Articles

Found 6 Documents
Search

TRANSFORMASI KELEMBAGAAN KEPEMILIKAN TANAH DESA KLOMPANGAN KABUPATEN JEMBER Wardhono, Aditya
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.305 KB)

Abstract

This research is intended to explore pattern of institutional transformation of land ownership in Klompangan Village, Jember Regency in line with the increase of the local development dynamics and the strategy for managing the institutional transformation. Moreover, this article is directed to explore pattern of institutional transformation by considering rural economic actors as the subjects, ignoring whether they are as demand of constituents or supply of institutions. The methodology used in this research was in-depth interview and focus group discussion (FGD) in order to obtain deep information on the process of institutional transformation in every area of the study. The research analysis applied quantitative approach, so it could portray the entire problems of institutional transformation. In institutional transformation of land ownership in Klompangan Village, there was a tendency of pattern transformation of land ownership by villagers as a result of UUPA/1960 penetration. In addition, the land ownership became narrower and narrower that squeezed the ownership due to land transaction reaching 5% of the land owned by out-of-village people. Meanwhile, the handover of land ownership was caused by life need factor, low bargaining position of farmers and urbanization. In other words, the handover of land ownership was prompted by demand of constituents. Keywords: Transformation, Institutional, Land ownership, Rural economy
RETHINKING OF DEVELOPMENT OF WORKER CO-OPERATIVES IN INDONESIA Wardhono, Aditya; Baga, Lukman M.; Mulyana, Asep
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.256 KB)

Abstract

Menghadapi era globalisasi berbagai bisnis/profesi masyarakat Indonesia terancam oleh masuknya pendatang luar negeri yang memiliki sumberdaya yang lebih mampu dan professional. Hasil program dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia masih belum optimal tanpa adanya kegiatan sinergi diantara sumberdaya manusia dalam bisnis/profesi tertentu dalam isu-isu yang yang ada di dalamnya, karena isu tersebut tidak hanya rendahnya kinerja yang kompetitif pada sumberdaya internal tetapi juga bagaimana memperkuat posisi tawar, kemudian konsep koperasi antar manusia juga relevan dan bagaimanapun sangat penting untuk diperkenalkan pada masyarakat Indonesia. Koperasi pekerja sudah terkenal dan banyak dikembangkan di negara maju dan beberapa negara berkembang, akan tetapi masih belum diaplikasikan di Indonesia. Koperasi Pekerja masih rancu dengan istilah Koperasi Karyawan yang menyebabkan pentingnya koperasi pekerja dikaji lebih lanjut. Terdapat perbedaan antara kedua koperasi tersebut. Kata Kunci: Koperasi pekerja, Daya tawar, Sumberdaya Manusia
PERSPECTIVE OF RICE AGRIBUSINESS MANAGERIAL IN JEMBER REGENCY Wardhono, Aditya
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.845 KB)

