p-Index From 2015 - 2020
5.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
M Bayu Widagdo
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents
Articles

WISATA KELUARGA DALAM PROGRAM ACARA JATENG EXOTIC DI CAKRA SEMARANG TV Haryadi, Sigit; Setyabudi, Djoko; Winata, I Nyoman; Widagdo, M Bayu; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia jurnalistik, media menjadi kunci utama dalam penyebaran informasi secara cepat dan akurat. Seiring dengan perkembangan teknologi, media televisi memegang kendali dengan kemampuan yang besar dalam mempengaruhi masyarakat melalui informasi satu arah dan bersifat audio-visual. Berbagai jenis penyampaian infomasi pun timbul sesuai dengan segmentasi dan kebutuhannya, dan dalam hal ini informasi di televisi dikemas dalam bentuk feature dengan konsep acara wisata keluarga. Feature dengan konsep acara wisata sudah sering ditampilkan oleh berbagai media televisi di Indonesia, namun kurangnya inovasi menjadi dasar pembuatan karya bidang ini. Konsep wisata keluarga merupakan gagasan baru yang diproduksi untuk memberikan variasi konsep linier yang selama ini ada. Feature wisata yang tayang selama 30 menit di program Jateng Exotic ini memiliki alur cerita tentang seorang presenter yang menjemput serta mengajak sebuah keluarga guna memanfaatkan waktu luang untuk berlibur ke beberapa tempat sekaligus dalam satu hari penuh. Dalam feature wisata keluarga ini, waktu serta keluarga menjadi hal yang paling utama dalam menentukan berbagai objek yang akan dikunjungi. Pendekatan waktu dipilih karena kecenderungan kurangnya waktu untuk berlibur bersama keluarga pada akhir pekan maupun liburan dengan kondisi orang tua yang bekerja, serta anak-anak yang sekolah. Pemilihan lokasi dilakukan melalui riset dengan berdasar waktu tempuh, serta konten yang ditawarkan oleh objek wisata (edukasi, alam, sejarah, budaya, dan kuliner). Tempat wisata yang diangkat di program antara lain adalah Curug Tujuh Bidadari Bandungan, Sate Kelinci Bandungan, Pasar Bandungan, The Sea-Pantai Cahaya, Rumah Makan Ayam Goreng Gringsing Bu Bengat, Water Blaster, Kampoeng Semarang, Kampung Batik Semarang, Toko Oen, Wisata Kota Lama dengan vespa ndog, dan Pasar Semawis Semarang. Di produksi sebanyak 4 episode, dan memiliki tiga segmen dengan konten yang berbeda, Feature wisata ini bertujuan untuk memberikan referensi bagi keluarga yang akan memanfaatkan waktu yang singkat untuk dapat berwisata bersama ke beberapa objek wisata di Kota Semarang dan sekitarnya dalam satu hari penuh. Disuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang inovatif, unik, dan menarik. Karya Bidang ini telah ditayang pada hari Minggu, tanggal 23 Februari, 2 Maret, 9 Maret, dan 16 Maret 2014 pukul 14.30 wib di Cakra Semarang TV. Kata kunci: wisata, feature, jurnalistik, program televisi, jateng exotic
KARYA BIDANG PROGRAM TAYANGAN “GITARAN SORE-SORE” DI PROTV SEMARANG SEBAGAI PRODUSER PELAKSANA Pamungkas, Raynaldo Faulana; Pradekso, Tandiyo; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi merupakan salah satu saluran yang mampu menyebarkan informasi secara massal. Namun seringkali informasi yang disebarkan saluran televisi nasional kurang dapat diterima oleh khalayak di daerah. Hal tersebut dikarenakan tayangan televisi nasional tidak memperhitungkan unsur proximity. Televisi lokal seharusnya mampu membawa unsur proximity tersebut menjadi sebuah tayangan yang berkualitas. Namun seringkali khalayak tidak sadar akan kekuatan televisi lokal tersebut.Gitaran sore-sore sebagai sebuah tayangan talkshow yang hadir di televisi lokal mampu menghadirkan unsur proximity. Gitaran sore-sore juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan ide-ide masyarakat Semarang melalui obrolan ringan tentang hobi dan konten yang mengangkat tentang informasi lokal. Lewat cara interaktif dan inspiratif tayangan gitaran sore-sore mampu membawa kekuatan televisi lokal ke tengah-tengah khalayak.Pada program tayangan Gitaran Sore-sore. produser bertugas untuk memimpin jalannya produksi acara, menyediakan kebutuhan produksi, membuat rencana kerja, menkordinasi tim , hingga membuat anggaran produksi. Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan live di ProTV setiap hari rabu dan kamis mulai tannggal 29 September hingga 13 November 2014 pukul 15.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan khalayak Semarang mampu mempunyai tayangan yang informatif dan inspiratif serta menghibur.Kata kunci : Talkshow Gitaran Sore-Sore, Program acara anak muda, Hobi
