Rina Sri Widayati
STIKES Aisyiyah Surakarta

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN KONSELING KONTRASEPSI OLEH BIDAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Widayati, Rina Sri; Widagdo, Laksmono; Purnami, Cahya Tri
GASTER Vol 11, No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.491 KB)

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan program KB dapat ditempuh dengan strategi perencanaan pola kontrasepsi yang rasional diperlukan kompetensi petugas terhadap pelaksanaan konseling yang merupakan inti dari program KB. Sebagian besar dalam pelaksanaaan konseling kontrasepsi tidak menjelaskan konseling KB sesuai Standar Operating Prosedur (SOP) yaitu dengan langkah SATUTUJU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik program dengan pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bidan yang memberikan pelayanan konseling kontrasepsi sebanyak 117 diwilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Pearson Correlation dan multivariat dengan Regresi Linier. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara univariat masih ditemukan bidan yang belum memahami klien, memperhatiakan kebutuhan klien , persiapan media bila diperlukan saja sekitar (15,4%) menjelaskan panjang lebar dengan istilah medis, tidak memperhatikan sikap klien, penggunaan ABPK sebesar (17,9) , mengatakan tidak ada waktu untuk istirahat, tidak ada waktu pendokumentasian sebesar (11,1%), pekerjaan yang banyak kadang membuat mereka menghindar dari pekerjaan (16,2%) dan tidak mengidentifikasi pedoman KB, evaluasi pelaksanaan dan evaluasi SOP sebesar (17,1%).Simpulan Secara bivariat variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan kompetensi bidan (nilai p=0,044,r= -0,187), motivasi kerja bidan (nilai p=0,0001, r=0,347), supervisi oleh pimpinan (nilai p=0,006, r=0,250), dan secara multivariat yang memiliki pengaruh paling besar adalah motivasi dengan (nilai p = 0,0001). Kata Kunci: Konseling Kontrasepsi, Program KB, Karakteristik Program, Pelayanan Kontrasepsi.
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA GRINGGING, SAMBUNGMACAN, SRAGEN Wahyuningsih, Nika; Yuliaswati, Enny; Widayati, Rina Sri
GASTER Vol 12, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.618 KB)

Abstract

Latar  belakang: Akseptor kontrasepsi suntik di Indonesia menempati urutan pertama, dalam penggunaan kontrasepsi suntik petugas kesehatan harus menjelaskan efektifitas, keuntungan, kerugian, indikasi dan kontraindikasi pada calon akseptor KB suntik. Efektifias kontrasepsi suntik adalah (99%) dan (100%) dalam mencegah kehamilan. Hasil Survey Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) di Jawa Tengah pada tahun 2007, menunjukkan bahwa pemakaian kontrasepsi suntik adalah cara yang paling umum dipakai oleh wanita.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran karakteristik akseptor kontrasepsi suntik DMPA di Desa Gringging, Sambungmacan, Sragen. Metode penelitian: Dengan menggunakan observasional deskriptif. Rumus analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada 36 responden akseptor suntik DMPA. Hasil penelitian: Karakteristik akseptor suntik DMPA sebagian besar usia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, pekerjaan petani, penghasilan < Rp.500.000, mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Simpulan: Mayoritas responden adalah usia reproduksi yaitu umur 20-35 tahun, berpendidikan rendah, status sosial cukup , mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Kata Kunci: Kontrasepsi, Suntik, DMPA
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF DALAM GERAKAN GEMAR ASI EKSKLUSIF Widayati, Rina Sri; Wahyuningsih, Istiqomah Risa
WARTA WARTA Volume 19, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gold standard in infant feeding and child starting from Early Initiation of Breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding for the six months. One of the health problems faced in the area of †health centers Pucang Sawit is the lack of motivation of counselor support group exclusive breastfeeding. There are only three groups motivator breastfeeding support so not comparable with the number of babies in the region Pucang Sawit. Approaches through peer (Peer Support) on exclusive breastfeeding support group as one of the community-based empowerment efforts so as to help improve coverage eksklusive breastfeeding in Surakarta close to the target so that the vision of becoming a pilot Surakarta can be realized. Implementation ofservice programs are divided into three programs: the first socialization to the cadre and peer group as well as breastfeeding support group facilitator conducted one day, both the implementation of training activities breastfeeding support group for 4 days which consists of four small groups and accompanied by two facilitators each and third activity is monitoring and evaluation results formations breastfeeding support groups.
ANALISIS PELAKSANAAN KONSELING KONTRASEPSI OLEH BIDAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Widayati, Rina Sri; Widagdo, Laksmono; Purnami, Cahya Tri
GASTER Vol 11, No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.491 KB)

