p-Index From 2015 - 2020
6.527
P-Index
Articles

SERAPAN N TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN PUPUK HIJAU LAMTORO PADA ULTISOL WANGA Wahyudi, Imam
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 4 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.333 KB)

Abstract

High content of aluminum and low N availability in Ultisol are the important limiting factors for crop production. Hence, important efforts on management of Ultisol are increasing N availability for crop demand. Guano fertilizer and pruning of Lamtoro are source of organic matter used to improve the soil, although the two fertilizers still not yet have full attention. The present study was aimed to elucidate roles of Guano fertilizer and green manure of Lamtoro on Al concentration, N availability, crop growth and N uptake by maize in an Ultisol.  The study was conducted in a glasshouse. Combination of the two fertilizers at two different rates of each fertilizer (10 and 20 ton/ha) and one control (no fertilizer added) resulted in nine treatments and they were arranged in a factorial randomized block design with three replicates. Results of the experiment showed that the application of Guano fertilizer and Lamtoro green manure significantly reduced Alexch concentration, increased soil pH, increased N availability, improved maize growth and increased N taken up by maize grown for 45 days.
APLIKASI MULSA DAN BIOKULTUR URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH Lasmini, Sri Anjar; Wahyudi, Imam; Rosmini
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.241 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.2.103-110

Abstract

ABSTRACTMost upland soils are poor in organic matter and have high temperature. The utilization ofmulch and organic manure with appropriate dosage are expected to enhance the physical andchemical conditions of the soil and the production of shallot. This study aimed to determine the effectof applying various types of mulch and cow urine bioculture on the growth and yield of shallot. Theresearch was conducted in March to June 2017 in Oloboju Village, Sigi Biromaru District, SigiRegency, Central Sulawesi Province. A randomized block design factorial with two factors was usedin this study. The first factor was the various types of mulch, namely: Gliricidia sepium leaves, ricestraw, and plastic mulch. The second factor was the frequency of bioculture, namely: without cowurine bioculture, two times and four times application. Thus, there are nine in the combination oftreatments and repeated three times and therefore there were 27 experimental units. The resultsshowed that interaction of rice straw mulch and four times cow urine bioculture application have avery significant effect on the growth and production of shallot. The use of 3 ton ha-1 rice straw andfour times cow urine bioculture application frequency produced 11.25 ton ha-1 shallot bulb.Keywords: chemical properties, gliricidia leaf, organic matter, rice straw, soil physicalABSTRAKLahan kering umumnya memiliki kandungan bahan organik yang rendah dengan suhu yangtinggi. Penggunaan mulsa dan pupuk organik pada lahan kering dengan dosis yang cukup diharapkandapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia tanah dan sifat biologi tanah serta meningkatkan hasilbawang merah. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis mulsa dan frekuensi pemberianbiokultur urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulanMaret sampai Juni 2017 di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, ProvinsiSulawesi Tengah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial yangterdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa yang terdiri atas: mulsa daun tanaman gamal(Gliricidia sepium), mulsa jerami padi dan mulsa plastik hitam perak. Faktor kedua yaitu frekuensipemberian biokultur urin sapi yang terdiri atas: tanpa biokultur, dua kali pemberian biokultur danempat kali pemberian biokultur selama satu musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsajerami padi memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan mulsa plastik hitam perak dan mulsadaun tanaman gamal, sedangkan frekuensi pemberian biokultur empat kali memberikan hasil lebihbaik dibandingkan frekuensi biokultur dua kali dan tanpa biokultur. Interaksi keduanya berpengaruhterhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penggunaan mulsa jerami padi 3ton ha-1 dan frekuensi biokultur urin sapi sebanyak empat kali menghasilkan umbi bawang merah11.25 ton ha-1.Kata kunci: bahan organik, daun tanaman gamal, jerami padi, sifat fisik tunas, sifat kimia tanah
EKSISTENSI BUDAYA MEGOAK-GOAKAN DALAM MEMPENGARUHI AKUNTANSI KHUSUSNYA PENGELOLAAN DANA DI DESA PANJI Juniawati, Luh; Armini, Kadek Ita; Priani, I.G.A Ayu Puspa; Wahyudi, Imam; Ardani, Ni Wayan Suti; Erawati, Ni Kadek Ita
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jinah.v9i1.19942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi nilai-nilai budaya kebersamaan dalam pembangunan untuk praktik akuntansi atau pengelolaan keuangan di Desa Panji dan bagaimana prosedur budaya megoak-goakan mempengaruhi praktik akuntansi atau pengelolaan keuangan di Desa Panji. Dari hasil penelitian Budaya megoak-goakan sangat berpengaruh terhadap eksistensi penerapan akuntansi secara umum baik dilihat secara teoritis dan praktis. terdapat nilai sosial dan nilai agama (religius). Nilai sosialnya tercermin dari perilaku masyarakat Desa Panji yang masih menjalankan prinsip gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai religius dari tarian ini dapat dilihat ketika akan mementaskan tarian megoak-goakan, Teruna Goak melakukan persembahyangan terlebih dahulu di Pura Pajenengan yang dipercaya merupakan tempat peristirahatan Ki Barak Panji Sakti.
PENGARUH BOKASI TITONIA (TITONIA DIVERSIFOLIA) TERHADAP.. ......SERAPAN K (KALIUM) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH ,... (ALIUM ASCALLONICUM L.) VARIETAS LEMBAH PALU PADA ENTISOL GUNTARANO putra, Dwiyulianto; Wahyudi, Imam; Pata? dungan, Yosep Soge
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.245 KB)

