Articles

SOSIALISASI PEREMPUAN SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS HIDUP KELUARGA Nurmillah, Nurmillah; Harniati, Harniati; S, Fatmawada; Wahyuddin, Wahyuddin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v2i1.1538

Abstract

Abstrak: Perempuan telah menjadi bagian dari kajian ilmu terpisah, dikarekan kompleksitas yang melingkupi kehidupan mereka. Kegiatan ini hanya membedah satu peran perempuan terkait kedudukan mereka dalam keluarga atau rumahtangga. Perempuan diasumsikan memiliki peran dalam mendorong perbaikan hidup menuju  keluarga pra-sejahtera.  Peran perempuan sebagai Motivator Ketahanan Keluarga (MKK), Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), hal ini terutama pada masyarakat desa/kelurahan yang memiliki program pelibatan aktif perempuan dalam membangun masyarakat. Kegiatan yang melibatkan dosen dari tiga Perguruan Tinggi (PT) ini, dilaksanakan secara bersama di Desa Bontosunggu, Kabupaten Gowa, dengan sasaran ibu rumahtangga. Tujuan kegiatan Sosialisasi Perempuan Sebagai Basis Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga  ini, diharapkan dapat mendorong kebijakan program fasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) sebagai tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MKK), sehingga menyatukan pola pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan lembaga terkait dalam semua tingkatan.Abstract:  Women have become part of separate science studies, due to the complexity that surrounds their lives. This activity only dissects the role of women related to their position in the family or household. Women are assumed to have a role in encouraging improvements in life towards underprivileged families. The role of women as Motivators of Family Resilience (MKK), Community Empowerment Cadres (KPM), this is especially in rural / urban communities that have a program of active involvement of women in community building. The activity, which involved lecturers from three tertiary institutions (PT), was carried out jointly in Bontosunggu Village, Gowa Regency, targeting housewives. The aim of the Women's Socialization Activity as a Basis for Improving Family Quality of Life, is expected to be able to encourage the Community Empowerment Cadre (KPM) facilitation program as a Family Resilience Motivator (MKK), so as to unite the pattern of family coaching and women's empowerment that involves community participation and related institutions in all tiers
MAKSUD-MAKSUD TUHAN DALAM MENETAPKAN SYARIAT DALAM PERSPEKTIF AL-SYATIBI Wahyuddin, Wahyuddin
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/syariah.v14i1.58

Abstract

Maqashid al-Sharia is sharia purposes or secrets which are established by Allah. Accordingto al-Syatib, there are four purposes of Allah to determine the shariah: (1). For the benefit of peoplein the world and the hereafter. (2). To be understood. (3). As a taklif law that must be implementedand to eliminate hardship. (4). To comply and freed from the influence of the passions mukallaf. Thefirst mentioned purpose is the main aim, while other purposes only explains and details the firstpurpose. For the realization of such benefit, there are six essential components
URGENSI ILM AL-MAANIY DALAM MENGISTIMBATKAN HUKUM Wahyuddin, Wahyuddin
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/syariah.v13i1.168

Abstract

One of the causes of the the difference between them in understanding the meanings contained in a word ultimately lead to different interpretations. 'Ilm al-ma'aniy strongly associated with three elements. The first, which convey an idea, secondly, that receive or hear an idea, and third, the condition to convey an idea, who receive or hear an idea. A text cannot be separated from the three elements that convey the text itself, which is received or read the text and the context in which the text was delivered. This is one side lies the significance of the theories (rules) 'ilm al-ma'aniy to resolve legal. on the other side, the Koran is not uncommon uslub (style) that experienced the deviation, like a textual (lafzhiy) uslub shaped al-khabar, but contextually (ma'nawiy) it requires understanding uslub al insya '. Nor vice versa sometimes there are textual Qur'anic verses (lafzhiy) uslub al-insyak shaped, but contextually (ma'nawiy) it requires understanding uslub al-khabar.
CORAK DAN METODE INTERPRETASI AISYAH ABDURRAHMAN BINT AL-SYÂTHI’ Wahyuddin, Wahyuddin
Al-Ulum Vol 11, No 1 (2011): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.823 KB)

Abstract

Artikel ini menyoal corak dan metode interpretasi Bint al-Syâthi’, dengan menelaah  kitab tafsirnya al-Tafsîr al-Bayâni  li al-Qur’ân al-Karîm, penulis menemukan bahwa metode yang diterapkan oleh Bint al-Syâ¯i’ bercorak sastra yang didesain menjadi interpretasi inter-teks Alquran yang secara metodologis, dapat dikategori-kan modern. Metode tersebut menggunakan pendekatan tematik (maudu‘i) dalam menafsirkan Al-Qur’an dan menekankan perlunya interpretasi filologi berdasar pada kronologis teks dan penggunaan semantik bahasa Arab. Pendekatan tematik ini lahir sebagai respon terhadap metode penafsiran klasik yang oleh pakar Al-Qur’an kontemporer dinilai parsial dan atomistik. Metode ini selanjutnya diaplikasikan oleh Bint al-Syathi’ dalam tafsirnya yang memuat empat belas surah Makkiyah awal yang berjudul al-Tafs³r al-Bayân³ li al-Qur’an al-Karim. --------------This article examines the method of interpretation of Bint al-sya-i  by studying his book Tafsir al-Tafsir al-Bayâniy li al-Quran al-Karim. It has been found that the method applied by al-sya-i was patterned literature i.e. literary exegesis which is designed to be inter-interpretation of the Quranic text which methodologically, can be considered modern. The method used a thematic approach (maudui) in interpreting the Koran and stressed the need for interpretation of philology, based on the chronological text and the use of Arabic semantics. This thematic approach was a response to the classical method of interpretation of the Quran by contemporary experts. It is then applied by al-Syathi in his commentary that contains fourteen chapters started Makkiyah entitled “al-Tafsi r  li al-Bayan al-Quran al-Karim.”
THE IMPLEMENTATION OF VILLAGE FUND POLICY IN IMPROVING ECONOMY OF VILLAGE SOCIETY Ramly, Ar Royyan; Wahyuddin, Wahyuddin; Mursyida, Julli; Mawardati, Mawardati
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 6 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.667 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v6i3.184

Abstract

This study analyzed the implementation of the village budget allocation policy and the village fund allocation which became second source in village finance revenue. The analysis made is to see how this village fund policy is able to increase the economic potency of the village so that there is equal distribution of income in village society. The method used is qualitative with descriptive analysis approach. The results of this study indicated that the policy of village funds and the allocation of village funds in the case of Kuala Sub-district of Nagan Raya District still cannot increase the potential of the village through utilization village fund, while the potential of the village is very large. This is because the policy of village fund allocation is still directed to infrastructure development or physical potential, besides; there are still obstacles of human resources in managing the village funds. The village which is classified as independent is Simpang Peut village which manage their business through village business entity.
PENGARUH PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Wahyuddin, Wahyuddin; AP, A. Risdawati; Darmawan, Fitrah A.; Salam, Nur; Sabar, Hikmawati; Nur, Elya; Agussalim, Agussalim
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 2, No 1 (2014): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : LPM Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v2i1.1966

Abstract

Dewasa ini salah satu kajian menarik di berbagai daerah di Indonesia adalah konsep pendidikan gratis. Salah satu daerah yang melaksanakan program pendidikan gratis adalah Kota Makassar. Kecamatan Tamalanrea merupakan kecamatan yang telah mendapatkan alokasi pendidikan gratis. SMP Negeri 11 Makassar merupakan satu-satunya SMP di kecamatan ini yang telah mendapatkan alokasi pendidikan gratis penuh sejak tahun pelajaran 2007/2008. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pendidikan gratis terhadap prestasi belajar siswa di kecamatan Tamalanrea kota Makassar. Untuk mengetahui pengaruh tersebut, maka akan dilakukan penelitian terhadap dua sekolah di kecamatan tersebut. Berdasarkan hasil observasi, penelitian ini menunjukkan bahwa di SMP Negeri 11 Makassar, program pendidikan gratis benar-benar telah diterapkan. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa ada pengaruh program pendidikan gratis terhadap prestasi belajar siswa di kecamatan Tamalanrea kota Makassar.Kata Kunci: Prestasi Belajar, Pendidikan Gratis, Program.
ULUM AL-QURAN, SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Wahyuddin, Wahyuddin; Saifulloh, Saifulloh
Jurnal Sosial Humaniora Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.636 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v6i1.608

