Dyah Ayu Widiasih
Bagian Kesmavet FKH UGM Yogyakarta

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

SEKUEN NUKLEOTIDA GENE SHIGA LIKE TOXIN-2 DARI ISOLAT LOKAL ESCHERICHIA COLI O157:H7 ASAL HEWAN DAN MANUSIA (NUCLEOTIDES SQUENCES OF SHIGA-LIKE TOXIN 2 GENES OF ESCHERICHIA COLI O157:H7 LOCAL ISOLATES ORIGINATED FROM ANIMALS AND HUMAN) Suardana, I Wayan; Widiasih, Dyah Ayu; Pinatih, Komang Januartha Putra
Jurnal Veteriner Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.77 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.1.83

Abstract

Animals/livestock, especially cattle, are known as the main reservoir of Escherichia coli O157: H7. As the only one of zoonotic E. coli, the pathogenicity of these bacteria is determined by its ability to produce one or more very potent cytotoxin known as Shiga-like toxin (Stx) or verocytotoxin, particularly of the Stx2 type that is closely related to the incidence of hemolytic uremic syndrome (HUS) in humans. This study analyzed the nucleotide sequences of stx2 gene between isolates from animals and humans in an effort to assess the potential zoonoses of the agent. The research activity was initiated by cultivating 20 isolates of E. coli O157:H7 collection based on result in the previous study i.e. 2 isolates originated from cattle feces, 2 isolates originated from beef, 2 isolates originated from chicken feces, 2 isolates originated from human feces, and 12 non-clinical isolates originated from human fecal who were suffering with renal failure. All isolates were confirmed on selective medium Sorbitol MacConkey Agar (SMAC) followed by testing on aglutination O157 latex test, and H7 antisera. Molecular analysis of stx2 gene covering open reading frame (ORF) of the stx2 gene was performed using the primer which was designed by researcher i.e. Stx2 (F)/Stx2 (R). The results showed, there were 2 isolates i.e. KL-48 (2) originated from human feces and SM-25 (1) originated from cattle feces were positive for carrying a stx2 gene, which was marked by the 1587 bp PCR product. Analysis of sequencing showed both isolates had identical to stx2 nucleotide squences with E. phaga 933 as well as E. coli ATCC 933. These results indicate the both local isolates are potential as zoonotic agents with clinical effects similar to E. phaga 933 and E. coli ATCC 43894. ABSTRAK Hewan ternak khususnya sapi, dikenal sebagai reservoir utama Escherichia coli O157:H7. Sebagai satu-satunya serotipe E. coli yang bersifat zoonosis, patogenitas bakteri ini ditentukan oleh kemampuannya untuk menghasilkan satu atau lebih cytotoxin yang sangat potensial yang dikenal dengan nama Shiga-like toxin (Stx) atau verocytotoxin, khususnya dari jenis Stx2 yang terkait erat dengan kejadian hemolytic uremic syndrome (HUS) pada manusia. Studi ini bertujuan menganalisis susunan nukleotida dari gen stx2 antara isolat asal hewan dan manusia dalam upaya mengkaji potensi zoonosis yang ditimbulkannya. Kegiatan penelitian diawali dengan kultivasi 20 isolat E. coli O157:H7 koleksi hasil penelitian sebelumnya dengan rincian dua isolat asal tinja sapi, dua isolat asal daging sapi, dua isolat asal tinja ayam, dua isolat asal tinja manusia non-klinis, dan 12 isolat asal tinja manusia klinis (asal penderita gagal ginjal). Isolat sebanyak 20 tersebut dikonfirmasi pada media selektif sorbitol MacConkey agar (SMAC) yang dilanjutkan dengan uji latex O157 aglutination test serta uji antiserum H7. Analisis molekuler komplit gen stx2 yang meliputi open reading frame (ORF) dari gen stx2 dilakukan menggunakan primer rancangan peneliti yaitu Stx2(F)/Stx2(R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua isolat yaitu KL-48 (2) asal tinja manusia dan SM-25 (1) asal tinja sapi positif membawa gene stx2 yang ditandai dengan produk PCR 1587 bp. Analisis hasil sekuensing menunjukkan kedua isolat memiliki susunan gene stx2 yang identik dengan E. phaga 933 dan E. coli ATCC 43894. Hasil ini mengindikasikan kedua isolat lokal berpotensi sebagai agen zoonosis dengan efek klinis yang serupa dengan E. phaga 933 dan E. coli ATCC 43894.
ISOLASI DAN UJI KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI O157:H7 ISOLAT LOKAL ASAL FESES DAPI TERHADAP BERBAGAI JENIS ANTIBIOTIKA Suardana, I Wayan; Suarsana, I Nyoman; Wibowo, Michael Haryadi; Widiasih, Dyah Ayu
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5938.951 KB) | DOI: 10.22146/jsv.39512

Abstract

Escherichia coli O157:H7 is one of the bacteria infection agents that life threatening.
KAJIAN EPIDEMIOLOGI INFEKSI BOVINE VIRAL DIARRHEA (BVD) PADA SAPI PERAH DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Primatika, Roza Azizah; Sumiarto, Bambang -; Drastini, Yatri; Widiasih, Dyah Ayu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.423 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.1.32-39

