Bambang Widiarso
Pembimbing Keuda Florianus Selvinus Vivin Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK SUB-SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB-SUB DAS) DI KABUPATEN BENGKAYANG Tharigas, Angela Maria; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimana DAS merupakan suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung air hujan kemudian disalurkan ke laut melalui sungai utama. Sub-Sub DAS Lumar  memiliki pola drainase yang berbentuk dendritik dan bentuk  drainasenya memanjang atau seperti bulu burung serta profil melintang sungai berbentuk parabola. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari karakteristik Sub-Sub DAS Lumar di Kabupaten Bengkayang. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH hilir (Outlet) rata-ratanya adalah 5,26 sedangkan pada pH hulu (Inlet) rata-ratanya adalah 4,72, untuk nilai temperatur 27,06 0C yaitu rata-rata dari hilir (Outlet) sungai dan temperatur 26,96 0C yaitu rata-rata dari hulu (Inlet), untuk nilai kecerahan daerah hilir (Outlet) sungai yaitu 236 cm dan rata-rata kecerahan daerah hulu (Inlet) sungai yaitu 230 cm, untuk nilai kecepatan hilir sungai kecepatan rata-ratanya 0,1342 m/detik dan daerah hulu sungai kecepatan rata-ratanya 0,1258 m/detik. Dan hasil pengamatan di lapangan nilai luas penampang sungai reratanya untuk daerah hilir 23,919 m2 dan hulu 15,34 m2 . Nilai IKD Sub-Sub DAS Lumar 1,073 km/km2, sedangkan nilai indeks tingkat percabangan pada Sub-Sub DAS Lumar 0,87.  Debit aliran pada Sub-Sub DAS Lumar bagian hilir rata-ratanya 3,21 m3/detik, sedangkan rata-rata untuk bagian hulu 1,93 m3/detik, sedangkan debit sedimen untuk daerah hilir 2,17 ton/hari merupakan nilai tertinggi pada hilir sungai dan terendah pada hilir sungai 0,64 ton/hari, sedangkan untuk daerah hulu sungai 0,82 ton/hari merupakan nilai tertinggi dan 0,14 ton/hari merupakan nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran TSS terkecil sebesar 1 mg/liter, sedangkan nilai TSS yang terbesar sebesar 8 mg/liter. Kata Kunci : Sub-Sub DAS Lumar, Karakteristik.
CHEMICAL CHARACTERISTICS OF PEAT SOIL ON VARIOUS WATER TABLE DEPTHS IN DRAINAGE Nurdiansyah, Nurdiansyah; Widiarso, Bambang; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.335 KB)

