Articles

Found 36 Documents
Search

DINAMIKA KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN PASCA PERTANAMAN PADI Mardiyanti, Devi Erlinda; Wicaksono, Karuniawan Puji; Baskara, Medha
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.428 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari tingkat keanekaragaman, dominasi, serta pola sebaran  spesies tumbuhan pada ekosistem sawah, dan mengetahui pengaruh sejarah penggunaan lahan terhadap perubahan kondisi ekosistem sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2012 - Juli 2012 di Desa Bandung Sekaran, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Indeks Shanon-Wienner berkisar antara 2,10 - 3,04 yang berarti tingkat keanekaragaman tumbuhan pada lahan penelitian tergolong dalam kategori sedang. Indeks Simpson berkisar antara 0,06 - 0,18 yang berarti tidak terjadi dominasi individu spesies tumbuhan pada lahan penelitian. Nilai Indeks Morisita berkisar antara 0,00-3,00. Pola sebaran tumbuhan di lahan I dan II adalah berkelompok, sedangkan lahan III adalah merata. Spesies tumbuhan yang paling banyak dijumpai pada lahan penelitian I dengan sejarah penggunaan lahan Jagung - Padi - Bera, yaitu Hedyotis corymbosa L., Euphorbia hirta dan Leptochloa chinensis; Lahan Penelitian II dengan sejarah penggunaan lahan Bera - Padi - Bera adalah Mecardonia procumbens dan Scrophulariaceae(2); Lahan Penelitian III dengan sejarah penggunaan lahan Kacang Hijau - Padi - Bera adalah Eclipta prostrata dan Ischaemum rugosum.
PENGARUH PEMBERIAN PYRACLOSTROBIN TERHADAP EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN KUALITAS HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Kaido, Boris; Kuswanto, Kuswanto; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.918 KB)

Abstract

Jagung adalah tanaman komoditas utama di Indonesia sebagai bahan baku makanan dan pakan. Pyraclostrobin adalah salah satu  fungisida yang diasumsikan memberi efek untuk meningkatkan efisiensi nitrogen dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas Pyraclostrobin dalam meningkatakan amilosa pada biji jagung. Perlakuan kombinasi nitrogen dan pyraclostrobin menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk semua parameter. Tetapi perlakuan ini tidak signifikan pada parameter umur berbunga betina dan jantan, umur bertongkol, berat biji dan kandungan amilosa. Namun khususnya pada pemberian 400 ppm pyraclostrobin memberikan hasil yang berbeda nyata dengan control. Sedangkan aplikasi nitrogen tidak berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan dan produksi. Namun, perlakuan ini menunjukkan berbeda nyata pada kandungan amilosa seiring dengan peningkatan dosis nitrogen 0 kg   ha-1, 40 kg ha-1, 120 kg ha-1 dan 160 kg ha-1.
STUDI PEMBERIAN AIR DAN TINGKAT NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) Nurkhasanah, Nurul; Wicaksono, Karuniawan Puji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.018 KB)

Abstract

Prospek pengembangan cabe jamu (Piper retroractum Vahl.) cukup cerah sejalan dengan perkembangan industri obat tradisional. Namun prospek tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas karena penerapan tehnik budidaya yang belum berpedoman pada standar Good Agricultural Practice (GAP). Cabe jamu biasanya diperbanyak secara vegetatif de-ngan cara stek, bahan stek diambil dari sulur panjat. Tingkat keberhasilan stek cabe jamu perlu didukung oleh faktor pendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu air dan cahaya matahari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ting-kat pemberian air dan naungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabe jamu. Penelitian dilaksanakan di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan dan pemberian air mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabe jamu secara terpisah atau tidak memberi pengaruh secara bersamaan. Naungan 58% – 78% mampu meningkatkan luas daun dan berat kering total tanaman. Pemberian air 100% - 80% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, berat kering total ta-naman dan persentase keberhasilan stek. Sedangkan pemberian air 60% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada pe-ubah luas daun. Penggunaan naungan 58% – 78% dengan pemberian air 100% – 80% kapasitas lapang dapat digunakan dalam budidaya pembibitan tanaman cabe jamu. Keseragaman bahan stek dan pemelihara-an harus menjadi perhatian, terutama pe-meliharaan lingkungan tumbuh agar tanam-an tumbuh optimum. Kata kunci: cabe jamu, bibit, pemberian air, naungan, keberhasilan stek
PENGARUH PEMBERIAN BIOAKTIVATOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolanium L.) Carora, Aprilia Fitri; Wicaksono, Karuniawan Puji; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.221 KB)

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang harganya sangat fluktuatif, disamping itu dalam budidaya tanaman dibutuhkan modal yang sangat tinggi dibandingkan dengan budidaya tanaman sayuran lainya. Meskipun demikian budidaya bawang merah tetap digandrungi oleh petani.Produktivitas bawang merah nasional masih rendah, sedangkan kebutuhan bawang merah secara nasional terus mengalami peningkatan, sehinggaperlu dilakukan optimalisasi dalam budidaya salah satunya adalah melalui pemupukan.Dengan pemanfaatan bioaktivator, efisiensi tinggi dapat diperoleh melalui peningkatan daya dukung tanah dan efisiensi pelepasan hara pupuk. Sehingga unsur hara yang di butuhkan tanaman bawang merah serta dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2013, di Perumahan Oma Campus Kecamatan Dau , Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi, petak utama ialah frekuensi bioaktivator dan konsentrasi bioaktivator sebagai anak petak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bawang merah dengan penggunaan berbagai frekuensi dan konsentrasi bioaktivator berpengaruh terhadap vegetatif panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun. Tidak terjadi interaksi akibat pemberian frekuensi dan konsentrasi bioaktivator pada parameter jumlah daun, indeks luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot kering total tanaman kecuali pada panjang tanaman dan jumlah anakan. Kata kunci: Allium ascolanium L.,Bioaktivator , frekuensi, konsentrasi
UJI EFEKTIFITAS APLIKASI PYRACLOSTROBIN DENGAN BEBERAPA LEVEL CEKAMAN SUHU PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Efendi, Yayat; Hariyono, Didik; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.274 KB)

Abstract

Dampak pemanasan global yang diakibatkan oleh berlebihnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfir yang diikuti dengan peningkatan suhu di udara dapat berpengaruh pada produktivitas komoditi pertanian pangan. Peningkatan suhu udara di atmosfer sebesar 5oC akan diikuti oleh penurunan produksi jagung sebesar 40% dan kedelai sebesar 10-30%. Pyraclostrobin adalah salah satu jenis fungisida yang diketahui dapat memberikan efek toleran cekaman pada tanaman yaitu dengan cara menghambat transfer elektron dalam rantai respirasi pada mitokondria sehingga dapat meningkatkan efek toleran. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang mulai Agustus sampai November 2012 dengan ketinggian 303 mdpl. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Tersarang, terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu suhu (T) dan pyraclostrobin (P), dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan cekaman suhu dan pyraclostrobin berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman jagung, tetapi tidak nyata pada umur berbunga. Pada parameter komponen hasil tanaman, kombinasi perlakuan suhu normal dengan dan tanpa pengaplikasian pyraclostrobin mampu menghasilkan berat basah tongkol, berat kering tongkol, berat pipilan kering dan berat 1000 biji lebih tinggi daripada tanaman yang diperlakukan dengan cekaman suhu 10C sampai 50C (T2 dan T3). Rata-rata potensi hasil pipilan kering biji jagung yang diperoleh pada kombinasi perlakuan suhu normal dengan pengaplikasian pyraclostrobin mengalami kenaikan sekitar 28% dari potensi rata-rata hasil jagung varietas P21. Kandungan amylose dan protein biji jagung tertinggi juga diperoleh pada perlakuan suhu normal T1 dengan atau tanpa pengaplikasian pyraclostrobin. Kata kunci : Pemanasan Global, Jagung, Pyraclostrobin, Toleran Cekaman.
RESPON 3 JENIS TURFGRASS TERHADAP INTERVAL PEMANGKASAN Hardiman, Baskoro; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.832

Abstract

Rumput merupakan tanaman yang memegang peranan penting pada lapangan olahraga. Pemeliharaan yang tepat akan membuat rumput memiliki kualitas yang sesuai unttuk menunjang dalam penggunaan lapangan tersbut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh interval waktu pemangkasan pada 3 jenis turfgrass. Sedangkan hipotesis yang diajukan yaitu Interval waktu pemangkasan turfgrass yang lebih sering memiliki pertumbuhan jumlah pucuk daun yang paling baik. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di UPT Pengembangan Benih Palawija Kecamatan Singosari Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok pada 3 jenis tanaman yang diulang sebanyak 6 kali. Ketiga jenis rumput yang digunakan adalah rumput bermuda (Cynodon dactylon), rumput jepang (Zoysia japonica), rumput gajahan (Axonopus compressus). Analisis hasil dilakukan dengan analisis ragam uji F 5%. Apabila hasil nyata dilanjutkan menggunakan BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rumput bermuda terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk, berat kering pucuk, berat kering total dan daya recovery dengan perlakuan P2 (Pemangkasan dengan interval 10 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari). Rumput jepang terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk, panjang daun dan daya recovery dengan perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari). Rumput gajahan terdapat perbedaan nyata pada kepadatan pucuk dan daya recovery dengan perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari) adalah yang terbaik, serta ketahanan gulma yang paling baik pada perlakuan P1 (Pemangkasan dengan interval 7 hari).
PENGARUH BEBERAPA LEVEL SALINITAS TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS VIMA 1 Romadloni, Andhina; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.825

Abstract

Salinitas merupakan garam terlarut dalam konsentrasi yang berlebihan di tanah. Salinitas mengurangi  pertumbuhan  dan hasil tanaman pertanian  penting dan dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1 sebagai simulasi cekaman salinitas pada pembukaan lahan kacang hijau di daerah pesisir. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh dan perbedaan perlakuan beberapa level salinitas terhadap perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 1. Hasil pengamatan dan pembahasan menunjukkan bahwa dengan percobaan kacang hijau di petridish melalui uji BNT 5% diperoleh bahwa perlakuan salinitas pada perkecambahan kacang hijau terdapat perbedaan secara nyata, dan berdasarkan hasil uji melalui ANOVA terdapat pengaruh perlakuan salinitas terhadap perkecambahan secara signifikan.
PENGARUH UMUR PANEN DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pradipta, Rangga; Wicaksono, Karuniawan Puji; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.103 KB)

Abstract

Kebutuhan pasar yang meningkat dan nilai ekonomis yang tinggi membuat jagung manis perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil atau produksinya. Akan tetapi selain meningkatkan hasil atau produksi perlu dikembangkan juga bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas dari jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur panen yang tepat dan dosis pupuk kalium yang tepat untuk meningkatkan kualitas jagung manis. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB yang bertempat di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan Juli 2013 sampai dengan Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. dosis pupuk kalium berpengaruh nyata pada bobot segar, bobot kering, dan luas daun pada umur 45 hst. Pada parameter hasil dan kualitas perlakuan umur panen berpengaruh nyata terhadap tingkat kemanisan yaitu yang tertinggi pada umur 83 hst dan yang terendah pada umur 89 hst. Dosis pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol dengan kelobot da bobot tongkol tanpa kelobot. Pada penelitian ini tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan umur panen dan dosis pupuk kalium. Perlakuan dosis pupuk kalium mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas jagung manis. Perlakuan umur panen mempengaruhi kualitas jagung manis.Kata kunci : Jagung Manis, Umur Panen, Kalium, Kualitas
PENGARUH PERIODE PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L.) Lailiyah, Wiharyanti Nur; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.975 KB)

Abstract

Kacang panjang adalah sayuran yang sudah lama dikenal banyak orang. Tana-man ini juga dapat membantu menyuburkan tanaman karena pada akar kacang panjang terdapat bintil-bintil Rhizobium sp yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara kemudian merubahnya menjadi dalam ben-tuk yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyi-angan kacang panjang dan mempelajari pengaruh penggunaan herbi-sida Pra-tumbuh pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2013 di Desa Gintungan, Kecamatan Kembang-bahu, Kabupaten Lamongan yang terletak pada ketinggian  35m dpl.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. yang tediri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Sedangkan perlakuannya yaitu (P0) Tanpa pengen-dalian gulma, (P1) Penyiangan 2 kali pada waktu 2 dan 4 minggu setelah tanam (P2) Penyiangan 3 kali pada waktu 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam (P3)  Bebas gulma (Penyiangan 5 kali pada waktu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu setelah tanam, (P4) Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dengan dosis 1,5 liter ha-1 dan (P5)  Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dan penyiangan 4 minggu setelah tanam dengan dosis 1,5 liter ha-1. Pengendalian gulma dengan menggu-nakan herbisida pra-tumbuh dengan kombi-nasi penyiangan 4 minggu setelah taman mampu mening-katkan pertumbuhan kacang panjang dibandingkan dengan perlakuan tanpa penyiangan, tetapi aplikasi herbisida dengan Dosis 1,5 l ha-1 kombinasi penyi-angan 4 mst kurang efektif diaplikasikan pada tanaman kacang panjang. Hasil terbaik dalam meningkatkan hasil tanaman kacang panjang adalah pada perlakuan bebas gulma.   Kata kunci: kacang panjang, herbisida, penyiangan, Gulma
PENGGUNAAN FERMENTASI EKSTRAK PAITAN (Tithonia diversifolia L.) DAN KOTORAN KELINCI CAIR SEBAGAI SUMBER HARA PADA BUDIDAYA SAWI (Brassica juncea L.) SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNG Nurrohman, Mudhofi; Suryanto, Agus; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.22 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk peningkatan hasil dan kualitas sawi ialah menggunakan sistem budidaya secara hidroponik, karena dengan sistem budidaya ini tanaman dipelihara dalam jumlah banyak pada ruang terbatas seperti dipekarangan rumah. Namun, akan mahalnya nutrisi hidroponik maka pemanfaatan bahan organik diharapkan dapat menjadi media alternatif sebagai pengganti nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh efektifitas penggunaan media alternatif fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair untuk mensubtitusi larutan nutrisi hidroponik pada budidaya tanaman sawi secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2013-Januari 2014 di greenhouse Fakultas Biologi, Universitas Islam Negeri Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan media hidroponik. Percobaan diulang sebanyak 4 kali, pada masing-masing perlakuan terdapat 36 tanaman sehingga total tanaman berjumlah 180 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair dapat mensubstitusi nutrisi hidroponik, namun Perlakuan Paitan + Kotoran Kelinci Cair memiliki nilai bobot segar total tanaman sebesar 15,6% yang lebih rendah dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair lebih baik digunakan sebagai aditif, karena perlakuan A-B mix Joro + Paitan + Kotoran Kelinci Cair menghasilkan tanaman yang paling baik dengan hasil bobot segar total tanaman sebesar 24,11% dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Kata kunci : Sawi, Fermentasi Ekstrak Paitan, Fermentasi Kotoran Kelinci, Hidroponik Rakit Apung