Dadan Dani Wardhana
Puslit Geoteknologi LIPI

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

BASEMENT CHARACTERISTICS OF JAKARTA GROUNDWATER BASIN BASED ON SATELLITE GRAVIMETRY DATA Nugraha, Gumilar Utamas; Handayani, Lina; Lubis, Rachmat Fajar; Wardhana, Dadan Dani; Gaol, Karit Lumban
Indonesian Journal of Geography Vol 52, No 1 (2020): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.46672

Abstract

Jakarta groundwater basin is one of the most developed basins in Indonesia as Jakarta city is located within the basin, with an elevation ranging from 0 to 1000 m above sea level. The study of the basement characteristics of groundwater basins still needs further study in the Jakarta Groundwater Basin. The objective of this study is to examine the basement characteristics of Jakarta Groundwater Basin by satellite gravimetry. Gravity forward models were constructed using Oasis Montaj and 2-D GM-SYS software for two north-south sections, A and B, and west-east section C-D. Regional anomalies in the study area with a value range of 36.7 to 53.2 mGal, while the residual anomaly values in the study area were in the range of -7.0 - 10.0 mGal. There are four rock formations based on forwarding modeling. Holocene Beach Ridge Deposit formation has a density of 2.0 gr/cc. The thickness of this formation is estimated to be around 10-20 meters. Late Pleistocene Alluvial fan has a density of about 2.2 gr/cc. The depth of this layer ranges from 10-50 meters. Early Pleistocene Formation, has a density of 2.35 gr/cc. The thickness of this formation is at a depth of 50-200 meters in the cross-section. The Tertiary Marine Sediment Formation is a basement of the Jakarta Groundwater Basin. This formation has a rock density of 2.45 gr/cc. 
APLIKASI METODE MAGNETIK UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN BIJIH BESI DI KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT Umamii, Aufi Maslihah; Yulianto, Tony; Wardhana, Dadan Dani
YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL Vol 6, No 4 (2017): Youngster Physics Journal Oktober 2017
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to identify the subsurface structure in Solok West Sumatera by mapping the magnetic field. The measurement was made at 821 points in Solok, West Sumatra to obtain total magnetic field. Data processing was carried out by the daily variation correction and correction IGRF (International Geometric Reference Field) on magnetic field anomaly data to obtain the anomaly contour of total magnetic field.  Furthermore, the upward continuation process and reduction to pole process were applied to obtain the contour of local and regional anomaly. The result showed a pair of positive and negative closure which is then created a 2D model and 3D model using the software Geosoft Oasis Montaj. The 2D modeling showed that the subsurface structure with one of rock layer has a susceptibility of 0.185 and 0.196 cgs which is strongly suspected as iron ore mineral carrier rock. This rock layer is a unit of limestone derived from the Perem-age Barisan Formation. 3D modeling was used to calculate iron ore reserves in Solok, which is estimated to reach 1.414.579.375 ton.Keyword: magnetic field anomaly, susceptibility of rocks, iron ore, 2-D, 3-D.
IDENTIFIKASI STRUKTUR SESAR DAERAH MANIFESTASI PANAS BUMI “X” DI KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN ANALISIS HORIZONTAL GRADIENT Chasanah, Anik Fitrochaton; Setyawan, Agus; Wardhana, Dadan Dani
YOUNGSTER PHYSICS JOURNAL Vol 7, No 1 (2018): Youngster Physics Journal Januari 2018