Abstract

This study aims to determine the chemical characteristics of peat soil in various depths of water drainage. This research was conducted in Rasau Jaya General Village Rasau Jaya Sub-district, Kubu Raya Regency. Soil analysis was conducted at Soil Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. Soil sampling is done by disturbed soil sampling method and done by diagonal. Soil sampling was conducted on 3 plot of land observation, consisting of P0 without drainage channel, P1 drainage water channel depth 30 cm and P2 water depth of drainage channel 60 cm. Each plot is 40 x 50 m in size and there are 5 observation points. Each observation point there are 2 depths of 0-20 cm and 20 - 40 cm. The method used is descriptive data analysis to see comparison of chemical characteristics of peat soil in each plot of land P0, P1, and P2 which contained some water depth of drainage channel. The parameters observed in this study were soil reaction (soil pH), cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), N-total (%), P available (ppm), K (cmol (+) ?kg? ^ (-1)), Ca (%), Mg (%), C-Organic (%). Keywords: Chemical Characteristics, Peat, Drainage.
STUDI KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI DI SUB DAS NGARAK DAS MANDOR vivin, florianus selvinus; Saifudin, Saifudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.651 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah aliran sungai (DAS) merupakan daerah dimana semua airnya masuk ke dalam sungai yang dipisahkan oleh topografi, keadaan DAS pada suatu daerah akan menunjukan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui klasifikasi kesesuain air untuk irigasi di daerah aliran sungai (DAS) Ngarak Kecamatan Mandor. Penelitian ini di lakukan pada 2 (dua) outlet yang terdapat pada DAS ngarak Kecamatan Mandor yaitu outlet A dan outlet B. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Desember 2012 samapai bulan Mei 2013 dengan luas keseluruhan kurang lebih 6.750 ha. Penelitian ini diawali dengan mengupulkan data biofisik DAS yang meliputi kelas lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, hurah hujan dan pertanian. Metode analisi kualitas air yang dilakukan yaitu pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran di laboratorium dengan parameter pengamatan meliputi ; Salinitas, Boron, SAR, RSC, Temperatur, pH Air, Debit Aliran, Kecerahan, Alkalinitas, dan Kandungan Sedimen. Hasil pengukuran sampel air menunjukan nilai rata-rata Salinitas berkisar antara 0,0073 ds/m 0,077 ds/m, kadar Boron rata-rata berkisar antara 0,017 mg/l 0,018 mg/l. Nilai SAR rata-rata berkisar antara 1,003 1,486, RSC rata-rata berkisar antara 0,0062 meq/l 0,0314 meq/l, dan variabel pendukung yaitu, Temperatur air rata-rata berkisar antara 26,68 C0 27,12 C0, pH air rata-rata berkisar antara 6,73 6,85, Debit Aliran rata-rata berkisar antara 0,979 m3/detik 2,017 m3/detik, Kecerahan air rata-rata berkisar antara 48,6 cm 110,8 cm, dan Alkalinitas rata-rata berkisar antara 5,26 mg/l 7,18 mg/l serta Kandungan Sedimen rata-rata berkisar antara 5,4 mg/l 18,8 mg/l. Berdasrkan hasil analisis dan perhitungan variabel utama dan variabel pendukung, air pada DAS Ngarak Kecamatan Mandor dapat digunakan untuk irigasi karena berdasarkan klasifikasi kesesuaian air untuk irigasi, DAS Ngarak Kecamatan Mandor pada kriteria sesuai untuk klas irigasi.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUM KECAMATAN RASAU JAYA SISKAWATI, SELLY; SURYADI, URAI EDI; WIDIARSO, BAMBANG
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUMKECAMATAN RASAU JAYA Selly Siskawati(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 3 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, kebun campuran dan semak belukar masing-masing 6 titik pengamatan dan 2 kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika : kematangan gambut, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, bobot jenis partikel, porositas tanah, kadar abu dan konduktivitas hidrolik; Parameter pendukung : reaksi tanah (pH), ketebalan gambut, jeluk muka air tanah, jeluk muka air di saluran drainase, C-Organik, N-Total dan rasio C/N. hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika : tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian tergolong hemik. Bobot isi pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kebun campuran kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Berat jenis partikel pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan semak belukar kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Porositas total pada penggunaan lahan  kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dari penggunaan lahan lainnya. Kadar abu pada penggunaan lahan kebun campuran kedalaman 0-30 cm dan semak belukar lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Parameter pendukung : reaksi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam, ketebalan gambut di lokasi penelitian tergolong gambut sedang, jeluk muka air tanah di lokasi penelitian tergolong sedang ? agak dalam, jeluk muka air di saluran drainase tergolong kedalaman sedang, kandungan C-Organik di lokasi peneliatan tergolong sangat tinggi, N-Total tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan rasio C/N tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi. Kata kunci : penggunaan lahan, Tanah gambut,  sifat fisika tanah
KARAKTER FISIKA TANAH ENTISOLS PADA DUA SISTEM PENGELOLAAN LAHAN BUDIDAYA TANAMAN JERUK SIAM DI DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS GUSTARI, ANA; suryadi, urai edi; widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk siam (Citrus nobilis L. var microcarpa) merupakan salah satu komoditas holtikultura andalan Kalimantan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter fisika tanah Entisols pada penggunaan lahan lokasi A (terumbuk dengan sistem tumpangsari tanaman cabai, dan lada) dan lokasi B (terumbuk kosong) di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian terdiri dari 2 lokasi pnelitian yaitu lokasi A luas  1 ha dan lokasi B 2 ha. Parameter penelitian meliputi: parameter lapangan ( profil tanah, dan kedalaman muka air tanah) sifat fisika tanah (warna tanah, tekstur, struktur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, dan konduktivitas hidraulik) serta kimia tanah (reaksi tanah, C-organik, N-total dan C/N ratio tanah ). Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada lokasi A coklat (7,5 YR 5/2) abu?abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu sangat gelap (10 YR 3/1) dan pada lokasi B coklat (7,5 YR 5/2), abu-abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu gelap (7,5 YR 4/1). Tekstur tanah pada lokasi A lempung berdebu dan lempung liat berdebu, sedangkan pada lokasi B lempung liat berdebu, debu dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lokasi tergolong masif. Kemantapan agregat tanah pada kedua lokasi penelitian tergolong kuat, Bobot isi tanah kedua lokasi tergolong sedang. Porositas total tanah pada lokasi A tergolong kurang baik dan lokasi B tergolong baik. Kadar air kapasitas lapangan lokasi A 61,20% dan lokasi B 63,80 %. Permeabilitas tanah pada kedua lokasi tergolong cepat. Kedalaman muka air tanah pada lokasi A dan B tergolong dalam. Reaksi tanah (pH) pada kedua lokasi termasuk sangat masam. C-Organik tanah pada lokasi A dan B dan tergolong tinggi.  N-total pada lokasi A dan B tergolong sedang. C/N Ratio tanah pada lokasi A dan B tergolong rendah. Kata Kunci: Budidaya Jeruk, Tanah Entisols     
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH SAWAH TADAH HUJAN BERDASARKAN UMUR PENGELOLAAN LAHAN LAHAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS ISMA, ISMA; suryadi, urai edi; widiarso, bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH SAWAH TADAH HUJAN BERDASARKANUMUR PENGELOLAAN LAHAN DI DESA MATAN SEGANTARKECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBASIsma(1), Urai Edi Suryadi(2), dan Bambang Widiarso(3)(1)Mahasiswa dan(2)Staf PengajarProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraABSTRAKSifat fisika tanah sangat bervariasi pada tanah tropis, khususnya pada tanah-tanah di Indonesia. Lahan tadah hujan merupakan salah satu jenis lahan yang potensial untuk difungsikan sebagai sentra produksi padi sehingga dapat mendukung swasembada beras berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sawah tadah hujan dengan perbedaan umur pengelolaan lahan. Penelitian dilakukan di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter yang diamati meliputi fisika tanah seperti: warna, tekstur, struktur, porositas total, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, konduktivitas hidraulik, dan kedalaman muka air tanah. Parameter kimia tanah meliputi pengamatan reaksi tanah, N-total, C-organik dan ratio C/N.Hasil analisis menunjukkan bahwa warna tanah pada tiga lokasi penelitian dan titik pengamatan sangat bervariasi. Tekstur tanahnya banyak dikategorikan dalam kelas liat berdebu dan lempung liat berdebu. Struktur tanah pada ketiga lokasi penelitian yaitu angular blocky atau gumpal bersudut. Nilai rata-rata porositas tanah berkisar antara 52,34-56,89%, termasuk kriteria baik. Rata-rata bobot isi tanah 0,99-1,15 g/cm3. Nilai kadar air kapasitas lapangan berkisar antara 45,724-57,57%vol. Rata-rata nilai konduktivitas hidraulik tanah berkisar antara 14,006-45,104 cm/jam. Kelas permeabelitas pada lokasi 1 dan 2 (umur pengelolaan 0-15 tahun., umur pengelolaan 16-30 tahun) tergolong kedalam kriteria sangat cepat, sedangkan pada lokasi 3(umur pengelolaan >30 tahun) termasuk dalam kriteria cepat. Kedalaman muka air tanah pada ketiga lokasi penelitian temasuk kedalam kategori agak dalam, yaitu berkisar antara 52-69 cm.Kata kunci : sifat fisika tanah, sawah tadah hujan, dan umur pengelolaan lahan.
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN XIII GUNUNG MELIAU KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU Liastuti, Putri; Chandra, Tino Orciny; Widiarso, Bambang
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 2 (2018): Perkebunan dan Lahan Tropika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.219 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i2.29800

