ARI WAHYUDI
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

Dampak Perubahan Temperatur Lingkungan Terhadap Temperatur Puncak Las Dan Laju Pendinginan Sambungan Dissimilar Metal Menggunakan Las Mlg Sugiarto, Sugiarto; Wahyudi, Ari; Masduki, Masduki
Rekayasa Mesin Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.101 KB)

Abstract

The failure of dissimilar weld joint happen to train contructions because of unweld joint quality optimal.This research used MIG welding with CO2 gas shield. The welding current used was 110 Ampere with wire diameter 0.8mm, welding velocity 2 mm/s, gas rate of CO2 was 5L/mnt. Temperature measurement distance towards welding center was 5 mm and 10mm. The joint plate was low carbon steel ST37 and austenitic stainless steel SS 304 with thickness 4mm. In order to obtain the temperature, thermocouple was used complated with ADC and computer to display and graph. Enviroment temperature was variated with room temperature 100 ºC, 200 ºC and 250 ºC. The low peak temperature cause cooling rate post welding deacreased, which was shown trough the decreasing shape of cooling graph. The higher the enviroment temperature, the lower welding peak temperature. It happen to both ST37 and SUS 304. The peak temperature and cooling rate post welding of SUS 304 was lower than ST37. The distribution of peak temperature similar the incrase of enviroment temperature. The most similar and lowest peak distribution of enviroment temperature was obtained 250ºC. Keywords: Thermal cycles, cooling rate, dissimilar metal, MIG welding, enviroment temperature.
MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
MAKNA TUBUH BAGI PENYANDANG ACHONDROPLASIA AZIZATUR ROFIQIYAH, HIFNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang; (1) pengalaman dan peristiwa yang dialami oleh penyandang Achondroplasia, (2) perasaan terkait peristiwa yang dialami, (3) gambaran keinginan terhadap hidup, (4) pemaknaan tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Fenomenologi. Teknik penentuan informan menggunakan metode Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada delapan penyandang Achondroplasia. Informan dipilih dengan berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemaknaan terhadap tubuh memerlukan waktu lama. Masalah manusia mini adalah lebih pada berbeda daripada menjadikannya sebagai sebuah kecacatan. Pengalaman baik buruk orang sekitar mampu membentuk sebuah pemaknaan terkait tubuh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga makna tubuh mini bagi penyandang Achondroplasia. Pertama, tubuh sebagai anugerah dan hikmah dari Tuhan sebagai bentuk kekuatan atas diri yang diberikan sejak dalam kandungan. Kedua, tubuh sebagai sumber rejeki, artinya tubuh berbeda dan unik adalah daya tarik yang dapat mendatangkan rejeki berupa uang. Ketiga, tubuh sebagai sumber malapetaka dan kutukan, artinya tubuh mini dapat mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, kekecewaan, dan penghambat dari keinginan dan impian, yang kesemuanya adalah sumber dari segala masalah. Kata Kunci: Achondroplasia, Tubuh Mini, Makna.
ANALISIS BIAS GENDER PADA PROGRAM BANK SAMPAH INDUK SURABAYA DIAH NURAINI, ANISA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, menjadikan kota Surabaya menjadi padat penduduk. Beragam aktivitas yang dilakukan pada akhirnya akan menghasilkan sampah. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah yaitu adanya bank sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bias gender di program Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). Bank sampah sering posisikan sebagai ?ranah domestik? sebab banyak dilakukan oleh perempuan. Kegiatan ini diperlukan kesabaran dan kerapian. Adanya batasan antara pekerjaan domestik dan publik menjadi salah satu isu gender termasuk pembagian kerja secara seksual. Bank Sampah Induk Surabaya diplih karena pada kegiatannya melibatkan perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan Perspektif Feminis Liberal dan menggunakan Teknik Analisis Gender Longwe. Penelitian ini mewancarai secara mendalam 11 subjek. Hasil penelitian ini mendeskripsikan 3 mekanisme kerja di Bank Sampah Induk Surabaya: karyawan kantor, karyawan produksi dan karyawan borongan. Bias gender di BSIS disebabkan karena pembagian tugas yang masih menempatkan laki-laki cocok untuk tugas berat, disebut ?Petugas Bankeling?. Sedangkan perempuan diposisikan untuk melakukan pekerjaan dianggap tidak berat seperti ?Petugas Sortir? dan ?Petugas Menjahit Karung.? Konsekuensinya, terdapat kesenjangan upah bagi karyawan laki-laki dan perempuan.Kata Kunci: Bias Gender, Bank Sampah, Feminis Liberal, Feminin, Maskulin
QUANTIFICATION OF METAL SHIPWRECK USING MULTIBEAM ECHOSOUNDER Wahyudi, Ari; Manik, Henry M.; Jaya, Indra
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3989.515 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.59-65

