Widiyatno Widiyatno
Bagian Silvikultur, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No 1., Bulak Sumur Yogyakarta

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

DINAMIKA SUKSESI VEGETASI PADA AREAL PASCA PERLADANGAN BERPINDAH DI KALIMANTAN TENGAH Maulana, Ardiatma; Suryanto, Priyono; Widiyatno, Widiyatno; Faridah, Eny; Suwignyo, Bambang
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.926 KB) | DOI: 10.22146/jik.52433

Abstract

Indonesia memiliki luasan hutan hujan tropis terluas nomor tiga setelah Brazil dan Afrika. Namun, tingkat degradasi hutan yang tinggi di Indonesia menyebabkan negara ini menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Salah satu penyebab turunnya luasan hutan tropis di Indonesia adalah praktek perladangan berpindah. Suksesi vegetasi pasca perladangan berpindah dapat memberikan layanan ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi dan perbaikan sifat tanah yang jarang sekali terekspose pada tingkat lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika suksesi vegetasi padalahan pasca perladangan berpindah tingkat lanjut. Penelitian dinamika suksesi vegetasi dilakukan dengan pengambilan sampel tanaman bawah, semai sapihan dan pohon di lahan pasca perladangan dengan tiga umur yang berbeda, yaitu bera muda (1 ? 10 tahun), bera sedang (11 ? 20 tahun), bera tua (> 20 tahun), dan hutan alam dengan menggunakan metode petak bersarang dengan plot yang ditempatkan secara sistematik. Analisis vegetasi dengan menggunakan Indeks Nilai Penting, Kelimpahan Jenis, Keragaman, dan Kemerataan. Analisis varian dengan uji lanjut DMRT digunakan jika hasil dari tiap index vegetasi berbeda signifikan antar umur perladangan. Adanya pola peningkatan serta perbedaan yang nyata (P < 0,05) antara kelimpahan dan keragaman jenis vegetasi penyusun lahan bera sedang dengan lahan bera tua pada tingkatan pohon kecuali vegetasi penyusun tanaman bawah. Nilai keragaman dan kelimpahan jenis tingkat pohon lahan bera tua tidak berbeda nyata dengan hutan alam namun memiliki komposisi yang berbeda.The Dynamics of Succession of Vegetation in the Post-Shifting Cultivation Area in Central KalimantanAbstractIndonesia?s forests is the third largest tropical forest after Brazil and Africa. However, the high rate of forest degradation in Indonesia led this country become one of the most largest contributor of greenhouse gas emissions in the world. One of the causes of the degradation of tropical forest in Indonesia is the shifting cultivation practice. The succession of vegetation after shifting cultivation practice can provide ecological services such as increasing vegetation cover and improving soil properties but takes too long to recover. This study aims to understand the dynamics of vegetation succession in the post-shifting cultivation advanced stage. This study was conducted using systematical nested sampling method to take sample of shurb and herbs, and trees, including, seedling and, sapling growth stage form three different stage of post-shifting cultivation land areas, ie young fallow (1 - 10 years), intermediate fallow (11 - 20 years), old fallow (> 20 years), and natural forest. The vegetation data were then analyzed using Important Value, Species Richness, Diversity and Evenness Indices. Analysis of variance with post-hoc test of DMRT assays was used if the results each vegetation indices differed significantly between stage of post-shifting cultivation land. The Species Richness and Diversity Index of shurb and herb, seedling, sapling, and tree have significantly increased (P < 0,05) except the herb and shrub communities. The Species richness and Diversity Index of tree stage of old fallow were not significantly different from natural forest but it was composed with different species.
PENGARUH KOMPOSISI DAN BAHAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS ( Pinus merkusii) Hardiwinoto, Suryo; Nurjanto, Handojo H; Nugroho, Agung W; Widiyatno, Widiyatno
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEDIA KOMPOS SERBUK GERGAJI KAYU SENGON DAN PUPUK LEPAS LAMBAT UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SEMAI PINUS MERKUSII DI KPH BANYUMAS TIMUR Hardiwinoto, Suryo; Saputro, Nur Adin Eko; Nurjanto, Handojo Hadi; Widiyatno, Widiyatno
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.966 KB) | DOI: 10.22146/jik.1567

