Anita Widiastuti
Midwifery Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIFITAS TERAPI KOGNITIF DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN BENCANA PASCA ERUPSI MERAPI DIDUSUN KARANGLO ARGOMULYO CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA Suyanta, Suyanta; Widiastuti, Anita; asti, retno
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v2i1.215

Abstract

Latar Belakang :Keadaan bencana terdapat tahap kekecewaan dan pemulihan. Masyarakat yang menjadi korban bencana cenderung memiliki masalah penyesuaian perilaku dan emosional. Respon emosional yang biasa muncul akibat dari bencana antara lain rasa tidak percaya, takut, bingung, mudah kesal, sedih, kurang nafsu makan, kesulitan konsentrasi. Respon-respon tersebut sesuai dengan respon yang didapatkan dari responden. Penatalaksanaan dengan kecemasan dapat diberikan psikofarmaka dan terapi kognitif Tujuan ini adalah mengetahui efektivitas terapi kognitif dalam menurunkan tingkat kecemasan remaja. Metode: Jenis penelitian quasy-eksperiment desain penelitian Non-equivalent control group atau Non-randomized control group pretest-postest design, subjek penelitian ini adalah remaja didusun karanglo argomulyo cangkringan sleman yogyakarta. Sampel penelitian sebanyak 28 responden dengan menggunakan total sampel. Alat ukur yang digunakan adalah HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Dalam penelitian ini analisis dengan menggunakan program SPSS 17 for wods dengan tingkat signifikan p value 0.099. Hasil : tidak ada hubungan antara terapi kognitif tidak dan tingkat kecemasan pada remaja. Simpulan penelitian ini adalah terapi kognitif tidak efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja. Diperlukan alternatif metode yang lain dalam menurunkan kecemasan pada remaja korban bencana pasca erupsi merapi
PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP PERILAKU KELUARGA MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HALUSINASI DI WILAYAH BINAAN RSJ GRHASIA DESA SELOMARTANI YOGYAKARTA Widiastuti, Anita; Sunarmi, Sunarmi
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v2i1.205

Abstract

Latar Belakang. Keluarga merupakan lingkungan terdekat yang dapat mempengaruhi proses kesembuhan pasien skizofrenia dengan halusinasi. Peran keluarga dalam penyembuhan ini dapat berupa perilaku yang dilakukan oleh keluarga itu sendiri. Psiko edukasi keluarga merupakan salah satu therapy yang dapat membantu keluarga dalam menghadapi anggota keluarganya yang mengalami skizofrenia dengan halusinasi. Tujuan Mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap perilaku keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan halusinasi di wilayah binaan RSJ Grhasia Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta. Metode Rancangan dalam penelitian ini menggunakan studi kuantitatif pre eksperimental one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia dengan halusinasi di Desa Selomartani Kalasan. Teknik dampling yang digunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga pasien skizofrenia dengan halusinasi di Desa Selomartani Kalasan. Jumlah sampel yang digunakan adalah 15 responden. Teknik analisa yang digunakan adalah t test berpasangan karena distribusi datanya normal. Hasil nilai skor rata-rata perilaku keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan halusinasi sebelum dilakukan psikoedukasi adalah 24,80 sedangkan nilai skor rata-rata setelah dilakukan psikoedukasi adalah 42,40 sehingga terdapat selisih 17,60 atau perilaku keluarga dalam merawat pasien mengalami peningkatan 41,5%. Simpulan Ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap perilaku keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan halusinasi di wilayah binaan RSJ Grhasia Desa Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta dengan t hitung 11,365 dan nilai signifikansi 0,000. Saran : saran yang diberikan agar pada saat pasien menjalani rawat inap tidak hanya pasien yang menjadi focus perawatan namun juga perlu merangkul keluarga agar bisa berpenar serta dalam perawatan di rumah.
Effect of Problem Based Learning Method Learning Courses Medical Surgical Nursing Student Learning Achievement Against Nursing Program DIII Magelang Sunarko, Sunarko; Sunarmi, Sunarmi; Widiastuti, Anita
Jurnal LINK Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Lesson sare given toadults can be effective if the teacher is not over lydominate the class, but many seek to hear and acceptthe idea of a person, and then assess and answer questions posedby the students as adults. Purpose. Describe theeffect of Problem Based Learning Method Learning CoursesMedical Surgical Nursing Students Toward Achievement Program DIII of Nursing Magelang, Polytechnic Health Semarang. Methods.The research approachis aquan titative and quasi-experimental research design was. Subjects consisted of 164 third-year students of Nursing Program Magelang, Semarang Health Polytechnic. The experimental group consisted of 88 students and the control group consisted of 76 students, with a total sampling method sampling. Assessment of learning achievement sinclude thev alue of Mid Semester Examination, Semester Final Exam Value, the value of the task, and the value of Pre Clinical Trials. Experimental group were g iven in terventionis Problem Based Learning Method Learning, where a sin the control group of conventional learning methods. Results. The final value ofthe Medical Surgical Nursing subjectsin the experimental group there were significant differences when compared with the control group. Conclusion. Problem Based Learning Method Learning Achievement positive effect Medical Surgical Nursing in Nursing Program Magelang.
Pengaruh Teknik Marmet terhadap Kelancaran Air Susu Ibu dan Kenaikan Berat Badan Bayi Widiastuti, Anita; Arifah, Siti; Rachmawati, Wiwin Renny
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 4 Mei 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.76 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i4.737