Abstract

The use of Multibeam echosounder (MBES) equipment for seabed detection has been done by several researchers, which provided intensity values of each research object. However, artificial targets (such as shipwreck) was very dangerous object for ship navigation hence its very important to quantify it. This research was conducted in the Sunda Strait to detect the target of metal shipwreck. The Kongsberg EM 2040 MBES was used along with supporting equipment and SIS software as a data recorder. MBES acquisition results then processed using software CARIS. Display of the results were presented using the software CARIS and Surfer. The results of this study showed that the detection of the shipwreck with MBES Kongsberg EM 2040 is very clear with 3-dimensional shape of the shipwreck. The shipwreck backscattering intensity values have range from -3 to +6.99 dB.
Competence of Non-PLB Teachers’ Teams (Preparation and Performance Impact Assessment) Caturwangi, Desak Ketut; Budiyanto, Budiyanto; Wahyudi, Ari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa VOL 4, NO 1 (2017): JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.583 KB)

Abstract

The efforts to improve competency of non-PLB (Special Education) SLB (Special School) teachers in Bali Province have been programmed by Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga/the Office of Youth and Sports) of Bali Province in the form of Training of Teachers’ Competency of SLB held in P4TK TK and PLB Bandung. This study was conducted to describe the efforts of the Officer of Youth and Sports of Bali Province in the preparation of the implementation of Training for Teachers’ Competency of SLB non-PLB in Denpasar, the conformity of training material and to determine the implications of SDLB non-PLB teachers’ performance in Denpasar in planning, implementing, and assessment of learning. This type of the research approach is descriptive qualitative. This research was conducted at the Officer of Education, Youth and Sports in Bali Province namely SLB A, B, C and C1 in Denpasar city. The data collection techniques used included observation, interview and documentation. The results of this study indicated that the competence increasing programs of non-PLB SDLB teachers in Denpasar accomplished through cooperation between Disdikpora of Bali province and P4TK TK and PLB Bandung. The Structural program supports SDLB teacher competence in teaching-learning process. Teachers of non-PLB SDLB can make a plan, implement and assess learning. Based on the above results, it can be concluded that: (1) program to improve the quality of SLB teachers in Bali province has been pursued through the implementation of SLB Teacher Competency Training. (2) The training materials is in accordance with the principles of ABK (Special need children) learning. (3) In the learning planning process, it is found some teachers who still need assistance process Upaya meningkatkan Kompetensi Guru SLB Non-PLB di Provinsi Bali telah diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dalam bentuk Diklat Kompetensi Guru SLB yang dilaksanakan di P4TK TK dan PLB Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dalam penyiapan pelaksanaan Diklat Kompetensi Guru SLB Non-PLB di Kota Denpasar, mendeskripsikan kesesuaiaan materi diklat dan untuk mengetahui implikasi kinerja guru SDLB Non-PLB Kota Denpasar dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, SLB A, B, C dan C1 Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program peningkatan kompetensi guru SDLB non-PLB di Kota Denpasar terlaksana melalui kerjasama antara Disdikpora Provinsi Bali dengan P4TK TK dan PLB Bandung. Struktur Program menunjang kompetensi guru SDLB dalam proses belajar-mengajar. Guru SDLB Non-PLB dapat merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa; (1) program peningkatan kualitas guru SLB di Provinsi Bali telah diupayakan melalui pelaksanaan Diklat Kompetensi Guru SLB; (2) materi diklat sesuai prinsip-prinsip pembelajaran ABK.; (3) proses perencanaan pembelajaran, ditemukan beberapa orang guru yang masih membutuhkan proses pendampingan.
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII PUTRI PRATIWI, DITA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
RASIONALITAS DAYA JUANG ORANGTUA DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK KELUARGA LDII PUTRI PRATIWI, DITA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakses pendidikan anak adalah kewajiban orangtua. Segala tindakan dilakukan oleh orangtua agar anak anaknya dapat bersekolah. Terutama bagi orangtua yang memiliki banyak anak. Mereka harus mempunyai strategi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan pemenuhan pendidikan anak. Salah satunya yaitu dengan memilih lembaga pendidikan untuk anak. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah membuat beberapa program pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orangtua. Mulai dari dana BOS, beasiswa bagi siswa berprestasi, dan lain sebagainya. Meskipun demikian orangtua tetap harus memenuhi kebutuhan penunjang sekolah anak. Mulai dari seragam, tas, buku, sepatu, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak pada keluarga LDII?. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1). Mengidentifikasi latarbelakang kondisi sosial-ekonomi keluarga LDII; 2). Mengidentifikasi pengambilan keputusan terkait pemenuhan pendidikan bagi anak pada keluarga LDII; 3). Mengidentifikasi daya juang orangtua dalam pemenuhan pendidikan anak; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan verstahen. Menggunakan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Lokasi penelitian berada di Dusun Cabean Desa Sugihwaras kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dari daya juang orangtua ini mulai dari menganekaragamkan pekerjaan, berhutang/meminta tetangga, menjual aset rumah tangga, menambah jam kerja, memanfaatkan sumber daya alam, menyimpan hasil panen, dan meminimalkan tingkat konsumsi. Kata Kunci: Tindakan Sosial, Orangtua, Pendidikan, LDII.
RESISTENSI SISWA TERHADAP PENARIKAN DANA INVESTASI PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SURABAYA ILHAM MIROJ, MOCH.; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat bantuan dana pendidikan yang murni diatur pemerintah serta lembaga yang berlaku. Demi mewujudkan pendidikan yang maju dan terbuka mengenai dana pendidikan. Kebijakan di MTsN Surabaya merupakan bentuk penarikan dana investasi pendidikan dimulai pada bulan Desember 2017. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Fenomena yang terjadi di MTsN Surabaya yaitu penarikan dana investasi pendidikan merupakan sebuah konstruk yang menjadikan sarana dan prasana di Madrasah, sesuai dengan ekspetasi dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk resistensi siswa MTsN Surabaya, hingga mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi yang ditampakkan dalam kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori resistesi James C. Scott dan penelitian terdahulu. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat dua jenis bentuk penolakan yang pernah dilakukan oleh siswa MTsN Surabaya yakni resistensi semi terbuka dan resistensi tertutup. Resistensi semi terbuka yang dilakukan siswa MTsN Surabaya yakni protes kepada komite sekolah. Bentuk penolakan yang dilakukan siswa secara tertutup yakni dengan merusak fasilitas sekolah, mengeluh dalam hati atas ketidaksetujuan kebijakan penarikan dana investasi pendidikan, meninggalkan sekolah dengan berbagai macam alasan. Kata Kunci: Siswa MTsN, Resistensi, Dana Investasi Pendidikan.
Competence of Non-PLB Teachers’ Teams (Preparation and Performance Impact Assessment) Caturwangi, Desak Ketut; Budiyanto, Budiyanto; Wahyudi, Ari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 4, No 1 (2017): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.639 KB)