BRANDING KOMUNITAS LUMPIA KOMIK MELALUI KEGIATAN PUBLIC RELATIONS (DIVISI PROJECT OFFICER) Harakan, Ahmad Fikar; Setyabudi, Djoko; Pradekso, Tandiyo; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal tahun 2014 keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan tumbuhnya komunitas penggemar komik lokal, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal, khususnya di kota Semarang. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini apalagi ikut bergabung dalam keanggotaan Lumpia Komik.Tujuan dilakukannya kegiatan kampanye public relations ini adalah untuk memperkenalkan Lumpia Komik lebih dekat dengan melalui minat atau interest target audience terhadap bacaan komik, proses pembuatan komik yang mudah dan pengenalan industri komik lokal Indonesia. Dalam hal ini, dengan cara mengikuti seluruh kegiatan Lumpia Komik.Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar siswa dan mahasiswa berusia 16-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah adalah siswa dan siswi SMP dan masyarakat umum yang menyukai komik. Teori yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah teori persuasif, konsep brand activation dan public relations. Strategi yangdigunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan PR dan brand activation.Sebagai Project Officer, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan communication planning Lumpia Komik serta penyusunan program dan konseprangkaian acara secara keseluruhan. Taktik public relations ini menggunakan pendekatan persuasif secara personal, menggunakan iklan berupa video, komunikasi dua arah dengan menggunakan sosial media, program Bikin Komik Besar, workshop Bebas Kumpul Bareng, Berbagi Komik Berarti dan lomba selfie bareng komik mini.Hasil kegiatan kampanye public relations ini adalah peningkatan awareness terhadap Lumpia Komik sebanyak 12%, dari 8% menjadi 20%. Diikuti penambahan anggota member komunitas Lumpia Komik sebanyak 21 anggota baru.Kata kunci : Project Officer, Kampanye Public Relations, IMC (Integrated Marketing communication), Lumpia Komik, Komunitas, Komik
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP ACARA MEWUJUDKAN MIMPI INDONESIA Aryani, Beta Fiftina; Lukmantoro, Triyono; Widagdo, M Bayu; Yulianto, Much.
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menuju Pemilu 2014 banyak tokoh politik di Indonesia yang menampilkan diri melalui media massa khususnya televisi. Berbagai progam acara di televisi dimanfaatkan sebagai alat untuk menarik simpati dan menciptakan citra positif dari khalayak, salah satunya adalah progam acara reality show. Reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia menampilkan sosok Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo dengan aksi dan peran-peran yang berbeda dan tidak biasa mereka lakukan, demi mewujudkan impian masyarakat Indonesia, sehingga membuat acara tersebut menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan khalayak tentang acara Mewujudkan Mimpi Indonesia. Penelitian ini menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall yang digunakan untuk menjelaskan proses pemaknaan khalayak terhadap tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Analisis resepsi memandang khalayak sebagi penghasil makna ( producers of meaning) yang aktif dalam mempersepsi pesan dan memproduksi makna, tidak hanya sekedar menjadi individu pasif yang menerima begitu saja makna yang diproduksi oleh media massa.Penelitian dilakukan menggunakan wawancara mendalam (depth nterview) kepada lima orang informan yang merupakan pemirsa dari acara reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia. Informan yang dipilih memiliki latar belakang yang berbeda, baik usia, jender, pendidikan maupun status sosial. Hasil penelitian akan membagi khalayak ke dalam tiga tipe dan posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat reading, khalayak memaknai tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia sesuai dengan preferred reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis jika digunakan sebagai alat propaganda politik dan menganggap tayangan ini sebagai tayangan yang memotivasi serta memberikan inspirasi kepada penontonnya. Sedangkan kelompok oppositional reading, adalah khalayak yang memiliki pemaknaan yang berbeda sama sekali dengan makna dominan. Khalayak oppositional memaknai bahwa tayangan Mewjudkan Mimpi Indonesia adalah tayangan yang membodohi publik, karena dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik oleh elit politik tertentu.Kata kunci : analisis resepsi, reality show, propaganda politik
