Articles

Found 37 Documents
Search

THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL AND DISCOVERY LEARNING TOWARD PROBLEM SOLVING SKILLS IN MATHEMATIC OF GRADE 5 ELEMENTARY Rini, Dwi Setyo; Wasitohadi, Wasitohadi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i2.7890

Abstract

The purpose of this research is to know about implementation of influence PBL and DL model to Mathematic Problem Solving for 5th grade student at elementary school. The type of this research was Quasy Experiment. The result of prerequisite test by using SPSS 25 for windows showed that the data was distributed in normal and homogeny. The independent sample test result showed the significant 0.000 < 0.05 that meant H? was rejected and H? was accepted. Based on the result obtained, there are significance difference in the implementation between PBL and DL models toward Mathematic Problem Solving ability in 5th grader elementary school students, and there was a significant difference of improvement toward Mathematic problem solving ability in 5th grade elementary school students which can be seen from the comparison of diagram that using PBL had more influence with pretest result 69% and posttest 80%, while using DL model result pretest 66% and posttest 73%.
KINERJA PENDIDIKAN DASAR DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Ismanto, Bambang; Tagela, Umbu; Wasitohadi, Wasitohadi
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2017.v4.i1.p1-11

Abstract

This research aims to analyze the work performance of elementary schools in Salatiga in achieving the target of MDGs. This research is done with descriptive quantitative method, and measured with the target achievement of 9 year compulsory learning. The analysis is based on the work performance in percentage. The data collection was done in documents studies of the report from the educational report of Salatiga City and Central Java Province, and also through FGD. The result showed that the government of Salatiga City had been successful in executing the 9 year compulsory learning for children of 7-12 years old. In 2015, the APM of the elementary schools was 99,58%,TheAPK was 115,89%. The APM in middle school was 94,22%, and the APK was 129,01%. The number of literate people in 2015 was 99,97%. The gender equity reached the balance point in every grade of education. In order to improve quality, the city has been doing the certification and qualification program for the teachers. The problems that need priority for solution are operational support increase from Revenue and Expenditure Budget, the need to increase the number and the quality of elementary teachers, and equal distribution of inclusive education. This research recommends the Salatiga City government to plan for a quality-based elementary education program, and support sustainable development goals( (SDGs).
KOLABORASI DAN SINERGI ANTAR LEMBAGA DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH Wasitohadi, Wasitohadi
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2016.v3.i2.p230-245

Abstract

Collaboration and synergy among institutions in enhancing principal’s competence is very essential. This may cover many areas, from recruitment-including the system of selection-, until certification for principal, principal candidate’s training, and capacity building for principal. Optimizing role of each institutions and the parties which are involved in a collaborative and synergistic way in accordance with the systems and mechanisms, will determine the competence of the principal. This collaboration and synergy will create qualified principal according the demands and needs of autonomy in MEA era.
KINERJA PENDIDIKAN DASAR DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Ismanto, Bambang; Tagela, Umbu; Wasitohadi, Wasitohadi
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2017.v4.i1.p1-11

Abstract

This research aims to analyze the work performance of elementary schools in Salatiga in achieving the target of MDGs. This research is done with descriptive quantitative method, and measured with the target achievement of 9 year compulsory learning. The analysis is based on the work performance in percentage. The data collection was done in documents studies of the report from the educational report of Salatiga City and Central Java Province, and also through FGD. The result showed that the government of Salatiga City had been successful in executing the 9 year compulsory learning for children of 7-12 years old. In 2015, the APM of the elementary schools was 99,58%,TheAPK was 115,89%. The APM in middle school was 94,22%, and the APK was 129,01%. The number of literate people in 2015 was 99,97%. The gender equity reached the balance point in every grade of education. In order to improve quality, the city has been doing the certification and qualification program for the teachers. The problems that need priority for solution are operational support increase from Revenue and Expenditure Budget, the need to increase the number and the quality of elementary teachers, and equal distribution of inclusive education. This research recommends the Salatiga City government to plan for a quality-based elementary education program, and support sustainable development goals( (SDGs).
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKAMELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS 5 SDN LODOYONG 03 – AMBARAWA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Taurina, Nova Dinda; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p15-35

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa guru kurang optimal dalam pembelajaran matematika. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah ceramah, dan guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan rendahnya keaktifan siswa dan berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Sebanyak 62% atau 13 siswa dari 21 siswa tidak dapat mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70. Berdasar dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/2014 melalui pendekatan CTL berbantuan alat peraga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK. Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitiannya berupa lembar evaluasi berbentuk isian dan uraian, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar wawancara guru dan siswa. Indikator keberhasilan penelitian ini sebesar 80% atau sekitar 17 siswa harus mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70 dan harus aktif dalam pembelajaran. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada pra siklus hanya 8 siswa (38%) yang tuntas dan 13 siswa lainnya (62%) belum tuntas. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 13 siswa (62%), sedangkan 8 siswa (38%) belum tuntas. Kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa (81%) yang tuntas, dan hanya 4 siswa (19%) yang belum tuntas. Hal tersebut berarti bahwa penelitian ini berhasil, karena telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu sebesar 80%. Sedangakan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada siklus I hanya 12,3 atau 72%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 15,3 atau 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL berbantuan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/1014.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 5 SD NEGERI CUKIL 01 KECAMATAN TENGARAN - KABUPATEN SEMARANG Desi Putrianasari, Desi; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p57-77

Abstract

Pembelajaran konvensional yang sering digunakan oleh guru, dirasa sudah tidak cocok lagi untuk digunakan, karena guru sebagai sumber utama dalam mentransfer ilmu. Dari keraguan tersebut, maka perlu adanya perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar yakni dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika; (2) ada tidaknya pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) ada tidaknya interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini berjumlah 43 siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar berupa soal pre-test dan pos-test, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika. Terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Disarankan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika untuk menerapkan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan baik dan lebih memperhatikan kondisi siswa yang memiliki motivasi tinggi maupun rendah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DITINJAU DARI HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SDN 1 GADU SAMBONG - BLORA SEMESTER 2 TAHUN 2014/2015 Virgiana, Andhini; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p100-118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat hasil belajar antara model problem based learning berbantuan media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantuan media visual pada pembelajaran IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN 1 Gadu dan siswa kelas 5 SDN 2 Gagakan. Teknik  pengumpulan data dalam penelitian adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, statistik parametrik, dan uji t dengan  independent sample t-tes pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat efektivitas antara model problem based learning berbantu media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantu media visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun 2014/2015. Terbukti hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t-test sebesar 3,603 &gt; 1,999 dan signifikansi sebesar 0,001 &lt; 0,05. Perbedaan rata-rata kelas eksperimen &gt; rata-rata kelas kontrol yaitu 87,0588 &gt; 80,2000.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Negeri Cukil 01 Kecamatan Tengaran - Kabupaten Semarang Desi Putrianasari, Desi; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p57-77

Abstract

Pembelajaran konvensional yang sering digunakan oleh guru, dirasa sudah tidak cocok lagi untuk digunakan, karena guru sebagai sumber utama dalam mentransfer ilmu. Dari keraguan tersebut, maka perlu adanya perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar yakni dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika; (2) ada tidaknya pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) ada tidaknya interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini berjumlah 43 siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar berupa soal pre-test dan pos-test, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika. Terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Disarankan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika untuk menerapkan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan baik dan lebih memperhatikan kondisi siswa yang memiliki motivasi tinggi maupun rendah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Alat Peraga pada Siswa Kelas 5 SDN Lodoyong 03 – Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/2014 Taurina, Nova Dinda; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p15-35

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa guru kurang optimal dalam pembelajaran matematika. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah ceramah, dan guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan rendahnya keaktifan siswa dan berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Sebanyak 62% atau 13 siswa dari 21 siswa tidak dapat mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70. Berdasar dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/2014 melalui pendekatan CTL berbantuan alat peraga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK. Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitiannya berupa lembar evaluasi berbentuk isian dan uraian, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar wawancara guru dan siswa. Indikator keberhasilan penelitian ini sebesar 80% atau sekitar 17 siswa harus mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70 dan harus aktif dalam pembelajaran. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada pra siklus hanya 8 siswa (38%) yang tuntas dan 13 siswa lainnya (62%) belum tuntas. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 13 siswa (62%), sedangkan 8 siswa (38%) belum tuntas. Kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa (81%) yang tuntas, dan hanya 4 siswa (19%) yang belum tuntas. Hal tersebut berarti bahwa penelitian ini berhasil, karena telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu sebesar 80%. Sedangakan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada siklus I hanya 12,3 atau 72%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 15,3 atau 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL berbantuan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/1014.
KOLABORASI DAN SINERGI ANTAR LEMBAGA DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH Wasitohadi, Wasitohadi
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2016.v3.i2.p230-245

Abstract

Collaboration and synergy among institutions in enhancing principal’s competence is very essential. This may cover many areas, from recruitment-including the system of selection-, until certification for principal, principal candidate’s training, and capacity building for principal. Optimizing role of each institutions and the parties which are involved in a collaborative and synergistic way in accordance with the systems and mechanisms, will determine the competence of the principal. This collaboration and synergy will create qualified principal according the demands and needs of autonomy in MEA era.