT TO SPEECH SEBAGAI MEDIA AJAR KOMUNIKASI BAGI PENYANDANG TUNA WICARA DI SDLB KOTA SALATIGA Sediyono, Eko; Wahyono, Teguh; Modok, Melissa; Pradikta, Theo
Proceedings of KNASTIK 2009
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang tuna wicara berbeda dengan penyandang cacat lainnya. Secara fisik mereka sempurna, maka mereka cenderung aktif dan eksklusif. Untuk mengatasi kecacatannya diperlukan alat bantu ajar yang dapat memperkuat konsentrasi belajar mereka. Aplikasi text to speech telah dibuat dan diuji coba untuk latihan bicara, sekaligus ditambah materi hitung- menghitung. Hasil yang diperoleh sangat positif, siswa sangat antusias dan perkembangan kemampuan ucapannya juga meningkat lebih cepat dari pada dengan cara biasa.
PENGUJIAN RANSUM KERBAU BERBAHAN BAKU SORGUM SEBAGAI SUMBER SERAT SECARA IN VITRO DAN IN SACCO Wahyono, Teguh; Astuti, Dewi Apri; Wiryawan, Komang G.; Sugoro, Irawan
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2014.10.2.2709

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman sumber serat untuk kebutuhan ransum kerbau yang potensial dikembangkan di Indonesia. Sorgum varietas Samurai 1 dan samurai 2 masing-masing merupakan hasil pemuliaan melalui mutasi radiasi yang berasal dari indukan sorgum varietas Pahat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ransum yang mengandung sorgum samurai 2 sebagai sumber serat dibandingkan dengan ransum yang mengandung sorgum pahat dan bagas sorgum samurai 1. Potensi yang diamati adalah pengaruhnya terhadap laju pertumbuhan mikroba rumen kerbau (in vitro) dan degradasi bahan pakan (in sacco). Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan diterapkan dalam percobaan ini. Enam ransum yang diuji adalah: P1 (50% jerami sorgum pahat + 50% konsentrat), P2 (50% silase jerami sorgum pahat + 50% konsentrat), P3 (50% jerami sorgum samurai 2 + 50% konsentrat), P4 (50% silase jerami sorgum samurai 2 + 50% konsentrat), P5 (50% bagas sorgum samurai 1 + 50% konsentrat) dan P6 (50% silase bagas sorgum samurai 1 + 50% konsentrat). Peubah yang diamati adalah pH, konsentrasi amonia (NH3), Total Volatile Fatty Acid (TVFA), sintesis protein mikroba (teknik radioisotop 32P), degradasi Bahan Kering (BK), karakteristik degradasi BK, degradasi Neutral Detergent Fiber (NDF) dan karakteristik degradasi NDF. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi NH3, laju pertumbuhan bakteri rumen dan degradasi NDF tertinggi dihasilkan ransum P4 dengan nilai masing-masing 24,87 mg/100 ml; 8,11 mg/2 jam/100 ml dan 31,96%. Konsentrasi TVFA dan pH antar perlakuan tidak berbeda nyata. Keenam perlakuan ransum mampu mendukung fermentasi dan kecernaan pakan didalam rumen namun perlakuan yang terbaik adalah ransum yang mengandung silase sorgum samurai 2. Kata kunci : sorgum, kerbau, in vitro, in situ, radioisotop 32P
THE CHANGES OF NUTRIENT COMPOSITION AND IN VITRO EVALUATION ON GAMMA IRRADIATED SWEET SORGHUM BAGASSE Wahyono, Teguh; Firsoni, Firsoni
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2016.12.1.2855