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area ?X? located in Manggarai of East Nusa Tenggara is volcanic area in Indonesia which has the potential for geothermal to be indicated by the appearance of a geothermal manifestation of hot springs and fumarole or sulfatar. Processing data by analysis gradient horizontal has been done to determine the structure of fault. From the map complete Bouguer anomali (ABL) shows anomalies in the middle of the study area which is a crater form of Mount Poco Ranakah, Poco Manggung, Poco Mandasawu and Poco Kasteno. In the southwest of the study area there is a low anomaly associated with alteration zone of rocks and hot springs. The high anomaly to the North of the study area lies in the crumpled hills, so that the area is dominated by high anomaly values. Gradient analysis were performed determine the limits of lithogy and the structure of fault associated with the appearance of hot springs and fumarol or sulfate in the study area. Geothermal manifestastios MAP 6, MAP 7, MAP 8, F/S 1 and F/S 2 controlled by strike slip fault of horizontal gradient. Geothermal manifestations of MAP 1, MAP 4 and MAP 11 are located on geological fault trending Northeast-Southwest  and Northwest-Southeast. Keywords: gravity data, gradient analysis
PENDUGAAN AKUIFER SERTA POLA ALIRANNYA DENGAN METODE GEOLISTRIK DAERAH PONDOK PESANTREN GONTOR 11 SOLOK - SUMATERA BARAT enggarwati, dwi ajeng; Susilo, Adi; Wardhana, Dadan Dani
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian potensi air tanah di daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok, Sumatera Barat.Penelitian dilakukan dengan 18 titik pengukuran yang terbagi dalam 6 lintasan untuk mengetahui letak serta pola aliran akuifer daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi  schlumberger. Metode ini digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah permukaan, yaitu untuk mengetahui kemungkinan adanya lapisan akuifer, umumnya yang dicari merupakan lapisan akuifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian terdiri dari 4 lapisan utama yaitu, lapisan penutup, lapisan pasir tufaan dan breksi kering, lapisan pasir tufaan serta breksi tufaan yang mengandung air, serta lapisan breksi kompak. Lapisan akuifer ditunjukkan oleh lapisan yang memiliki nilai resistivitas <100 Ωm pada kedalaman 40 – 130 meter sedangkan untuk pola aliran air tanah yaitu mengalir dari punggungan menuju ke utara dan barat punggungan yang memiliki elevasi lebih rendah.  
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Data Gayaberat di Daerah Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat Chumairoh, Diah Ayu; Susilo, Adi; Wardhana, Dadan Dani
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dengan menggunakan metode gayaberat sebagai survei awal untuk keperluan mitigasi, di Koto Tangah Kota Padang yang berada di tepi Barat pulau Sumatera, yang merupakan daerah pertemuan lempeng Erusia dengan Indo-Australia. Daerah ini beberapa kali menderita bencana, khususnya bencana alam. Metode yang digunakan adalah metode analisa derivative (First Horisontal Derivative dan Second Vertical Derivative). Metode ini dimaksudkan untuk menentukan letak struktur geologi pada penampang lintasan. Distribusi densitas model bawah permukaan adalah dilakukan dengan metode pemodelan kedepan.Hasil yang diperoleh, yang didasarkan pada hasil analisis struktur pada anomali FHD dan SVD, menunjukkan bahwa di daerah penelitian, terdapat stuktur geologi. Struktur geologi ini ditunjukkan dengan adanya nilai maksimum atau minimum sebagai batas kontak bidang FHD, serta terdapat kontak bidang, yang mempunyai nilai maksimum dan minimum pada SVD, yang dibatasi dengan nilai nol atau mendekati nol sebagai batas karakteristik geologi.Berdasarkan hasil pemodelan anomali gayaberat, daerah ini menghasilkan 4 lapisan batuan. Lapisan pertama dan kedua merupakan batuan endapan permukaan kuarter, yang berumur Holosen dengan nilai densitas 1,9 gr/cm3 dan 2,21 gr/cm3, lapisan ketiga batuan gunung api tersier berumur Pleistosen dengan densitas 2,45 gr/cm3,dan lapisan paling bawah adalah batuan gunung api tersier berumur Pliosen dengan densitas 2,75 gr/cm3.