Abstract

Effects of Composted Sawdust of Falcata Media and Slow Release Fertilizer to Promote  Pinus merkusii Seedling growth in Banyumas Timur FMUPhysical and chemical properties of the potting media, especially porosity and nutrient availability, are required to produce good quality seedlings of pine (Pinus merkusii Jungh et de Vries). Composted sawdust of sengon (Paraserianthes falcataria) wood is a potential material to be used for growing media of pine seedlings. However, since this material contains low nutrients, addition of a slow release fertilizer is required to meet the nutrient demand of seedling growth. The objective of this research was to determine the effects of wood sawdust compost and slow release fertilizer on the growth of pine seedlings. The experiment was arranged in a completely randomized design with two factors and four replications. The first factor was the rate of sawdust compost and the second factor was the rate of slow release fertilizer. Height and root-collar diameter were measured at 6 months of age. As the results, sawdust compost and slow release fertilizer gave a significant effect on height and diameter growths. However, the effect of sawdust compost on seedling growth depended on the rate of fertilizer. Combination treatment that gave the best seedlings growth was 100% sawdust compost + 0% soil (and 12 g fertilizer /1.5 liter media). The seedlings applied with this treatment had the mean height of 8.72 cm and diameter of 2.24 mm, which were significantly greater than the control with the mean height and mean diameter of 1.87 cm and 1.15 mm respectively.
PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea Hardiwinoto, Suryo; Rahayu, Nandang; Agus, Cahyono DK; Nurjanto, Handojo H.; Widiyatno, Widiyatno; Supriyo, Haryono
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 12, No 3 (2005)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Limbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea), dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl) dan Eisenia foetida (C2). Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C), dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) and magnesium (Mg) dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0) sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl) dan 22,94 (C2). Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0) hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas cacing tanah, rerata kandungan N dapat naik secara nyata menjadi 1,34 % (Cl) dan 1,41 % (C2). Penurunan nisbah C/N dan kenaikan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu dengan adanya aktivitas cacing tanah menjadi semakin besar apabila dikombinasikan dengan perlakuan penambahan bahan organik ber-nisbah c/N rendah.
DAMPAK PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM JALUR TERHADAP KELESTARIAN KESUBURAN TANAH DALAM MENUNJANG KELESTARIAN PENGELOLAAN HUTAN ALAM Widiyatno, Widiyatno; Soekotjo, Soekotjo; Suryatmojo, Hatma; Supriyo, Haryono; Purnomo, Susilo; Jatmoko, Jatmoko
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Tebang pilih merupakan salah satu sistem silvikultur yang  dikembangkan untuk mengelola hutan hujan tropis di Indonesia. Sistem ini didasarkan pada limit diameter, jumlah tegakan tinggal untuk rotasi berikutnya dan keberhasilan permudaan alam maupaun penanaman pengkayaan. Sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif (SILIN) diintrodusir pada tahun 2005 untuk merehabilitasi dan meningkatkan produktivitas Logged Over Area (LOA) hujan hujan tropis dengan pola penanaman pengkayaan jalur. Pelaksanaan TPTJ dimungkinkan akan mempengaruhi stabilitas tanah karena tanah pada hutan hujan tropis sangat sensitif terhadap perubahan akibat pelaksanaan TPTJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi status kesuburan tanah LOA (1 dan 5 tahun setelah penanaman) pada hutan hujan tropis yang dikelola dengan sistem TPTJ dengan teknik SILIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tanah  pada lokasi penelitian bersifat sangat asam (pH H2O: 3.97-4.50 dan pH KCl: 3,57-4,07). Nilai pH tersebut  mengindikasikan bahwa tingkat konsentrasi kandungan nutsisi Ca, Mg  dan K dalam kategori rendah  sebab tanah tersebut masuk dalam ordo Ultisols. Kandungan nutrisi pada areal 1 dan 5 tahun setelah penanaman tidak berbeda nyata pada uji T dengan taraf kepercayaan 5%. Pada umumnya, kandungan nutrisi orda Horizon A mempunyai nilai C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di bawahnya karena keberadaan akumulasi dari bahan organik dan nilai ini mempunyai korelasi yang positif terhadap Kapasitas Tukar Kation (R2= 0.946) sehingga keberadaannya akan menyediakan unsur hara dalam mendukung pertumbuhan tanaman dipterocarps pada sistem penanaman jalur.
PERTUMBUHAN MERANTI (Shorea spp.) PADA SISTEM TEBANG PILIH TANAM JALUR DENGAN TEKNIK SILVIKULTUR INTENSIF (TPTJ-SILIN) Widiyatno, Widiyatno; Soekotjo, Soekotjo; Naiem, Moh; Hardiwinoto, Suryo; Purnomo, Susilo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penanaman pengayaan intensif pada kawasan hutan bekas tebangan (Logged Over Area, LOA), telah dilakukan oleh PT Sari Bumi Kusuma sejak tahun 1999. Luas kawasan yang telah ditanami dengan jenis-jenis indigenous grup meranti sekitar 21.000 ha sampai dengan tahun 2007. Jenis meranti yang digunakan untuk penanaman adalah Shorea leprosula Miq, S. parvifolia Dyer, S. platyclados Sloot. ex Foxw, S. johorensis Foxw dan S. dasiphylla Foxw. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi hasil evalusi pertumbuhan jenis-jenis Dipterocarpa terpilih dan pengaruh naungan terhadap pertumbuhan yang ditanam dengan sistem Tebang Pilih Tanam Jalur dengan penerapan teknik silvikultur intensif (TPTJ-SILIN). Penelitian mengunakan tanaman meranti pada sistem TPTJ yang telah berumur 1-5 tahun. Pada setiap kelas umur tanaman dibuat 10 buah plot PUP monitoring dengan ukuran 50 m x 100 m (0,5 ha). Dari penanaman lima tahun terakhir riap DBH tanaman tertinggi adalah S.leprosula Miq, yaitu 1,94 cm/thn dan diikuti oleh S.platyclados Sloot. ex Foxw, S.johorensi Foxw, S.parvifolia Dyer dan S.dasiphylla Foxw yang masing-masing mempunyai riap DBH sebesar 1,81, 1,59, 1,58 dan 1,49 cm/thn. Pertumbuhan yang masih sangat bervariasi di lapangan disebabkan karena perbedaan tingkat naungan. Perbaikan tipe naungan 1-2 dan 1-3 akan meningkatkan perkembangan DBH antara 17-69% dan 20-96%.  Sedangkan pada variabel tinggi perbaikan tipe naungan 1-2 dan  tipe naungan 1-3, masing-masing akan meningkatkan pertumbuhan tinggi antara 18-22% dan 18-33%.
PERTUMBUHAN MERANTI (Shorea spp.) PADA SISTEM TEBANG PILIH TANAM JALUR DENGAN TEKNIK SILVIKULTUR INTENSIF (TPTJ-SILIN) Widiyatno, Widiyatno; Soekotjo, Soekotjo; Naiem, Moh; Hardiwinoto, Suryo; Purnomo, Susilo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.4.373-383