Abstract

Sapi perah merupakan hewan ruminansia yang menghasilkan susu untuk konsumsi sehari hari masyarakat Indonesia karena mengandung sumber kalsium yang baik bagi tubuh. Namun, saat ini kendala yang dihadapi oleh peternak adalah menurunnya produksi susu sapi perah sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan produksi susu pada sapi perah adalah Bovine Viral Diarrhea (BVD). Bovine Viral Diarrhea telah menyebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia belum menetapkan kebijakan vaksinasi BVD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seroprevalensi dan faktor resiko mengenai infeksi Bovine Viral Diarrhea (BVD) di tingkat peternak di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara terhadap peternak melalui kuesioner dan metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling tahapan ganda serta dianalisis secara univariat dan bivariat. Sampel penelitian ini adalah 96 peternak terpilih yang memiliki sapi perah dan dilakukan pengujian Bovine Viral Diarrhea (BVD) dengan metode Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) antibodi. Berdasarkan analisis univariat, diperoleh seroprevalensi penyakit BVD pada sapi perah sebesar 56,25%. Berdasarkan analisis bivariate, hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan antara variabel yang diuji dengan adanya penyakit BVD pada sapi perah di Kabupaten Sleman, yang ditunjukkan dengan nilai p_value > 0.05.
DETECTION OF ANTIBIOTIC RESIDUES IN CHICKEN MEAT AND EGGS FROM TRADITIONAL MARKETS AT YOGYAKARTA CITY USING BIOASSAY METHOD Widiasih, Dyah Ayu; Drastini, Yatri; Yudhabuntara, Doddi; R. Daru Maya, F. Lintang; Sivalingham, Prisha Lini; Susetya, Heru; Nugroho, Widagdo Sri Nugroho Sri; Putri, M. Th. Khrisdiana; Primatika, Roza Azizah; Sumiarto, Bambang
Acta VETERINARIA Indonesiana 2019: Special Issues
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.823 KB) | DOI: 10.29244/avi.0.0.1-6

Abstract

Studies on antibiotic residues content in food of animal origin are currently needed to support veterinary public health programs. The present study was described bioassay method for the detection of antibiotic residues in chicken meat and eggs from traditional market at Yogyakarta City. A number of twenty-four chicken meat samples and 24 egg samples were taken from 8 traditional markets in Yogyakarta city. Samples were examined at Centre for Veterinary Wates, Yogyakarta, Indonesia using bioassay method for screening detection of penicillin, aminoglycoside, macrolide and tetracycline residues. This bioassay method using some bacteria, such as Bacillus stearothermophillus, B. cereus, B. subtilis, and Kocuria rizophila. A percentage of the results showed that 8.33% (2/24) samples of chickens tested positively contained the oxytetracycline antibiotic residues. Meanwhile, as much as 75% (18/24) samples of positive eggs contain penicillin antibiotic residues, positive residues of aminoglycoside amounted to 12.5% (3/24) and the positive residues of oxytetracycline also amounted to 12.5% (3/24).
THE ANALYSIS OF AMOUNT AND VARIOUS AGE OF PRODUCTIVE FEMALE BALI CATTLE THAT SLAUGHTERED AT ABBATOIRS Suardana, I Wayan; Sukada, I Made; Suada, I Ketut; Widiasih, Dyah Ayu
Jurnal Sain Veteriner Vol 31, No 1 (2013): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.662 KB) | DOI: 10.22146/jsv.2642

Abstract

Abstract Base on the ability for surviving at the limited vegetations, bali cattle is famous  as a pioneer cattle.  Although the fertility of Bali cattle has  known   so high (up to 80%), but  the slaughter  of productive  female  of bali cattle from year to year is so high too, so that the existance of Bali cattle in the future is threatened extinct. The accurate data  indicating  the amount of Bali cattle slaughtered  at  the abbatoirs are  not available yet, exactly from the Pesanggaran and Mambal  abbatoirs as  the bigger abbatoirs in Bali.  The study used 246 heads of  Bali cattle originated from Pesanggaran, and 232 heads of  Bali cattle originated from Mambal abbatoirs, respectively. The study indicated as many as   81,7%, and 87,5% of Bali cattle slaughtered  at  those abbatoirs  were female. According to their  ages, most of them were  productive too, i.e.  99% at Pesanggaran, and 67,49% at Mambal abbatoirs, respectively. These  result  indicated  it is needed a  special attention from the Bali government exactly from the Animals Husbandry Officer in order to prevent the loss of Bali cattle populations  in the future.    
KAJIAN KASUS-KONTROL AVIAN INFLUENZA PADA UNGGAS DI JAWA TIMUR, JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA= A CASE-CONTROL STUDY ON AVIAN INFLUENZA IN POULTRY IN EAST JAVA, CENTRAL JAVA AND YOGYAKARTA SPECIAL PROVINCE. Widiasih, Dyah Ayu; Susetyo, Heru; Sumiarto, Bambang; Tabbu, Charles Rangga; Budiharta, Setyawan
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.726 KB) | DOI: 10.22146/jsv.341

Abstract

Kajian kasus-kontrol yang dirancang untuk menyidik kejadian avian influenza (Al) dan mencari hubungannya dengan faktor resiko penyakit, telah dilakukan terhadap 218 dusun di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai kasus (109 dusun) adalah dusun yang pernah dilaporkan atau sedang mengalami kasus AI, dan kontrol (109 dusun), adalah dusun yang dilaporkan belum pernah mengalami, tetapi dekat dengan dusun kasus. Kuesioner digunakan untuk menjaring variabel yang diperkirakan berasosiasi dengan kejadian AI. Data yang diperoleh dianalisis dengan Chi Square (x2) dan odds ratio (OR). Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor adanya hewan pengerat (OR = 1,90), faktor adanya burung liar (OR = 24,00), faktor pekerja pulang sehabis kerja (OR = 2,65), dan faktor sektor III (OR = 1,79) mempunyai asosiasi karat dengan kejadian AI di suatu dusun, sedangkan beberapa faktor biosekuriti berasosiasi lemah (OR = 1,0 â?? 1,5) terhadap kejadian Al.