Abstract

Al-Qur’an adalah wahyu Ilahy (kitab suci) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Untuk memahami Al-Qur’an diperlukan berbagai ilmu, antara lain adalah “Ulum Al- Qur-an”. Ilmu ini mencakup pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi sebab turunnya,  pengumpulan dan urutan-ururannya,  pengetahuan tentang ayat-ayat makkiyah dan madaniyyah,  nasikh dan mansukh dan lain- lain. Ulum Al- Qur’an dengan berbagai cabang dan macamnya tidak lahir sekaligus, tetapi melalui proses dan perkembangan yang dapat dibagi ke dalam fase periwayatan dan fase kodifikasi. Sampai saat ini telah lahir puluhan tokoh di bidang Ulum Al-Qur’an, diantara mereka yang paling masyhur adalah Jalaluddin Al Suyuthi yang menulis kitab Al Itqan fi `Ulumil Qur-an dan Al Zarqany dengan karyanya Al Burhan fi `Ulumil Qur-an. Kedua kitab ini selalu menjadi rujukan dalam kajian-kajian Ulumul Qur-an.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ILMU (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi) Wahyuddin, Wahyuddin
Inspiratif Pendidikan Vol 5, No 1 (2016): Inspiratif Pendidikan
Publisher : Inspiratif Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In connection with this community, education meaningful cultural heritage of the older generation to the younger generation in order to remain sustainable community living in other words, society has cultural values or mores that want passed down to the next generation in order to remain preserved. This century has given great kakuasaan on humanity that has never happened in history. Progress and tremendous technological strength is easy to use and utilized by us today. How does one use these technologies rely on moral maturity is concerned. This was clearly stated by the historian Arnold Toynbee in his British Civilization on Trial reminds us that advances in modern technology requires an emphasis on the moral and spiritual dimensions.
PARTISIPASI UMAT ISLAM DALAM PEMBANGUNAN POLITIK (Perjuangan Kemerdekaan dan Mengisi Kemerdekaan) Wahyuddin, Wahyuddin
RIHLAH Vol 4, No 1 (2016): JUNI
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v4i1.2591

Abstract

Dalam sejarah politik nasional, partai Islam mampu mengidentifikasikan dirinya dengan aspirasi politik Bumi Putera untuk memperjuangkan kemerdekaan. Demikian pula pada penyusunan Dasar Negara Indonesia merdeka peran politik umat Islam sangat menonjol dengan lahirnya Piagam Jakarta yang kemudian menjadi Negara Pancasila sejak 18 Agustus 1945.  Setiap peristiwa penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, peran politik umat Islam sangat menentukan, sejak perjuangan kemerdekaan, pengisian kemerdekaan, dan perubahan rezim kekuasaan dari Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.  
PERBANDINGAN EFEK MUSCLE ENERGY TEHNIQUE DENGAN INTEGRATED NEUROMUSKULER INHIBITION TECHNIQUE TERHADAP NECK DISABILITY KONDISI MYOFASCIAL PAIN SYDROME UPPER TRAPEZIUS Sulfandi, Sulfandi; Muliarta, I Made; Wahyuddin, Wahyuddin; Pangkahilla, Alex; Purnawati, Susy; Mahadewa, Tjokorda Gde Bagus
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Myofascial Pain Sydrome merupakan suatu keadaan yang dapat menimbulkan nyeri lokal dan nyeri menjalar yang dikarakteristikkan dengan adanya ketidaknormalan pada motoris (taut band yang keras di dalam otot) dan ketidaknormalan pada sensoris (nyeri tekan dan nyeri menjalar). Tujuan: Untuk membuktikan dan mengkaji efektifitas kedua efek terapi Muscle Energy Tehnique dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique dalam mengatasi masalah disabilitas leher pada kasus myofascial pain sydrome upper trapezius. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental pretest and posttest comparison group design. Sebanyak 18 orang subjek penelitian, berusia 20-55 tahun, mengalami disabilitas leher, dan tidak pernah mengalami spondylolisthesis, cedera, fraktur dan hernia nucleus pulposus pada area leher, direkrut untuk mengikuti penelitian ini. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 Kelompok. Kelompok I diberikan program Muscle Energy Tehnique dan Kelompok II diberikan program Integrated Neuromuscular Inhibition Technique dengan durasi latihan yang sama, yaitu 30 menit per hari selama 4 minggu. Alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi perubahan nyeri mekanik leher adalah Neck Disability Index. Analisis statistik menggunakan uji Paired Sampel T test untuk membandingkan hasil prestest dan posttest tiap Kelompok, dan uji Independent T Test untuk membandingkan perubahan nyeri antara kedua Kelompok. Hasil: Ditemukan penurunan disabilitas leher yang signifikan (p=<0,05) baik pada Kelompok I maupun Kelompok II, yaitu dari rerata (45,33±4,690 menjadi 13,78±3,930 vs. 43,78±3,232 menjadi 12,89±2,667). Hasil perbandingan penurunan disablitas leher menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,360) antara Kelompok I dan Kelompok II. Simpulan: Program Muscle Energy Tehnique dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique efektif dalam mengatasi disabilitas leher pada kondisi Myofascial Pain Sydrome Upper Trapezius  dengan efektivitas yang sama baiknya antara kedua teknik tersebut.