Elly Wahyudin
Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Makassar

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI SITOTOKSISITAS BATANG KAYU MEZZETIAPARVIFLORABECC. Mufidah, Mufidah; Wahyudin, Elly; Lawrence, Gatot S.; Wahyuningsih, M. Sri Hartati; Manggau, Mirianti A.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.835 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Aktivitas sitotoksik ekstrak larut aseton batang kayu MezzetiaparvifloraBecc. dievaluasi pada sel HeLa dan dibandingkan dengan sel normal vero untuk memastikan penggunaan sebagai tanaman obat tradisional untuk pengobatan tumor. Percobaan dengan sel normal vero menggunakan uji MTT menunjukkan persentase viabilitas sel sebanyak 96,8% pada konsentrasi 1000 ug dan tidak meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Sedangkan pada percobaan dengan sel HeLa menunjukkan aktivitas sitotoksik yang rendah dengan persentase viabilitas sebesar 87,4% pada konsentrasi 1000μg/ml. Oleh karena itu ekstrak ini dikategorikan sebagai tidak beracun dan diperlukan studi selanjutnya untuk mengeksplorasi mekanisme yang bertanggung jawabterhadap efek antikanker dari tanaman tersebut. 
UJI SITOTOKSISITAS BATANG KAYU MEZZETIAPARVIFLORABECC. Mufidah, Mufidah; Wahyudin, Elly; Lawrence, Gatot S.; Wahyuningsih, M. Sri Hartati; Manggau, Mirianti A.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.835 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7758

Abstract

Aktivitas sitotoksik ekstrak larut aseton batang kayu MezzetiaparvifloraBecc. dievaluasi pada sel HeLa dan dibandingkan dengan sel normal vero untuk memastikan penggunaan sebagai tanaman obat tradisional untuk pengobatan tumor. Percobaan dengan sel normal vero menggunakan uji MTT menunjukkan persentase viabilitas sel sebanyak 96,8% pada konsentrasi 1000 ug dan tidak meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Sedangkan pada percobaan dengan sel HeLa menunjukkan aktivitas sitotoksik yang rendah dengan persentase viabilitas sebesar 87,4% pada konsentrasi 1000μg/ml. Oleh karena itu ekstrak ini dikategorikan sebagai tidak beracun dan diperlukan studi selanjutnya untuk mengeksplorasi mekanisme yang bertanggung jawabterhadap efek antikanker dari tanaman tersebut. 
Niosomes entrapment capacity of ketoprofen and prediction transdermal administration rahman, Latifah; Ismail, Isriany; Wahyudin, Elly
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 22 No 2, 2011
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.378 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp85-91

Abstract

Niosomes  are  vesicles  system  that  have  applications in  the  delivery  of lipophilic,hydrophilic  and  amphiphilic  drugs.  Ketoprofen,  is  very  insoluble  in water  and  cause  gastric  irritation  when  taken  orally.  It  is  very  important  to develop a transdermal delivery system for ketoprofen. This research was aimed to  design  niosomes  which  can  deliver  ketoprofen  via transdermal  route. Experiments  were  designed  to  incorporate  ketoprofen into  niosomes   with  lipid film  hydration  method.  Lipid  mixture  consist  of  cholesterol  and  sorbitan  ester (span  20,  60,  80).  Niosomes  which  can  deliver  ketoprofen  trough  the  skin barrier  determined  by  calculating  amount  of   ketoprofen  in  the  blood  of  rabbit. The  type  of  sorbitan  ester  was  chosen  based  on  the  highest  drugs  entrapment and  ketoprofen  as  drugs  model.  Preparation  of  niosomes  was  optimized  for  the highest  percent  drug  entrapment  by  increasing   molar  concentration  of  lipidmixture  with  the  stable  comparison  of  1:1.  This  research  result  are  niosomes with  lipid  mixture  span  60  and  cholesterol  have  the highest  drug  entrapment efficiency  of  niosomes  66.16%  with  range  size  1–6  µm.  Niosomes  can  deliver ketoprofen  to  the  systemic  circulation  via  transdermal  route  with  plasma  level concentration achieved in 1.5 hour.Key words: niosomes, ketoprofen, transdermal 
PENETAPAN KURVA STANDAR SENYAWA TETRA HIDROXY ETHYL DISULPHATE (THES) DALAM PLASMA MARMUT (Cavia porcellus) MENGGUNAKAN KCKT Zainal, Tuti Handayani; Wahyudin, Elly; Rifai, Yusnita
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5828

