Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Citra Landsat ETM+ untuk Kajian Awal Penentuan Daerah Potensi Panas Bumi di Gunung Lamongan, Tiris, Probolinggo Utama, Widya; Bahri, Ayi Syaeful; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.786 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i1.858

Abstract

Dalam peneltian, citra Landsat ETM+ dipakai untuk mengidentifikasi geomorfologi dan distribusi temperatur permukaan bumi untuk mengenali daerah prospek potensi panas bumi di wilayah Gunung Lamongan, Tiris, Kabupaten Probolinggo. Koreksi yang dilakukan dalam pengolahan citra dilakukan secara standar. Interpretasi geomorfologi menunjukan adanya sesar dominan pada arah barat laut - tenggara. Interpretasi suhu permukaan menunjukkan manifestasi sumber panas bumi di permukaan di dekat sistem sesar. Hal ini menunjukkan bahwagunung Lamongan merupakan daerah potensi energi panas bumi yang perlu dikaji lebih lanjut untuk mendeliniasi daerah reservoir di bawah permukaan melalui kajian geologi, geokimia dan geofisika.
Identifikasi Scouring sebagai Potensi Kelongsoran Tanggul Sungai Bengawan Solo berdasarkan Survei GPR (Studi Kasus Desa Widang, Kabupaten Tuban) Warnana, Dwa Desa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.832 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i2.959

Abstract

Telah dilakukan pengukuran dengan metode GPR (Ground Penetrating Radar) untuk mengidentifikasi scouring Sungai Bengawan Solo di Desa Widang, Kabupaten Tuban. Metode GPR merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan prinsip penjalaran gelombang elektromagnet dalam medium (tanah) yang kedalaman penetrasinya dan besar amplitudo yang terekam bergantung pada sifat dielektrik dari batuan atau media bawah permukaan dan frekuensi yang digunakan. Pada penelitian kali ini digunakan antena berfrekuensi 50 MHz, yang bisa mencapai penetrasi hingga 25 - 30 meter. Pada hasil pengolahan data dan interpretasi menunjukkan bahwa terdapat pendangkalan sungai di daerah hulu. Sedangkan pada daerah menuju ke hilir dasar sungai mengalami penggerusan lapisan tanah (erosi) sehingga mengakibatkan dasar sungai menjadi curam. Penggerusan lapisan tanah (scouring) di sekitar tanggul diakibatkan oleh tanah yang mengandung lempung berpasir, pada pori batuannya tersisipi oleh air sungai. Potensi kelongsoran yang tinggi dapat dipicu dengan adanya scouringdan erosi aktif (terus menerus). Keadaan seperti ini ditemukan pada daerah pengukuran lintasan widang 2 dan lintasan widang 3. Berdasarkan hasil interpretasi data yang dikorelasikan dengan data bor, menunjukkan bahwa sebagian besar daerah pengukuran memiliki litologi yang didominasi oleh lempung pada pengendapan atas (dasar sungai) dan pada kedalaman 8,5-15 meter didominasi pasir dan lanau.
PENERAPAN METODE VERY LOW FREQUENCY ELECTROMAGNET (VLF-EM) UNTUK MENAFSIRKAN BIDANG LONGSORAN, STUDI KASUS DESA JOMBOK, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Wijayanto, Totok; Santosa, Bagus Jaya; Warnana, Dwa Desa; Candra, Arya Dwi
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelongsoran sering terjadi pada tanah yang memiliki topografi curam. Salah satunya adalah yang terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada areal seluas satu hektar dijumpai penurunan permukaan tanah (longsor). Daerah longsoran ini diteliti dengan menggunakan salah satu metoda Geofisika, yaitu Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). Data lapangan yang didapatkan dari hasil pengukuran metode VLF-EM biasanya tercampur dengan noise dan outlier. Pada penelitian ini digunakan filter NA-MEMD untuk menghilangkan noise dan outlier. Digunakan Filter Karous-Hjelt untuk menganalisa data secara kualitatif. Sedangkan analisa secara kuantitatif diperoleh dengan melakukan pemodelan inversi menggunakan INV2DVLF. Hasil analisis VLF-EM dengan menggunakan filter NA-MEMD mampu mereduksi noise dan outlier dari data pengukuran. Sedangkan hasil inversi 2D menunjukkan bahwa terdapat zona anomali yang menunjukkan zona lemah atau rawan longsor di area penelitian. AbstractLandslide often occurs in a steep topography ground. One of them is happened in the Jombok village, Ngantang, Malang, East Java. Land subsidence (landslides) often occur in this area. The landslide area investigated using one of the Geophysics methods, the Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). The field datas obtained from measurement results of VLF-EM method are usually mixed with noise and outliers. In this research, NA-MEMD filter.is used to eliminate the noise and outliers. Karous-Hjelt (K-Hjelt) filter is udes to qualitative analyze of the data. While quantitative analysis is obtained by performing inversion modeling using INV2DVLF. VLF-EM analysis results using the NA-MEMD filter is able to reduce the noise and outliers of measurement data. While the 2D inversion results indicate that there is an anomalous zone which indicates weak or landslide-prone zones in the study area.Keywords: VLF-EM, NA-MEMD, K-Hjelt filter, INV2DVLF, Landslide.
Local Site Effects Evaluation Using Microtremor Measurements at North Side of Pandan Mountain Hidayat, Samsul; Warnana, Dwa Desa; Koesuma, Sorja; Cari, C
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 2 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.806 KB) | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v1i2.19120