Abstract

In vitro rumen fermentation study was done to evaluate the effects of gamma irradiation on nutrient compound changes and rumen fermentation product of sweet sorghum bagasse (SSB). The level doses 0, 50, 100 and 150 kGy from cobalt-60 gamma rays irradiator was used to treate sweet sorghum bagasse (SSB). Variables measured were nutrient values, gas production, methane (CH4) production, total volatile fatty acid (TVFA), ammonia (NH3), in vitro dry matter digestibility (IVDMD) and in vitro organic matter digestibility (IVOMD) after 72 h in-vitro incubation times. Complete randomized design (CRD) (four treatments and four replications) was used to analyze data. The results showed that gamma irradiation doses of 50, 100 and 150 kGy were able to reduce neutral detergent fibre (NDF) (2.15; 3.29 and 5.44% respectively) and acid detergent fibre (ADF) (3.29; 4.58 and 4.58% respectively) and significantly different (P<0.05). Gamma irradiation was capable to increas total volatile fatty acid (TVFA), IVDMD and IVOMD (P<0.05). Irradiation doses of 100 and 150 kGy also increased protozoa population and CH4 production significantly (P<0.05). Gamma irradiation improved in vitro rumen performance represented in rumen fermentation products. Keywords : Gamma irradiation, In vitro fermentation, Nutrient composition, Sweet sorghum bagasse
EVALUASI FRAKSI SERAT UNTUK MENGESTIMASI RELATIVE FEED VALUE PADA TANAMAN SORGUM GALUR MUTAN Wahyono, Teguh; Apri Astuti, Dewi; Jayanegara, Anuraga; Gede Wiryawan, I Komang; Sugoro, Irawan
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5281

Abstract

Sorgum G5 dan G8 adalah dua sorgum galur mutan yang diproyeksikan sebagai sorgum khusus pakan ternak. Sampai saat ini, belum terdapat cukup informasi terkait profil serat yang terkandung dalam kedua galur mutan tersebut. Profil serat yang diasosiasikan dalam fraksi neutral detergent fiber (NDF) dan acid detergent fiber (ADF) akan mempengaruhi kecernaan tanaman sorgum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengevaluasi profil fraksi serat dan mengestimasi relative feed value (RFV) pada tanaman sorgum galur mutan, 2) mengevaluasi profil serat pada fase generatif yang berbeda, dan 3) mengetahui profil serat sorgum secara kualitatif menggunakan fourier transform mid-infrared (FTIR). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial (4x3x3). Faktor pertama adalah varietas/galur mutan tanaman (varietas Numbu, Pahat, galur mutan G5 dan G8). Faktor kedua adalah waktu pemanenan (flowering, soft dough dan hard dough). Faktor ketiga adalah Bagian tanaman (batang, daun dan malai sorgum).  Parameter yang diamati adalah profil serat kuantitatif (NDF dan ADF), RFV dan profil serat secara kualitatif menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan varietas/galur mutan, fase generatif dan bagian tanaman terhadap profil serat tanaman sorgum. Terdapat interaksi antara perbedaan varietas/galur mutan dengan fase generatif tanaman. Sorgum G5 fase hard dough menghasilkan kandungan NDF batang yang lebih rendah dibandingkan Numbu (54,23 % vs 60,41 %) (P<0,01). Sorgum G8 fase hard dough menghasilkan kandungan ADF daun yang lebih rendah dari Numbu (30,07 % vs 32,63 %) (P<0,01). Nilai RFV tertinggi pada bagian batang, daun dan malai berturut-turut dihasilkan oleh sorgum G5, G8 dan Pahat. Hasil pengukuran kualitatif menggunakan FTIR berasosiasi dengan pengukuran NDF dan ADF secara konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) galur mutan G5 dan G8 menghasilkan fraksi sera yang lebih mudah dicerna dibandingkan varietas Numbu. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai RFV yang tinggi pada bagian batang dan daun; 2) Fase hard dough adalah umur panen yang terbaik; dan 3) FTIR dapat digunakan untuk menggambarkan profil serat sorgum secara kualitatif.
PERSEPSI PETANI DAN ADAPTASI BUDIDAYA TEMBAKAU-SAYURAN ATAS FENOMENA PERUBAHAN IKLIM DI DESA TLOGOLELE, KECAMATAN SELO, KABUPATEN BOYOLALI (Farmers Perception and Adaptation of Tobacco-Vegetables Cultivation toward Climate Change Phenomena at Tlogolele Vi Suprihati, Suprihati; Yuliawati, Yuliawati; Soetjipto, Hartati; Wahyono, Teguh
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengandalkan pendapatan dari budidaya tembakau dan sayuran yang keduanya sangat rentan terhadap perubahan iklim. Kesiapan petani untuk memahami dampak negatif perubahan iklim dan bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut sangat menentukan keberhasilan petani bertahan dan secara terus-menerus mengembangkan pertaniannya. Tujuan penelitian adalah mengkaji persepsi petani terhadap perubahan iklim dan menganalisis adaptasi yang dilaksanakan oleh petani. Pengambilan sampel secara purposive, yaitu petani tembakau-sayuran, sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur, observasi dan diskusi terfokus. Keakuratan data persepsi petani atas fenomena perubahan iklim dibandingkan dengan data tren perubahan iklim yang tercatat di stasiun klimatologi terdekat bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mengetahui isu perubahan iklim dan merasakan pengaruhnya terhadap kegiatan budidaya pertanian terutama masalah kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman. Petani meresponnya melalui adaptasi kegiatan pemilihan jenis tanaman, waktu tanam, cara mengolah tanah, dan pemberian pupuk.ABSTRACTThe farmers at Tlogolele village-Selo, Boyolali, obtain their main income from tobacco and vegetables production; both are highly vulnerable to climate change. Farmers’ readiness to understand the negative impact of climate change and how to adapt their cropping system determine their success to survive on sustainable agriculture. The purposes of this study were to evaluate the farmers’ perception on climate change and analyze their adaptation strategy. Samples were taken purposively, consist of 50 tobacco-vegetable farmers. Data were collected by survey method through interviewing by using structured questionnaires, observation and focus group discussion. The accuracy of farmers perceptions on climate change was compared with the data of climate change trends recorded in the nearest climatological station in Semarang (BMKG). Data were analyzed descriptively. The results show farmers were aware of the climate change issues and their impacts on farming activities; especially for the problem of drought and pest attacks. Farmers adapted by selecting crops type, managing planting time and land accordingly as well as applying fertilizers.
PENERAPAN RECURSIVE LINEAR MODEL (RLM) DALAM PENDUGAAN BERAT BADAN AYAM BROILER DAN AYAM LOKAL Rahman, .; Wahyono, Teguh; Hidayat, Cecep; Krisnan, Rantan; Malalantang, Sjenny S
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.631 KB)

Abstract

Penggunaan model matematis bermanfaat untuk meningkatkan ketepatan tujuan pemberian nutrisi dalam ransum sebagai usaha meningkatkan produksi ternak. Recursive linear model (RLM) merupakan salah satu model matematis yang sederhana dan cukup akurat diaplikasikan dalam studi pertumbuhan ayam. Tujuan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan model RLM dalam pendugaan berat badan ayam broiler dan ayam lokal di Indonesia. Hal tersebut untuk mendukung penggunaan pendekatan nutrisi kuantitatif dalam merepresentasikan hasil riset dunia perunggasan nasional. Data yang digunakan dalam makalah ini adalah data sekunder yang berasal dari dua sumber data (skripsi) yang merepresentasikan topik penelitian komoditas ayam broiler dan ayam lokal. Data yang terdapat dalam skripsi tersebut diseleksi dan diuji menggunakan model RLM dengan rumus Wk = θ1k + θ2k · CFk. Nilai notasi θ1k pada ayam broiler berkisar antara 0,0629 - 0,0822 kg. Nilai notasi θ2k sebesar 0,707 - 0,759 kg/kg. Nilai notasi θ1k untuk ayam lokal jantan dan betina sebesar -0,114 dan -0,124 kg. Nilai notasi θ2k ayam lokal sebesar 1,95 (jantan) dan 2,08 (betina) kg/kg. Nilai mean relative prediction error (MRPE) atau tingkat kesesuaian model pada ayam broiler berkisar antara 2,47-4,30%. Nilai MRPE ayam lokal berkisar 25,80-29,39%. Kesimpulan makalah ini adalah bahwa RLM sangat cocok diaplikasikan pada riset unggas berbasis ayam broiler. Penerapan RLM belum sesuai diterapkan dalam riset berbasis ayam lokal. Dalam penerapan RLM juga perlu mempertimbangkan faktor tujuan perlakuan pakan dan horison periode prediksi. Akan tetapi, berbagai penelitian pendugaan pertumbuhan ayam lokal menggunakan model matematis lain (disertai dengan uji empiris) perlu dilakukan ntuk mendukung pernyataan diatas. Kata kunci: ayam broiler, ayam lokal, model matematis pertumbuhan, and recursive linear model
DINAMIKA HASIL FERMENTASI RUMEN PADA KONSENTRAT YANG MENGANDUNG SUPLEMEN PAKAN BARU (SPB) Suharyono, Suharyono; NW Hardani, Shintia; Wahyono, Teguh
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2015.11.2.2789