Abstract

Performasi agribisnis padi/beras pada sektor pertanian merupakan subsektor dominan di Kabupaten Jember. Meski sebenarnya terjadi indikasi penurunan area pengusahaannya yaitu   131.522 ha pada 2003, dari 141.880 ha pada tahun  2002. Namun demikian produksi beras masih dapat dipertahankan dan masih memiliki kecenderungan meningkat. Daya tarik usaha tani padi tidak saja pada ruang produksi namun juga tatanan bisnis yang terjadi hingga pada konsumen akhir. Secara tegas tulisan ini bertujuan untuk: (1)   untuk mendapatkan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi entrepreneur dan pemahaman manajerial para pelaku bisnis usaha tani padi/beras. (2) untuk menemukan bekerjanya mekanisme saluran distribusi agribisnis beras dari petani hingga pedagang eceran. Penelitian ini dilakukan pada 9 desa dengan 85 responden di Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman responden petani terhadap konsep manajerial agribisnis adalah rendah. Sementara itu pelaku agribisnis memiliki kecenderungan melakukan bisnisnya secara tradisional dan bersifat sosial kekeluargaan. Tidak terdapat kaitan yang jelas terhadap peluang masuk dalam pasar antara pedagang besar dengan pedagang eceran.
RETHINKING OF DEVELOPMENT OF WORKER CO-OPERATIVES IN INDONESIA Wardhono, Aditya; Baga, Lukman M.; Mulyana, Asep
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 2 No 2 (2008)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi era globalisasi berbagai bisnis/profesi masyarakat Indonesia terancam oleh masuknya pendatang luar negeri yang memiliki sumberdaya yang lebih mampu dan professional. Hasil program dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia masih belum optimal tanpa adanya kegiatan sinergi diantara sumberdaya manusia dalam bisnis/profesi tertentu dalam isu-isu yang yang ada di dalamnya, karena isu tersebut tidak hanya rendahnya kinerja yang kompetitif pada sumberdaya internal tetapi juga bagaimana memperkuat posisi tawar, kemudian konsep koperasi antar manusia juga relevan dan bagaimanapun sangat penting untuk diperkenalkan pada masyarakat Indonesia. Koperasi pekerja sudah terkenal dan banyak dikembangkan di negara maju dan beberapa negara berkembang, akan tetapi masih belum diaplikasikan di Indonesia. Koperasi Pekerja masih rancu dengan istilah Koperasi Karyawan yang menyebabkan pentingnya koperasi pekerja dikaji lebih lanjut. Terdapat perbedaan antara kedua koperasi tersebut. Kata Kunci: Koperasi pekerja, Daya tawar, Sumberdaya Manusia
PERSPECTIVE OF RICE AGRIBUSINESS MANAGERIAL IN JEMBER REGENCY Wardhono, Aditya
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 2 No 3 (2008)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performasi agribisnis padi/beras pada sektor pertanian merupakan subsektor dominan di Kabupaten Jember. Meski sebenarnya terjadi indikasi penurunan area pengusahaannya yaitu   131.522 ha pada 2003, dari 141.880 ha pada tahun  2002. Namun demikian produksi beras masih dapat dipertahankan dan masih memiliki kecenderungan meningkat. Daya tarik usaha tani padi tidak saja pada ruang produksi namun juga tatanan bisnis yang terjadi hingga pada konsumen akhir. Secara tegas tulisan ini bertujuan untuk: (1)   untuk mendapatkan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi entrepreneur dan pemahaman manajerial para pelaku bisnis usaha tani padi/beras. (2) untuk menemukan bekerjanya mekanisme saluran distribusi agribisnis beras dari petani hingga pedagang eceran. Penelitian ini dilakukan pada 9 desa dengan 85 responden di Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman responden petani terhadap konsep manajerial agribisnis adalah rendah. Sementara itu pelaku agribisnis memiliki kecenderungan melakukan bisnisnya secara tradisional dan bersifat sosial kekeluargaan. Tidak terdapat kaitan yang jelas terhadap peluang masuk dalam pasar antara pedagang besar dengan pedagang eceran.
TRANSFORMASI KELEMBAGAAN KEPEMILIKAN TANAH DESA KLOMPANGAN KABUPATEN JEMBER Wardhono, Aditya
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 3 No 2 (2009)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to explore pattern of institutional transformation of land ownership in Klompangan Village, Jember Regency in line with the increase of the local development dynamics and the strategy for managing the institutional transformation. Moreover, this article is directed to explore pattern of institutional transformation by considering rural economic actors as the subjects, ignoring whether they are as demand of constituents or supply of institutions. The methodology used in this research was in-depth interview and focus group discussion (FGD) in order to obtain deep information on the process of institutional transformation in every area of the study. The research analysis applied quantitative approach, so it could portray the entire problems of institutional transformation. In institutional transformation of land ownership in Klompangan Village, there was a tendency of pattern transformation of land ownership by villagers as a result of UUPA/1960 penetration. In addition, the land ownership became narrower and narrower that squeezed the ownership due to land transaction reaching 5% of the land owned by out-of-village people. Meanwhile, the handover of land ownership was caused by life need factor, low bargaining position of farmers and urbanization. In other words, the handover of land ownership was prompted by demand of constituents. Keywords: Transformation, Institutional, Land ownership, Rural economy