REPRESENTASI NASIONALISME WARGA PERBATASAN KALIMANTAN BARAT DALAM FILM (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM TANAH SURGA...KATANYA) Nilasari, Febryana Dewi; Suprihatini, Taufik; Lukmantoro, Triyono; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film bertema nasionalisme dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Berbeda dengan film lainnya yang memiliki tema drama dan mengangkat fenomena kehidupan sehari-hari, film yang bertema nasionalisme sangat dipengaruhi oleh faktor sosial politik yang ada di Indonesia. Pada film Tanah Surga... Katanya memperlihatkan secara gamblang kondisi keterpurukan dan kekalahan Indonesia dari negara tetangga (Malaysia) dalam  hal mensejahterakan rakyatnya. Film ini bercerita tentang sudut pandang lain dari semangat nasionalisme bangsa Indonesia yaitu bagaimana perjuangan warga perbatasan Kalimantan Barat untuk mempertahankan semangat nasionalismenya di tengah kehidupan yang serba terbatas di daerah perbatasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat dalam film Tanah Surga... Katanya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori representasi Stuart Hall dalam paradigma konstruktivis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske ?the code of television? yang memasukkan kode-kode sosial ke dalam tiga level yakni level realitas, level representasi dan level ideologi.Hasil penelitian menunjukkan pada level realitas film ini menunjukkan realitas kesenjangan yang terjadi di perbatasan Kalimantan Barat dan perbatasan Malaysia (Sarawak). Perbatasan Kalimantan digambarkan miskin (tradisional) sedangkan Malaysia digambarkan sejahtera (modern). Pada level representasi film ini menunjukkan visualisasi pesan nasionalisme di tengah keterpurukan warga perbatasan Kalimantan Barat yang disampaikan melalui beberapa aspek teknis. Alur cerita, konflik, dan dialog menceritakan kehidupan Salman dan Kakek Hasyim sebagai tokoh utama yang memiliki jiwa nasionalisme melawan setiap keadaan perbatasan yang menguji rasa nasionalisme. Level ideologis dalam film ini mengungkapkan ideologi nasionalisme warga perbatasan Kalimantan Barat melalui bentuk-bentuk perlawanan atau perjuangan melawan menghadapi keadaan (kemiskinan, keterpencilan, ketidakadilan dalam pembangunan). Bentuk-bentuk nasionalisme warga perbatasan meliputi, nasionalisme pada simbol-simbol negara, nasionalisme dalam mempertahankan kewarganegaraan, nasionalisme dalam kemiskinan, nasionalisme untuk generasi selanjutnya. Kata Kunci : film, nasionalisme, semiotika, perbatasan Kalimantan Barat
REPRESENTASI TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM FILM “?” Kholisha, Nilna Rifda; Nugroho, Adi; Lukmantoro, Triyono; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan sebuah media yang mampu menghadirkan kembali gambaran realitas yang terjadi dalam masyarakat, meskipun tidak sepenuhnya realitas tersebut dapat digambarkan dalam film. Realitas dalam film merupakan realitas bentukan dari sang pembuat film. Film ??? berusaha merepresentasikan (menghadirkan kembali) gambaran mengenai toleransi antarumat beragama melalui simbol-simbol visual dan linguistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap ideologi atau gagasan-gagasan lain yang ingin disampaikan dalam film ???.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika. Pendekatan ini mengungkapkan signifikansi dua tahap Roland Barthes pada berbagai teks yang ditampilkan dalam Film ???. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan pada teori John Fiske, yakni ?The Codes of Television?. Film ??? diuraikan secara sintagmatik melalui analisis scene yang setiap aspeknya dijelaskan pada level realitas (reality) dan level representasi (representation). Selanjutnya level ideologi (ideology) dianalisis secara paradigmatik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film ??? menggambarkan tentang hubungan antarumat beragama dengan didasarkan pada sikap toleransi antarumat beragama dalam beberapa scene melalui kode-kode ideologis yang direpresentasikan dalam shot-shot dan dialog-dialog dari para tokoh. Penggambaran secara visual dan suara melalui analisis sintagmatik mendukung terciptanya kesan dramatis di dalam film. Sedangkan berdasarkan