Abstract

Penanaman pengayaan intensif pada kawasan hutan bekas tebangan (Logged Over Area, LOA), telah dilakukan oleh PT Sari Bumi Kusuma sejak tahun 1999. Luas kawasan yang telah ditanami dengan jenis-jenis indigenous grup meranti sekitar 21.000 ha sampai dengan tahun 2007. Jenis meranti yang digunakan untuk penanaman adalah Shorea leprosula Miq, S. parvifolia Dyer, S. platyclados Sloot. ex Foxw, S. johorensis Foxw dan S. dasiphylla Foxw. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi hasil evalusi pertumbuhan jenis-jenis Dipterocarpa terpilih dan pengaruh naungan terhadap pertumbuhan yang ditanam dengan sistem Tebang Pilih Tanam Jalur dengan penerapan teknik silvikultur intensif (TPTJ-SILIN). Penelitian mengunakan tanaman meranti pada sistem TPTJ yang telah berumur 1-5 tahun. Pada setiap kelas umur tanaman dibuat 10 buah plot PUP monitoring dengan ukuran 50 m x 100 m (0,5 ha). Dari penanaman lima tahun terakhir riap DBH tanaman tertinggi adalah S.leprosula Miq, yaitu 1,94 cm/thn dan diikuti oleh S.platyclados Sloot. ex Foxw, S.johorensi Foxw, S.parvifolia Dyer dan S.dasiphylla Foxw yang masing-masing mempunyai riap DBH sebesar 1,81, 1,59, 1,58 dan 1,49 cm/thn. Pertumbuhan yang masih sangat bervariasi di lapangan disebabkan karena perbedaan tingkat naungan. Perbaikan tipe naungan 1-2 dan 1-3 akan meningkatkan perkembangan DBH antara 17-69% dan 20-96%.  Sedangkan pada variabel tinggi perbaikan tipe naungan 1-2 dan  tipe naungan 1-3, masing-masing akan meningkatkan pertumbuhan tinggi antara 18-22% dan 18-33%.
PENGARUH KOMPOSISI DAN BAHAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii) Hardiwinoto, Suryo; Nurjanto, Handojo H; Nugroho, Agung W; Widiyatno, Widiyatno
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2011.8.1.9-18