Abstract

Isotop 32P digunakan untuk mengukur pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen serta untuk mendapatkan formula suplemen pakan baru (SPB). Suplemen ini merupakan generasi baru untuk pakan ternak ruminansia yang dihasilkan oleh BATAN. Suplemen ini diaplikasikan untuk melengkapi fungsi konsentrat komersial sebagai pakan ruminansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menguji SPB dan limbah kelapa sawit sebagai suplemen dan bahan pakan ruminansia serta mengetahui dinamika hasil fermentasi rumen konsentrat yang mengandung SPB. Kegiatan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pengukuran pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen dengan isotop 32P dan pengukuran dinamika hasil fermentasi yang diinkubasi di dalam RUSITEC. Studi pertama menggunakan lima macam perlakuan yaitu : pelepah (P), tandan (TKS), kernel cangkang kelapa sawit (KC), P+TKS+KC dan SPB. Peubah yang diamati adalah pembentukan protein mikroba (mg/jam/l). Perlakuan pakan pada studi kedua yaitu pakan kontrol (K) (konsentrat komersial); KS 30 (konsentrat komersial 70% + SPB 30%) dan KS 40 (konsentrat komersial 60% + SPB 40%). Peubah yang diamati adalah hasil fermentasi rumen (24 jam inkubasi) berupa pH, konsentrasi amonia (N-NH3) (mg%), volatile fatty acid (VFA) total (mM), populasi protozoa (sel/ml), produksi gas total (ml) dan produksi gas metan (CH4) (ml). Dinamika fermentasi rumen direpresentasikan secara deskriptif pada enam hari inkubasi. Rata-rata peubah dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 ulangan (enam hari inkubasi x dua ulangan) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pembentukan protein mikroba perlakuan P, TKS,  KC, P+TKS+KC dan SPB berturut-turut: 11,90; 0,67; 1,87; 42.55 dan 67,60 mg/jam/l. Hasil uji RUSITEC adalah nilai pH ketiga perlakuan berkisar normal antara 6,4-7,15. Dinamika konsentrasi NH3 dan produksi VFA total konsentrat komersial selalu lebih rendah dibandingkan KS 30 dan KS 40. Perlakuan KS 40 menghasilkan produksi VFA total sebesar 56,7% lebih tinggi dibanding konsentrat komersial. Penambahan SPB sebesar 40% pada konsentrat komersial dapat menstabilkan pH efluen RUSITEC. konsentrasi NH3, produksi VFA total dan produksi gas total cenderung tinggi tanpa meningkatkan produksi gas CH4 sebagai representasi dari efisiensi pakan ruminansia. Kata kunci: Fermentasi rumen, konsentrat komersial, limbah kelapa sawit, RUSITEC
IMPLEMENTASI PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERINDUSTRIAN DIBIDANG SNI WAJIB OLEH DITRESKRIMSUS POLDA JATENG Wahyono, Teguh; Ma’ruf, Umar
Jurnal Reformasi Hukum Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Reformasi Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.54 KB)