analisis paradigmatik penggambaran sikap umat beragama yang berusaha menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing berdasarkan toleransi antarumat beragama ditampilkan dalam film ???. Hal tersebut mewujudkan sikap yang mengandung nilai-nilai inklusivisme yang mewujud dari masing-masing tokoh yang berbeda agama. Sikap inklusivisme tersebut merupakan ideologi lain yang terdapat dalam film ???.Pada bagian akhir cerita digambarkan bahwa toleransi antarumat beragama merupakan solusi yang tepat di tengah pluralitas keagamaan yang terjadi dan dialami oleh masing-masing tokoh dalam film ???. Kerukunan antarumat beragama dan keharmonisan dalam hubungan antarumat beragama dapat tercipta sebagai akibat dari perwujudan sikap toleransi antarumat beragama dan perwujudan nilai-nilai inklusivisme yang ditampilkan oleh masing-masing tokoh dalam film ??? dengan berbagai karakter yang melekat di dalamnya.Kata Kunci : Representasi, toleransi, umat beragama
PUBLIC RELATIONS BRANDING CB31 ARTSPACE : “MORO SENENG” DIVISI PROJECT OFFICER, DIVISI COMMUNICATION DIRECTOR, DAN DIVISI BUSSINES DIRECTOR Alamanda, Stephany; Lailiyah, Nuriyatul; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas -komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentuKarya bidang ini dibuat dengan tujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye ?Moro Seneng? yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Pemilihan kegiatan ini di dasari atas pesan utama ?Serunya berkarya dan pamer karya bersama?. Oleh karena itu, berbagai program yang dilakukan diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni secara seru dan menyenangkan. Pesan ini di terapkan ke seluruh elemen program dan juga konsep produksi.Sebagai Project Officer, Communication Director, Bussnines Director, penulis bertanggung jawab pada kinerja tim, publisitas, promosi dan keuangan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini dapat berjalan dengan lancar, baik secara kinerja tim, maupun keuangan, disamping itu, berkat acara Moro Seneng, CB31 Artspace dapat dipahami oleh masyarakat sebagai ruang pamer karya bagi seniman lokal Semarang. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.
KONTROVERSI HEALTHY LIFESTYLE PADA PROGRAM OCD (OBSESSIVE CORBUZIER DIET) DI MEDIA ONLINE TWITTER Putri, Sallindri Sanning; Santosa, Hedi Pudjo; Suprihatini, Taufik; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramainya pemberitaan program OCD (Obsessive Corbuzier Diet) sebagai healthy lifestyle yang beredar di media twitter hingga tersebar di berbagai media massa, menjadi perbincangan hangat yang menimbulkan berbagai opini dalam masyarakat. Aturan OCD yang dianggap fleksibel namun juga menyimpang dari anjuran kesehatan, membuat program ini menuai kritik dari berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sebagaimana dimaksud oleh media twitter dan mengetahui bagaimana resepsi khalayak terhadap kontroversi OCD sebagai healthy lifestyle. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perspektif perbedaan individual (Ball-Rokeach, S. J.dan DeFleur, M.L. 1976) dan khalayak aktif (Levy dan Windhl 1985:110). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada 7 informan. Indepth interview dilakukan dengan FGD (Forum Group Discussion) dan wawancara individual. Informan dalam penelitian ini yakni, pengguna twitter aktif dan khalayak yang mendapat terpaan tweet program OCD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa khalayak meresepsi OCD tidak sesuai dengan preferred reading yang di komunikasikan media. Preferred reading di dapat dari teks media twitter yang menggambarkan OCD sebagai sebuah healthy lifestyle yang diyakini dapat menurunkan berat badan secara praktis dan instan. Namun dalam melakukan pemaknaan, khalayak membaca posisi OCD secara oppositional reading, dimana OCD tidak dilihat sebagai healthy lifestyle, namun hanya sekedar program diet. Khalayak memahami secara pasti pemahaman healthy lifestyle, namun tidak  menerapkan pengetahuan yang dimilikinya sebagai gaya hidup.  Aturan OCD yang berbeda dari paham kesehatan pada umumnya, seperti makan pagi dan mengkonsumsi kolesterol diresepsi khalayak hanya sebagai sebuah informasi. Khalayak memilih untuk tetap menjalani kebiasaan dan pengetahuan yang ditanamkan sejak dahulu oleh orang tua dan budaya sosialnya, daripada mempercayai dan mengikuti semua statement Deddy Corbuzier. OCD di terima khalayak secara dominant reading sebagai program diet yang mampu menurunkan berat badan, namun tidak dari segi kesehatan. Twitter sebagai media pertama publikasi program ini pun, dilihat khalayak sebagai media yang digunakan untuk memperoleh informasi dan dipercaya dapat menyebarkan suatu trend secara cepat dan luas. Terpaan media dan lingkungan pertemanan berpengaruh dalam mempersuasif dan mengusik rasa ?penasaran? khalayak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memaknai terpaan media, khalayak memiliki pemahaman yang berbeda sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Kata kunci :  Twitter, Kontroversi OCD, Healthy lifestyle