Abstract

AbstrakBayi lahir cukup bulan memiliki naluri menyusu 20 - 30 menit setelah dilahirkan. Namun, fakta menunjukkan produksi dan ejeksi air susu ibu (ASI) yang sedikit di hari-hari pertama menyebabkan banyak ibu yang mengalami ketidakefektifan proses menyusui. Tidak terproduksinya ASI diakibatkan karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin. Teknik marmet merupakan perpaduan memerah dan memijat payudara pada ibu nifas yang dapat merangsang hormon pada proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh teknik marmet dengan masase payudara pada ibu nifas tiga hari postpartum terhadap kelancaran ASI dan kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental bentuk perbandingan kelompok statistik yang dilakukan di Puskesmas Grabag Kabupaten Magelang. Sampel yang digunakan adalah 40 responden postpartum pada September - November 2014. Uji statistik menggunakan uji Mann Whitney U. Teknik marmet dan masase payudara dalam memengaruhi kelancaran ASI secara statistik terdapat perbedaan (nilai p = 0,047). Sedangkan perbedaan dalam memengaruhi berat badan bayi diperoleh nilai p = 0,038 sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan. Pemberian perlakuan teknik marmet menyebabkan pengeluaran ASI lebih lancar, tetapi tidak terdapat perbedaan teknik marmet dengan masase payudara dalam memengaruhi kenaikan berat badan bayi.AbstractVigorous babies have suckling instinct for 20 - 30 minutes after born.However, the fact shows the low production and ejection of breastfeed in the first days cause many mothers have ineffective breastfeeding problem. The lack of prolactin hormone stimulus affects breastfeed cannot be produced. Marmet technique is a combination of breast dairy and massage in puerperium mothers that can stimulate hormone during breastfeeding. This study aimed to compare effects of both marmet technique and breast massage in three-days postpartum mothers on the smoothness of breastfeeding and baby weight gain. This study used pre-experimental design with statistical group comparison conducted in Grabag Primary Health Care, Magelang District. The samples used were 40 postpartum mother respondents on September - November 2014. The statistical test used Mann Whitney U-Test. Marmet technique and breast massage affecting the smoothness of breastfeeding were statistically different (p value = 0.047). Meanwhile, the difference in affecting baby weight gain reached p value = 0.038, so statistically no difference found. The treatment of marmet technique affects breastfeeding smoother, yet no difference found between marmet technique and breast massage in affecting the baby weight gain.
Pengaruh Teknik Marmet terhadap Kelancaran Air Susu Ibu dan Kenaikan Berat Badan Bayi Widiastuti, Anita; Arifah, Siti; Rachmawati, Wiwin Renny
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 4 Mei 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.76 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i4.737

