Articles

Development of Wireless Smart Sensor for Structure and Machine Monitoring Widodo, Achmad; Rozaqi, Latief; Haryanto, Ismoyo; Satrijo, Djoeli
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 11, No 2: June 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.768 KB)

Abstract

Vibration based condition monitoring is a method used for determining the condition of a system. The condition of mechanical or a structural system can be determined from the vibration. The vibration that is produced by the system indicates the condition of a system and possibly used to calculate the lifetime of a system or even used to take early action before fatal failure occurred. This paper explains how the wireless smart sensor can be used to identify the health condition of a system by monitoring the vibration parameters. The wireless smart sensor would continously  senses the vibration parameters of the system in a real-time systems and then data will be transmitted wirelessly  to a base station which is a host PC used for digital signal processing, from there the vibration will be plotted as a graph which used to analyzed the condition of the system. Finally, several tested performed to the real system to verify the accuracy of a smart sensor and the method of condition based monitoring.
PERAN PEMBIMBING AKADEMIK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA Partawibawa, Agus; Fathudin, Syukri; Widodo, Achmad
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 22, No 1 (2014): (Mei)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v22i1.8851

Abstract

The objectives of this study were (1) to determine the roles of the academic supervisors in the students? characters development, and (2) to analysethe factors affecting the academic supervisors? roles in the students? characters development at the Department of Automotive Engineering Education. This study employed the survey research method. It was conducted at the Department of Automotive Engineering Education, the Faculty of Engineering, State University ofYogyakarta. The data was analysed using descriptive analysis. The results showed the academic supervisors have positive impact on the students characters development in the aspects of education and teaching, research, and community services, (2) the factors affecting the academic supervisors? roles in the students? characters development are (a) the different levels of the students? maturity, it can be solved by  improving the students? mind set, (b) psychological, socioemotional,and cultural differences. The solutions are continuing guidance through classes, workshops and private consultations, (3) The students perceivethat the role of the academic supervisors in their characters developmenthave positive impacts on the learning process, examinations, and academic services. 
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN BERBASIS DOMAIN WAKTU Rif'an, Rif'an; Widodo, Achmad; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem transmisi daya yang menggunakan roda gigi telah banyak digunakan pada berbagai jenis penggerak, putaran roda gigi akan menghasilkan gaya kontak antar gigi dan gaya kontak tersebut dapat membuat kerusakan pada permukaan gigi kemudian berlanjut pada kerusakan pitting dan berujung pada kerusakan yang parah. Untuk menghindari kerusakan roda gigi yang lebih parah dibutuhkan perawatan prediktif, salah satu perawatan prediktif dengan menggunakan sinyal getaran. Dari masalah inilah penlitian tentang roda gigi dilakukan, penelitian gearbox ini bertujuan menganalisis spectrum getaran dan karakteristik sesuai dengan jenis kerusakan roda gigi pada gearbox dengan secara eksperimen. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat uji test-rig gearbox, dimana gearbox ini mempunyai rasio 1:2. Gear yang di uji adalah gear yang kecil, dengan menvariasikan menjadi empat yaitu : kondisi roda gigi 1 normal, kondisi roda gigi 2 aus, kondisi roda gigi 3 patah setengah gigi dan kondisi roda gigi 4 patah satu gigi. Data yang diambil pada putaran poros roda gigi konstan 2000 rpm.Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan putaran 2000 rpm, hasil eksperimen diperoleh paduan antara frekuensi, amplitude dan time. untuk roda gigi normal memiliki amplitude cukup kecil yaitu 0.001 volt yang tingginya seragam. Berbeda untuk roda gigi rusak yang jauh lebih besar amplitudenya, untuk roda gigi aus memiliki amplitude 0.17 volt, roda gigi patah setengah gigi 0.19 volt dan  roda gigi patah setengah gigi 0.21 volt