RESISTENSI DARI OBJEKTIFIKASI TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL THE SINDEN KARYA HALIMAH MUNAWIR Budiarti, Yuyun Octaviani; Sunarto, Dr; Dwiningtyas, Hapsari; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki struktur yang bermakna dan menggunakan bahasa sebagai medianya. Selain merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan sekaligus menyebarkan ideologi kepada masyarakat novel juga dapat dijadikan sebagai media untuk melakukan perlawanan terhadap suatu konstruksi dominan di masyarakat. Stereotip pada sinden merupakan produk konstruksi sosial di masyarakat yang menempatkan sinden pada posisi subordinat. Melalui novel The Sinden, penulis Halimah Munawir ingin menunjukkan adanya sebuah perlawananterhadap konstruksi negatif dari sosok sinden.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk perlawanan dari objektifikasi terhadap perempuan sinden dalam novel The Sinden karya Halimah Munawir, serta mengungkap gagasan residual konstruksi dominan yang negatif di dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori standpoint dan teori feminis radikal kultural dan teori resistensi. Metode yang digunakan adalah analisis semiotik naratif A.J Greimas, yaitu dengan analisis struktur cerita dan analisis struktur dalam untuk mendapatkan makna yang terdapat di dalam teks.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk perlawanan yang dilakukan sinden dengan cara terbuka. Perempuan berusaha melawan opresi laki-laki dari objek tatapan dan objek seksualnya, dengan melarikan diri dan menolak menjadi seorang selir, menolak menjadi objek tatapan serta objek hasrat seksual laki-laki. Objektifikasi seksualitas perempuan mereduksi kaum perempuan menjadi pasif dan objek gender (hasrat, eksploitasi, siksaan). Oleh karenanya, pembebasan perempuan dari opresi hanya dapat dilakukan melalui penghancuran ideologi patriarki yang menjadi gagasan residual di dalam novel. Gagasan residual masih menempatkan laki-laki berada di posisi dominan sehingga dapat melakukan kontrol seksualitas atas perempuan. Kata kunci: resistensi, objektifikasi, perempuan sinden, novel
PRODUKSI PROGRAM KULINER PADA PROGRAM ACARA WISATA JALAN KULINER CAKRA SEMARANG TV (PERAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI PRODUSER ) Rosmaningrum, Novi; Santosa, Hedi Pudjo; Winata, I Nyoman; Pradekso, Tandiyo; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner adalah segala hal yang berhubungan dengan konsumsi makanan seharihari.Kuliner adalah bagian dari gaya hidup dan untuk itu menarik untuk diangkatmenjadi sebuah tayangan televisi. Wisata Jalan Kuliner adalah salah satu programacara di stasiun TV lokal Cakra Semarang TV yang mengangkat tema ini. Acaraini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kuliner yang enak dan menarikbaik dari sisi historis maupun cita rasa. Diharapkan acara ini mampu menjadireferensi bagi penonton yang ingin menambah wawasan dan pengalaman dalammenikmati makanan di Semarang. Untuk itu penulis beserta tim membuat newsfeature ini ke dalam acara tersebut. Dengan tujuan yang kurang lebih sama; untukmengemas informasi mengenai bagaimana cara menikmati, menampilkan prosespembuatan secara mendalam, serta nilai historis dari berbagai jajanan diSemarang.Jajanan klenyem, timus, lumpia, tahu isi rebung, wingko babat, gandos, wedangrempah, dan wedang kacang tanah merupakan jajanan di semarang yang masihdiminati oleh sebagian besar masyarakat. News feature ini dibuat dalam empatepisode, yang tayang sekali setiap minggunya selama empat minggu berturut-turutdan dibagi berdasarkan bahan dasar jajanannya. Di tiap episode penulis besertatim mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan jajanan yang dibahas.Narasumber tersebut seperti penjual, pembuat jajanan, konsumen, maupunpendapat masyarakat umum.