Abstract

Lokasi penelitian yakni di Afdeling 3 PTPN XIII Gunung Meliau Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi yang terjadi dan besarnya erosi yang masih dapat ditoleransi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan metode USLE dengan mengetahui nilai dari faktor R, K, L, S, C dan P yang merupakan faktor penyebab terjadinya erosi pada areal perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian. Selanjutnya nilai erosi yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan nilai prediksi erosi. Setelah dibandingkan nilai prediksi erosi dengan nilai erosi yang dapat ditoleransi, maka perlu dilakukan tindakan konservasi yang direkomendasikan.  Hasil penelitian ini didapatkan bahwa prediksi laju erosi (A) mencapai 140,16 sampai 9737,28 ton/ha/tahun. Nilai prediksi erosi yang dapat ditoleransi (ETOL) berkisar antara 48,22 sampai 32,13 ton/ha/tahun. Pada lahan Ult4 nilai (A) lebih besar dari nilai Etol dengan tingkat bahaya erosi sedang, sedangkan pada lahan Ult18, Ult24, Ult36 nilai (A) lebih besar dari nilai Etol dengan tingkat bahaya erosi sangat berat. Perencanaan dan penanggulangan bahaya erosi yang sesuai adalah pembuatan teras bangku kontruksi baik. Khusus untuk lahan Ult4 dan Ult18 dapat direkomendasikan juga dengan penanaman LCC dan pembuatan teras kontruksi sedang.Katakunci : Prediksi erosi USLE, Kelapa sawit, Perkebunan PTPN XIII
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; A.Yusra, Abdul Hamid; Suci YVI, U.
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam, 
TIPOLOGI LAHAN BASAH UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN PALAWIJA (STUDI KASUS DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN KUBU RAYA) Widiarso, Bambang
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 2 (2011): PERKEBUNAN DAN LAHAN TROPIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.723 KB) | DOI: 10.26418/plt.v1i2.412

Abstract

Marine and Coastal Area which + 28 % of total areas in Kubu Raya Distric has potentially profit areas for palawija crops, e.a: corn, soybeans, cassavas, and sweet potatoes crops. but not yet to be specified in local uniqueness land characteristics to reach more larger productivity. These research is proposed to its clustering through Spatial Analysis with GIS, Principal Component Analysis (PCA). About 3 indexes from 13 land characteristics has been clustered, (1) K, Na, Ca, Mg and Base Saturation, have positive correlation (coefficient determination = 0,92) to corn and soybean crops productivity. (2) Cation Exchange Capacity and Silt Fractions have negative correlation (coefficient determination = 0,92) to cassava productivity. And (3) Phosfor indexes have positive correlation (coefficient determination 0,91) to sweet potatoes crops productivity
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; Yusra, Abdul Hamid A.; YVI, U. Suci
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 2, No 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam,