Efrida Warganegara
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Medula

Lelaki 50 Tahun dengan Tuberkulosis Paru Siregar, Ratih Nur Indah; Warganegara, Efrida
Jurnal Medula Vol 5, No 2 (2016): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan penting di dunia. Tuberkulosis (TB) paru dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melaluitransmisi udara. Pada laporan kasus ini, didapatkan pasien datang dengan keluhan batuk lebih dari 2 minggu. Batuk dirasakan lebih sering pada malam hari sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan lainnya adalah demam dan penurunan nafsu makan disertai dengan penurunan berat badan, serta memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Pada pemeriksaan fisik ditemukan berat badan 47 kg, tinggi badan 163 cm, dan IMT 18,0 (underweight), tanda‐tanda vital ditemukan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 80 x/menit, frekuensi napas 17 x/menit, suhu tubuh 37,0oC. Pada pemeriksaan toraks adanya suara nafas abnormal yaitu rhonki pada pulmo dekstra dan sinistra. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan pada pemeriksaan BTA +2. Pemeriksaan foto rontgen thorax Anterior Posterior (AP) ditemukan adanya cavitas pada pulmo dekstra dan sinistra. Pasien sudah mendapatkan pengobatan OAT selama satu bulan. Pemantauan terhadap pengobatan pasien dilakukan oleh PMO (Pengawas Minum Obat) dan pasien juga mendapatkan konseling mengenai penyakitnya.Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, tuberkulosis paru
Infeksi Tuberkulosis Pulmonar dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Haqiqi, Ferina Nur; Warganegara, Efrida
Jurnal Medula Vol 7, No 3 (2017): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan prevalensi Tuberkulosis (TB) ketiga tertinggi di dunia setelah Cina dan India, perkiraan kejadian BTA positif di Indonesia adalah 266.000 kasus tahun 1998. TB menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung dan penyakit pernafasan akut pada seluruh kalangan usia. Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang mengancam banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) adalah badan WHO yang mengurusi masalah AIDS, memperkirakan jumlah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di seluruh dunia pada Desember 2004 adalah 35,9-44,3 juta orang. Pada Januari 2006, AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tahun 1981. Oleh karena itu, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. TB merupakan infeksi oportunistik terbanyak yang ditemukan pada ODHA dan penyebab kematian utama pada pengidap HIV. Angka TB pada ODHA 40 kali lebih tinggi dibanding angka untuk orang yang tidak terinfeksi HIV. Angka TB di seluruh dunia meningkat karena HIV. TB dapat merangsang HIV agar lebih cepat menggandakan diri dan memperburuk infeksi HIV. Tingkat mortalitas penghidap HIV yang sekaligus mengidap TB empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pengidap HIV tanpa TB.Kata Kunci: AIDS, HIV, Infeksi Oportunistik, TB Paru
Morbus Hansen Tipe Multibasiler dengan Reaksi Kusta Tipe 1 dan Kecacatan Tingkat 2 Andini, Fauzia; Warganegara, Efrida; Effendi, Arif; Adyananto, Adyananto
Jurnal Medula Vol 6, No 1 (2016): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta merupakan penyakit granulomatosa kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa, saluran pernapasan bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis. Reaksi kusta tipe 1 merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat yang ditandai dengan lesi yang telah ada menjadi memerah dan bengkak. Pasien wanita, usia 27 tahun, datang ke Rumah Sakit Provinsi dr. H. Abdul Moeloek dengan keluhan muncul bercak kemerahan yang timbul hampir di seluruh tubuh sejak 18 hari sebelum masuk rumah sakit. Tangan terasa kesemutan selama beberapa menit dan setelahnya mati rasa hingga pasien sulit menggenggam, jari kelingking pasien juga tampak sulit diluruskan. Pada regio fasialis, abdomen, lumbal, ekstremitas superior, dan ekstremitas inferior terdapat plak eritema multipel bentuk irregular ukuran numular hingga plakat sirkumskrip dengan tepi lebih aktif daripada bagian tengahnya dan skuama selapis sedang kecoklatan tidak berminyak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran composmentis dan tampak sakit sedang, tekanan darah 100/80 mmHg, nadi 80 x/menit, pernafasan 20 x/menit, dan suhu tubuh 36,7 ᵒC. Pasien dalam kasus ini diberikan terapi kortikosteroid dengan methyl prednisolone intravena dengan dosis 32 mg per hari. Pada pasien juga diberikan terapi Multi Drug Therapy-Multibacilllary (MDT-MB) selama 12-18 bulan, serta diberikan obat topikal berupa urea 10% cream. Kata kunci: kecacatan, kusta, mycobacterium leprae, reaksi kusta tipe 1
Pola Mikroorganisme Penyebab Bakteri Urin Infektif Pada Pengguna Kateter Dan Kepekaannya Terhadap Antibiotik Di Rsud Abdoel Moeloek Periode Oktober-Desember 2016 Aprilia, Annisa; Warganegara, Efrida; Wulan, Anggraeni Janar