Co-Authors Adi Nugroho Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi, Aditya Iman Adityo Cahyo Aji Agus Naryoso Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Aldila Leksana Wati Ambar Rakhmawati, Ambar Angga Dwipa Anggia Anggraini Aprillia N S Arum Sawitri Wahyuningtias Asti Amalina Widiyasari, Asti Amalina Atina Primaningtyas Ayu Pramudhita Noorkartika Bareta Hendy Pamungkas Bayu Bagus Panuntun Bayu Hastinoto Prawirodigdo Bebby Rihza Priyono Beta Fiftina Aryani Bhaswarani Oktadianisty Budi Adityo Debi Astari, Debi Deni Arifiin Dimas Muhammad Dimas Setiawan Hutomo, Dimas Setiawan Distian Jobi Ridwan Diyan Krissetyoningrum Djoko Setyabudi DR Sunarto Dr. Sunarto Dwi Purbaningrum, Dwi Dyah Mayangsari Puspaningrum Eggie Nurmahabbi, Eggie Farisa Dian Utami Febryana Dewi Nilasari Fitriana Nur Indah S Fransiska Candraditya Utami, Fransiska Candraditya Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Maher Pradana, Gilang Maher Gilang Wicaksono Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari Dwiningtyas Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana, Hendrikus Setya Hilda Maisyarah, Hilda I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan, Ibrahim Muhammad Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Dwi Nugroho Imam Muttaqin, Imam Indah Pratiwi Indra Septia BW, Indra Septia Jaza Akmala Ramada Jenny Putri Avianti Joyo NS Gono Kaisya Ukima Tiara Anugrahani Kartika Ayu Pujamurti, Kartika Ayu Lintang Jati Rahina, Lintang Jati Lintang Ratri Rahmiaji Manggala Hadi Prawira Marliana Nurjayanti Nasoetion Mohammad Akbar Rizal Hamidi, Mohammad Akbar Rizal Much. Yulianto Muhammad Imaduddin Musyafi Tribun Jateng, Musyafi Tribun Nadia Dwi Agustina Nanda Ayu Puspita Ningsih Nanda Dwitiya Swastha Ni Made Dinna Caniswara Nicolas Handoko Raharjo, Nicolas Handoko Nilna Rifda Kholisha Novelia Irawan S Novi Rosmaningrum Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nurhanatiyas Mahardika Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Surayya Ulfa Nurul Hasfi Pranamya Dewati, Pranamya Primada Qurrota Ayun, Primada Qurrota Raynaldo Faulana Pamungkas Renis Susani Karamina Rijalul Vikry Rizki Rengganu Suri Perdana Sallindri Sanning Putri Sarah Veradinata Purba, Sarah Veradinata Shabara Wicaksono Sholakhiyyatul Khizana Sigit Haryadi Siska Ratih Dewanti Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sulastri _ Syarifa Larasati, Syarifa Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan, Taufik Indra Taufik Reza Ardianto, Taufik Reza Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Theresia Dita Anggraini Tri Utami Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vivitri Endah Andriani Wahyu Tri Oktaviani, Wahyu Tri Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoga M Pamungkas Yudi Agung Kurniawan, Yudi Agung Yuliantika Hapsari, Yuliantika Yunita Indriyaswari Yuyun Octaviani Budiarti