Articles

Found 32 Documents
Search

RANCANG BANGUN MODEL SISTEM PENGENDALI DAN PENGAMANAN PINTU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU IDENTIFIKASI DAN HANDPHONE Arifin, Jaenal; Wahyudi, Eka; Riyanto, Eko Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat tersebut menjadikan sesuatu lebih mudah dan cepat. Pada teknologi seluler juga telah mengalami perkembangan dimana awalnya hanya digunakan untuk voice call dan SMS (Short Messege Service), kini beberapa perkembangan teknologi seluler sudah bisa digunakan untuk melakukan panggilan video (Video Call), internet, yang lebih utama yaitu dapat mengirimkan DTMF (Dual Tone Multy Frequency). Dengan adanya perkembangan teknologi DTMF ini maka antara teknologi seluler dengan teknologi mikrokontroler AT89S51 dapat diaplikasikan sebagai rangkaian pengendali jarak jauh untuk membuat suatu sistem pengendalian pintu. Cara kerja dari sistem ini adalah menggunakan media kartu identifikasi dan handphone untuk mengendalikan pintu dan juga untuk pengontrolannya menjadi lebih mudah dan lebih efisien, untuk sistem pengamanya digunakan beberapa sensor untuk menghindari pembobolan gudang ketika pintu gudang dibuka secara paksa, dengan memanfaatkan teknologi maka tingkat keamanan dan pengendalianya lebih mudah dan lebih efisien.Kata kunci : DTMF MT88700, Buffer (IC 74244) , Driver Motor, Mikrokontroler AT89S51, Sensor infrared (IR)
WEB SERVER BERBASIS ATMEGA 128 UNTUK MONITORING DAN KONTROL PERALATAN RUMAH Pramono, Sigit; Wahyudi, Eka; Lukmana, Luthfi Hendra Lukmana Hendra
JURNAL INFOTEL Vol 7 No 1 (2015): May 2015
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v7i1.31

Abstract

Penggunaan mikropengendali untuk mengendalikan perangkat yang ada di rumah tentu menjadi salah satu penerapan prinsip kerja yang praktis dan fleksibel.Mikropengendali dapat digunakan untuk memudahkan dalam mengendalikan lampu ruangan, pemantauan suhu, dan pengendalian sistem penggerak tirai.Dengan memanfaatkan modul jaringanNM7010A TCP/IP Starter Kit maka aplikasi rumah tersebut dapat dikendalikan melalui jaringan intranet. Pada mikropengendali ATmega128, data akan diproses dan dieksekusi untuk mengendalikan sistem kerja keseluruhan rangkaian. Dari hasil pengujian membuktikan bahwa mikropengendali dapat berperan sebagai Embedded Server untuk mengendalikan lampu, pengaktifan kanal Analog to Digital Converter (ADC) yang digunakan untuk memantau suhu.Hasil pengujian terhadap LM35 menunjukan bahwa rata-rata error konversi sebesar 0,64%. Untuk mengeksekusi sistem melalui jaringan TCP/IP diperlukan waktu tunda antara 0,5 sampai 1,2 detik.
ANALISIS KINERJA SISTEM INTERFACE MSOAN V5.2 MENGGUNAKAN METODE AVERAGE DAILY PEAK HOUR DI PT TELKOM PURWOKERTO Pamungkas, Wahyu; Wahyudi, Eka; Krismanto, Kukuh
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi Service Optical Access Node (MSOAN) merupakan salah satu layanan multi service pada Next Generation–Digital Loop Carrier (NG-DLC) yang mampu meringkas jaringan telekomunikasi antara Local Exchange (LE) dengan Access Network (AN) menjadi lebih sederhana. Teknologi ini didukungdengan interface V5.2 yang bersifat dinamis dengan menggunakan maximum 16 link E1 atau 480 kanal komunikasi sesuai aturan Pulse Code Modulation-30 (PCM-30). Dengan kondisi pelanggan yang terus bertambah, merlu adanya analisis trafik untuk menentukan berapa jumlah interface V5.2 ataupun modul link E1 untuk memenuhi layanan yang disediakan kepada pelanggan. Model analisis traffic yang digunakan adalah Average Daily Peak Hour (ADPH). Analisis trafik pada jaringan yang sudah dibangun bisa dijadikan pedoman untuk menambah, mengurangi atau memindah interface V5.2 maupun modul link E1 guna mendapat performansi yang diinginkan. Dari hasil analisis yang dilakukan untuk interface V5.2 milik PT TELKOM,Tbk Area Network Purwokerto yang menangani beberapa lokasi (ring: PWT 503, PWT 505, PWT 506) ditemukan bahwa seluruh interface membutuhkan tambahan link E1 dengan jumlah yang bervariasi.Kata kunci: MSOAN, NG-DLC, V5.2, ADPH, Access Network.
ANALISIS PENGARUH WARNA ANTENA PARABOLA TERHADAP PARAMETER C/N PADA APLIKASI DVB-S Pamungkas, Wahyu; Wahyudi, Eka; Nasuha, Achmad
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Video Broadcasting (DVB) merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran televisi hingga ke pengguna akhir (end user). Salah satu jenis DVB adalah Digital Video Broadcasting via Satelit (DVB-S) yang menggunakan satelit sebagai repeater sinyal dari pengirim ke penerima. Karena menggunakan satelit sebagai repeater sinyal, maka di sisi pengirim dan penerima menggunakan antena jenis parabola. Secara sederhana alur penerimaan sinyal pada aplikasi DVB-S yaitu sinyal yang dikirim melalui satelit diterima oleh antena parabola, selanjutnya dipantulkan ke LNB untuk ditransmisikan ke receiver. Pada hipotesis awal, warna akan berpengaruh pada banyaknya gelombang elektromagnetik yang mampu dipantulkan oleh suatu antena. Semakin gelap warna yang digunakan pada antena parabola,idealnya akan semakin sedikit gelombang elektromagnetik yang dipantulkan antena parabola ke arah LNB, begitu pula sebaliknya semakin cerah atau mendekati warna putih, idealnya akan semakin banyak gelombang elektromagnetik yang mampu dipantulkan oleh antena parabola ke arah LNB. Pada penelitian ini dibahas mengenai pengaruh warna antena parabola di sisi penerima terhadap parameter C/N untuk komunikasi satelit, khususnya untuk aplikasi DVB-S dengan hasilwarna kuning yang paling berpengaruh menentukan nilai C/N tertinggi.Kata kunci : Komunikasi Satelit, DVB-S, Spektrum Warna, Parameter C/N
ANALISIS LINK BUDGET NON DIRECTION BEACON PADA KOMUNIKASI JALUR LINTASAN PENERBANGAN Wahyudi, Eka; Wahyudi, Dian; Mahdalena, Henni
JURNAL INFOTEL Vol 6 No 1 (2014): May 2014
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v6i1.10

Abstract

Salah satu redaman propagasi yang harus diperhitungkan ketika menggunakan komunikasi radio pada navigasi udara adalah redaman propagasi atmosfer pada saat malam hari. Adanya redaman propagasi akan mengakibatkan daya terima pada sisi Automatic Direction Finder pada pesawat udara yang dipancarkan oleh Non Direction Beacon akan berkurang karena adanya loss. Berkurangnya daya terima akibat dari toleransi loss yang diperbolehkan yaitu 1.575 dB dari daya pancar, meskipun nilai tersebut sudah mengakibatkan kesalahan penunjukan arah jarum indikator pada kompas Automatic Direction Finder. Untuk itu diperlukan sebuah analisis terhadap pengaruh redaman propagasi atmosfer terhadap daya pancar Non Direction Beacon dan daya terima Automatic Direction Finder. Dengan melakukan perhitungan Link Budget dengan parameter-parameter yang telah tersedia maka didapatkan daya pancar Non Direction Beacon sebesar 85.1957 dB dan daya terima saat terjadi redaman propagasi atmosfer 82.3981 dB. Dari perhitungan disimpulkan bahwa redaman propagasi atmosfer pada malam hari khususnya pada saat matahari terbenam sangat mempengaruhi daya terima
ANALISIS PARAMETER BER DAN C/N DENGAN LNB COMBO PADA TEKNOLOGI DVB-S2 Pamungkas, Wahyu; Wahyudi, Eka; Fauzi, Anugrah Ahmad
JURNAL INFOTEL Vol 5 No 2 (2013): November 2013
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v5i2.8

Abstract

Instalasi antena parabola berfungsi untuk memudahkan pada saat pengarahan pointing antena ke satelit yang dituju. Permasalahan yang diketahui yaitu bagaimana perilaku parameter Bit Error Rate (BER) dan Carrier to Noise (C/N) pada LNB Combo yang menggunakan teknologi DVB-S2. Setelah instalasi antena parabola dilakukan dan sukses, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pointing antena. Pointing antena diarahkan pada posisi satelit yang akan dituju. Satelit yang akan dituju yaitu Palapa D menggunakan frekuensi C-Band sedangkan Ku-Band diarahkan pada satelit NSS 6. Setelah pointing selesai dilakukan maka langkah selanjutnya yaitu menghubungkan dengan Digital Video Broadcasting Satellite Second Generation (DVB-S2). DVB-S2 merupakan receiver. Parameter yang diamati yaitu parameter BER dan C/N. Parameter BER merupakan perbandingan dengan jumlah bit yang diterima secara tidak benar dengan jumlah bit informasi yang ditransmisikan pada selang waktu tertentu. Parameter C/N merupakan perbandingan nilai pada carrier yang diterima dengan nilai sinyal noise yang dihasilkan dalam suatu link. Diperlukan juga Low Noise Block (LNB) Combo yang berguna untuk mentransmisikan sinyal ke receiver. LNB yang digunakan merupakan LNB Combo, dimana dua buah frekuensi yakni C-Band dan KU-Band menjadi satu dalam sebuah LNB. Setelah melakukan pengukuran dan melihat hasil pengukuran, dapat disimpulkan bahwa LNB Combo berpengaruh pada sinyal C-Band yang dihasilkan, sinyal C-Band akan mengalami penurunan kualitas, ini dibuktikan dari hasil pengukuran yang telah dilakukan bahwa nilai parameter C/N dan BER pada Ku-Band lebih baik daripada nilai parameter C/N dan BER pada CBand. 
PERBANDINGAN PERHITUNGAN TRAFIK JAM SIBUK CDMA 2000 1X PADA BTS INNER CITY DAN BTS OUTER CITY DENGAN MEMPERGUNAKAN METODE ADPH, TCBH, FDMH DAN FDMP Wahyudi, Eka; Pamungkas, Wahyu; Basuseno, Adimawono
JURNAL INFOTEL Vol 5 No 2 (2013): November 2013
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v5i2.6

Abstract

Cellular communication system is a wireless communication system where the subscriber can move within a wide network coverage. Code Division Multiple Access (CDMA) is a multiuser access technology that is each user uses a unique code contained in the access channel in the system. Calculation and determination of peak hours can be done by several methods such as: Average Daily Peak Hour (ADPH), Time Consistent Busy Hour (TCBH), Fixed Daily Measurement Hour (FDMH), Fixed Daily Measurement Period (FDMP). The effectiveness of the channel should be determined by occupancy both at inner city territory and outer city  territory location. Using design Erlang (Erl) for supply channel at Base Transceiver Station (BTS) that provided, BTS has a design Erlang of 369,83 Erl at inner city and it has a design Erlang of 241,8 Erl at outer city. Peak hour on the inner city occurred at 12:00 to 15:00, whereas the outer city of peak hour occurred at 18:00 to 21:00. Effectiveness value that determined by operator are : <20% = low occupancy (not effective), 21% to 69% = normal occupancy (effective), and > 70% = high occupancy (very effective). In this case occupancy values obtained in each method is between 21% to 69% which means effective
Analisis Kualitas Jaringan Tembaga Terhadap Penerapan Teknologi Annex M Pada Perangkat MSAN Studi Kasus Di PT.Telkom Purwokerto Larasati, Solichah; Pamungkas, Wahyu; Wahyudi, Eka
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi, khususnya jaringan kabel  semakin  lama semakin berkembang pesat. Ini  ditandai dengan berkembangnya  layanan yang ditawarkan  oleh operator yang  meliputi voice,  ADSL, Internet Protokol Television (IPTV), dan  wifi.  Berkembangnya layanan tersebut membawa dampak terhadap kenaikan kebutuhan bandwidth.  PT. Telkomsebagai salah satu operator telekomunikasi di Indonesia  melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang semakin besar dengan melakukan moderinasi jaringan menggunakan perangkat Multi Service Access Node (MSAN).  Salah satu  jenis teknologi MSAN adalah Annex M.  Annex M adalah ADSL2+ yang mempunyai nilai upstream sampai 3 Mbps dan downstream sampai 24 Mbps.  Teknologi ini membutuhkan kualitas jaringan tembaga yang baik.  Penelitian ini menggunakan metode analisis dengan membandingkan dua variabel sebelum dan sesudah menggunakan Annex M dalam persen rasio. Variabel yang dibandingkan diantaranya adalah SNR, Attenuation dan Attainable Rate.  Berdasarkan perhitungan sampel sebelum dan sesudah menggunakan  Annex M maka didapatkan bahwa parameter Signal to Noise Ratio (SNR) mengalami perbaikan kualitas jaringan upstream sebesar 10,306% dan downstream sebesar 3,048%. Parameter Attenuation sebelum dan sesudah menggunakan Annex M mengalami perbaikan kualitas jaringan upstream sebesar 13,491% dan downstream sebesar 2,797%. Parameter Attainable Rate upstream sebelum dan sesudah menggunakan Annex M mengalami kenaikan sebesar 3,9106% dan Attainable Rate downstream sebelum dan sesudah menggunakan Annex M mengalami pen urunan sebesar 3%
Pemanfaatan Televisi Tabung sebagai Sarana Pembelajaran untuk Mengurangi Limbah Elektronik (e-waste) Wahyudi, Eka; Saptadi, Arief Hendra; Purnomo, Helen Dwi
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi adalah salah satu alat komunikasi yang tersedia dalam kehidupan masyarakat, dimana didalamnya terdapat banyak hal yang berkaitan dengan komunikasi, informasi dan hiburan yang mencakup seluruh dunia. Teknologi ini sangat cocok diterapkan pada kehidupan sekarang ini yang semuanya sudah serba modern. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih, tak heran lagi apabila salah satu dari sekian banyak teknologi tersebut terutama pada televisi telah mengikuti perkembangan teknologi  yang terletak pada rangkaian televisi yang semakin canggih. Menuntut adanya perkembangan tersebut, haruslah di ikuti pula pada perkembangan perbaikan kerusakan perangkat televisi. Cara konvensional yang menggunakan dugaan dari teknisi dalam perbaikan kerusakan televisi dapat menyebabkan tingkat kerusakan lebih parah. Trainer televisi merupakan sebuah perangkat terdiri dari televisi standar dari pabrik yang telah dimodifikasi pada  penelitian  ini menjadi sebuah perangkat pendeteksi kerusakan rangkaian televis i dengan cara percobaan pemutusan tegangan dan arus televisi menggunakan rangkaian pemutus atau rangkaian tambahan yang diaplikasikan pada rangkaian televisi. Hasil dari percobaan pemutusan rangkaian televisi tersebut dapat diketahui pada gambar yang ditampilkan dan suara yang dikeluarkan televisi, kejadian tersebut merupakan kerusakan yang sering terjadi pada perangkat televisi.
PEMANFAATAN SMS GATEWAY UNTUK PENGECEKAN DATA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR Surapanca, Yunealgi Gama; Wahyudi, Eka; Nugroho, Kukuh
Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL IPTEK TERAPAN 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi semakin memudahkan manusia dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh aplikasi SMS Gateway dapat dipergunakan dalam mendeteksi status dari nomor suatu kendaraan bermotor apabila pihak kepolisian melakukan razia di lapangan. Hal ini mengingat fenomena terjadinya banyak kasus pencurian kendaraan bermotor. Dengan kondisi tersebut pihak kepolisian apabila melakukan operasi di lapangan dapat melakukan pengecekan status nomor suatu kendaraan bermotor yang dicurigai dengan mempergunakan handphone. Untuk mewujudkan sistem tersebut maka perlu dibuat suatu sistem aplikasi dengan memanfaatkan prinsip cara kerja dari SMS Gateway. Aplikasi SMS Gateway dirancang dan dibuat dengan menggunakan database MySQL sebagai penyimpanan data identitas kepemilikkan kendaraan bermotor dan statusnya. Data yang diperlukan antara lain berupa data nama pemilik, alamat, dan status kehilangan kendaraan bermotor serta tanggal lapor kejadian kehilangan kendaraan tersebut. Aplikasi ini mampu memberikan informasi data nomor kendaraan bermotor dan statusnya melalui SMS pada pihak kepolisian untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat terutama dalam mengurangi terjadinya pencurian kendaraan bermotor. Kata kunci : SMS Gateway, MySQL, Pencurian, Kendaraan Bermotor