Abstract

AbstrakBayi lahir cukup bulan memiliki naluri menyusu 20 - 30 menit setelah dilahirkan. Namun, fakta menunjukkan produksi dan ejeksi air susu ibu (ASI) yang sedikit di hari-hari pertama menyebabkan banyak ibu yang mengalami ketidakefektifan proses menyusui. Tidak terproduksinya ASI diakibatkan karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin. Teknik marmet merupakan perpaduan memerah dan memijat payudara pada ibu nifas yang dapat merangsang hormon pada proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh teknik marmet dengan masase payudara pada ibu nifas tiga hari postpartum terhadap kelancaran ASI dan kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental bentuk perbandingan kelompok statistik yang dilakukan di Puskesmas Grabag Kabupaten Magelang. Sampel yang digunakan adalah 40 responden postpartum pada September - November 2014. Uji statistik menggunakan uji Mann Whitney U. Teknik marmet dan masase payudara dalam memengaruhi kelancaran ASI secara statistik terdapat perbedaan (nilai p = 0,047). Sedangkan perbedaan dalam memengaruhi berat badan bayi diperoleh nilai p = 0,038 sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan. Pemberian perlakuan teknik marmet menyebabkan pengeluaran ASI lebih lancar, tetapi tidak terdapat perbedaan teknik marmet dengan masase payudara dalam memengaruhi kenaikan berat badan bayi. AbstractVigorous babies have suckling instinct for 20 - 30 minutes after born. However, the fact shows the low production and ejection of breastfeed in the first days cause many mothers have ineffective breastfeeding problem. The lack of prolactin hormone stimulus affects breastfeed cannot be produced. Marmet technique is a combination of breast dairy and massage in puerperium mothers that can stimulate hormone during breastfeeding. This study aimed to compare effects of both marmet technique and breast massage in three-days postpartum mothers on the smoothness of breastfeeding and baby weight gain. This study used pre-experimental design with statistical group comparison conducted in Grabag Primary Health Care, Magelang District. The samples used were 40 postpartum mother respondents on September - November 2014. The statistical test used Mann Whitney U-Test. Marmet technique and breast massage affecting the smoothness of breastfeeding were statistically different (p value = 0.047). Meanwhile, the difference in affecting baby weight gain reached p value = 0.038, so statistically no difference found. The treatment of marmet technique affects breastfeeding smoother, yet no difference found between marmet technique and breast massage in affecting the baby weight gain.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG TB PARU PADA ANAK DI KABUPATEN BANYUMAS Sumiyati, Sumiyati; Hastuti, Puji; Widiastuti, Anita
Jurnal LINK Vol 14, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian balita memperlihatkan perbandingan terbalik antara tingkat  pendidikan ibu dengan kematian anak. Anak-anak dari ibu dengan tingkat pendidikan rendah pada umumnya mempunyai tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan anak-anak dari ibu berpendidikan lebih tinggi.  Seorang anak yang menderita penyakit kronis akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Salah satu penyakit kronis yang dapat menghambat pertumbuhan anak yaitu Tuberkulosis atau TB. Pedoman penanggulangan  TB  mempunyai tujuan utama pengobatan pasien TB adalah menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan dengan cara menyembuhkan pasien.Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap TB paru pada anak. Jenis penelitian quasi eksperiment design dengan rancangan penelitian pre test - post test control group design. Sampel penelitian ini terdiri  30 responden ibu yang memiliki anak balita usia 1-5 tahun yang mengalami TB Paru, yaitu satu kelompok perlakuan 15 responden dan satu kelompok kontrol 15 responden.Hasil penelitian menunjukkan penyuluhan kesehatan dengan metode bimbingan dan konseling melalui media lembar balik dan leaflet secara signifikan  meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang TB Paru pada anak (p-value=0,0001), juga secara signifikan dapat meningkatkan sikap ibu balita tentang TB Paru pada anak (p-value=0,0001).Disarankan penelitian ini sebagai sumber informasi manfaat penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang TB Paru pada anak, diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan metode dan media lain yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan bagi masyarakat. 
TERAPI MUROTTAL SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA : LITERATURE REVIEW DILENGKAPI STUDI KASUS Yuliani, Diki Retno; Widyawati, Melyana Nurul; Rahayu, Dyah Lustika; Widiastuti, Anita; Rusmini, Rusmini
JURNAL KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2018): Oktober (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v8i2.3738

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is far from being the target of sustainable development goal's (SDG's), with one of the dominant causes being hypertension in pregnancy (HDK) such as preeclampsia. Pregnant women with preeclampsia are prone to experience anxiety, which if left untreated will have an effect on the welfare of the mother and baby. Anxiety can also cause blood pressure to raise. One relaxation technique to reduce anxiety and blood pressure is with murottal therapy. The purpose of this study was to determine the effect of murottal therapy in reducing anxiety and blood pressure in pregnant women with preeclampsia and to find out how to apply it to the case study. The research design used is literature review and case study. Samples for literature review were obtained from electronic databases, namely Google Scholar of 6 articles about the theme of Murottal and anxiety therapy (5 national and 1 international) and 8 articles on the theme of murottal therapy and blood pressure. Samples for case studies of 2 pregnant women with preeclampsia. The results obtained from the literature review include a decrease in anxiety scores before and after treatment with a mean reduction in anxiety scores 6,297, there is an effect of murottal therapy on blood pressure or there is a difference in blood pressure before and after getting treatment, the average decrease in mean systole 12,188 and average mean decrease in mean diastolic 6,233. Whereas the results obtained from the case study include risk factors for preeclampsia in the respondent is a history of hypertension, obesity and primipara; lack of knowledge or information and lack of optimal application of therapeutic communication is a factor that aggravates anxiety and; anxiety scores dropped after receiving murottal therapy and blood pressure also fell relative.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DESA PTT DALAM PELAYANAN ANTENATAL DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 Widiastuti, Anita; Sunarmi, Sunarmi; Rahmawati, Wiwin Renny
Jurnal Kebidanan Volume 4 No. 1 Juni 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.775 KB) | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i1.53