Abstract

An experiment was conducted to determine the effect of  Titonia bokashi on the changes in the level of potassium (K) up take and yield of shallot (Allium ascalonicum L.) grown on Entisol. The experiment was arranged in a Randomized Block Design (RBD) with the rates of bokashi includingno bokashi added (to), 10 t ha-1(t1), 20 t ha-1(t2), 30 t ha-1(t3), 40 t ha-1(t4), 50 t ha-1(t5), and 60 t ha-1(t6). Each treatment was replicated three times so that there were 21 experimental units.  The application of Titonia bokashi up to 60 t ha-1was proven to effectively increase soil C-organic, K-total, K-available, plant dry weight, plant K concentration, K uptake, fresh and dry weight of shallot bulbs of Lembah Palu variety. Highest potassium uptake (11.07g) and maximum dry weight of shallot bulbs per clump was achieved at the rate of 60 t ha-1. Key Words: Potassium, shallot, and Titonia bokashi.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI TITONIA (Titonia diversifolia) PADA OXIC DYSTRUDEPTS LEMBAN TONGOA TERHADAP SERAPAN P DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU Rara, Sely Limbong; Wahyudi, Imam; Widjajanto, Danang
AGROTEKBIS Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study attempted to determine changes in Phosphorus (P)  uptake and the onion production by applying Titonia bokashi (Titonia diversifolia) in this oxic Dystrudepts  soil from Lemban Tongoa village from Palolo district, in pot experiment. The research was compiled in a Randomized Design (RBD) consists of 7 level of doses  of bokashi  namely control (without bokashi),  5 t ha-1,  10 t ha-1,  15 t ha-1 ,  25 t ha-1, 40 t ha-1, and 60 t ha-1, each treatment was repeated three times. Results showed that application of bokashi in oxic Dystrudepts significantly affect on changes in soil chemical properties, the Aldd reduced but available and total P, soil pH, plant dry weight, C-organic,  P uptake by onion increased.  Highest phosphorus (P) in onion (Allium ascalonicum L.) was found when Titonia bokashi  applied at a dose of 40 t ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS) DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT HIDUP, BOBOT KARKAS DAN GIBLET BROILER Wahyudi, Imam; Riyanti, Rr.; Santosa, Purnama Edy
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v3i2.p%p