Abstract

Disaster mitigation has been undertaken to reduce the impact of loss or damage caused by the earthquake. For disaster mitigation purpose, it is necessary to conduct a local geological assessment. The horizontal to vertical spectral ratio (HVSR) of microtremor analysis is very popular in the context of seismic micro-zonation. Microtremor method is cheap, data acquisition is easy, and does not cause noise, so suitable for use in residential areas. This research aims to determine the distribution of the natural frequency value, the amplification factor value, and the soil vulnerability index value. This study was conducted geographically between 7°26'17.45" – 7°26'53.16" S and 111°47'14.76" – 111°48'7.06" E. Data processing using HVSR analysis method on Easy HVSR software. The results showed that the natural frequency (fo) values range 0,95 Hz to 8,3 Hz and the amplification factor values range 2,05 to 8,67. From the result data of the natural frequency and the amplification factor, the soil vulnerability index can be calculated. The vulnerability index (Kg) value ranges from 1,09 to 68,33. The northeast side of the study area is indicated as a weak zone where have high potential to damage when the earthquake occurred.
PENGUKURAN RESISTIVITAS PADA DAERAH DUGAAN SUMBER PENYEBAB ANOMALI GEOMAGNETIK DI PULAU LOMBOK NTB Kanata, Bulkis; Zubaidah, Teti; Utama, Widya; Warnana, Dwa Desa; Ramadani, Cipta
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro Vol 8 No 1 (2009): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.604 KB)

Abstract

possibilities of the source of geomagnetic anomaly in Lombok Island, i.e. a specific local structure composed by a quite large magnetic body or a local fault in this region that could be associated with a source of seismic hazard (especially earthquakes). An interesting profile could be estimated lie around the minimum geomagnetic anomaly (8045?36?S, 11601?48?E) to the maximum one (8043?48?S, 1160 5?24? E). Understanding the corresponding structure on that profile is very important - related to the possibility of the source of geomagnetic anomaly in Lombok Island - in order to get further information about potentially local fault in this region as a source of earthquakes hazard. Geoelectric method with vertical electrical sounding (VES) configuration have been applied in this profile, on three VES points (i.e. one point between the minimum and the maximum geomagnetic anomaly (X1: 8046?42.9?S, 116004?07.7?E), and two other points outside (X2: 8046?03.3?S, 115058?39.9?E; which is on negative anomaly area) and (X3: 8042?11.6?S, 116008?27.2?E; which is on positive anomaly area). The potency of X1 as a critical zone has been shown, with the existence of resistivity contrast in this area, which its resistivity value between X2 (very high resistivity; r >25,000 Wm) and X3 (very low resistivity; ; r >1 W m). This results lead to the potentially local fault in this region as a source of earthquakes hazard.
Pemodelan Inversi Terpisah Metode Magnetotellurik Dan Gravitasi Sintetik Pada Daerah Sub - Vulkanik Hibatullah, Muhammad Irsyad; Warnana, Dwa Desa; Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.977 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v5i1.4903

Abstract

Reservoir sub-vulkanik merupakan salah satu hal menarik dalam dunia eksplorasi cadangan migas di masa mendatang. Tantangan dalam eksplorasi pada reservoir sub vulkanik adalah keterbatasan metoda seismik dalam melakukan pencitraan bawah permukaan pada reservoir sub-vulkanik, hal itu dikarenakan keberadaan lapisan vulkanik yang terletak diatas reservoir sub-vulkanik memiliki kecepatan yang kompleks dan dominasi komponen frekuensi rendah sehingga metode konvensional seperti Dix Conversion tidak cukup akurat dalam memodelkan profil Vp di daerah sub-vulkanik. Oleh karena itu dibutuhkan integrasi metode gravitasi dan magnetotellurik dimana pada pengolahan inversi secara terpisah metode MT 1.5D menunjukan bahwa MT sensitif terhadap kehadiran fasies vulkanik tetapi tidak cukup sensitif terhadap keberadaan basement. Sedangkan metode gravitasi sensitif terhadap keberadaan basement tetapi tidak cukup sensitif dalam menggambarkan fasies vulkanik.
Pengolahan Data Seismik pada Daerah Batuan Vulkanik Fauzan, Raden Bagus; Warnana, Dwa Desa; Syaifudin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2956

Abstract

Eksplorasi sumber daya energi minyak dan gas sudah banyak dilakukan di berbagai macam lingkungan. Salah satunya reservoir minyak dan gas yang dapat terbentuk di lingkungan batuan beku (sub-vulkanik), dimana karena sifat alami batuan beku, gelombang yang menjalar melewati permukaan batuan tersebut akan terpantul atau mengurangi amplitudo seismik, sehingga data seismik yang terbaca akan mengalami banyak gangguan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Pengolahan Data Seismik Pada Daerah Batuan Vulkanik” yang bertujuan untuk mengetahui tahapan pengolahan data seismik dan pengaruh dari hadirnya reflektor batuan beku terhadap hasil dari pengolahan data seismik. Tahapan yang digunakan dalam pengolahan dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu Pre-Processing, Processing, dan Pre-Conditioning kemudian terakhir dilakukan migrasi menggunakan metode Post-Stack F-K Migration. Setelah dilakukan pengolahan data seismik, didapatkan penampang stacking seismik yang memperlihatkan event seismik pada rentang waktu 1000 – 3500 ms dan hilang pada CDP 100-500 yang merupakan lapisan sub-vulkanik, sehingga pengaruh dari reflektor sub-vulkanik terhadap data seismik adalah memiliki kecepatan yang sangat besar daripada lingkungannya, gelombang frekuensi tinggi yang tidak dapat menembus lapisan tersebut, dan elevasi pada daerah lapisan sub-vulkanik yang tinggi. Sehingga Pengolahan data seismik konvensional yang digunakan belum dapat memperlihatkan event seismic tepat pada reflektor sub-vulkanik.
PENERAPAN METODE VERY LOW FREQUENCY ELECTROMAGNET (VLF-EM) UNTUK MENAFSIRKAN BIDANG LONGSORAN, STUDI KASUS DESA JOMBOK, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Wijayanto, Totok; Santosa, Bagus Jaya; Warnana, Dwa Desa; Candra, Arya Dwi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 3 (2015): SPEKTRA, Volume 16 Nomor 3, Desember 2015
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.029 KB)

Abstract

Abstrak Kelongsoran sering terjadi pada tanah yang memiliki topografi curam. Salah satunya adalah yang terjadi di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada areal seluas satu hektar dijumpai penurunan permukaan tanah (longsor). Daerah longsoran ini diteliti dengan menggunakan salah satu metoda Geofisika, yaitu Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). Data lapangan yang didapatkan dari hasil pengukuran metode VLF-EM biasanya tercampur dengan noise dan outlier. Pada penelitian ini digunakan filter NA-MEMD untuk menghilangkan noise dan outlier. Digunakan Filter Karous-Hjelt untuk menganalisa data secara kualitatif. Sedangkan analisa secara kuantitatif diperoleh dengan melakukan pemodelan inversi menggunakan INV2DVLF. Hasil analisis VLF-EM dengan menggunakan filter NA-MEMD mampu mereduksi noise dan outlier dari data pengukuran. Sedangkan hasil inversi 2D menunjukkan bahwa terdapat zona anomali yang menunjukkan zona lemah atau rawan longsor di area penelitian. Abstract Landslide often occurs in a steep topography ground. One of them is happened in the Jombok village, Ngantang, Malang, East Java. Land subsidence (landslides) often occur in this area. The landslide area investigated using one of the Geophysics methods, the Very Low Frequency-Electromagnetic (VLF-EM). The field datas obtained from measurement results of VLF-EM method are usually mixed with noise and outliers. In this research, NA-MEMD filter.is used to eliminate the noise and outliers. Karous-Hjelt (K-Hjelt) filter is udes to qualitative analyze of the data. While quantitative analysis is obtained by performing inversion modeling using INV2DVLF. VLF-EM analysis results using the NA-MEMD filter is able to reduce the noise and outliers of measurement data. While the 2D inversion results indicate that there is an anomalous zone which indicates weak or landslide-prone zones in the study area. Keywords: VLF-EM, NA-MEMD, K-Hjelt filter, INV2DVLF, Landslide.
Identifikasi Hidrogeologi Situs Candi Dan Petirtaan Jolotundo Menggunakan Inversi Metode VLF-EM Putra Sukandar, Eka Cahya; Widodo, Amien; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.564 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4294