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan program KB dapat ditempuh dengan strategi perencanaan pola kontrasepsi yang rasional diperlukan kompetensi petugas terhadap pelaksanaan konseling yang merupakan inti dari program KB. Sebagian besar dalam pelaksanaaan konseling kontrasepsi tidak menjelaskan konseling KB sesuai Standar Operating Prosedur (SOP) yaitu dengan langkah SATUTUJU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik program dengan pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bidan yang memberikan pelayanan konseling kontrasepsi sebanyak 117 diwilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Pearson Correlation dan multivariat dengan Regresi Linier. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara univariat masih ditemukan bidan yang belum memahami klien, memperhatiakan kebutuhan klien , persiapan media bila diperlukan saja sekitar (15,4%) menjelaskan panjang lebar dengan istilah medis, tidak memperhatikan sikap klien, penggunaan ABPK sebesar (17,9) , mengatakan tidak ada waktu untuk istirahat, tidak ada waktu pendokumentasian sebesar (11,1%), pekerjaan yang banyak kadang membuat mereka menghindar dari pekerjaan (16,2%) dan tidak mengidentifikasi pedoman KB, evaluasi pelaksanaan dan evaluasi SOP sebesar (17,1%).Simpulan Secara bivariat variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan kompetensi bidan (nilai p=0,044,r= -0,187), motivasi kerja bidan (nilai p=0,0001, r=0,347), supervisi oleh pimpinan (nilai p=0,006, r=0,250), dan secara multivariat yang memiliki pengaruh paling besar adalah motivasi dengan (nilai p = 0,0001). Kata Kunci: Konseling Kontrasepsi, Program KB, Karakteristik Program, Pelayanan Kontrasepsi.
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA GRINGGING, SAMBUNGMACAN, SRAGEN Wahyuningsih, Nika; Yuliaswati, Enny; Widayati, Rina Sri
GASTER Vol 12, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.618 KB)

Abstract

Latar  belakang: Akseptor kontrasepsi suntik di Indonesia menempati urutan pertama, dalam penggunaan kontrasepsi suntik petugas kesehatan harus menjelaskan efektifitas, keuntungan, kerugian, indikasi dan kontraindikasi pada calon akseptor KB suntik. Efektifias kontrasepsi suntik adalah (99%) dan (100%) dalam mencegah kehamilan. Hasil Survey Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) di Jawa Tengah pada tahun 2007, menunjukkan bahwa pemakaian kontrasepsi suntik adalah cara yang paling umum dipakai oleh wanita.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran karakteristik akseptor kontrasepsi suntik DMPA di Desa Gringging, Sambungmacan, Sragen. Metode penelitian: Dengan menggunakan observasional deskriptif. Rumus analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada 36 responden akseptor suntik DMPA. Hasil penelitian: Karakteristik akseptor suntik DMPA sebagian besar usia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, pekerjaan petani, penghasilan < Rp.500.000, mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Simpulan: Mayoritas responden adalah usia reproduksi yaitu umur 20-35 tahun, berpendidikan rendah, status sosial cukup , mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Kata Kunci: Kontrasepsi, Suntik, DMPA
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 1 SURAKARTA Widayati, Rina Sri
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.293 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i1.130

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 8-9 % wanita akan kanker payudara. Kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Kanker payudara masih mempunyai kemungkinan besar untuk disembuhkan jika ditemukan masih pada tahap awal atau dini. Penemuan kanker payudara sejak dini sangatlah penting. Sekitar 75-85 % keganasan kankerpayudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri. Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini terdapat 1 kasus Fibro Adeno Mammae (FAM). Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri di MAN 1 Surakarta. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling dengan pengambilan proportionate. Subyek penelitian ini adalah siswi kelas X sebanyak 60 responden dari 240 siswa. Analisa data menggunakan chi square (x2). didapatkan hasil nilai x2 hitung (6,733)  > X2 tabel (3,841) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolah dan H diterima. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap SADARI pada remaja putri di MAN 1 Surakarta, dengan koefisien korelasi rendah
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF DALAM GERAKAN GEMAR ASI EKSKLUSIF Widayati, Rina Sri; Wahyuningsih, Istiqomah Risa
WARTA WARTA Volume 19, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i1.1988

Abstract

The gold standard in infant feeding and child starting from Early Initiation of Breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding for the six months. One of the health problems faced in the area of †health centers Pucang Sawit is the lack of motivation of counselor support group exclusive breastfeeding. There are only three groups motivator breastfeeding support so not comparable with the number of babies in the region Pucang Sawit. Approaches through peer (Peer Support) on exclusive breastfeeding support group as one of the community-based empowerment efforts so as to help improve coverage eksklusive breastfeeding in Surakarta close to the target so that the vision of becoming a pilot Surakarta can be realized. Implementation ofservice programs are divided into three programs: the first socialization to the cadre and peer group as well as breastfeeding support group facilitator conducted one day, both the implementation of training activities breastfeeding support group for 4 days which consists of four small groups and accompanied by two facilitators each and third activity is monitoring and evaluation results formations breastfeeding support groups.
PENGENDALIAN TEKANAN DARAH TINGGI MASYARAKAT RW 12 JEBRES MELALUI SENAM AEROBIK Kardi, Ipa Sari; Widayati, Rina Sri; Wahyuni, Wahyuni
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): MEI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.369 KB) | DOI: 10.30787/gemassika.v3i1.379