Jurnal Medula Vol 9, No 1 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit berpotensi menjadi tempat penularan infeksi nosokomial dari berbagai mikroorganisme yang hidup dan berkembang pada udara, makanan serta benda peralatan.Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang disebabkan oleh berkembangnya mikroorganisme dalam saluran kemih dan ditandai dengan ditemukannya bakteri >105 CFU/mL.Lebih dari 80% infeksi nosokomial yang paling sering didapat adalah ISK terkait pemasangan kateter.Untuk mengetahui pola mikroorganisme infeksi saluran kemih pada pasien pengguna kateter dan kepekaannya terhadap beberapa antibiotik di RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan consecutive sampling.Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menggunakan kateter yang dirawat di RSUD Abdoel Moeloek. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 orang. Sampel urin dikumpulkan kemudian dilakukan kultur dan uji kepekaan antibiotik.Jenis bakteri penyebab ISK yang ditemukan pada urin pasien pengguna kateter adalah E.coli (33,3%), Pseudomonnas sp (13,3%), Staphylococcus aureus (12,3%), Staphylococcus epidermidis (13,3%), Proteus sp (10,0%), dan Citrobacter (3,3%). Hasil uji kepekaan bakteri terhadap antibiotik sebagai berikut; terhadap Amoxicilin: sensitif (53,3%); Ceftriaxon: resisten (86,7%), Ciprofloxacin: resisten (70,0%); Chloramphenicol: resisten (56,7%). Bakteri terbanyak yang ditemukan pada pasien ISK adalah E.coli dan antibiotik yang paling sensitif untuk mengobati ISK adalah Amoxicilin sedangkan antibiotik yang paling resisten adalah Ceftriakson.Kata kunci : bakteri, infeksi nosokomial, ISK, kateter.
HUBUNGAN ANTARA LEARNING APPROACH DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG Novaldy, Rafian; Oktaria, Dwita; Warganegara, Efrida
Jurnal Medula Vol 9, No 1 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Dalam pembelajaran terdapat bagian hal penting yaitu prestasi belajar, karena prestasi belajar yang baik ditentukan dengan pembelajaran yang baik pula. Proses belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, karena prestasi belajar merupakan proses belajar yang mengandung unsur penghitungan nilai, hasil jalannya dan takaran kecakapan yang dicapai suatu saat. Salah satu indikator dari prestasi belajar adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Beberapa faktor mempengaruhi hasil belajar salah satunya adalah learning approach yaitu pendekatan belajar dimana merupakan perilaku nyata perseorangan sebagai pelajar dalam mempelajari materi yang menunjuk pada tingkat hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara learning approach dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Didapatkan sampel sejumlah 174 orang dan digunakan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Data hasil IPK didapatkan dari bagian akademik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Didapatkan hasil sebanyak 63 orang (36,2%) dengan surface approach dan 111 orang (63,8%) dengan deep approach. Untuk data IPK didapatkan predikat memuaskan sebanyak 52 orang (29,7%), predikat sangat memuaskan sebanyak 93 orang (53,1%) dan predikat dengan pujian sebanyak 30 orang (17,1%). Lalu dilakukan analisis menggunakan chi-square didapatkan p value 0,001 (<0,05). Sehingga didapatkan adanya hubungan learning approach dan IPK mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: Learning approach, prestasi belajar, R-SPQ-2F
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN BUAH ADAS (FOENICULUM VULGARE) TERHADAP PERTUMBUHAN MALASSEZIA FURFUR Agusrimansyah, Agusrimansyah; Soleha, Tri Umiana; Mutiara, Utari Gita; Warganegara, Efrida
Jurnal Medula Vol 9, No 1 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) memiliki kandungan saponin dan senyawa ancemannan serta buah adas (Foeniculum vulgare) memiliki kandungan minyak atsiri, flavonoid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut memiliki manfaat yaitu sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas antijamur pada lidah buaya (Aloe vera) dan buah Adas (Foeniculum vulgare) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur. Ekstrak buah adas dan lidah buaya didapatkan dari Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan teknik maserasi dan dilakukan pengenceran sehingga didapatkan konsentrasi ekstrak buah adas 90%, 100% dan ekstrak lidah buaya 90% dan 100%. Aktivitas antijamur ekstrak buah adas dan ekstrak lidah buaya ini dilakukan secara in-vitro menggunakan metode sumuran pada media Sabouraud Dextrose Agar. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya zona hambat yang terbentuk pada lidah buaya (Aloe vera) 100% dan 90% serta buah adas (Foeniculum vulgare) 100% dan 90% yaitu sebesar 9,02 mm, 5,82 mm, 11,80 mm dan 7,22 mm. Pada kelompok kontrol negatif sebesar 0 mm dan pada kelompok kontrol positif sebesar 21,07 mm.Buah adas (Foeniculum vulgare) memiliki efektivitas yang paling tinggi terhadap Malassezia furfur yaitu dengan daya hambat sebesar 11,80 mm.Kata Kunci: Aloe vera, buah adas, Foeniculum vulgare, lidah buaya, Malassezia furfur