DIAGNOSA KERUSAKAN MOTOR INDUKSI DENGAN SINYAL GETARAN Rosyadi, Rizka; Widodo, Achmad; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara mesin listrik yang ada, motor induksi paling banyak digunakan karena kuat, kokoh, harganya cukup murah, handal, perawatannya mudah, dan efisiensi daya cukup tinggi. Apabila kerusakan pada motor induksi tidak dideteksi pada tahap permulaan akan dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat parah dengan berbagai tipe kerusakan. Dari masalah inilah penelitian tentang motor induksi dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal spectrum getaran dari kerusakan pada motor induksi antara lain: kerusakan unbalance , misalignment, broken rotor bars dan bearing. Metode penelitian ini menggunakan tes rig motor induksi. Tes rig ini menggunakan motor induksi dengan 4 variasi kerusakan. Unbalance, misalignment, broken rotor bars, bearing fault. Data sinyal getaran diambil pada kondisi putaran poros di kecepatan 2300 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan unbalance memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,02455 volt. Kerusakan misalignment motor memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,005047 volt dan pada 2xrpm (76,88 Hz) /3xrpm (115,32 Hz) sebesar 0,003906 volt. Broken rotor bars memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran dengan tinggi amplitudo pada 1xrpm (38,44 Hz) sebesar 0,008489 volt dengan sidebands (FP) (23,32 Hz). Bearing fault terlihat pada sinyal getaran yaitu pada nilai yang didapat dari FTF (Fundamental Train Frequency), Bearing BSF (Ball Spin Frequency), Bearing BPFI (Ball Pass Frequency Inner) dan Bearing BPFO (Ball Pass Frequency Outer). Pada penelitian ini didapatkan hasil yang mendekati nilai BPFO pada 139,4 Hz. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa setiap kerusakan pada motor induksi memiliki karakteristik masing ? masing dalam pendeteksian dengan sinyal getaran
ANALISIS KERUSAKAN BANTALAN GELINDING DENGAN VARIASI KECEPATAN PUTAR BERDASARKAN POLA GETARAN MENGGUNAKAN METODA ENVELOPE ANALYSIS Maladzi, Radhi; Prahasto, Toni; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantalan gelinding merupakan salah satu elemen mesin yang memiliki peran penting pada mesin di mana memiliki fungsi untuk mengurangi besarnya gaya gesek yang ditimbulkan oleh poros saat berputar. Sehingga  kegagalannya menjadi alasan yang paling umum untuk mesin mengalami kerusakan. Jenis kerusakan yang terjadi pada bantalan gelinding meliputi, kerusakan lintasan luar, kerusakan lintasan dalam, kerusakan elemen gelinding, dan kerusakan kombinasi. Pada makalah ini, deteksi kerusakan bantalan gelinding bagian lintasan luar, lintasan dalam, elemen gelinding, atau juga kerusakan kombinasi akan dikaji berdasarkan sinyal getaran. Namun sinyal getaran yang dihasilkan merupakan sinyal modulasi, oleh karena itu diperlukan metoda Analisis envelope untuk mengekstrak informasi dari sinyal modulasi. Analisis sinyal getaran  domain frekuensi setelah dilakukannya Analisis envelope menjadi dasar utama. Pola-pola sinyal hasil getaran dianalisis melalui plot fitur sinyal getaran, kemudian dibandingkan antara kondisi bantalan gelinding normal dan bantalan gelinding yang mengalami kerusakan sebagaimana disebutkan di atas. Dengan cara perbandingan fitur sinyal getaran tersebut, maka deteksi kerusakan bantalan gelinding dapat dilakukan.
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN BERBASIS DOMAIN FREKUENSI Pribadi, Gigih; Widodo, Achmad; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roda gigi adalah salah satu komponen mesin yang banyak digunakan dalam sistem transmisi daya. Roda gigi meneruskan daya dari motor melalui mekanisme kontak antar gigi-gigi pada gear dengan gigi-gigi pada pinion. Dengan mekanisme ini, diharapkan tidak terjadi slip selama proses transmisi daya berlangsung. Walaupun demikian, kerusakan tetap dapat terjadi pada roda gigi yang telah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Deteksi dini dari kerusakan roda gigi sangat diperlukan karena dapat mengurangi kerugian dalam hal waktu dan uang. Untuk deteksi dini kerusakan, kita dapat menganalisa sinyal getaran dari roda gigi. Dari masalah inilah penelitian tentang roda gigi dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal spectrum getaran dan sinyal cepstrum getaran yang sesuai dengan jenis kerusakan pada roda gigi secara eksperimen. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes rig roda gigi. Tes rig ini menggunakan roda gigi lurus dengan rasio 1:2 dan 4 variasi kerusakan pada roda gigi pinion. Kondisi roda gigi 1 normal, roda gigi 2 aus,roda gigi 3 patah setengah gigi dan roda gigi 4 patah satu gigi. Data sinyal getaran diambil pada kondisi putaran poros di kecepatan 1000 rpm (16,7 Hz). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di putaran 16,7 Hz, diperoleh amplitudo GMF  pada sinyal FFT untuk roda gigi 1 = 0,003542 V, roda gigi 2 = 0,0036 V, roda gigi 3 =0,004867 V, dan roda gigi 4 = 0,0056 V. Hasil penelitian dengan sinyal cepstrum juga menunjukkan perbedaan ketinggian amplitudo pada putaran awal poros dimana untuk roda gigi 1 = 0,1142 V, roda gigi 2 = 0,1839 V, roda gigi 3 =0,2221 V, dan roda gigi 4 = 0,2435 V. Perbedaan pada ketinggian amplitudo ini menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan pada roda gigi sesuai dengan tingkat kerusakannya
ANALISIS MISALIGNMENT KOPLING PADA MESIN ROTARY MENGGUNAKAN SINYAL GETARAN STEADY STATE DENGAN METODE RIM AND FACE Raharjo, Iman Agus; Widodo, Achmad; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara mesin ? mesin yang ada, mesin rotasi merupakan salah satu yang banyak digunakan pada pabrik?pabrik industri karena kuat, handal, perawatannya mudah dan efisiensi. Bila terjadi kerusakan pada mesin sehingga mesin berhenti bekerja, yang biasa disebut shutdown, proses produksi akan terhenti. Karena permintaan terus meningkat, kerugian finansial yang tinggi akan terjadi karena penundaan tersebut. Sekitar 70% dari penyebab kerusakan mesin rotasi dikarenakan misalignment, yang dapat menyebabkan gaya yang berlebihan pada bearing, sehingga menyebabkan kerusakan bearing sebelum waktunya. Satu hal lain yang sangat berpengaruh pada getaran yaitu penggunaan kopling pada mesin rotasi. Dari masalah ini, penelitian tentang misalignment dilakukan dengan variasi kopling love joy, roda gigi, dan beam untuk menganalisis karakteristik sinyal spektrum getaran kerusakan mesin rotasi karena misalignment. Untuk mengatasi misalignment, proses alignment dilakukan dengan menggunakan dial indikator dan seperangkat alat tes lainya dengan metode face dan rim. Data sinyal getaran diambil pada kondisi misalignment dan kondisi alignment dengan kecepatan putar poros 1200 dan 1800 rpm. Kerusakan misalignment memiliki karakteristik yang terlihat pada sinyal getaran tinggi pada frekuensi 1x, 2x dan 3x amplitudonya tinggi. Pada kopling love joy amplitudo tertinggi pada frekuensi 3x yaitu sebesar 0,5204 in/s, pada kopling roda gigi frekuensi tertinggi pada frekuensi 3x amplitudo sebesar 0,03639 in/s, sedangkan pada kopling beam frekuensi tertinggi pada frekuensi 1x amplitudo sebesar 0,02525 in/s. Pada penelitian ini masing ? masing kopling memiliki karakteristik dalam pendeteksian dengan sinyal getaran dan diketahui bahwa penggunaan kopling yang paling sedikit menibulkan getaran yaitu kopling beam.
PENGARUH RUBBING TERHADAP KONDISI GETARAN MESIN ROTASI Amin, Zudi Zukron; Widodo, Achmad; Haryanto, Ismoyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, getaran pada rumah bearing yang diakibatkan gesekan rotor (rubbing) dikaji dengan mengaplikasikan seperangkat alat gesekan rotor (mechanical rub kit) pada simulator kerusakan mesin (machinery fault simulator). Pengaruh gesekan penuh (full annular rub) pada sistem mesin rotasi dengan mempertimbangkan perbedaan material gesek dan kecepatan rotasi poros dikaji secara eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan tiga variasi material gesek yaitu alumunium, akrilik dan karet. Kemudian untuk variasi kecepatan rotasinya menggunakan 1000 rpm, 2000 rpm dan 3000 rpm. Getaran dari hasil gesekan poros pada rumah bearing di analisa. Hasil menunjukkan bahwa amplitudo getaran pada rumah bearing meningkat secara signifikan diikuti dengan kecepatan rotasi yang meningkat. Spektrum untuk material gesek lunak memiliki karakteristik unik, jadi bahwa tingkat getaran pada material lunak lebih rendah daripada getaran tanpa gesekan (baseline)