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup yang tidak aktif mengakibatkan berbagai penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Peningkatan tekanan darah adalah tanda peringatan serius bahwa seseorang harus melakukan perubahan gaya hidup dari menjadi kurang aktif. Hasil survei untuk komunitas RW 12 Jebres menemukan bahwa banyak orang mengalami gejala hipertensi karena kurangnya aktivitas fisik. Solusi yang diberikan adalah tindakan promotif yaitu konseling tentang hipertensi dan tindakan pencegahan dengan aerobik. Hasil: Sasaran keluaran yang akan dihasilkan melalui program ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan mengendalikan hipertensi dan memfasilitasi masyarakat untuk berolahraga secara teratur. Metode: Yang digunakan adalah pemeriksaan medis (tekanan darah, berat badan, tinggi dan usia), latihan konseling dan aerobik. kegiatan ini dihadiri oleh 70 orang. Waktu pelaksanaannya adalah pada tanggal 4, 11, 18 dan 25 November 2018 di Asrama Stikes rama Aisyiyah Surakarta. Hasil pemeriksaan tekanan darah yang diperoleh sebanyak 43 orang (61,43%) memiliki tekanan darah normal dan 27 orang (38,57%) memiliki tekanan darah tinggi. Hasil: ?pemeriksaan menunjukkan bahwa orang yang secara rutin mengambil bagian dalam latihan kebugaran fisik mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan
STUDI KAJIAN PERAN BPBD DAN AISYIYAH DISASTER ACTION DALAM UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI SURAKARTA Widayati, Rina Sri
Gaster Vol 18, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.076 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i1.549

Abstract

Surakarta memiliki 25 kelurahan rawan banjir itu berada di daerah aliran sungai. Daerah Sungai Bengawan Solo dikatakan dengan daerah yang berpotensi bencana banjir dikarenakan rusak dan hilangnya daerah tangkapan hujan akibat illegal loging,  jenis batuan dan tanah yang kurang baik dalam menyerap air, penggunaan lahan oleh manusia mempertinggi tingkat erosi, dan kesadaran masyarakat akan terjadinya banjir masih rendah. Masyarakat di daerah rawan banjir itu diminta waspada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang peran Aisyiyah Disaster Action dalam pengurangan resiko bencana di Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen Penelitian ini  human instrument. Instrumen yang digunakan wawancara yang semi terstruktur. Terbatasnya kompetensi SDM. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mencegah bencana masih rendah. Pendokumentasian wilayah-wilayah rawan bencana belum semuanya tersusun .Kesadaran pemilik usaha untuk penyediaan APAR sesuai ketentuan masih rendah. Belum semua daerah rawan bencana dapat dikurangi kerentanaanya.Belum optimalnya proses penyaluran bantuan bencana pada masyarakat. Minimnya regulasi yang mengatur tentang bencana.Belum optimalnya kelembagaan dalam menjalankan tugas sebagai relawan.Belum optimalnya pembentukan kelurahan tangguh akibat regulasi yang mengatur baru diluncurkan.Rencana strategi tersebut menyangkut pola yang diterapkan dalam penanggulangan bencana yang terjadi di masyarakat. Bencana yang sering terjadi di Kota Surakarta adalah bencana banjir. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat dalam  mengatasi bencana banjir tersebut belum terlalu maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari perilaku membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan banjir..Peranan BPBD Kota Surakarta dalam Penanggulangan bencana banjir Wilayah Surakarta merupakan wilayah yang sering terjadi bencana seperti gempa, serta luapan air bengawan solo yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi terutama saat terjadi hujan deras, maka disekitar bengawan solo dibangun parapet dan dibendungan tirtonadi dibangun embung untuk menampung debit air yang tinggi. Apabila terjadi bencana  membuat rencana kontragesi dengan mengumpulkan Satpol PP, Dishub, DKK, Puskesmas, TNI, POLRI, maka dari itu peran Aisyiyah Disaster action  sangatlah penting supaya crosscek kelapangan secara langsung untuk melihat keadaan secara langsung dan bisa melaporkan keadaan yang terjadi ke BPBD Upaya lain dalam penggulangan risiko bencana sekarang namanya ada segilima yang meliputi Pemerintah , Wirausaha ,Masyarakat , Institusi , Media masa dimana media masa ini berperan sangat penting karena berita yang terjadi di wilayah langsung bisa diketahui dengan cepat dan mudah dalam penanganan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA MTA SURAKARTA Rahmadhani, Luthfianing Setya; Widayati, Rina Sri
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.928 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.23

Abstract

Latar Belakang: Pada remaja terjadi menstruasi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menstrusi, adanya keluhan-keluhan selama menstruasi maupun lamanya hari menstrusi.Tetapi pada beberapa remaja keluhan-keluhan tersebut tidak dirasakan, hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMA MTA Surakarta.Metode Penelitian: jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 383 siswa di SMA MTA Surakarta tahun ajaran 2014/2015.Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik sampling Proportionate Random Sampling. Analisa bivariate menggunakan chi-square.Hasil Penelitian: secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil bahwa status gizi mempunyai hubungan dengan kejadian dismenorea pada remaja putri dengan nilai X2hitung > X2tabel (4,899 >3,841), maka Ho ditolak dan Ha diterima atau apabila nilai p = 0,027 (p