Abstract

This study aims to examine how the implementation of industrial crime investigation in the field of SNI (Indonesian National Standard) is obliged by the Directorate of Special Criminal Investigation of Central Java Police. This research is focused on the implementation of industrial crime handling conducted by the Directorate of Special Criminal Investigation of Central Java Police, barriers experienced by the Police in handling industrial crime in Directorate of Special Criminal Investigation of Central Java Police and how the judges consideration in imposing criminal punishment against perpetrators of Criminal Act of Industry. Implementation of the investigation of industrial crime in the field of SNI (Indonesian National Standard) shall be obliged by the Directorate of Special Criminal Investigation of the Central Java Regional Police is to carry out investigation and investigation activities until the suspect and the evidence or stage II has been deleted. Obstacles faced by the Police in the handling of Industrial Crime at the Directorate of Special Criminal Investigation of Central Java Police, which consists of internal factors that are factors that come from within the Police and external factors that are factors coming from outside the Police. Judge consideration in imposing criminal sanction against perpetrator of Crime of Industry namely: Consideration based on Evidence, Consideration based on testimony of witnesses and defendant, Consideration based on expert statement, Consideration based on elements in the demands letter letter by the Prosecutor. And Consideration based on incriminating and mitigating things.Keywords: Investigator, Industry, SNI
EKONOMI INDUSTRIKELAPA SAWIT DI INDONESIA SERTA KAITANNYA DENGAN PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Wahyono, Teguh
Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (2008): JUNI 2008
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4301.35 KB) | DOI: 10.22146/jae.18173

Abstract

This paper presents the role of oil palm into national economy, especially into Gross Domestic Product, fiscal earnings, employment, and regional development. Thispaper also brings up research and development program of oil palm, in terms of technology and socio-economic, by considering governmental policy, especially Board of Agriculture Research and Development. "2003 oil palm production is Rp39.39 trillion, with the contribution to plantation, agriculture, and entire sector GDP are 84%, 13%, and 2%, respectively. Land tax (PBB) is Rp3.8 billion, income tax (PPh) Rp5.12 trillion, value added tax (PPn) Rp3.94 trillion, and export tax(PE) Rp731.85 billion. In the end of2003, area of oil palm is 5,247,171 hawith labor necessity is 35 people per 100 ha. There are 320 unit of oil mills,with total processing capacity is 13.521 ton fresh fruit bunches per hour.Each oil mill under 30 ton of FFB per hour processing capacity needs 136labor. More labor can be employed by downstream industry which provideraw material for oil palm. Plantation development also cover the development of physical infrastructure, i.e. road, bridge, school building, mosque, church, etc. Furthermore, it is followed by socio-economic development, i.e. commerce center, financial, education, health, sport, entertainment, etc. Technological innovation have been developed by Indonesian Oil Palm Research Institute through research and development program. Some technological package also have been produced, both upstream and downstream industries.
PERANAN KOMODITAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN WILAYAH KABUPATEN KARO Setyastiawan, Ivan; Wahyono, Teguh; Lubis, Yusniar
JURNAL AGRICA Vol 3, No 2 (2010): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.792 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v3i2.1345

Abstract

Corn is a commodity whose role is increasingly important both as a food or raw materials of food industry, as well as animal feed raw materials, and a multipurpose commodity which has a lot of derivative products when processed estimated 2-3% for domestic consumption and the rest for the industry even overseas corn used as a biofuel. The are very big demand of global for the corn, with a huge potential increase in supply and demand world, it is estimated that there are great opportunities to develop agribusiness corn in North Sumatra.The are very big potential on corn development at North Sumatra, but the real production of corn is still far below its demand, so that the corn needs are not always met. The corn agribusiness development at Karo Regency is expected to boost the regional economy, rural employment, increase the farmers' income. The corn cultivation had influence on regional development in Karo Regency, the increase in income area with an average contribution of 6.14%. The corn cultivation at Karo Regency is the economic basis based on income indicators. Keywords : Corn, GDP, production.