PENCITRAAN TAHANAN JENIS BAWAH PERMUKAAN DI AREA PROSPEK PANAS BUMI GUNUNG SLAMET BERDASARKAN DATA MAGNETOTELURIK Wardhana, Dadan Dani; Hutabarat, Johanes; Nur, Andi Agus; Gaol, Karit Lumban
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.898 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.313

Abstract

Magnetotelluric (MT) method has been applied to identify subsurface structures in Guci Geothermal Area, Mount Slamet. The objective of this research is to analyze the subsurface configuration based on the resistivity value beneath the Bojong district, Tegal regency, Central Java province. Stages of data processing started with transforming the data from the time domain to the frequency domain, and then graphing resistivity apparent to frequency and graph phase versus frequency, smoothing the graph and the last, inversion modeling with final result of 2D resistivity cross section. The results of data processing magnetotelluric (MT) revealed three groups of rock resistivity value. The high resistivity value (> 1000 Ω.m) represented the basement as a heat source. Low resistivity value (<10 Ω.m) is interpreted as alterated rocks that became cap rock. The resistivity value between 10-225 Ωm assosiaed with the porous and permeable rocks that store thermal fluids as the geothermal reservoir. The other layer with resistivity value 225-1000 Ωm might be as Tertiary sediment. Base on MT resistivity crosss section, the  location that may have geothermal prospects, namely in the area of Guci depression, with a reservoir thickness of 600-1000m and at   750-1600m depth that covered by alterated rocks as cap rocks. AbstrakPenelitian geofisika dengan menggunakan metode magnetotellurik (MT) telah dilakukan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan kawasan panas bumi Guci, Gunung Slamet. Tujuan penelitian untuk menganalisis struktur bawah permukaan berdasarkan distribusi nilai tahanan jenis ini dilakukan di kawasan yang terletak di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Tahap pengolahan data dimulai dengan mengubah data dari domain waktu ke domain frekuensi, kemudian pembuatan grafik tahanan jenis semu terhadap frekuensi dan grafik fase terhadap frekuensi, smoothing grafik dan terakhir pemodelan inversi dengan hasil akhir berupa penampang tahanan jenis 2D. Hasil pengolahan data magnetotelurik (MT), menunjukkan ada tiga kelompok nilai tahanan jenis batuan. Nilai tahanan jenis tinggi (>1000 Ω.m) berkaitan dengan batuan dasar sebagai sumber panas. Nilai tahanan jenis rendah (<10 Ω.m) ditafsirkan sebagai batuan ubahan yang menjadi batuan penudung. Nilai tahanan jenis antara 10-225 Ωm berasosiasi dengan lapisan batuan yang bersifat poros dan permeabel yang menyimpan fluida panas, dapat berperan sebagai reservoir panas bumi. Lapisan lain dengan nilai tahanan jenis antara 225-1000 Ωm kemungkinan sebagai batuan sedimen Tersier. Dari kajian penampang tahanan jenis MT, lokasi yang kemungkinan mempunyai prospek panas bumi, yaitu di daerah depresi Guci, dengan ketebalan reservoir 600- 1000 m pada kedalaman 750-1600 m yang ditutupi oleh lapisan penudung berupa batuan ubahan.
APLIKASI METODE GAYABERAT UNTUK MEMPREDIKSI PROSPEK PANASBUMI DI DAERAH KUNINGAN, JAWA BARAT Bahri, Radinal Jalaludin; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi panasbumi menggunakan metode gayaberat berada di daerah Kuningan, Jawa Barat. Data geologi regional daerah penelitian menunjukkan adanya air panas yang muncul ke permukaan, sehingga untuk tujuan identifikasi adanya prospek panasbumi perlu dilakukan survey eksplorasi geofisika di daerah penelitian. Survey eksplorasi geofisika melalui metode gayaberat menghasilkan nilai anomali bouguer lengkap yang telah dilakukan koreksi. Kemudian hasil pengolahan data diplot menjadi peta kontur anomali bouguer dan akan dijadikan acuan dalam pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, Pada model lintasan A-A’ diidentifikasi adanya sistem penyusun panasbumi berupa batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas sebesar 2,2 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun. Sedangkan pada model lintasan R-R’ diidentifikasi adanya batuan penutup (cap rocks) dengan nilai densitas 2,25 gr/cc, reservoir panasbumi dengan nilai densitas sebesar 2,5 gr/cc, sesar naik dan sesar turun.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK DAERAH SEKITAR BOGOR JAWA BARAT SEBAGAI POTENSI SISTEM HIDROKARBON Erdiansyah, Erdi; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Bogor merupakan mandala sedimentasi yang dicirikan berupa sebaran fragmen batuan beku dan batuan sedimen. Pada suatu cekungan sedimen terdapat unsur penting pembentuk sistem Hidrokarbon (Sistem minyak dan gas bumi), yaitu batuan sumber (source rock), reservoir, lapisan penutup (seal), dan perangkap (trap). Survei geofisika yaitu metode Magnetotellurik telah dilakukan di daerah penilitian untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan sebagai potensi hidrokarbon. Metode MT merupakan pengukuran pasif memanfaatkan variasi medan listrik dan medan magnet yang berubah terhadap waktu, sehingga diketahui pencitraan struktur bawah permukaaan berdasarkan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan. Berdasarkan hasil penampang dua dimensi diperoleh nilai resistivitas rendah yaitu 2 – 16  yang merupakan batulempung (claystones), yang diindikasikan sebagai lapisan penutup (Seal). Untuk nilai resistivitas sedang yaitu 16 – 128 , yang merupakan batuan sedimen klastik yaitu sandstones dan diindikasikan menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoar rock). Sedangkan untuk nilai resistivitas tinggi yaitu diatas 1024 , yang diidentifikasi sebagai batuan karbonat berupa batugamping (limestones) yang diindikasikan sebagai batuan induk (source rock) sebagai penghasil hidrokarbon dan terdapat perangkap hidrokarbon yang terlihat ditafsirkan merupakan perangkap struktural berupa jebakan antiklin dan sinklin. 