BALANCING ROTOR DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN DALAM KONDISI STEADY STATE Hadmoko, Try; Widodo, Achmad; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotor merupakan alat mekanik yang bergerak secara berputar. Tidak ada rotor yang sempurna seimbang (balanced) dan selalu ada massa tidak seimbang (unbalanced) pada sistem rotor. Hal ini dapat terjadi karena berbagai sebab, misalnya bahan yang tidak homogen saat proses produksi, dan desain.yang tak simetris. Apabila keadaan unbalance pada rotor tidak dideteksi pada tahap permulaan akan mengakibatkan kerusakan struktur, hilangnya energi, dan berkurangnya umur pemakaian. Perlu adanya proses balancing untuk mengurangi gaya yang disebabkan oleh ketidakseimbangan rotor. Sedikitnya balancing rotor dibagi menjadi dua jenis yaitu single plane dan two-plane balancing. Dari masalah inilah penelitian tentang balancing rotor dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik sinyal getaran sebelum dan setelah balancing serta membandingkan sinyal getaran antara sebelum dengan setelah proses balancing. Penelitian ini menggunakan seperangkat test Machine Fault Simulator (MFS). Dari hasil penelitian sinyal getaran single plane dan two-plane sebelum balancing dapat menunjukan karakteristik sinyal getaran dalam bentuk domain frekuensi dengan amplitudo yang relatif tinggi pada frekuensi 1x rpm, kemudian diikuti amplitudo yang lebih kecil pada harmonik 2x rpm dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses balancing rotor pada single plane dan two plane menurunkan amplitudo pada frekuensi 1x rpm dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 80%. Dari hasil pengukuran didapatkan perbandingan sinyal getaran antara sebelum dengan setelah balancing yaitu terlihat amplitudo pada frekuensi 1x rpm sebelum balancing lebih tinggi daripada setelah balancing
ANALISA DINAMIS STRUKTUR SAYAP PLAT PESAWAT UDARA DENGAN EQUIVALENT PLATE MODEL Akbar, Cipta Nur; Haryanto, Ismoyo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa merupakan hal yang penting dalam mendesain suatu struktur. Analisa digunakan sebagai prediksi awal yang digunakan untuk mengetahui apakah struktur yang dibuat dapat operasikan pada kondisi operasi aktual dari struktur tersebut. Sekarang ini banyak berkembang metode analisa numerik yang digunakan untuk menganalisa suatu struktur. Metode analisa numerik yang digunakan biasanya dengan membagi komponen yang akan dianalisa menjadi element ? element kecil yang biasa disebut metode elemen hingga. Equivalent Plate Model adalah metode analisa alternatif yang digunakan khusus untuk benda berbentuk plat, seperti turbin blade dan sayap pesawat terbang. Equivalent Plate Model dimana pada struktur tersebut akan dibagi menjadi beberapa segmen. Hasil analisa dari Equivalent Plate Model merupakan nilai yang bersifat kontinyu. Hasil analisa dinamis dari struktur sayap pesawat seperti frekuensi natural dan modus getar menggunakan Equivalent Plate Model jika dibandingkan dengan metode elemen hingga memiliki nilai error yang kecil pada struktur berbentuk plat dengan nilai error terbesar 1,09%
Co-Authors A., Kriscahya R. Achmad Hidayatno Agus Partawibawa, Agus Ahmad Abdul Rozak, Ahmad Abdul ANDUN SUDIJANDOKO ANGGIA SWASTIKA, WIDI Anwar, Yusran Azzaro Hafidz Ramadhan, Azzaro Hafidz Berkah Fajar T.K, Berkah Fajar Cahaya Ramadhan CANDRA DWI SATRIAPUTRA, GUSTI Cipta Nur Akbar, Cipta Nur David Siahaan Dega Surono Wibowo, Dega Surono Deni Dwi Darmawan, Deni Dwi DIAH LUTFI NURHAYATI, CICI Dimas Bimo Nugroho Djoeli Satrijo DWI PRIHATINI, AGUS dwi pudyastuti, dwi Efendi, Yusuf FAJAR RAMADHAN, MOCHAMMAD Fajar Septianto, Fajar Fatchurrahman, Faried Galih Gugus Setyoaji, Galih Gugus Gigih Pribadi, Gigih Harindra W Pradhana, Harindra W Harindra Wisnu Pradhana Iman Agus Raharjo, Iman Agus Indhitya Rahman Padiku, Indhitya Rahman Ismoyo Haryanto Jamari Jamari JANNAH, SYAIFATHUL Joga Dharma Setiawan Khairul Jauhari, Khairul Kusworo Adi Latief Rozaqi Luqman Assafat Maladzi, Radhi Miftachur Robani, Miftachur Moh. Arozi MUFID ABDILLAH, ACHMAD Munadi Munadi Nazaruddin Sinaga Noor Azizah Norman Iskandar Nur Azizah OKTA AVIA MARTHA, PRISKA Pradika, Eky Fortuna PUTRA NUSANTARA, BAGUS RAHAYU NINGSIH, JULITA Reni Reni, Reni Rif'an, Rif'an RINO TRIADIANSYAH, MOHAMMAD Rizka Rosyadi, Rizka RIZVI, M.TAHAJJUDIN ROESDIANTO, ALDY Rusnaldy Rusnaldy Satrio Budi Prasojo, Satrio Budi Sri Nugroho Suryono Suryono SUSANTO WIBISONO, FARID Susilo Adi Widyanto Susilo Adi Widyanto Suwoko Suwoko Syukri Fathudin TAMAMMUDIN, MUHAMMAD THORIQ AL MUNDIRI, M Toni Prahasto Try Hadmoko, Try Wahyu Caesarendra WARDA S HATTA, HALIM Zudi Zukron Amin, Zudi Zukron