Abstract

Situs sejarah dan budaya menjadi salah satu peninggalan penting yang perlu dijaga, termasuk di dalamnya situs petirtaan Jolotundo yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pengetahuan akan sistem hidrogeologi akan membantu melestarikan dan menjaga suplai air di situs petirtaan. Metode Very Low Frequency - Electromagnetic(VLF-EM) dipilih untuk memetakan sistem hidrogeologi dan aliran air di wilayah tersebut. Metode ini dipilih karena dapat memetakan wilayah yang jenuh air dengan memanfaatkan nilai resistivitas dari material di wilayah pengukuran. Jumlah lintasan yang diambil sebanyak 6 lintasan dengan spasi yang digunakan bervariasi yakni sepanjang 1 meter, 1,5 meter, serta 5 meter. Nilai resistivitas target sebesar 0-10 Ohm.meter yang merupakan rentang resistivitas dari air. Terdapat anomali yang diidentifikasi sebagai aliran air yang teridentifikasi pada lintasan 2, 3, 4, dan 5. Adapun aliran air tersebut terbentuk dari akuifer dengan tipe akuifer tertekan. Batuan penyusun sistem hidrogeologi daerah penelitian terdiri atas batuan tuff, aglomerat, serta breksi gunung api. Batuan aglomerat berfungsi sebagai batuan penyusun akuifer dari sistem hidrogeologi, sedangkan batuan tuf berfungsi sebagai batuan pembatas, yang menjebak air sehingga tidak keluar dari akuifer. Interpretasi pada penampang hasil pengolahan menunjukkan adanya 2 jalur aliran air dimana aliran pertama berada sejalajr dengan lintasan pertama sementara aliran kedua berada di sebelah timur laut dari aliran pertama. Keadalaman dari kedua aliran tersebut berturut-turut yakni sedalam 20 meter serta 6 meter. Adapun arah kedua aliran tersebut yakni barat laut-tenggara dimana aliran yang ke dua merupakan aliran yang diindikasikan menyuplai air di situs petirtaan Jolotundo. Dugaan ini dikuatkan dengan posisi situs yang berada tepat di bawah aliran ke dua.
Aplikasi Metode Seismik Refraksi Untuk Lintasan Terowongan Studi Kasus Wilayah “SMBR” Zakariah, Lutfi; Warnana, Dwa Desa; Widodo, Amien; Nefrizal, Nefrizal
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.727 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4292

Abstract

Metode seismik refraksi telah banyak digunakan untuk rekayasa bawah permukaan dalam mengidentifikasi struktur dan stratigrafi dengan memanfaatkan perbedaan elastic properties pada batuan. Pada penelitian seismik refraksi diterapkan untuk analisa bawah permukaan dalam penentuan jalur terowongan. Terowongan yang direncanakan melewati perbukitan di wilayah SMBR sangat penuh dengan resiko geologi seperti adanya struktur dan zona weathering layer. Panjang lintasan akuisisi ini sepanjang 1800 m dengan 38 titik tembak. Dari hasil pengolahan data diperoleh 3 buah lapisan, Lapisan pertama adalah soil atau tanah residual dengan rentang velocity 300-1200 m/s, pada lapisan kedua terdapat sandstone dengan rentang nilai velocity 1800 – 3100 m/s dan pada lapisan ketiga terdapat lapisan siltstone dengan rentang 2400-4400 m/s. Selain itu terdapat struktur berupa patahan pada meter ke -1105. Berdasarkan data bor sampai kedalaman 50 m dominan terdapat sandstone sehingga sering terjadi lose. Dengan mengetahui kondisi bawah permukaan diharapkan proses konstruksi menjadi lebih efektif dan menurunkan risiko kecelakaan kerja.