Abstract

Sifat fisika kimia media tumbuh, khususnya porositas dan ketersediaan nutrisi diperlukan untuk memproduksi semai pinus ( Jungh et de Vries) yang berkualitas. Daun segar dan seresah daun pinus dapat digunakan sebagai media tumbuh yang dapat memenuhi persyaratan yang dimaksud. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dan bahan media terhadap pertumbuhan semai pinus. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap berblok, dengan dua faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah bahan daun pinus (A) yaitu: daun segar kasar, seresah daun kasar dan seresah daun halus. Faktor kedua adalah aras pupuk organik dan tanah (B), yaitu masing-masing dengan aras: 45%, 35%, 25% dan 15%. Analisis varians bersarang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Parameter yang diukur adalah kandungan N, nisbah C/N media tumbuh serta pertumbuhan tinggi dan diameter semai pinus. Pertumbuhan semai pinus terbaik didapatkan melalui komposisi media dengan perlakuan 35% pupuk organik, 35% tanahdan 30% daun segar kasar (B A). Bahan daun segar kasar mempunyai kandungan N tertinggi dan nisbah C/N terendah, serta menghasilkan pertumbuhan semai terbaik. Komposisi media direkomendasikan sebagai media tumbuh untuk memproduksi semai pinus.
PENGARUH KOMPOSISI DAN BAHAN MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii) Hardiwinoto, Suryo; Nurjanto, Handojo H.; Nugroho, Agung W.; Widiyatno, Widiyatno
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 3 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.3.121-130

Abstract

Sifat fisika-kimia media tumbuh, khususnya porositas dan ketersediaan nutrisi diperlukan untuk memproduksi semai pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vries) yang berkualitas. Daun segar dan seresah daun pinus dapat digunakan sebagai media tumbuh yang dapat memenuhi persyaratan yang dimaksud. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dan bahan media terhadap pertumbuhan semai pinus. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap berblok, dengan dua faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah bahan daun pinus (A) yaitu: daun segar kasar, seresah daun kasar dan seresah daun halus. Faktor kedua adalah aras pupuk organik dan tanah (B), yaitu masing-masing dengan aras: 45%, 35%, 25% dan 15%. Analisis varians bersarang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Parameter yang diukur adalah kandungan N, nisbah C/N media tumbuh serta pertumbuhan tinggi dan diameter semai pinus. Pertumbuhan semai pinus terbaik didapatkan melalui komposisi media dengan perlakuan35% pupuk organik, 35% tanah dan 30% daun segar kasar (B2A3). Bahan daun segar kasar mempunyai kandungan N tertinggi dan nisbah C/N terendah, serta menghasilkan pertumbuhan semai terbaik. Komposisi media B2A3 direkomendasikan sebagai media tumbuh untuk memproduksi semai pinus.
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP HASIL TOLAK PELURU PADA ATLET LAMPUNG Widiyatno, Widiyatno; Wiyono, Wiyono; Suranto, Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 1 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objectives would like to be achieved in this study is to determine the effect of plyometric exercises to increase the results of shot-put of Lampung athlete. The research method used is experiment method research with 5 Lampung shot-put athletes as the population. The sampling technique used is the sample population. Data analysis test results early and late effects of plyometric exercises to improve the shot put results using "t" test. The results of the study showed: a significant influence on the results of plyometric exercises to increase in shot put. This is can be seen with n = 5 and the real level of 0.05 obtained the value t-count at 37.830 and the value of t-table obtained at 2,570.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan hasil tolak peluru pada atlet Lampung. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian metode eksperimen dengan populasi adalah atlet tolak peluru Lampung yang berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah populasi sample. Analisis data hasil tes awal dan akhir pengaruh latihan plyometric untuk meningkatkan hasil tolak peluru menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan: terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan plyometrik terhadap peningkatan hasil tolak peluru. Hal ini dapat terlihat dengan n= 5 dan taraf nyata 0,05 didapatkan nilai thitung sebesar 37,830 dan nilai ttabel sebesar 2,570.Kata kunci: hasil tolak peluru, pengaruh, plyometric