KARAKTERISASI CEBAKAN MINERAL SULFIDA BERDASARKAN HASIL METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAN INDUKSI POLARISASI DAERAH JAMPANG KABUPATEN SUKABUMI Ariesandra, Dika; Wardhana, Dadan Dani; Iryanti, Mimin
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Jampang Kabupaten Sukabumi termasuk ke dalam formasi Jampang yang didominasi dengan batuan gunung api pembawa sulfur, sehingga daerah tersebut sangat berpotensi mineral sulfida pembawa logam bernilai ekonomis tinggi seperti emas, perak, tembaga, nikel, timah dan logam lainnya. Oleh karena itu, banyak kegiatan eklplorasi yang dilakukan di daerah penelitian. Untuk mengurangi persentasi kegagalan dan kerugian ketika dilakukan pemboran pemanfaatan, maka digunakan metode geolistrik resistivitas dan Induksi polarisasi untuk melakukan karakteristisasi cebakan mineral sulfida. Hasil dari metode resistivitas dan induksi polarisasi berupa penampang 2D dari variasi nilai reisitivitas dan chargeabilitas yang diinversi menggunakan perangkat lunak res2dinv. Nilai yang diperoleh bervariasi, untuk resistivitas diperoleh rentang nilai 0 sampai >10.000 Ωm, sedangkan variasi nilai chargeabilitas diperoleh rentang 0 sampai 500 msec. Mineral sulfida di daerah penelitian merupakan hasil alterasi yang menyebabkan mineralisasi. Zona alterasi yang terdapat di daerah penelitian diantaranya alterasi silsifikasi yang ditandai dengan nilai resistivitas tinggi (≥10.000 Ωm) dikarenakan terdapat intrusi batuan beku seperti andesit, basalt dan batuan tuffa vulkanik yang tersedimentasi pada batupasir berasosiasi dengan kuarsa yang membentuk urat dan membawa mineral sulfida seperti pirit dan kalkopirit sehingga menujukkan nilai chargeabiltas yang tinggi pula (≥250msec). Zona alterasi argilik pun mendominasi pada daerah ini yang menyebabkan mineralisasi, ditandai dengan nilai resistivitas rendah (<100 Ωm) didominasi dengan batuan teralterasi kuat seperti shale yang berasosiasi dengan mineral sulfida yang diindikasikan dengan nilai chargeabilitas tinggi. Dari karakteristik tersebut disimpulkan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam endapan hipotermal dengan karakteristik cebakan yang terbentuk berupa urat dan mineralisasi terjadi di dekat intrusi.
ESTIMASI ZONA BIJIH BESI DI DAERAH LAMPUNG MENGGUNAKAN PEMODELAN MAGNETIK Irsyad, Samsul; Iryanti, Mimin; Wardhana, Dadan Dani
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode eksplorasi Geofisika memiliki banyak peran dalam membantu manusia untuk kepentingan tertentu. Metode Geomagnet adalah salah satu jenis metode Geofisika. Pemanfaatan metode ini begitu beragam, salah satunya adalah untuk menentukan keberadaan Bijih Besi seperti yang dilakukan dalam penelian ini. Daerah yang menjadi tempat penelitian bertempat di daerah Lampung. Beberapa proses penelitian dilakukan untuk mencari tahu keadaan daerah prospek penelitian. Keberadaan dari prospek penelitian ditandai dengan terlihatnya anomali intensitas magnet yang terlihat dari Peta sebaran anomali magnet total. Koreksi Harian dan Koreksi IGRF dilakukan pada data observasi. Kemudian dilakukan filtering data untuk memperoleh anomali lokal dan anomali regional daerah penelitian menggunakan medode Upward continuation dan Reduction to the pole. Selanjutnya dilakukan pemodelan 2D dan 3D untuk mengetahui keadaan bawah permukaan daerah prospek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan, terdapat zona Bijih Besi yang dikontrol oleh struktur geologi dengan orientasi struktur pengontrol berarah Baratlaut-Tenggara dan potensi dari prospek penelitian memilki volume sebesar 392,448,000 m3.