Abstract

Tetra hydroxy ethyl disulphate (THES) merupakan kandidat obat baru sebagai antibiotik yang memiliki mekanisme kerja yaitu ligan sulfat yang ada pada THES akan mengikat peptidoglikan yang ada pada dinding sel bakteri menyebabkan kerusakan pada membran dinding sel bakteri. Senyawa THES ini sangat potensial untuk mengatasi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kurva regresi linier dalam plasma marmut (Cavia porcellus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan pada bulan Mei- September 2018. Penelitian ini menggunakan marmut jantan dengan bobot 400-600 gram. Pengambilan plasma darah marmut melalui vena cava. Pengukuran kadar THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus) menggunakan instrumen HPLC pada panjang gelombang 254 nm, fase gerak Asetonitril : Buffer fostat dan fase diam ODS C18 dengan laju alir 1mL/menit. Hasil penelitian menunjukkan seri konsentrasi THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus)10 mg/L,  20 mg/L, 30 mg/L, 40, mg/L, dan 50 mg/L berturut- turut diperoleh luas area kromatogram 37878, 27582, 82582, 111490, 157286 sehingga koefisien korelasi THES dalam plasma secara in vitro sebesar r= 0.91 dengan persamaan y = 3227,2x - 13454 dan diperoleh waktu retensi 2,3 menit. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kadar THES dalam plasma marmut (Cavia porcellus) memenuhi uji linieritas dalam matriks biologis.
ROLES OF VITAMIN C AND VITAMIN E ON DOXORUBICIN-INDUCED RENAL AND LIVER TOXICITY IN RATS Djabir, Yulia Yusrini; Usmar, Usmar; Wahyudin, Elly; Mamada, Sukamto S; Hamka, Ika Reskia N; S. Putri, Dila Pramitha; Amalia, Irma
Nusantara Medical Science Journal Volume 1 No. 2 April - Juni 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Introduction: Doxorubicin (DOX) is a chemotherapy agent that has potent effects against various cancer types. However, DOX may elicit renal and liver toxicity. Objectives: To examine the role of vitamin C and vitamin E in reducing DOX renal and liver toxicity. Methods: Male rats (220-330 g) were assigned to one of the treatment groups. Group I was healthy controls. Group II was given DOX (20 mg/kg b.wt). Group III was given vitamin C (250 mg/kg b.wt) for 7 days prior to DOX injection. Group IV was given vitamin E (250 mg/kg b.wt) for 7 days prior to DOX injection. Group V was given oil vehicle for 7 days prior to DOX injection. Results: Vitamin C was effective to reduce both renal and liver dysfunction. However, vitamin E protective effects were only convincing in lowering DOX-induced renal toxicity but not liver toxicity. Both vitamins prevented elevated DOX-induced oxidative stress. Conclusion: Both vitamin C and vitamin E can help to reduce DOX toxicity in rat kidney, but only vitamin C that has clear benefits on improving liver toxicity after DOX injection. Keywords: Doxorubicin, renal toxicity, liver toxicity, vitamin E, vitamin C
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) Suryanita, Suryanita; Aliyah, Aliyah; Djabir, Yulia Yusrini; Wahyudin, Elly; Rahman, Latifah; Yulianty, Risfah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6461

Abstract

Penyakit degenerative disebabkan karena antioksidan yang ada didalam tubuh tidak mampu menetralisir peningkatan konsentrasi radikal bebas, sehingga perlu adanya antioksidan dari luar untuk menghancurkan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Kulit buah jeruk Bali merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah jeruk Bali. Identifikasi kandungan senyawa kimia dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode penangkapan radikal 2,2- difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil penelitian memperlihatkan esktrak etanol kulit buah jeruk Bali mengandung Flavanoid, Saponin, Alkaloid, Triterpenoid/Steroid, dan Tanin, sedangkan hasil uji kuantitatif fenolik total dan flavonoid total masing-masing diperoleh hasil 4,96% dan 0,34%. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah jeruk Bali dan asam askorbat masing-masing menunjukkan nilai IC50 574,02 bpj dan 4,63 bpj. Hasil ini memperlihatkan bahwa ekstrak kulit buah jeruk Bali memiliki aktivitas antioksidan yang lemah jika dibandingkan asam askorbat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MgSO4 SEBAGAI TOKOLITIK PADA ANCAMAN PERSALINAN PREMATUR DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO A, Nurhikma; Wahyudin, Elly; AM, Nasruddin
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 21, No 3 (2017): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v21i3.6858

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, RSIA Sitti Khadijah, dan Klinik Sitti Khadijah Makassar dari Mei hingga Juli 2017 bertujuan menguji efektifitas penggunaan obat MgSO4 sebagai tokolitik pada pasien dengan ancaman persalinan prematur di Makassar. Terdapat 32 pasien yang terdaftar dalam penelitian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan mengikuti rancangan deskriptif analitik dan pengambilan data secara prospektif. Hasil penelitian ini adalah dari 32 pasien yang mendapat terapi MgSO4, 2 orang yang berhasil menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam pada pemberian terapi ke 2 tanpa kontraksi, 21 pasien yang berhasil menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam pada pemberian terapi ke 3 tanpa kontraksi, 6 pasien yang berhasil menunda persalinan dengan penurunan kontraksi tersisa 1x10 menit (15-20 detik) dan 5 pasien yang berhasil menunda persalinan dengan penurunan kontraksi tersisa 1x10 menit (10-15 detik) masing-masing pada pemberian terapi ke 3. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, efektifitas MgSO4 dalam menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam adalah sebesar 71.87%.
AKTIVITAS ANTI DIABETES MELLITUS TANAMAN DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Amir, Muh. Nur; Sulitiani, Yuyun; Indriani, Indriani; Pratiwi, Inda; Wahyudin, Elly; Manggau, Marianti A; Sumarheni, Sumarheni; Ismail, Ismail
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 3 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i3.9396

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) telah lama digunakan sebagai salah satu pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk untuk penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak etanol durian dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan dosis 125 mg / kgBB dan diberi beban glukosa 20%. Sebanyak 36 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol sehat, kelompok II diinduksi dengan aloksan dan diberikan NaCMC 1% (kontrol negatif), kelompok III diinduksi dengan aloksan dan diberikan Acarbose® (kontrol positif), kelompok IV diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 125 mg / kgBB, kelompok V diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 250 mg / kgBB, kelompok VI diinduksi dengan aloksan dan diberikan ekstrak etanol akar durian (EDR), ekstrak klika (ESB) dan ekstrak daun (EDL) dosis 500 mg / kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum induksi alloxan (t-0), 3x24 jam setelah induksi (t-3), dan setiap 30 menit setelah pemberian perlakuan ekstrak dan larutan glukosa hingga menit ke-180 (t30, t60, t90, t120, t150 dan t180), yang dilakukan pengukuran menggunakan alat glukometer (Nesco®). Persen penurunan kadar glukosa darah yang paling tinggi ditunjukkan setelah menit ke-180 pada kelompok EDR dengan dosis 125 mg / kgBB, ESB dosis  250 mg / kgBB dan EDL dosis 500 mg / kgBB yaitu  sebesar 50,60%, 105,62%, dan 62,97%.
KAJIAN PENGGUNAAN CAPTOPRIL DAN RAMIPRIL TERHADAP PARAMETER FUNGSI GINJAL PADA PASIEN CHF Pascayantri, Asniar; Wahyudin, Elly; Kasim, Hasyim
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan inhibitor ACE (Angiotensin Converting Enzyme) yaitu captopril dan ramipril pada pasien CHF berdasarkan outcome terhadap parameter fungsi ginjal di bagian PJT (Pusat Jantung Terpadu) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perubahan inhibitor ACE terhadap parameter fungsi ginjal yang terjadi pada pasien CHF. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik, yang mencapai jumlah 40 orang sampel. Data yang dianalisis secara deskriptif dan statistik berupa parameter fungsi ginjal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan inhibitor ACE kerja singkat yaitu captopril (6,25mg/8jam) adalah 20 orang (50%) dan yang mengunakan inhibitor kerja lama yaitu ramipril (5mg/24jam) sebanyak 20 orang (50%). Data parameter fungsi ginjal dianalisis dengan menggunakan SPSS 23 melalui tes distribusi normalitas dengan menggunakan uji Normality Kolmogorov-Smirnov yang diikuti dengan uji t-tes sampel berpasangan dan uji Multivariate One Way ANOVA. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nilai sebelum dan sesudah terapi. Kejadian peningkatan fungsi ginjal lebih besar pada data serum kreatinin p<0,05 dibandingkan pada data ureum p>0,05 pada kedua kelompok terapi
PENGARUH PENGGUNAAN SEDIAAN FIXED DOSE COMBINATION (FDC) DIBANDINGKAN DENGAN TABLET LEPAS OBAT ANTI-TUBERKULOSIS TERHADAP PENINGKATAN NILAI SGPT DAN SGOT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR Munawarah, Munawarah; Djide, M Natsir; Santoso, Arif; Wahyudin, Elly; Sartini, Sartini; Djabir, Yulia Yusrini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 23, No 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi Fixed Dose Combinaton (FDC) dibandingkan dengan tablet lepas Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap resiko terjadinya Drug Induced Hepatotoxicity (DIH) yang ditandai dengan peningkatan nilai SGPT dan SGOT pada penderita Tuberkulosis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan cara consecutive sampling. Jumlah sampel 30 pasien, terdiri dari kelompok FDC dan kelompok tablet lepas jumlah masing-masing 17 dan 13 sampel. Dianalisis dengan uji statistik metode Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih nilai SGPT dan SGOT antara kelompok FDC dan kelompok tablet lepas menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05).