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BIDAN DESA PTT DALAM PELAYANAN ANTENATAL DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 Anita Widiastuti, Sunarmi & Wiwin Renny RahmawatiPoltekkes Kemenkes Semarang Prodi Keperawatan Magelang ABSTRAK Kualitas pelayanan antenatal di Kabupaten Banyumas masih belum baik meskipun secara kuantitas cakupan sudah menapai target. Hal ini ditunjukan oleh data : ibu bersalin yang meninggal 57,1% akibat perdarahan, persalinan dengan tenaga kesehatan 51,6% ditolong bidan, 85,4% ibu yang meninggal saat persalinan telah memenuhi kunjungan minimal antenatal (K4) serta terjadi kenaikan kejadian BBLR tahun 2008 sebanyak 1,2%, meningkat menjadi 6,4% pada tahun 2009. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan cros sectional. Pengumpulan data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada bidan desa. Besar sampel adalah 74 dan dipilih secara proportionate sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Chi-square serta regresi logistik multivariat. Hasil penghitungan statistik terdapat pengaruh bersama persepsi beban kerja Exp. B=9,5 dan motivasi kerja Exp.B=4,2 terhadap kinerja bidan desa dalam pelayanan antenatal dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah persepsi beban kerja. Sebagai upaya Untuk meningkatkan pelayanan antenatal disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten untuk melakukan pembenahan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh bidan desa. Kata Kunci : Kinerja bidan desa, PTT, pelayanan antenatal
Pengaruh Pijat Punggung terhadap Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif Lama Kala II dan Perdarahan Persalinan pada Primigravida Rahmawati, Wiwin Renny; Arifah, Siti; Widiastuti, Anita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8 No. 5 Desember 2013
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.17 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v8i5.385

Abstract

Rasa nyeri persalinan yang tinggi dapat menimbulkan kecemasan pada ibu, terutama pada ibu primigravida. Nyeri yang tidak bisa diadaptasi oleh ibu yang akan melahirkan dapat meningkatkan perasaan cemas pada ibu, rasa cemas tersebut dapat menyebabkan terjadinya persalinan yang lama, sehingga kekuatan ibu akan habis saat persalinan yang berakibat terhadap kejadian perdarahan serta kala II lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan fase aktif, lama kala II, dan perdarahan persalinan pada primigravida di Puskesmas Magelang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian desain kuasi eksperimental bentuk perbandingan kelompok statistik, yaitu memberikan perlakuan atau intervensi, kemudian dilakukan pengukuran atau observasi. Hasil pengukuran pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Skala rasio digunakan. Subjek penelitian sebanyak 40 orang. Analisis data dengan uji Mann Whitney didapatkan hasil ada pengaruh pijat punggung terhadap adaptasi rasa nyeri persalinan fase aktif, lama persalinan kala II dan perdarahan persalinan pada primigravida dengan nilai p= 0,001.Severe labour pain can cause anxiety especially in primigravida. Many mothers who experience labour have not got action yet to minimize labour pain, If labour pain cannot be decreased, it will cause mother anxiety, that anxiety result in long labour, so energy will decrease that can cause labour bleeding. Therefore it is needed to take action to minimize labour pain. One of that action was back massage that could stimulate endorphine, so the pain will decrease. The objectives of this study was to know the influence of massage towards the decrease of labour pain in active fase, lenght of stage II, and labour bleeding in primigravida at Publich Health Center Magelang Selatan. Quasi-experimental design was applied with static group comparation. The design gave intervention, then measurement and observation was conducted. The intervention group result was compared to control. Ratio scale was used. Subject of this research was 40 person. After analizing data by man Whitney test, here are the influence of back massage toward the decrease of pain labour in active fase, lenght of labour kala II and labour bleeding in primigravida with p value= 0.001.