Abstract

Binahong is a medicinal plant that grows in the lower mainland and the plateau that has a lot of benefits in curing various diseases mild or severe. One of this plant?s partis very useful,especially the leaves, because they contain some active compounds that are beneficial to health such as flavonoids, alkaloids, triterpenoids and saponins. This study aims to: 1) determine the effect of binahong leaf extract in drinking water on live weight, carcass weight and giblet broiler; 2) determine the best binahong leaf extract in drinking water to live weight, carcass weight, giblet broiler. The research was conducted on 10th June to 8th July, 2014 at henhouse Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The method of research used completely randomized design (CRD), consist of 5 treatments and 4 replications. Each replication consist of 5 chickens per plot. The treatments were: 1) R0: 0 mg / kg body weight; 2) R1: 100 mg / kg body weight; 3) R2: 150 mg / kg body weight; 4) R3: 200 mg / kg body weight; 5) R4: 250 mg / kg body weight. The data obtained were analyzed by using ANOVA at 5% level. If the analysis shows real results, then continued with Least Significant Beta Test (BNT) at 1% or 5%. The results showed that: (1) the effect of leaf extract binahong 100-250 mg / kg of body weight in drinking water were significantly different (P <0.05) on live weight, carcass weight, and giblet broiler (2) binahong leaf extract in drinking water at 100-250 mg / kg of body weight caused lower body weight, carcass and giblet broiler if compared with controls.
KEMITRAAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS MASYARAKAT DI JAWA TENGAH Wahyudi, Imam; Manaf, Asnawi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan kawasan kumuh sebagai bentuk kemiskinan dalam dimensi keruangan sudah menjadi permasalahan utama kawasan-kawasan perkotaan di Indonesia. Luas kawasan kumuh perkotaan di Indonesia sudah mencapai angka 57.800 Hektar di tahun 2009 dengan pertambahan kantong-kantong permukiman kumuh mencapai 1,37% pertahunnya (BPS, 2011). Banyak pihak mulai menyadari bahwa penyelesaian permasalahan kawasan kekumuhan tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Daerah saja atau masyarakat saja namun perlu adanya kerjasama dari keduanya. Kegiatan penataan lingkungan berbasis masyarakat lahir sebagai salah satu intervensi yang berupaya membangun kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat sebagai bentuk kerjasama dalam menata lingkungan tempat tinggal yang kumuh. Penelitian ini mencoba menangkap sejauh mana kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat terimplementasi di kegiatan tersebut. Kajian ini menjadi perlu dilakukan untuk menggambarkan mengenai keefektifan pelaksanaan kegiatan dalam mengatasi kawasan kumuh dan pembelajaran yang bisa diambil dari kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus di dua lokasi penataan di Jawa Tengah. Dari hasil analisis tergambar bahwa kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dapat dilihat pada tahap perencanaan partisipatif, dialog komunikasi yang dilakukan, tinjauan perencanaan dan kebijakan di skala kota, dan kegiatan channeling pada tahap pembangunan. Dalam pelaksanaannya keberpihakan Pemerintah Daerah menjadi kunci sukses dari kegiataan penataan lingkungan berbasis masyarakat ini. Dari hasil temuan lapangan dapat disimpulkan bahwa intervensi kegiatan telah mampu menata lingkungan permukiman yang kumuh menjadi lingkungan yang tertata dan juga merubah prilaku masyarakat untuk hidup bersih. Intervensi kegiatan penataan ini dapat terbentuk didasari oleh adanya kemitraan yang terjalin antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat.
KETERSEDIAAN DAN SERAPAN FOSFOR OLEH TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCRATA STURTH) AKIBAT PEMBERIAN BOKASI DAN PUPUK KANDANG PADA ENTISOL SIDERA Syarifuddin, Syarifuddin; Wahyudi, Imam; AM Nuri, Isrun
AGROVET Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketersediaan dan serapan  P tanaman jagung (Zea mays saccrata Sturth) pada Entisol Sidera akibat pemberian bokasi dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi dan pupuk kandang terhadap  ketersediaan dan serapan P tanaman jagung (Zea mays saccaratha Sturt) pada Entisol Sidera. Metode penelitian yang digunakan dalam peelitian ini yaitu dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dimana masing-masing perlakuan yaitu kontrol, pemberian pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, bokashi seresah jagung dan bokashi seresah kacang tanah.  Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pemberian beberapa bahan organik terutama terutama pupuk kandang ayam teruji efektif dapat menurunkan Aldd, sedangkan untuk bokashi seresah jagung dapat meningkatkan pH, P ? total, P ? tersedia, berat kering tanaman, konsentrasi P tanaman, serapan P dan C ? organik.
SIFAT DASAR KAYU JATI PLUS PERHUTANI DARI BERBAGAI UMUR DAN KAITANNYA DENGAN SIFAT DAN KUALITAS PENGERINGAN Basri, Efrida; Wahyudi, Imam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.2.93-102

Abstract

Jati Plus Perhutani (JPP) adalah jati cepat tumbuh yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani melalui serangkaian kegiatan pemuliaan pohon. Pada umur yang sama, diameter pohon jati super ini lebih besar dibandingkan diameter pohon jati konvensional, namun kualitas pengeringan kayunya belum sepenuhnya diteliti. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang sifat dan kualitas pengeringan kayu JPP umur 5, 7 dan 9 tahun dalam kaitannya dengan sifat-sifat dasar kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat dasar kayu JPP sangat rendah. Sifat dasar kayu terutama ketebalan dinding sel, porsi kayu juvenil, persentase bagian kayu gubal-kayu teras, MFA, kadar air, kerapatan dan BJ kayu, serta tegangan pertumbuhan sangat mempengaruhi sifat dan kualitas pe- ngeringan kayunya. Kualitas pengeringan kayu JPP sampai umur 9 tahun masih tergolong rendah dan kurang memuaskan. Dibandingkan dengan kayu jati konvensional yang berdiameter sama (dari pohon yang lebih tua), sifat dan kualitas pengeringan kayu JPP masih lebih rendah. Berdasarkan kualitas pe- ngeringan dan kondisi kayunya, maka suhu minimum-maksimum yang sesuai untuk mengeringkan kayu JPP umur 5 tahun adalah 30-40°C, umur 7 tahun adalah 40-50°C, sedangkan untuk umur 9 tahun adalah 40-60°C.
KARAKTERISTIK DAN SIFAT-SIFAT DASAR KAYU JATI UNGGUL UMUR 4 DAN 5 TAHUN ASAL JAWA BARAT Wahyudi, Imam; Priadi, Trisna; Rahayu, Istie Sekartining
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.695 KB)