Abstract

The efforts to improve competency of non-PLB (Special Education) SLB (Special School) teachers in Bali Province have been programmed by Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga/the Office of Youth and Sports) of Bali Province in the form of Training of Teachers’ Competency of SLB held in P4TK TK and PLB Bandung. This study was conducted to describe the efforts of the Officer of Youth and Sports of Bali Province in the preparation of the implementation of Training for Teachers’ Competency of SLB non-PLB in Denpasar, the conformity of training material and to determine the implications of SDLB non-PLB teachers’ performance in Denpasar in planning, implementing, and assessment of learning. This type of the research approach is descriptive qualitative. This research was conducted at the Officer of Education, Youth and Sports in Bali Province namely SLB A, B, C and C1 in Denpasar city. The data collection techniques used included observation, interview and documentation. The results of this study indicated that the competence increasing programs of non-PLB SDLB teachers in Denpasar accomplished through cooperation between Disdikpora of Bali province and P4TK TK and PLB Bandung. The Structural program supports SDLB teacher competence in teaching-learning process. Teachers of non-PLB SDLB can make a plan, implement and assess learning. Based on the above results, it can be concluded that: (1) program to improve the quality of SLB teachers in Bali province has been pursued through the implementation of SLB Teacher Competency Training. (2) The training materials is in accordance with the principles of ABK (Special need children) learning. (3) In the learning planning process, it is found some teachers who still need assistance processUpaya meningkatkan Kompetensi Guru SLB Non-PLB di Provinsi Bali telah diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dalam bentuk Diklat Kompetensi Guru SLB yang dilaksanakan di P4TK TK dan PLB Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dalam penyiapan pelaksanaan Diklat Kompetensi Guru SLB Non-PLB di Kota Denpasar, mendeskripsikan kesesuaiaan materi diklat dan untuk mengetahui implikasi kinerja guru SDLB Non-PLB Kota Denpasar dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, SLB A, B, C dan C1 Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program peningkatan kompetensi guru SDLB non-PLB di Kota Denpasar terlaksana melalui kerjasama antara Disdikpora Provinsi Bali dengan P4TK TK dan PLB Bandung. Struktur Program menunjang kompetensi guru SDLB dalam proses belajar-mengajar. Guru SDLB Non-PLB dapat merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa; (1) program peningkatan kualitas guru SLB di Provinsi Bali telah diupayakan melalui pelaksanaan Diklat Kompetensi Guru SLB; (2) materi diklat sesuai prinsip-prinsip pembelajaran ABK.; (3) proses perencanaan pembelajaran, ditemukan beberapa orang guru yang masih membutuhkan proses pendampingan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um029v4i12017p079