Abstract

Anatomical characteristics, fiber morphology, microfibril angle, specific gravity and wood density, dimensional stabilization, modulus of rupture (MOR), modulus of elasticity (MOE), hardness and natural durability of superior teakwood from West Java were studied comprehensively in order to find out their best quality improvement technique. It was showed that quality improvement technique has to be employed since characteristics and properties of the superior teakwood studied are inferior compared to those of the older teakwood. In general wood strength, wood durability, wood stability and wood figure were lower compared to those of the conventional teakwood.
Co-Authors . Arinana . Muhran . Nurhasanah Abdillah, Abdul Azis Abdillah, Abdul Azis Abror, M. Adhi W, Cahya Ahmad Abdullah Ali Sakti, Ali Ali, Ramlan Ali, Ramlan Andi Ete Apri Heri Iswanto Ardani, Ni Wayan Suti Arianto Arianto Arida Susilowati Arifien, Ahmad Faizal Armini, Kadek Ita Arslan, Ari Syaifudin Asep Hendra Supriatna Asnawi Manaf Atmawi DARWIS Baharudin Baharudin Bahrudin Bahrudin Basir, Muh. Burhanuddin Nasir Cahyono, Tekat D Ceng Asmarahman Christy, Nazha Ali Corryanti Corryanti Danang Widjajanto Dance Tangkesalu Dian Milvita Dicky Kristia Dinata Sinaga Dyah Setyorini Efrida Basri Eko HANDAYANTO Elsafiana, Elsafiana Erawati, Ni Kadek Ita Erdy Santoso Fajar Joko Santoso Farhan Farhan Fauzan Fahrussiam, Fauzan Fauzi Febrianto Fengky Satria Yoresta Fikdalillah, Fikdalillah G Santosa, G Gustan Pari Hafidhuddin, Didin Hanafie, Sulaeman hariyanto, Jimy hariyanto, Jimy hariyanto, Jimy Hens Saputra Hiroshi Usuki, Hiroshi Husaini, Adian I Made Arya Utama Idris Idris Irkham Ulil Albab Iskandar Z Siregar Isrun AM Nuri Isrun B. Istie Sekartining Rahayu Iswanto, Apri H Juniawati, Luh Kadek Sarna Karliati, Tati Kurniawan, Windy Lidia Binti Jasni Lilik Ariyanto Mahfudz Mahfudz Masahiro Yoshinobu, Masahiro Muhammad Ansar, Muhammad Muhammad Anshar Muhammad Basir Muhammad Sholihin muhrozi muhrozi, muhrozi Napitupulu, Meilinda Suntiar Naresworo Nugroho Noor Farikhah Haneda O Osnal, O Olivia Andiana Pata? dungan, Yosep Soge pole, Isnawati A. Prasetyo, M. Budi Prastya, David Priani, I.G.A Ayu Puspa Purnama Edy Santosa Purnawati, Renny putra, Dwiyulianto Rachmat Mudiyono, Rachmat Ramadan, Siti Ramlan Ramlan Ratih Damayanti Rias Gesang Kinanti Rizal Edy Halim, Rizal Edy rl, Rifka oktafiani Rohadi, Dede Rosjidi, Mochamad Rosjidi, Mochamad Rosmini Rosmini Rosmini Rr. Riyanti, Rr. Rudi Hartono S Suhartoni Safria, Safria Saiful Darman Sely Limbong Rara Shuhou Koseki, Shuhou Sibagariang, Eva Ellya Sitanggang, Julius Johansen Soetomo Soewarto Sri Anjar Lasmini Sri Wilarso Budi Sucahyo Sadiyo Supriyanto Supriyanto Surjono Surjokusumo Suryadi, Bambang Syarif Ohorella Syarifuddin Syarifuddin Sykehfani Sykehfani Taradilaga, Dwiky Tekat Dwi Cahyono Thaha, Abd. Rahim Totok K Waluyo Trisna PRIADI Ulva, Ulva UMI PURWANDARI Uswah Hasanah Wahyu DWIANTO Wani Hadi Utomo Wasrin Syafii Wayan DARMAWAN Widowati, Ladiyani Widowati, Ladiyani Windu Partono Yahya Irwanto Yeyet . Yoki Putra YOLANDA Yunianti, Andi D Zainuddin Basri